Terik matahari menghantarkan rasa panas kesekujur badan, tetes keringat tak bisa dielakkan.tapi, meskipun begitu semangat anak laki laki itu tak pudar sedikit pun.
rambut lepek dan kain lusuh itu sudah seperti ciri khas bagi anak laki laki itu, sendal jepit berwarna biru yang selalu menemani langkah kakinya mengelilingi pasar menawarkan segelas teh es dan sarapan pagi kepada orang orang.
Dia berkerja sebagai tukang antar pesanan pada pedagang pedagang pasar dan ada juga kepada pembeli.
Meskipun begitu tak menyurut langkah kaki kecil itu untuk mengantarkan pesanan orang orang.
"dek, nasi gorengnya satu ya!!"kata seorang ibu ibu saat ia berlalu di hadapannya.
"telur dadar atau ceplok Bu?"dengan tersenyum ia bertanya.
"telur dadar sama teh es ya."jawab ibu itu.
"iya Bu."kembali ia tersenyum menampakkan gigi kelincinya itu.
ia pun berlalu kembali menuju ke kedai yang letaknya di tepi pasar untuk mengatakan pesanan orang orang tadi pada sang pemilik agar di masak dan ia kembali mengantarkan pesanan yang lainnya.
.
.
.
"KORUPSI KAMU YA!!" bentak seorang pedagang pada anak laki laki itu.
"Aka nggak bohong om, emang harga nasi gorengnya naik."masih dengan tersenyum ia menjawab.
"mana ada naik kamu bohong ya."kata laki laki yang berada di sampingnya.
"enggak om, ibuk yang bilang kalau harganya naik karena telur naik jadi harganya juga naik om."katanya mencoba menjelaskan.
"terus kenapa jadi semahal ini, ini pasti akal akalan kamu aja."kata pria yang membentaknya tadi.
"Aka nggak bohong om, om tadi minta nasi goreng sama kopi jadi totalnya 15 ribu."katanya lagi meyakinkan.
"13 ribu lah jadinya ,nasi goreng delapan ribu tambah kopi lima ribu. Itu mangkanya kalau masih. kecil itu sekolah biar pintar bukannya jadi babu di pasar."kata pria itu.
Aka terdiam sebentar tanpa diminta raut wajah yang tadi tersenyum langsung berubah sendu, rasa sesak melingkup di seluruh tubuh nya.
Di umurnya yang baru sebelas tahun ini memanglah tidak pantas untuk melakukan hal ini, ia yang harusnya sekolah malah harus menjadi babu orang, di suruh kesana kesini.
Ia juga menginginkan ini tapi mau bagaimanapun, hidup dengan ekonomi bawah emang diharuskan bekerja tak mengenal usia,sehat atau sakit.
*Jika ingin makan maka harus kerja* itu sudah pedoman bagi orang orang kalangan bawah.
Ibu yang sering sakit sakitan membuat Aka harus melakukan hal ini menggantikan posisi yang mencari nafkah untuk keberlangsungan hidup ibu dan juga adik perempuannya.
Jangan tanyakan tentang ayahnya karena bajingan itu telah pergi saat adiknya masih berumur dua tahun meninggal kesengsaraan yang harus di tanggung oleh sang ibu.
sudah lima tahun berlalu dan kenangan lama itu tidak perlu di ungkit lagi.
Dan sekarang ia banting tulang menjadi pelayan yang disuruh suruh untuk mendapatkan uang menghidupi keluarganya dan juga untuk sekolah adiknya.
jika ia tidak berhasil maka adalah adiknya harus melanjutkan mimpinya, itulah yang selalu membuatnya tetap kuat.
"nasi gorengnya sepuluh ribu om."katanya lagi kembali menampilkan senyuman manisnya.
Tiba tiba laki laki itu tersenyum kearahnya dan laki laki disamping nya pun ikut tersenyum begitu pula dengan orang orang yang tadi melihat kearahnya.
"ini, tadi om cuman nguji kamu."kata laki laki yang tadi marah marah, ia menyodorkan uang seratus ribu kearah Aka.
"ma...makasih om."katanya gagap sambil mengambil uang yang di berikan laki laki itu.
"dan ini untuk makanan yang tadi."kembali laki laki itu menyodorkan uang sepuluh ribu dan juga lima ribu.
"tetaplah kuat seperti itu. dalam hidup, kamu akan mendapatkan banyak kritikan dan juga kata kata kasar dari orang orang, maka dari itu kamu harus tetap kuat dan juga teguh dengan kebenaran agar mendapatkan apa yang kamu inginkan."kata laki laki itu mengelus kepalanya.
"dan ini untuk kamu sama adikmu."kata laki laki yang berada di sampingnya menyodorkan kresek yang berisi baju baru.
"makasih om."katanya dengan semangat wajahnya begitu bersinar, ia begitu senang baju baru seperti hal langkah baginya.
Senyuman tak pernah hilang dari wajah anak laki laki itu giginya seakan akan tidak kering untuk tersenyum.
.
.
itulah hidup
ia tidak akan berhenti jika kamu menangis
ia juga tidak akan berhenti meskipun kamu menyerah
waktu akan terus berjalan meskipun kamu tertinggal jauh dibelakang
Jadi apapun yang terjadi maka jalani saja
.
.
.
Ini hanya sepenggal kisah dari Seorang Anak Pasar