Berprilaku yang baik lah di semua tempat
Hi,malam semuanya,kenalin gue chaisar,masih remaja sih dan salah satu hobi gue naik gunung(jan ngeres lu pada)
Jadi gue ama kakel di sekolah ada rencana mau naik gunung, gunungnya cukup tinggi sih, awalnya cuma kami berdua yang mau ikut, dan kakel gue ini baru ikut ikutan gitu naik gunungnya, jadi dianya nawarin ke gue buat jadi pemandu jalan,karna dia belum pernah naik gunung yang sudah di rencanakan.
Lalu ada dua teman satu angkatan gue yang nguping rencana itu, nama mereka tyan dan salman, mereka bilang belum pernah naik gunung makanya pengen ikut.
Gue bilang ke mereka "lu pada kalau mo ngikut jangan sembarangan ya..." lalu mereka jawab "iyaaa,kita g bakal nyusahin pemandu kok", lantas mereka pergi.
Karena peralatan yang tak cukup untuk kami berempat, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa satu tenda dan dua matras lagi,dan gue pun nyuruh mereka izin ke orang tua.
Tapi mungkin karna di manja, tyan agak susah dapat izinnya, akhirnya gue pun ketemu ibunya, sesampai di rumah tyan gue di ajak ngomong sama ibu nya, "mau naik gunung mana nak??" ibu tyan nanya ", gunung merapi buk" gue jawab gitu, "udah berapa kali naik gunung yang itu??" tanya ibu nya lagi, "kalau sama yang ini udah cukup sering bu" gue jawab gitu.
Karena merasa kurang puas ibunya tyan nanya ke kakel gue, "kamu udah berapa kali naik gunung itu??" seketika kakel gue bingung mau jawab apa, tyan ngasih aba aba angka 7 di belakang ibunya, "eh...eh sama yang ini udah 7 kali bu" jawab kakel gue, syukurlah kata gue dalam hati.
Dan akhirnya pun tyan di izinin pergia sama ibunya, "hati hati di jalan ya, jaga sikap jangan sembarangan", kata ibunya tyan mungkin karena orang tua ya, firasatnya kuat.
Lalu pada hari H kami pun kumpul dulu di warung biasa pulang sekolah,ketika semua udah siap berangkat lah kami ke gunung yang sudah di rencanakan, setibanya di pos pendaftaran kami pun mendaftar sepeti peserta lain dan memilih untuk istirahat sambil makan dulu.
Setelah puas beristirahat kami berdoa dan memulai perjalanan, tidak jauh dari pos pendaftaran sekitar 1,5 km ada pos konservasi sumber daya alam, "mau istirahat bentar ga" tanyaku pada yang lain "ya" jawab mereka serentak, akhirnya kami pun istirahat 30 menit, merasa sudsh cukup istirahat kami melanjutkan perjalanan, sebelum melanjutkan perjalanan kami membagi tugas
Gue di depan,dan kakel gue di belakang sebagai sweeper, ya setidaknya gue memutuskan seprti itu karna dia udsh pernah naik gunung beberapa kali, kami pun melanjutkan perjalanan, melewati pos 1 tanpa istirahat dan beristirahat kembali di pos 2.
Karena masih kenyang, kamipun hanya minum air dan makan cemilan lalu melanjutkan perjalanan DAN DI SINI LAH AWAL PETAKA ITU.
Tak jauh dari kami ada juga sekelompok pendaki yang ingin menuju puncak, mereka menawarkan untuk berangkat bersama mereka, tanpa diskusi gue menolak ajakan mereka dengan alasan ingin beristirahat sebentar lagi, setelah mereka agak jauh baru kami melanjutkan perjalanan
Alasan gue ga bareng jalan sama mereka adalah, tak satupun dari mereka yang tidak mengucapkan kata kata kotor/umpatan, lalu di tengah perjalanan kami masih mendengar umpatan dan makian mereka ketika berbicara, sambil menjaga jarak kata pelan pelan menuju puncak
Kira kira setengah jam setelah itu, salman bilang pengen buang air, ya sudah akhirnya bergenti sejenak, dan juga untuk mejaga jarak lagi dengan rombongan yang tadi gue mikirnya gitu, tapi sesaat setelah itu kami semua tak mendengar ucapan kotor atau makian mereka lagi
Sesaat kupikir itu bagus karena akhirnya mereka diam, lalu gue lihat kebelakang ada beberapa lampu senter pendaki lain sambil menyanyikan sebuah lagu, karena merasa aman akhirnya gue putusin buat lanjutin perjalanan, pendakian malam itu cukup nekat karena hanya bermodalkan satu headlamp saja, karena headlamp yang satunya rusak sewaktu mendaftar tadi
Setengah jam kemudian kita jalan masih bisa dengar suara pendaki yang di belakang rombongan gue sambik nyanyi, tapi g lama abis itu suaranya berubah jadi suars musik tradisional dan tak mungkin ada yang mainin musik tradisional di tengah jalan gunung malam malam begini, karena yang lainnya sedang asik bercanda akhirnya ga gue ganggu
Gue liat jam tangan udah jam 9 malam,berarti udah 3 jam kita jalan dan udah setengah jalan ke puncak, karena waktu normal ke puncak adalah 6 jam, 2 jam kemudian gue masih ngedengar musij tradisional yang sama, karena merasa ada yang ganjil gue putusin istirahat sambil makan, dan gur ngidupin api unggun
Gue pengen tau dari asap api unggun gue ada ga pendaki lain yang respon, setengah jam berlalu makan udah selesai dan sampah nya pun udah di kumpulin, setelah semuanya udah di simpan gue liat ke jalan arah belakang, "kenapa ga ada keliatan satu senter pun" awalnya gue pikir gitu "ah mungkin asap api unggun gue g keliatan ama mereka" gue tepis pikiran negatif gue
Setelah lanjut jalan dan gue rasa cuma muter muter selama 2 jam lebih yang seharusnya kita udah sampe puncak tapi masih muter muter, akhir nya gue putusin lagi buat istirahat, "awalnya gue takut gue salah ambil jalur yang harusnya kanan gue ambil kiri, tapi kalau di liat lagi jalannya bener, tapi masak kesasar" fikir gue
Kakel gue yang ngerasa ada yang gue fikirin nanya "ada apa??" "lu nyadar sesuatu g??" gue tanya gitu, "nyadar tapi gue g mau asal bilang, ntar nambah lagi" kakel gue bilang bgtu
Total perjalan udah 5 setengah jam, harusnya sudah sampai puncak, sekarang jangankan puncak, suara pendaki lain pun tak terdengar, malahan yang terdengar adalah suara dangdut dsn musik tradisional
"Wih ada yang nyetel dangdut t, kesana yuk" celoteh salamb seketika memulai pembicaraan, dengan sigap gue tutup mulut salman, "itu asalnya bukan dari orang" gue bisikin ke salman, dia pun akhirnya ngangguk
Gue putusin buat lanjut jalan, tapi sebelum jalan gue buat tanda di pohon dan akar tanaman, setelah setengah jam lagi gue merasa kita masih muter muter, karna gue nemuin tanda yang gue buat ber ulang ulang
Gue minta kertas dan pena ke tyan, karena dia yang bawa itu, gue tulis di kertas itu, "BACA BISMILLAH", setelah semua paham dengan yang gue maksud dan mulai membaca dalam hati, setelah membaca dalam hati, gue liat tyan udah mulai cape banget, dan gue saranin buat mendirikan tenda
Setelah bangun tenda gue bikin api unggun lagi, tapi setelah 2 jam menunggu ngga ada satu pun pendaki yang lewat, akhirnya gue ngeluarin tali dari tas dan ngiket ke pinggang gue
Gunanya biar gue ga kesasar balik nya, tali tambang gue panjang nya ada 1km an, setelah gue ikat ke pinggang dan gue mints ke temen buat pegang juga, gue nyusurin jalin tadi kita naik, setelah udah sampai batas tali gue naik lagi, dengan hasil nggak nemuin siapapun, yang gue temuin hanya tanda di batang pohon dan akar pohon yang gue buat tadi,karna ngeliat itu, gue yakin kita udah kesasar jauh, selain karna selain ga ketemu satupun pendaki, juga gue ngeliat tanda yang gue buat secara berulang dan itu banyak
Tapi walaupun tanda yang gue buat berulang kali gue lihat, gue bisa balik ke tenda dan bilang di bawah ga ada siapa siapa, lalu gue putusin nyisir ke atas dengan cara yang sama, sewaktu mau nyisir ke atas,di depan gue ada pohon kembar dan jalannya jadi kayak gerbang, karna belum terlalu jauh dari temen gue, gue liat liat ke sekitar
Ya dan sekilas gue ngeliat kayak ada orang berdiri dan tiduran di bagian atas, seketika gue rada panik, "ini kalau beneran berarti kesasarnya gara gara makhluk halus" gue fikir gitu, dan setelah gue lihat lagi bener dugaan gue, ada dua makhluk yang waktu itu gue lihat pocong,yang satunya berdiri dan satunya tiduran
"Oooh pantes kesasar nih, pasti di sasarin" itu fikir gue waktu itu, karena ngeliat mereka gue mutusin balik ke tenda dan bilang belum jadi pergi, tyan sama salman udah tidur duluan, sambil duduk dekat api unggun gue bilang ke kakel gue "bang liat ke sekitar arah tembakan senter gue" setelah di liat "iya gue paham doa dulu" kata kakel gue, ya udh doa dan abis doa setelah di liat udah g ada lagi
Gue tunggu dulu setengah jam buat mastiin masih ada apa ga tu yang tadi, setelah du pastiin ga ada gue bangungin salman buat nemenin kakek, gue pun mulai nyusur ke atas dengan harapan nemuin pendaki lain
Setelah gue rasa tali gue mau abis, gue ngeliat satu tenda, karena nggak mau manggil karena nanti nakutin gue cuma kedip kedipin senter soang ke tendanya, dan berita baiknya penghuni tendanya masih bangun
Salah satu dari mereka keluar dan nanya "siapa??! butuh apa??! sorak salah satu dari mereka, "maaf pak lagi nyari jalan",salah satu dari mereka sadar arti perkataan gue dan langsung keluar ngebawa 2 senter satunya senter sorot dan satunya untuk penerengan
"Mana teman yang lain pak??" tanya yang bawa senter
"Masih di bawah pak ada di ujung tali"gue jawab
"Kita bantuin naik ya pak,sambil ngejemput"
"makasih pak"
Mereka ada total berlima, dua dari mereka ikut gue ke tenda tempat temen temen gue,terus salah satu dari merek bilang "kenapa ga lurus tadi pak malah ngambil belok??", dan sekarang aku baru ingat, ada jalan yang kuambil dengan alasan ujung jalannya sama
"Ngeliat dong tadi ni pak" goda mereka
"heeh iya pak,sampe jantungan "gue jawab
Setelah samoe di tenda gue, dan ngebangunin semuanya dan berberes,kami lanjut ke tempat temen yang nolong gue barusan
"Udah berapa lama jalan pak"ujar mereka
"Kalau di total ama sekarang udah 7 jam an pak" kata gue
"Wih asik jalan jalannya nih, ketemue temen dong" sorak mereka
"Kita baru naik dan baru sampe juga pak di dini dan akhirnya bangun tenda ga lama abis itu bapak datang"ucap salah satu dari mereka
Tyan dan salman yang bingung dengan percakapan itu memilih untuk diam, setelah beristirahat sejenak, kami semua barengan menunu puncak, sesampainya di puncak sudah mau sunrise
Turun pun kami berbarengan,sesampainya di pos pendaftaran buat isi informadi bahwa kita sudah kembali, salman dan tyan langsung nanya
"Emang semalem nemu apa di atas???!!!"
"Pocong dan yang lainnya " gue jawab
"Yah g asii ga di kasih liat ke kita" sahut mereka
LU PIKIR HANTU HIBURAN APA