Bertemu di sudut ruangan hanya sebatas jejak kaki yang begitu cepat terhapus waktu. Sinar fajar menyingsing sudah mulai menampakkan diri. langit menggambarkan berbagai guratan awan yang indah seolah mengabarkan pada dunia, semangat menyambut hari baru.
Tidak terasa libur detik cepat berlalu, seorang mahasiswi bercadar yang mengambil ilmu pendidikan jurusan bahasa asing itu memanfaatkan waktu senggang di tengah jam kuliah yang padat untuk membaca buku di perpustakaan umum lantai dua kampus atas.
"Yangsa..!" Panggil zira melambaikan tangan di depan pintu masuk perpustakaan.
"Ssttzhhh" bunyi desis sinyal agar tidak berisik di nyalakan oleh penjaga perpus yang berjaga di samping pintu.
Dia menunjuk ke arahnya lalu memberi kode untuk menutup mulut. Zira mengangguk paham lalu perlahan memasuki ruangan. Sebelumnya dia mengisi daftar hadir mahasiswi membaca di sebuah buku tamu. Kemudian dia menghampiri Yangsa dan membisikkan sesuatu.
"Hari ini aku tidak bisa menunggu mu pulang, aku sedang ada urusan" ucap Zira tersenyum.
"Baiklah sampai ketemu lagi.." kata Yangsa membalasnya.
Yangsa melanjutkan memilih buku-buku di dekat rak bagian kiri. Ketika dia sampai pada rak paling ujung, terlihat di sudut ruangan ada seorang pria menyodorkan setangkai bunga mawar kepadanya.
Bertemu di sudut ruangan perpustakaan, bunga mawar merah muda dan sebuah tasbih berwarna putih.
"Yangsa, tunggu lah aku sampai menyelesaikan kuliah dan bekerja. Aku membahagiakan mu. Tolong terimalah pemberian ku ini" ucap pria tersebut.
Yangsa tidak bisa berkata apa-apa. Dia memilih untuk memalingkan wajahnya lalu pergi berlalu. Dia tidak ingin melabuhkan hati selain ke sang pencipta, Yangsa percaya jika pria tersebut baik untuk agamanya pasti akan bertemu kembali saat indah pada waktunya. Tapi satu hal yang tidak pernah Yangsa lupakan, bertemu di sudut dengan melihat keindahan tasbih putih tanda memuja kebesaran yang Maha Esa.
The end.