"Dasar anak kurang ajar! nggak tau di untung! sudah di kasih makan juga malah bersikap kurang ajar! jika bukan karena Kanaya, saya nggak akan mau nampung kamu di rumah ini...." omel seorang wanita pada seorang gadis kecil yang berusia sekitar 10 tahun
"Mah! udah mah, udah... kasian Ica mah... aku mohon mama jangan mukul Ica lagi..." Kanaya seorang gadis buta dan lumpuh memohon dengan sangat kepada ibunya yang terlihat marah besar
"Naya! kamu itu bodoh atau apa sih? udah tau juga jika anak yang kamu anggap sebagai adik ini..."
"Mah! Cukup! aku nggak mau dengar Omelan mama lagi... Ica, kamu ikut kakak ke kamar sekarang!" potong Naya
Ica mendorong kursi roda Kanaya menuju kamarnya dengan langkah tertatih-tatih, akibat luka memar pada kakinya. Lihat tubuhnya yang lebam penuh dengan memar dan bekas luka itu. Terlihat kasihan bukan? Semua itu karena perbuatan Mia, ibu dari Kanaya.
Usia Kanaya lebih tua 6 tahun dari usia Ica, makanya Kanaya menganggap bahwa Ica adalah adiknya yang telah ia temukan di jalanan. Mungkin karena Kanaya buta, sehingga tidak bisa melihat wajah Ica yang sedang tersenyum meremehkan pada Mia yang sedang menahan amarahnya.
Ica tidak pernah mengatakan apapun dan kepada siapapun tentang penyiksaan yang di terimanya di rumah ini. Ia hanya diam membisu jika ditanya tentang darimana ia mendapatkan bekas luka dan lebam di tubuhnya. Sebab Ica adalah gadis kecil yang bisu dan tidak mengerti baca tulis.