🎶Salahkah aku mencintaimu?
Walau kutahu ku tak dihatimu
Egokah aku memilikimu?
Walau kutahu kau tak memilihku
Kuharap Tuhan cabut nyawamu
Agar tak ada yang milikimu🎶
"lagunya buat lo tuh Ar.." ledek Denis ke Arkan saat Tania nyanyi di depan kelas.
"Apaan sih lo? gak jelas" sahut Arkan.
Tangan Tania semakin gemetar saat melihat Arkan sedang memperhatikannya dengan wajah datar.
Memang benar Tania sudah lama menyukai Arkan teman satu sekolahnya itu. Tapi Tania tidak pernah mengungkapkannya karena Arkan sudah punya pacar.
Lagu yang dinyanyikan oleh Tania mewakili perasaannya saat ini.
(Flashback on)
Saat jam istirahat, Tania tidak berniat untuk pergi ke kantin dan lebih memilih berada di dalam kelas.
Lagi pula ia juga tidak bisa keluar dari mejanya karna ada Arkan yang tidur di sebelahnya dan menghalangi jalan keluar Tania.
Tania tidak marah tapi malah merasa senang. Ia bisa leluasa memandangi wajah orang yang ia suka.
'Andai aja lo tau perasaan gw Ar..' batin Tania.
Tania meniru gaya tidur Arkan. Tapi tidak terlalu lama karna takut dilihat oleh temannya yang lain.
Baru saja Tania memalingkan wajah, Arkan tiba² terbangun.
Dengan gaya khas orang bangun tidur Arkan bertanya ke Tania "loh Tan lo gak ke kantin?".
"gimana gw mau ke kantin kalok lo aja nutupin jalan keluar gw" sahut Tania.
Arkan hanya ber-oh ria tanpa ada rasa bersalah.
"lo sendiri ngapain tidur di kursi orang?" tanya Tania yang tau itu adalah kursi milik Angga teman sebangkunya.
"terserah gw lah gw mau duduk dimana" sahut Arkan.
Tania hanya mendiamkannya saja karna sudah paham dengan sifat Arkan yang seenaknya aja.
"minggir! gw mau beli jajan" seru Tania yang sudah berdiri hendak pergi.
Dengan malas Arkan menggeser kursinya ke belakang agar Tania bisa lewat.
Saat Tania pergi tiba² Arkan berdiri dan menarik tangan Tania. "Tunggu"
Hal itu membuat jarak antar Arkan dan Tania menjadi terlalu dekat. Ulah Arkan mampu membuat jantung Tania berdebar sangat cepat.
"nih sekalian beliin gw roti" kata Arkan sambil memberikan uang 2 ribuan ke Tania.
"Hah, Oh o oke,,,, roti kan?" Tania gugup.
"iya Tania..." jelas Arkan.
Dengan perasaan yang masih tak karuan Tania pergi ke arah kantin.
'Ya ampun Arkan Pradipta,,, kelakuan lo sering buat jantung gw mau copot tau gak. andai aja lo belum punya pacar..' batin Tania.
(Flashback off)
"Tania kamu boleh duduk" Seru guru musik.
"Terimakasih bu" jawab Tania.
"Anak², minggu ini minggu terakhir kita ada di kelas ini......" jelas guru musik itu.
Minggu ini adalah hari terakhir mereka ada di sekolah. Tania dan semua murid satu angkatannya telah menyelesaikan ujian penentu kelulusan mereka.
Untuk merayakan hari terakhir mereka bersama, Tania dan teman sekelasnya berencana liburan di sebuah pulau minggu depan.
Saat liburan nanti Tania berencana akan memberikan hadiah kepada Arkan sebagai kenang²an terkahir darinya. Tania tau bahwa perasaannya tidak akan pernah berbalas.
Oleh karna itu ia berniat memberikan Arkan hadiah demi memuaskan hatinya yang terlanjur patah karna telah jatuh cinta sama Arkan.
Hingga akhirnya hari liburan itu tiba.
Seharian, mulai sejak di perjalanan sampai tiba di pulau tujuan, sikap Arkan ke Tania menjadi berbeda. Arkan yang biasanya buat kesel Tania malah jadi lebih cuek.
"sini gw bantu" tawar Tania untuk bantu melipat hodie Arkan yang mau disimpan ke dalan tas.
"gak perlu gw bisa sendiri" jawab Arkan dingin dan kemudian pergi setelahnya.
"Tan!! bantuin gw lipat lengan baju dong" pinta Angga.
Tania masi melihat Arkan yang sudah tak terlihat.
"woy Tan, lo knapa sih?" tanya Angga.
"Arkan kenapa sih Ngga? kok dia hari ini cuek gitu ke gw? padahal biasanya kan suka cari masalah duluan ke gw" tanya Tania heran.
"ooh itu.....cemana ya gw bilangnya" jawab Angga bingung.
"apaan sih Ngga?" tanya Tania penasaran.
"kayaknya si Arkan mulai sadar deh Tan kalok lo tuh suka sama dia. abis belakangan ini keliatan banget sih dari lo nya" jelas Angga.
"gitu ya.." respon Tania galau.
"ya udah deh Tan, lo lupain aja dia. lagian kita juga udah lulus jadi bakal jarang ketemu. lo pasti bisa move on dari dia. lo masih bisa ketemu sama orang baru di luar sana kok. lagian gw juga heran knapa lo bisa suka sama seorang Arkan" ucap Arkan.
"namanya juga cinta Ngga, gak bisa milih mau jatuh ke siapa" jawab Tania lesu.
"sok puitis lo Tan" ledek Angga. "lagian kita disini mau happy² masak lo mau galau gitu sih. senyum dong" lanjut Angga.
Tania hanya memasang senyum terpaksa.
"yuk ah kita susulin yang lain" ucap Angga sambil menyeret Tania untuk ikut.
Selama ada di pulau itu, Tania terus mencari kesempatan untuk memberikan hadiah yang telah disiapkannya untuk Arkan. Tapi Arkan terus saja berada jauh dari Tania. Tania benar² tidak memiliki kesempatan.
"Ar.. gw mau ngomong bentar sama lo" pinta Tania.
"ntar aja Tan ngomongnya. gw mau main bola sama yang lain" Arkan langsung pergi gitu aja.
"padahal gw cuma mau kasih hadiah ini ke elo Ar" gumam Tania.
Sampai pada akhir kegiatan mereka di pulau itu, Tania belum juga sempat memberikan hadiahnya kepada Arkan.
Saat Tania ingin nyamperin Arkan gak sengaja ia dengar pembicaraan Arkan di telpon.
"bentar lagi kami pulang kok by, yang lain juga udah pada beres². kenapa? kangen ya?" ... "enggak dong. aku gak bakal deket² sama cewek lain. aku kan udah punya kamu by" ... "kamu tunggu aku pulang ya. doain aja gak ada apa² di jalan pulang nanti" ... "love you too sayang" ucap Arkan menanggapi orang di seberang telepon.
Tania yang mendengarnya merasa bahwa tidak akan memiliki kesempatan apapun terhadap Arkan. Hatinya hancur melihat orang yang dia suka mencintai orang lain. Dadanya terasa sesak dengan kenyataan bahwa cintanya yang tak berbalas.
Dengan diliputi air mata Tania mengeluarkan isi hadiah dari bungkusnya dan membuangnya ke tempat sampah. Tania kesal pada dirinya sendiri yang begitu berharap balasan dari Arkan atas perasaannya itu.
'dari awal harusnya gw nyadar kalok hati lo gak bakal pernah bisa gw miliki Ar.. iya gw sadar sekarang. Sampai kapan pun perasaan gw cukup gw simpen buat diri gw sendiri. Karna gak akan pernah ada kesempatan buat gw ungkapin apa lagi terbalaskan. Lebih baik gak gw bilang dari pada lo malah makin jauh dari gw. Yang penting lo masih temen gw Ar..' batin Tania
Tania mebuang hadiah yang harusnya ia berikan kepada Arkan. Hadiah itu adalah lukisan Arkan yang sedang tertidur di bangku Tania. Dan juga ada sebuah surat.
"Hai Ar, ini kado perpisahan dari gw buat lo. Gw gak modal jadi gw cuma bisa buatin lukisan ini doang. Tujuan gw buat lukisan ini biar lo selalu inget kalok lo sering tidur di meja gw padahal lo bisa tidur di meja lo sendiri. Biar lo inget kalok gara² lo gw gak bisa jajan ke kantin. Intinya gw cuma mau lo inget sama gw Ar.. gw mau lo inget kalok gw pernah jadi bagian di lembar kisah hidup lo Ar, walaupun gw bukan siapa² buat lo. Lo simpen ya lukisan ini. Capek tau buatnya" (tertanda Tania Atmaja).