Siang ini Teri rencana akan pulang ke rumah neneknya di kampung.Ibu dari Ayahnya.Tapi lagi lagi gagal karna harus bertemu dengan ayah nya di rumah lama.
Asisten rumah tangganya bilang bahwa Ayah sudah semakin parah keadaan kesehatan nya.
Bahkan Ayahnya sudah tidak bisa pergi ke toilet sendri dan harus pakai pempers.
"Teri hari ini kamu tidak pulang lagi ke kampung?"Tanya Siska.
"Tidak.Ayahku kembali sakit."jawab Teri cuek.
"Oh titip salam buat Om ya.Kayanya udah lama gak kerumah lama mu ya Ter"Sambung Siska.
"Gak usah di sana ada nenek sihir jahat"balas Teri sambil menakut nakuti Siska.
"Terii ihkk kamu ini ya suka sekali ngata ngatain ibu tiri kamu seperti itu"sindirnya pada Teri.
"Aku pergi duluan yah"ijin Teri pada Siska sambil buru buru pergi.
Teri tinggal di kontrakan sebelah kampus agar lebih dekat untuk kegiatan nya yang lumayan cukup banyak.
Kini matahari sudah tinggi waktu pun sudah menunjukan pukul 11 siang dini hari.Teri turun dari taxi dan langsung memasuki rumah lamanya.
"Rumah ini tidak jauh beda dari sebelum aku pergi dulu"gerutunya pelan.
Tiba tiba ada seorang wanita paruh baya turun dari mobil mewah.Yah itu adalah ibu tirinya.
"Wah wah suaminya sakit ko situ sibuk shopping yah"Sindir Teri pada ibu tirinya itu.
"Lah buatlah hidup kita sebahagia mungkin sebelum semua hilang lenyap di telan bumi"ketus nya membalas sindiran anak tirinya.
"Wah bukan hartanya yang hilang tapi nyawamu Bu"Tunjuk Teri dengan raut wajah yang memerah.
"Dasar anak tidak tau sopan santun kamu"teriak ibu tirinya sambil mengangkat satu tangan mencoba untuk menampar anak kandung dari suaminya sekarang.
Tiba tiba ada seorang pria datang mencegah dan langsung menepis tangan wanita itu.
"Sudah cukup kamu siksa Ibu dan adikku Nyonya"Tekan pria itu.
"Apa"teriak Teri dan wanita itu kaget.
"Maaf nyonya,Tuan sudah menunggu kalian di dalam kamar nya"ucap seorang pembantu dari dalam.
Teri masih kaget dengan ucapan pria tampan itu.
"Barusan dia bilang apa??kakak!"
"Daripada kalian terus berdiri mematung mendingan kalian cepat masuk kedalam rumah untuk tau lebih jelasnya"Pinta pria tampan itu.
Mereka pun menurut dan ikut untuk segera masuk karna mereka juga sangat penasaran kepada sosok laki laki yang mengaku sebagai kakaknya itu.
"Ayah"panggil laki laki itu.
"Eh Zo kamu juga datang bersama mereka"Sambutnya sambil mengulurkan tangan pada lelaki itu
"Iya yah"jawabnya.
Lalu lelaki paruh baya itu mengeluarkan sebuah album tua untuk di perlihatkan pada mereka.
"Teri sini duduklah di samping Ayah"pinta Ayahnya.
Teri mengikut dengan permintaan Ayahnya langsung duduk di sampingnya.
"Sayang lihat ini"tunjuknya pada Poto seorang wanita dan anak laki laki.
"Em ini kan Ibu Yah"
"Yah ini Ibu dan ini kakak kamu yang sekarang sedang bersama kita"jelasnya dengan sambil tersenyum pada lelaki itu.
Sontak Teri kaget bahkan Ibu tirinya pun kaget.
"Koh ayah GK kasih tau Ibu kalau Ayah punya anak laki laki"teriak istrinya.
"Aku bukan anak kandungnya"Tutur laki laki itu.
"Lalu kamu anak siapa?"tanya Teri sambil berdiri"kenapa harus di sebut kakakku?"sambung Teri
"Sudah kalian tenang dulu sayang"pinta Ayah Teri.
"Yah Teri anak satu satunya di rumah inikan"Teri mencoba meminta penjelasan.
"Benar tapi ibu kamu pernah punya anak laki laki sebelum menikah dengan Ayah.Dan ini adalah Poto lama ibu kamu yang Ayah simpan untuk di beritahu kan pada kamu kelak.Tapi Ayah sudah sangat sakit tidak bisa menyimpannya"Jawab lelaki sakit itu yang terus mengelus dadanya.Mencoba menahan rasa sakitnya.
"Teri tujuan kakak kesini bukan untuk datang karna warisan Ibu.Tapi kakak kesini untuk ambil alih hak Asuh kamu dari tangan Ibu tirimu ini"jelas lelaki itu.
"Maksudnya apa ini Yah?hak asuh apa?"Teri yang mulai kebingungan.
Ayah teri mulai menghela nafas panjang dan mencoba menjelaskan sedikit demi sedikit.
"Dulu saat kamu masih kecil Ibu kamu sudah pergi meninggalkan kita semua.Dan ayah yang sibuk dengan pekerjaan tidak punya ide lain selain menulis nama ibu tirimu sebagai hak asuh di kemudian nanti saat Ayah tidak di rumah"Jelas nya.
"Tapi saat itu Ayah tidak bilang pada Ibu kalau ayah punya anak lelaki"Wanita itu kembali bertanya heran.
"Sudah ku bilang dia bukan anakku.Tapi semua harta ini milik kakeknya yang diberikan untuk ibu nya.Jadi pantas dia datang mengambil semuanya begitu juga Teri akan ikut kakaknya ke luar negri"
"Apa yah semua ini milik dia"wanita itu kaget dan langsung terduduk lemah tak berdaya.
"Teri Ayah sengaja menyimpan Poto lama ini.Karna Ayah berpikir bahwa ayah masih pantas menjagamu"ucapnya dengan gemetar.
"Tapi ayah benar benar tidak menjagaku.Bahkan ayah membiarkan aku tinggal dengan wanita kejam ini.Terus mengaturku,menyiksaku,bahkan dia tidak memberiku makan Yah"Tutur Teri dengan nada gemetar.
"Ayah tau makannya Ayah meminta Zonatan datang untuk menjemput mu"
"Ayah juga mau memberikan ku pada orang yang tidak aku kenal"Tanya Teri dengan marah.
"Kamu mungkin tidak mengenal ku tapi aku tau semua tentang mu.Kakak tidak akan menyakiti mu seperti Ayah kandungmu.Bahkan asal kamu tau ibu tirimu lah yang sudah membuat Ibu kita meninggal"Teri kaget setelah mendengar perkataan kakaknya.
"Yah itu benar"Teri kembali bertanya pada Ayahnya.
"Iya sayang"angguknya.
Teri menangis histeris tidak terima dengan apa yang dia dengar.Dulu saat dia masih SD dia hanya tau bahwa ibunya meninggal karna sakit.Dan wanita yang menikah dengan Ayahnya adalah wanita pilihan ayahnya yang terbaik tapi salah semua salah.
Ibu tirinya terduduk diam ketakutan dengan kebenaran yang sudah terungkap.
Mau tidak mau dia harus cepat pergi dari rumah ini karna sang pemilik rumah sudah kembali.
Iyah Zonatan adalah kakak dari Teri anak dari lelaki yang tidak bertanggung jawab atas kehamilan pertama ibunya.Lalu ibu teri melahirkan Zonatan tanpa ayah dan sang Kakek lah yang merawat nya di luar negri.
Ayah Teri tentunya tau hal ini makannya dia menyimpan semua ini sendiri setelah ibunya meninggal pun dia tetap menjaga rahasia ini Sampai dia merasa sudah tidak cukup umur lagi untuk bertahan.
"Ayah apakah dia baik?Tanya Teri dengan raut wajah yang sedih.
"Kakak akan membawamu ke Eropa untuk bertemu kakek di sana"ajaknya pada adik perempuan yang usianya pun hanya beda 2 tahun darinya
"Ayah sangat tenang jika kamu ikut dengan Dia"Tunjuknya sambil membujuk anak perempuan nya untuk ikut bersama kakak laki lakinya.
Teri terus menatap Poto lama yang sedikit kusut itu.Dia semakin yakin bahwa ini bukan mimpi.
Teri di tuntunya pergi keluar dari rumah lama dan ikut masuk kemobil mewah milik sang kakak.
"Apa aku akan baik baik saja"Lirihnya pelan
"Kakak akan menjagamu dengan baik"sambut lelaki itu sambil memeluk hangat tubuh mungil Teri.
happy ending