Ada sebuah pesan masuk pada akun WA-nya sandra, berupa sebuah tautan untuk bergabung dalam Google Meet.
Sandra pun langsung meng-klik tautan tersebut dan telah di setujui oleh sang admin.
"Haiii sandra!" sapa mereka semua yang sudah ada dalam pertemuan di google Meet ini, terlihat disana ada Adam sebagai admin, Kenan,Wina dan Alexa.
"Haiii juga semua"sapa balik sandra pada mereka."apa kabar kalian semua?"tanya sandra."Alhamdulillah kita semua sehat" sahut mereka.
"Gue kangen banget sama kalian semua"ujar sandra pada teman temannya.
"Iyaa...gue juga kangen tau...tapi kita nggak bisa ketemu karna kan kita sekarang sibuk kuliah,"ujar Alexa.
"Iya nih….kita bisanya cuma virtual, jadi nggak meluk lho win, lexa.."ujar sandra mendramatis."sini sini peluk.."ujar Alexa seraya memeluk dirinya sendiri, seolah-olah memeluk wina dan sandra.
"Peluk aku juga dong"sela kenan atau ken.
"Ogah gue meluk lho..." ketus sandra. Yang lain tertawa sedangkan ken merenggut kesal.
Tiba-tiba Adam Menyela,"Gaes... kemarin kan kita udah sepakat ya kalok mau pertemuan atau ngelepas rindu kita pakek Google Meet...karena kan kalian bilang kalok udah bosen pakek WA muluk tuh...jadi kalok pertemuan selanjutnya kita pakai Google Meet oke…"
"Gue mah fine fine aja" ujar ken."lho mah iya iya muluk, kagak pernah lho ngomong kagak"ketus wina.ken hanya nyengir.
"Ohh ya gaes, rumah tua yang jadi tongkrongan kita masih ada nggak ya kira-kira?"celetuk ken. " Masih ada kok, tapi yaa...rumahnya udah reyot dan banyak debunya,"sahut Alexa. "Yaelah tu rumah walaupun udah reyot reyot gitu banyak kenangannya yaa…" sahut Adam yang di ikuti anggukkan kepala yang lain. "Gaes, gimana kalok kapan kapan kita kesana, kan udah lama kita nggak ke sana," ajak sandra. "Boleh juga tuhh...gue juga Pengen kesana...gimana yang lain bisa nggak?"sahut Adam."kalok gue jangan di tanya...gue bisa setiap saat,"sahut wina."kalok pada bisa semua...nanti gue ajak kalian kesana.." kekeh Alexa.
"Gaes gaes, rumah kalian masih sama kan belum pindah," sela Adam. " Iyaa dam...gue masih tinggal disekitar komplek nya wina sama sandra," sahut alexa. "Kalok gue masih di rusun.." sahut ken.
"Jadi lho di rusun masih sama abang lho?"tanya Adam."iya gue masih sama abang gue, kan ni rusun yang bayar kan abang gue.."jelas ken."lah terus abang lho mana ken?kok dari tadi nggak keliatan…" tanya wina."ahh abang gue lagi ada di luar kota, masih ngurus proyek disana.."jelas ken.mereka pun hanya ber'oh'riya.
"Kalok lho dam, lho tinggal dimana?"tanya sandra."kalok gue sih masih tinggal di apartemen gue... soalnya biar kalok berangkat kuliah nggak terlalu jauh.." jelasnya Adam pada teman-temannya."ohh..gue kira lho pulang ke rumah orang tua lho.."sahut ken.
"Nggak lah, kalok gue pulang ke rumah orang tua gue kejauhan, nanti bisa telat masuk kuliahnya…"jawab Adam.
Mereka pun mengobrol tentang masa-masa mereka dulu.
Tiba-tiba ada sebuah notif muncul pada layar ponsel sandra berupa sebuah email.lantas sandra pun membukanya setelah membuka terlihat disana ada sebuah file, karna penasaran dia pun mengunduhnya.sandra meng-klik file tersebut,saat sudah membuka terlihatlah sebuah foto dirinya dan teman-temannya.sandra sungguh terkejut.siapa yang memfoto dirinya dan temannya,pikir sandra.tanpa sadar sandra melamun dia tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Wina yang menegurnya.
"Heiii san, lho kok ngelamun sih...dan lho liat apa diponsel satunya …"tegur wina.
"Ayolahh san, kita kan udah sepakat nggak bakal sibuk sama yang lainnya.."sahut Adam. "Iya dam, gue tau...tapi ada seseorang yang ngirimin gue foto yang bikin gue terkejut.." jelas sandra pada mereka."foto apa'an san?"tanya ken penasaran dengan foto yang di bicarakan oleh sandra."iyaaa...foto apa'an san,bagi ding gue penasaran nih…"timpal wina.
"Share aja san, biar kita semua tau foto apa.."saran Alexa."gimana min….boleh nggak share tuh foto?" tanya wina.terlihat Adam menghela nafasnya,"oke….kirim aja nggak papa.."jawab adam.setelah mendapat persetujuan dari adam, sandra pun mengirim tautan file tadi pada adam.semetara adam sesudah mengunduh dia mengirim tautan itu ke GMeet, agar mereka tau tautan tersebut.mereka semua yang sudah mendapatkan tautan itu segera mengunduh dan membukanya, saat membukanya mereka sungguh terkejut karena file itu berisi tentang foto-foto mereka saat berada dirumah tua, saat mereka berenang dan ada juga foto rumah mereka.
"Gila sih….siapa sih yang ngambil foto gue?"heran wina. "Tunggu-tunggu...gaes bukannya itu foto kita waktu kita renang kan"kaget Alexa. "Wahh...gila nih orang, main ngambil foto kita diam-diam lagi dan itu juga ada foto rumah-rumah kita,"sahut ken.adam diam, dia masih terkejut dengan tautan file yang dikirim oleh sandra tadi.diapun menatap sandra,"san...lho dapat tautan file itu dari mana?"tanya adam. "Gue dapat dari nomor yang nggak dikenal dam.."jelas sandra.
Mereka semua diam memikirkan siapa orang yang ngirim dan ngambil foto mereka diam-diam, hingga mereka dikejutkan oleh kemunculan akun baru di GMeet mereka.semuanya menjadi terkejut,hingga"lho invite siapa dam?"tanya wina."gue nggak invite siapa-siapa win…"jawab adam.
"Lah terus akun itu masuk ke GMeet kita gimana..?"tanya ken."gue juga nggak tau ken…"sahut adam."gaes...atau jangan jangan dia masuk pas sandra ngirimin tautan tadi.."tebak Alexa."tapi apa bisa…?"tanya ken. "Mana gue tau ...gue kan bukan anak IT bego'.."kesal Alexa.
Mereka semua diam, tiba-tiba akun itu layarnya berwarna gelap dan ada tulisan 'surprise' disana,mereka mengerutkan keningnya.
"Nihh akun apa'an sih maksudnya..?" Tanya wina. "Gue juga nggak tau win, tuhh juga ada tulisan surprise, apa'an dah …"sahut ken kesal. "Mungkin nih aku. Gaje(nggak jelas).."tebak Alexa. "Mungkin…"sahut adam.
Tiba-tiba layarnya akun misterius itu berubah, disana terlihatlah badut yang berdiri seperti memberi hormat ntah hotmat dengan siapa.
Tak lama kemudian badut itu tertawa terbahak-bahak, hingga adam dkk heran.'ada apa dengan badut itu',pikir mereka.badut itu berhenti tertawa dan menatap tajam pada adam ddk.mereka yang di tatap tajam pun menelan ludah mereka kasar 'sungguh sangat menyeramkan tatapannya'pikir mereka.
Tiba-tiba akun badut itu berbicara dengan nada berat dan menyeramkan,"surprise…..apa kalian ingin bermain bersamaku?" Tanya si badut pada adam dkk.
Namun, adam dkk tidak mau menggubris perkataan si badut itu.wina yang sedari tadi diam mulai angkat bicara,"kamu tuh siapa?kita nggak kenal sama kamu...tolong jangan ganggu kita, karena kita nggak pernah ganggu lho.."ujar wina panjang lebar.
Si badut tertawa.kemudian,"kalian mau main sama aku nggak..?"tanya badut itu lagi.sedangkan wina dia kesal karena omongannya tidak di gubris oleh si badut, saat wina ingin memaki si badut sudah disela dulu oleh alexa.
"Maaf, tapi kita nggak bisa main sama lho.."ujar lexa. si badut terdiam dan menunduk kebawah tak lama si badut mendongak dan berkata dengan nada yang naik satu oktaf, yang artinya dia mulai emosi.
"Tapi aku maunya kalian main sama aku hehehe.."ujar si badut diselingi oleh kekehan yang menyeramkan.
Adam dkk tak berkutik mendengar penuturan si badut itu.
"Kita nggak bisa main sama lho.."ujar adam.
"Jadi, kalian nggak mau main sama aku...tapi kalian akan tetep main sama aku yaa…"ujar si badut itu lagi.
"Kalau kalian tidak bermain dengan ku lihat apa yang ku perbuat hehehe…"lanjut si badut itu, kemudian layar si badut berubah hitam.si badut itu hilang.
"Gaes...si badut itu udah nggak ada "ujar sandra."bener mumpung tuh badut nggak ada kita cari lokasinya.."saran ken."boleh juga tuhh…"sahut alexa."oke bakal gue cari tuh lokasi badut.."sahut adam.
Typing…
"Jangan dicari lokasiku….karena aku akan datang dengan sendirinya menghampiri kalian semua…"
Semuanya terkejut, setelah mendapat pesan dari akun si badut itu.
"Gaes... ternyata dia tau ...gimana nih…"resah wina."udah ...kita tenang aja,gimana kalok kita telepon polisi.."saran ken.
Typing….
"No police.."
"Gimana nih kita nggak bisa hubungi polisi.."panik sandra."tenang san…."sahut alexa.
Tiba-tiba akun badut itu menyala dan memperlihatkan foto sebuah rumah.mereka terkejut apalagi alexa, dia tambah terkejut karena foto itu adalah rumahnya."Alexa dia ada di komplek rumah lho…"pekik Wina."gimana nih gaes...gue takut...di rumah nggak ada siapapun, cuman gue sendiri…"panik alexa."tenang lexa...lho pasti baik baik aja.."ujar adam."lebih baik lho kunci semua rumah lho biar dia nggak bisa masuk.."saran ken.alexa mengangguk dan berjalan ke arah pintu dengan tergesa-gesa, saat akan membuka pintu tiba-tiba
BRAKK….
pintu kamar lexa di dobrak oleh seseorang, tak lama kemudian terlihatlah sosok badut sang akun misterius itu.si badut berjalan kearah lexa dan membekap mulut lexa hingga tersungkur di lantai.teman teman lexa, mereka khawatir dengan lexa yang dibekap hingga jatuh, serta terdengar juga suara benda-benda jatuh, setelah beberapa saat tidak ada suara lagi, mereka tambah khawatir.
Tiba-tiba muncul si badut itu dengan menyeret tubuh lexa yang sudah tak bergerak, teman teman lexa terkejut sekaligus emosi karena si badut itu telah membunuh lexa.
"Lho apain temen gue s*****n"ujar ken emosi, tak cuma ken yang emosi mereka semua juga emosi pada badut itu.
Si badut tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, tiba-tiba layar ponsel alexa mati.
"S*****n….akhh gimana nih apa yang harus kita lakukan… badut itu udah bunuh lexa.."ujar ken dengan emosi menggebu-gebu."kita lapor polisi aja lah...kita udah kehilangan satu temen kita.."lirih sandra, namun masih bisa di dengar oleh mereka."gue juga setuju sama lho…"ujar ken.
Layar si badut yang awalnya hitam tiba-tiba berubah dengan munculnya si badut tadi.setelah itu terdengar suara mengerikan si badut itu.
"Gimana mau main nggak sama aku"ujar si badut.adam dkk terdiam mereka tidak tau harus jawab apa.
"Jika kalian menolak jangan salahkan aku jika kalian akan kehilangan teman kalian lagi hehehe…." Ujar si badut dengan tawa menyeramkan miliknya.adam dkk terdiam, beberapa saat mereka mengangguk menerima tawaran si badut.
"Oke...kita bakal main sama lho…"ujar adam mewakili yang lain.
"Keputusan yang bagus hehehe…"sahut badut itu.
"Permainan ini akan sangat seru, tidak rugi jika kalian ikut hehehehe…. Permainan dimulai"lanjut badut itu.
"Jika aku mau bermain dengan orang yang ku tunjuk…"ujar badut itu, adam dkk mengangguk sebagai tanda setuju. Adam dkk tidak tau bahwa nyawa mereka taruhannya.
"Aku mau main dengan dia ….sandra"lanjut si badut.sedangkan sandra yang ditunjuk meneguk ludahnya kasar, sungguh dia sangat takut dengan badut itu.
"Pertanyaannya…'aku adalah sebuah benda yang dipakai oleh orang yang berstatus tinggi, hanya orang tertentu yang dapat memakainya….benda apakah aku'...?"ujar si badut.sandra, dia tidak tau jawaban dari pertanyaan si badut, dia berpikir keras untuk mendapatkan menjawabnya."jawabannya topi.."jawab sandra ragu. Si badut itu meletakkan tangannya di dagu seolah sedang berpikir, topeng badut itu menggeleng dan tangannya membentuk huruf silang yang menandakan jawabannya salah.
"Terus apa jawabannya….jika bukan topi…"ujar sandra, ntah keberanian dari mana sandra mendapatkannya."jawabannya mahkota...karena mahkota hanya dipakai oleh raja ...raja paling tinggi…"jawab si badut, kemudian si badut melambaikan tangannya pada sandra seolah memberi salam perpisahan.adam ddk bingung apa yang dilakukan oleh si badut itu, tiba-tiba dibelakang Sandra ada sekelebat bayangan hitam bertopeng di belakang sandra membawa sebuah pisau dan kayu.wina pun memekik saat melihat itu,"san di belakang mu ….Awassss…."sandra akan berbalik, namun na'as dia langsung di pukul dengan keras dan sandra jatuh kelantai, semua teman sandra memekik melihat itu.
Si topeng Rahwana yang memukul sandra tadi berjongkok dan tiba-tiba terdengar suara orang sedang menusuk nusuk sesuatu.teman sandra yang mendengar itu tak kuasa untuk tak menangis dan bercampur dengan emosi yang ingin meledak-ledak, mereka menangis karena kehilangan salah satu temannya lagi.
beberapa saat si topeng Rahwana itu mengangkat tubuh sandra yang penuh akan darah, mereka semua tambah menangis histeris, sedangkan si topeng badut itu dia tertawa terbahak-bahak dan menari-nari senang ala Tik Tok melihat tubuh sandra penuh dengan darah, setelah beberapa saat layar Sandra mati.
Saat sedang menangis, layar si topeng badut itu mati.ken yang sadar terlebih dahulu mulai membuka pembicaraan,"gaess... gimana kalok kita lapor polisi...kita udah kehilangan dua sahabat kita...gue nggak mau kehilangan lagi…."usul ken."ken bener kita harus lapor polisi.."sahut wina."gue setuju...gue juga nggak mau kehilangan sahabat lagi…"sahut adam."oke...gue mau hubungin polisi dulu,"ujar ken.saat akan menghubungi polisi su akun badut itu mengetik.
Typing….
"No police, boy…."
Ken dia tetap ingin menghubungi polisi namun layar akun anonim badut itu menyala dan bukan si badut yang ada disana melainkan si topeng monyet.
Si topeng monyet itu melambaikan tangannya, tak lama terdengar suara yang mengerikan bagi adam dkk-alexa dan sandra.
"Haii semua….kali ini kalian akan main bersama ku hehehehe…."ujar si topeng monyet dengan kekehan yang menyeramkan tapi masih lebih seram yang ini suaranya.
"Kita nggak mau main sama lho…"ujar wina yang.si topeng monyet itu menunduk dan kemudian dia mendongak menatap tajam pada adam dkk-alexa dan sandra.
"Tapi kalian nggak bisa nolak untuk nggak main sama aku…"ujar di topeng monyet itu.
"Oke ...gue mau main sama lho…tapi kita mau main apa..?"tanya adam.
"Hehehehe...kita bakal main tebak-tebakan…"sahut si topeng monyet.
"Oke ...kita main tebak-tebakan...tapi nanti kaloo jawabnya bener lho harus lepasin kita...setuju nggak.."tawar adam.si topeng monyet itu hanya mengedikkan bahunya seolah berkata 'kita lihat aja nanti'.adam sebenarnya takut saat mengajukan tawaran itu pada si topeng monyet, namun tidak ada cara lain selain ini untuk keluar dari permainan aneh ini.
Tiba-tiba sang topeng monyet itu menunjuk kearah wina. Wina yang di tunjuk pun ketakutan.
"Aku tidak mau bermain denganmu.. tidak mau…."ujar wina takut hingga tubuhnya bergetar karena takut.si topeng monyet itu menunduk dan memperagakan seolah-olah dia menangis karena wina menolak untuk bermain dengannya.adam dan ken gelagapan melihat si topeng monyet menangis, mereka pun mencoba untuk menenangkannya dengan menawarkan diri mereka untuk bermain dengannya, walaupun mereka takut pada si topeng monyet.
"Gimana kalok main sama aku aja …"tawar adam."atau nggak sama gue aja.."timpal ken.si topeng monyet itu terdiam, Kemudian dia menggeleng seakan memberi tahu dia tidak ingin bermain dengan mereka, si topeng monyet itu menunjuk ke arah wina lagi.adam dan ken mulai gelisah karena si topeng monyet menolak tawaran mereka.wina panik saat dirinya di tunjuk lagi oleh si topeng monyet itu.
"Gue udah bilang gue nggak mau main sama lho.."ujar wina dengan nada bergetar takut.si topeng monyet itu bersidekap dada lalu memandang wina dan bertanya lagi,"jadi kamu nggak mau sama aku..?"tanya topeng monyet dengan nada berat menyeramkannya."iya, gue nggak mau main sama lho.."jawab wina.si topeng monyet itu mengangguk anggukan kepalanya, kemudian layar si topeng monyet itu mati.semuanya menghela nafas, setidaknya mereka bisa berpikir untuk mencari cara untuk lepas dari permainan gila ini.
Tiba-tiba layar yang mati hidup kembali menampilkan sosok badut yang mereka lihat pertama tadi, kamera yang awalnya depan berpindah menjadi kamera belakang yang menampilkan sebuah rusun(rumah susun) yang ditinggali oleh ken. Semuanya terkejut apalagi ken, dia sudah panas dingin saat melihat bangunan rusun yang ia tinggali.
"Ken...si badut itu ada di rusun lho.."panik wina."ken..lebih baik lho keluar dari rusun dan lari sejauh mungkin atau pergi ke kantor polisi.." ujar adam."iya ken, lebih baik lho lari jangan sampai ketangkap sama si topeng badut itu.."sahut wina."tapi...kayaknya nggak bisa win, dam.."ujar ken ragu-ragu."kenapa nggak bisa ken... lho tinggal lari sejauh mungkin dan cari bantuan…"ujar wina."karena mereka nggak sendiri, mereka ada dua atau bisa jadi mereka banyak..gue nggak bisa lari kalok mereka berdua atau mereka banyak gaess…"sahut ken."yang dikatakan ken bener, mereka ada dua atau ada lebih..dan kita udah nggak bisa lari win.."sahut adam frustasi.
Layar akun itu menyala memperlihatkan topeng badut.dia mengetik sesuatu.
Typing…..
"Jadi, gimana yang tadi mau main sama aku nggak..?"
Pesan ketikan itu telah masuk dan topeng badut itu menunjuk wina.Wina, dia sudah sangat ketakutan, "gue tetep nggak mau.."ujar wina dengan nada yang naik satu oktaf.si badut menggeleng ke kanan dan ke kiri seolah-olah dia tidak menyukai jawaban yang wina berikan.akun itu terlihat mengetik sesuatu.
Typing…..
"Jika kamu tidak mau bermain, sebagai gantinya nyawa salah satu temanmu.."
Layar itu berubah menjadi seseorang yang sedang menaiki tangga dengan membawa sebuah pisau tajam.tak lama seseorang itu berhenti di depan pintu kamar yang sangat familiar bagi mereka, mata mereka membelalak ketika menyadari pintu kamar itu.ken tak kalah terkejut melihat pintu kamarnya sendiri.
Layar itu berubah lagi menampakkan wajah si badut.sekelebat bayangan hitam tengah berdiri di belakang ken dan membekap ken dengan sebuah kantong plastik besar bewarna hitam, dia adalah topeng rahwana.adam dan wina terpekik melihat itu.
Wina dia terdiam memikirkan jika dia menolak, maka temannya akan menjadi korbannya.wina membuat keputusan menerima ajakan bermain si badut itu.
"Oke….gue mau main sama lho...tapi kalok jawaban gue bener lho lepasin gue, adam sama ken…"tawar wina. Badut itu hanya mengedikkan bahunya.adam dan ken mereka cemas dengan wina, karena pertanyaan pertanyaan itu sebuah jebakan.
"Win jangan….itu jebakan.."panik adam."gue tahu...maka dari itu gue mau bermain permainan ini...sorry gaes... gue nggak mau ada korban lagi…."ujar wina dengan menitikkan air mata. Adam dan ken terdiam.
"Gue mau main sama lho.."ujar wina.
"Baiklah…. permainan dimulai…"ujar si badut.
"Ayo… gue nggak takut sama lho,"tantang wina.si badut bertepuk tangan yang menandakan bahwa dia senang mendapat mangsa yang berani menantang.
" Baiklah pertanyaannya adalah 'Cabai diberbagai dunia atau mulut. mana yang lebih pedas..?"tanya si badut.wina berserta adam dan ken mengernyit, pertanyaan macam apa itu,pikir mereka.
Wina dia terdiam.
"Tik...Tok…Tik...Tok…, waktumu habis.."ujar topeng badut.wina panik saat melihat topeng Rahwana itu menarik kantong plastik yang membekap kepala ken, hingga kantong plastik itu mengembang dan mengempis.wina yang terlanjur panik tak dapat berpikir,"cabai diberbagai dunia.."jawab wina panik.
Topeng badut itu meletakkan tangannya di dagu seolah sedang berpikir jawaban yang wina berikan.topeng badut itu menggelengkan kepalanya dan menaruh tangannya di depan dadanya membentuk huruf silang, yang seolah mengatakan salah.wina mau maupun adam panik saat topeng badut memperagakan gerakan itu.
"Jika bukan cabai...lalu apa..?"tanya wina yang sudah geram karena sedari tadi dirinya merasa dipermainkan.
"Jawabannya adalah MULUT…"ujar si topeng badut.mereka semua terdiam."kenapa bisa begitu... cabai itu pedas.."ujar wina dengan nada emosi.
Adam maupun Wina mereka berpikir dengan jawaban yang diberikan oleh si topeng badut sangat tidak masuk akal bagi mereka. Tiba-tiba topeng Rahwana melambaikan tangannya untuk membuat perhatian mereka terahlikan padanya.
Mereka semua dapat melihat kantong plastik itu mengembang dan mengempis karena topeng Rahwana itu menarik kantong plastik itu.
"Lepasin kantong plastik itu
...ken bisa kehabisan nafas.."panik wina.
"Gue mohon tolong lepasin ken...dia bisa kehabisan nafas...tolong"mohon adam.topeng badut maunpun topeng Rahwana diam,mereka tidak menanggapi permohonan adam.
Ken tubuhnya mulai kejang-kejang karena udara yang sudah menipis.wina dan adam yang melihat itu menangis melihat ken kejang-kejang. Tak lama usai sudah perjuangan ken, tubuh ken sudah terkulai lemas tidak bergerak, dan layar akun ken mati. Wina tambah histeris, adam pun menitikkan air mata melihat dengan mata kepalanya sendiri kematian temannya dan dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kenapa kau melakukan ini pada kami …"ujar wina sembari mengusap air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.
"Apakah kalian masih ingat…DIA ?" Bukannya menjawab badut itu malah bertanya."apa maksudmu.. dan siapa DIA yang kau maksud?"adam bertanya pada topeng badut.terlihat topeng badut itu menatap tajam mereka, mereka berdua yang ditatap seperti itu ntah mengapa merasa bahwa topeng badut itu sedang murka.
"DIA YANG SERING KALIAN GANGGU DAN KALIAN HINA….APA KALIAN INGAT" si topeng badut dengan nada emosi yang siap meledak.wina, adam terdiam mereka berfikir siapa yang mereka ganggu.sepertinya tidak ada yang kami ganggu,pikir mereka.
"Kami tidak pernah mengganggu siapapun.."ujar ada."benar kami tidak pernah mengganggu orang lain.."timpal wina.si badut bertepuk tangan.
"ROLAN.."
Hanya satu kata yang mampu membuat adam dan wina terkejut,"rolan.."ujar mereka lirih.
"Hehh..kalian sudah ingat dengan DIA sekarang.."ujar badut.adam dan wina mengangguk lemah, mereka masih mengingat perbuatan serta Bullyan dan hina'an yang mereka berikan pada ROLAN dulu waktu masih SMA.
"Apa kalian tau mulut kalian lebih pedas dari pada cabai... mulut kalian sangat berbisa...kalian dulu membuly,menghina dan bermain fisik dengan rolan…. Bahkan saat rolan memohon pada kalian apa yang kalian lakukan kalian tidak peduli dengan permohonannya ….dan asalkan kalian tau gara-gara kalian membuly dan menghinanya dia jadi depresi dan mengakibatkan dia ingin bunuh diri…" ujar topeng badut dengan emosi yang tidak bisa di tahan lagi.adam dan wina menunduk,"maaf.."ucap mereka bersamaan.
Si topeng badut itu samar-samar dapat mendengar mereka berkata maaf, seketika emosinya bertambah,"KALIAN BILANG MAAF...APA MAAF KALIAN DAPAT MENGEMBALIKANNYA SEPERTI SEMULA HAHH…."ucap topeng badut dengan berteriak dengan penuh penekanan pada setiap kata-katanya.
Adam, wina hanya menggeleng, mereka sadar bahwa membuly rolan dulu ialah kesalahan mereka. Tapi mereka sekarang menyesal saat mendengar bahwa rolan mengalami gangguan mental karena mereka membuly dan menghinanya, sungguh mereka menyesal.
"tidak ada gunanya kalian menyesal….karena PERLAHAN KALIAN SEMUA MATI (PKSM)..." ucap topeng badut, kemudian layar itu gelap.wina dan adam terkesiap mendengarnya.
Wina, dia mengirim pesan pribadi pada adam,
"Dam ...gimana ini hanya tinggal kita berdua….gue takut.."ucap wina."jangan takut...gue ke rumah lho sekarang, kita pergi sejauh mungkin.."jelas adam."tapi gimana caranya…?"tanya wina."nanti gue bakal kasih gambar gue di akun layar gue ...dan tugas lho cuman ngalihin perhatiannya aja"jawab adam.
"Baiklah...gue akan coba.. hati-hati dam.."ujar wina.
Layar akun anonim itu menampakkan si topeng badut.wina dia bersikap biasa-biasa aja, Namun ada guratan kecemasan dalam matanya.
Topeng badut itu curiga pada wina, kemudian dia memperhatikan akun layar adam yang tak bergerak sama sekali, diapun curiga pada akun adam.
"Apa belum puas lho udah buat temen-temen gue pergi hahh…"tiba-tiba wina berujar dengan nada yang dibuat setenang mungkin untuk menutupi kegugupan ketika topeng badut itu menatap tajam.
Topeng badut itu menggeleng,"gue belum puas...karena ini nggak sebanding dengan apa yang kalian lakuin ke rolan.."jelas topeng badut.topeng badut itu tiba-tiba menunjuk akun adam,"kemana dia …"lanjut topeng badut.wina menggeleng.dibelakang wina munculah sosok seseorang, yaitu adam. Topeng badut itu tampak marah, dan layar akunnya mati.
" Kamu nggak papa kan dam…"ujar wina seraya memutar tubuh adam."gue nggak papa.. udah win pusing gue kalok lho puter kayak gini.."sahut adam.wina hanya tersenyum tanpa dosa pada adam yang membuat adam mendengus kesal.
"Ayo...kita harus pergi sejauh mungkin, agar kita nggak ketangkep sama mereka.."ujar adam sembari menarik tangan wina.wina hanya diam.
Setiba di depan halaman rumah adam dan wina terkejut melihat si topeng rahwana ada di depan gerbang rumah wina.wina menarik tangan adam masuk ke dalam rumah, dan menguncinya."kenapa kita masuk lagi sih…?"tanya adam."lho mau mati cepet...mereka udah sampek kesini, mereka ada di depan gerbang.."jelas wina."kita kan bisa naik mobil lho.."celetuk adam."lho pikir mereka bodoh...mereka pasti dengan mudah berhentiin mobil kita nanti.."ujar wina."lebih baik kita lewat pintu belakang aja, soalnya di belakang rumah ini nggak jauh ada hutan,nanti kita sembunyi disana dulu..."lanjut wina.adam mengangguk setuju.
Adam dan wina berlari tanpa rasa lelah, mereka ingin lepas dari mereka.wina tiba-tiba berhenti,"hosh..hosh..hosh..kita berenti dulu...capek gue.."ucap wina dengan ngos-ngosan.adam pun sama dia memilih duduk di belakang wina sembari melihat sekitar.
"Gue mau kesana dulu.."ucap adam tiba-tiba."ngapain..?"tanya wina."gue kebelet.."jawab adam."oke deh…. Jangan lama-lama..gue takut.."ucap wina, adam mengangguk.
Wina khawatir pada adam karena belum kembali sedari tadi, tiba-tiba terdengar suara seseorang menyeret sesuatu dibelakang wina. Wina pun menoleh dan terkejut melihat tubuh adam yang di seret oleh topeng rahwana dengan keadaan kepala dipenuhi oleh darang serta beberapa lebam.
Wina mundur beberapa langkah saat topeng Rahwana itu mendekat,"jang..jangan mendekat.."perintah Wina.namun, bukannya berhenti topeng rahwana itu berjalan semakin lebar langkah kakinya, wina berlari ketakutan,hingga wina tak sengaja tersandung akar pohon. Saat wina akan berdiri kepalanya tiba-tiba dibekap oleh plastik hitam.
Wina memberontak tapi usahanya sia-sia karena plastik itu semakin erat mengikat lehernya. Lama-lama nafas wina tak beraturan dan pandangan agak memburam, dia juga merasakan sakit pada bagian kaki dan tangannya seperti dipukul oleh sebuah kayu. Wina ingin berteriak, namun tidak bisa karena lehernya terikat oleh plastik itu.
Wina kehabisan oksigen, dan akhirnya semuanya gelap.topeng rahwana itu yang merasa bahwa wina tak bergerak pun menggendongnya dan tak lama muncullah topeng monyet yang menggendong tubuh adam, dan berlalu pergi.
***************
Di sebuah rumah yang sudah banyak sekali debu dan sudah reyot itu terdapat beberapa anak muda yang tergeletak di lantai yang penuh debu.
Ughh…
Salah satu dari mereka membuka mata, kemudian mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya disekitarnya.tak lama dia terbangun dan memegangi kepalanya yang terasa sakit dan pusing.
"Dimana gue…?"tanya nya pada diri sendiri.setelah sadar dan mengingat sesuatu dia terkesiap dengan kejadian beberapa waktu lalu.diapun mengedarkan pandangannya ke setiap sudut, dia ingat tempat ini adalah tempat nongkrong nya dan temannya.
Saat melihat sekitar tak sengaja netranya melihat sebuah tubuh tergeletak tak jauh dari nya.dia pun berdiri dengan susah payah sembari memegang lehernya yang terasa akan patah.
Saat sudah sampai didekat tubuh itu dia terkesiap, tubuh itu adalah tubuh sandra, temannya.dia berjongkok dan menepuk pipi Sandra pelan."san..san..bangun san,"ujarnya.tak lama sandra mulai membuka matanya dan memejamkan nya lagi untuk menyesuaikan cahaya.
Sandra membuka mata, saat membuka mata terpampang wajah temannya, yaitu Kenan."ken...i.ni..bener lho kan…"ujar sandra lirih.dia berpikir bukankah dirinya sudah mati."iya..ini gue..ken.."sahut ken.sandra pun memeluk tubuh ken dengan tubuh gemetar dan terisak, dia sungguh masih syok dengan kejadian yang menimpanya tadi.
"Udah jangan nangis...gue disini.."ujar ken menenangkan sandra."gue takut ken...gue takut.."ucap sandra."jangan takut, gue disini...gue nggak akan ninggalin lho.."sahut ken."lebih baik kita cari yang lain ...kalok lho sama gue ada disini mungkin mereka juga ada di sini."lanjut ken.sandra mengangguk, kemudian mereka menelusuri setiap sudut rumah tua itu.
Netra sandra tak sengaja melihat tubuh seseorang disudut sebelah tangga,"ken ...lihat itu.."ujar sandra.ken melihat ke arah yang ditunjuk oleh sandra, kemudian ken menarik tangan sandra untuk melihat lebih dekat dengan pemilik tubuh itu.
Saat sudah dekat mereka berdua terkesiap melihat tubuh itu tubuh teman-teman mereka, yaitu adam dan wina."ini adam sama wina ,ken.."ujar sandra."iya ...ini mereka, tpi dimana alexa..kenapa dia tidak ada disini.."sahut ken."lebih baik kita bagunkan mereka dulu nanti baru kita cari alexa."lanjut ken.
"Dam, win..bangun …"ujar ken sembari menepuk pipi adam.adam merasa ada yang menepuk pipinya segera membuka matanya perlahan dan bangun sembari memegang kepalanya yang terasa sakit.
Tiba-tiba memori tentang dirinya dan wina di hutan berputar dikepalanya.dia terkesiap, kemudian berdiri dan melupakan rasa sakit dikepalanya.saat akan melangkah tangannya dipegang oleh seseorang dia refleks berbalik dan menemukan sahabatnya,ken.
Adam terkesiap melihat ken, bukan kah ken sudah mati, pikirnya.adam ragu-ragu bertanya,"lho...lho ken kan…"ujar adam lirih namun masih dapat didengar oleh ken.
Ken heran dengan sikap adam diapun menjitak kepala sahabatnya itu pelan.
Takk…
"Aww...sakit bege.."ujar adam kesal."salah siapa dari tadi diem aja lho.."sahut ken."ohhh ya ...dimana wina.."panik adam.
Ken menunjuk kebelakang adam, adam berbalik dan dia melihat sandra yang membantu wina untuk bangun.
"Ohh ya ken...alexa mana...cuman dia yang nggak ada disini?"tanya adam."gue juga nggak tau dam... dimana alexa.."sahut adam.adam terdiam,"nanti kita cari .."lanjut adam.mereka berjalan mendekat pada wina dan sandra."kalian nggak papa kan.."ujar adam."gue nggak papa kok….cuman terasa pusing sama sakit dikit doang.."sahut wina.ken dan sandra hanya mengangguk saja."lebih baik kita cari alexa dulu.."saran adam."bener kita harus cari lexa"sahut wina.
Mereka semua mencari alexa namun mereka tak kunjung menemukan nya.mereka pun memutuskan untuk mencari diruang tamu tempat rumah tua itu.saat tiba disana mereka melihat foto-foto mereka dulu dan foto saat membuly rolan. Mereka terkesiap melihat itu, dan netra mereka berhenti pada satu titik,yaitu sebuah meja yang terdapat sebuah bingkai foto.
Adam mendekat sementara ken,wina dan sandra masih melihat foto-foto mereka.adam mengambil bingkai foto disana terdapat 3 orang dalam foto itu, difoto itu ada siswa yang ia Bully duku saat di SMA, satunya lagi teman mereka,dan satunya lagi dia tidak tau.
Dimeja ada sebuah surat adam membukanya.surat itu menjelaskan tentang 3 orang yang ada difoto itu, adam tak menyangka bahwa rolan adalah adik dari alexa.
Jadi inilah alasan alexa dia tidak ikut membuly rolan, karena rolan itu adiknya.adam sungguh menyesal karena dia tidak tau rolan adiknya alexa.adam berbalik kerah temannya,"ayo kita pergi dari sini.."ujar adam."lho..kita kan mau nyari alexa dam...gimana sih"sahut wina."iya bener tuh.."sahut ken."dam gue belum mau pergi kalok alexa belum ketemu.."sahut sandra.
"Alexa nggak bakal ketemu gaess.."ujar adam."kenapa..?"sahut mereka secara bersamaan.adam menghela nafas,"karena dia udah pergi sama adiknya dan teman adiknya.."jelas adam."maksudnya gimana sih...aku bingung.."ujar wina."kalian baca ini.."adam memberikan sebuah foto dan sebuah surat.
Mereka terkejut ketika mengetahui hal tersebut."jadi rolan itu adiknya alexa..?"tanya wina."iya ..rolan adiknya lexa..gue sebenernya juga kaget saat tau fakta ini.."jelas adam.mereka menunduk merasa bersalah karena dulu mereka membuly rolan."ini gara-gara kita lexa kehilangan adiknya.."ujar wina penuh rasa bersalah."maksudmu..?"tanya ken."saat membuly rolan, dia mengalami gangguan mental..sehingga menyebabkan dia depresi dan melakukan tindakan bunuh diri.."jelas adam.mereka tambah terkejut mengetahui fakta itu, mereka juga tidak menyangka bahwa membuly dapat membuat orang menjadi seperti itu.mereka merasa sangat bersalah, adam yang melihatnya tak tega pun segera memberitahu tentang rolan,"kalian tenang aja rolan masih ada disisi lexa.."ujar adam.
Mereka semua menatap adam, seakan meminta penjelasan,"kalian balik bingkai foto itu.."lanjut adam.mereka menurut, saat membaliknya mereka sesaat bernafas lega dan rasa bersalah mereka berkurang walau hanya sedikit.setidaknya rolan masih ada didunia ini.
"Jadi yang ngerencana'in ini semua Alexa, Rolan sama Anton sahabatnya… untuk membuat kita semua sadar bahwa membuly atau menghina seseorang itu tidak baik.."ujar adam pada semua temannya.mereka hanya terdiam."lebih baik kita pulang kerumah."lanjut adam berjalan berlalu pergi untuk pulang.
Kemudian Mereka semua pun berjalan meninggalkan rumah tua itu untuk pulang ke rumah masing-masing.mereka sekarang sadar bahwa membuly seseorang itu tidak baik,mereka sudah berjanji pada diri mereka sendiri tidak akan pernah membuly seseorang lagi.
Dan berkat kejadian inilah mereka mempunyai tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk kedepannya dan selamanya.
#TAMAT