Hari ini aku sudah bersiap pergi ke perpustakaan untuk mencari bahan skripsi. Aku berangkat sendiri keperpustakaan umum tidak ditemani oleh calon suami, karena ia sedang sibuk oleh kerjaannya.
Aku berumur 25 tahun, dan aku bertemu dengannya disebuah taman komplek saat aku sedang lari pagi.
Nama calonku Ahmad Radilah, dipanggil Radi. Dia umur 27 tahun, dan bekerja disebuah bengkel mobil milik saudara jauh.
Dipertengahan jalan aku yang sedang duduk di halte aku melihat ada sebuah mobil yang sangat aku kenali. Dan benar saja, mobil itu milik Radi, dan saat ini aku bisa melihat ia sedang bersama pemilik bengkel.
Aku mencoba bertanya Radi, dia sekarang berada dimana, dan ternyata jawabannya sangat berbeda dengan kenyataan.
"Kamu sekarang berada dimana?" tanyaku
"Aku sedang dibengkel, jangan menghubungiku aku sibuk." itulah balasannya aku pun segera memanggil taxi untuk mengikuti mobil Radi.
Dan aku bisa melihat kemana mereka pergi, ternyata mereka pergi ke hotel aku yang mengikuti mereka sakit hati.
Selama tiga tahun kami bersama, Radi tidak pernah memanjakanku seperti yang aku lihat. Dan aku yakin pemilik bengkel itu bukanlah saudaranya melainkan kekasihnya.
Aku menangis dalam diam dengan sedikit tekat aku mengikuti mereka sampai kekamar hotel, dan untungnya aku punya kenalan dihotel itu dengan membantuku ia merekam apa yang dua orang itu lakukan.
Dan benar saja mereka melakukan hubungan intim, padahal minggu depan adalah hari pernikahanku dengan Radi.
Disitu aku sudah merasakan perasaan yang hilang tidak membekas. Dengan cepat aku menyimpan video itu dan foto yang didapatkan oleh kerabatku.
"Kamu yang tenang ya. Cowo kayak dia gak usah dipertahanin." ucap Nada dan Fahmi, teman smpku yang sangat baik kepadaku.
Aku mengangguk, "Kalian datang ya kehari pernikahanku. Aku punya hadiah yang bisa membuat kalian puas." ucapku dengan seringai
"Kami akan datang, dan kami akan menunggu hasilnya." balas mereka.
^^
Tiga hari lagi hari pernikahanku telah datang. Dengan malas aku tidak ingin pergi kemanapun, dan aku juga sudah memberi tahu ayah bunda untuk tidak datang. Jika mereka datang itu akan membuang waktu.
Aku meminta abangku yang sangat tampan untuk berpura pura menjadi wakil wali pengganti ayah. Aku tau, jika ayahku tidak hadir tanpa alasan pernikahan itu tidak akan sah.
Orang seperti mereka mana ingat? Mereka hanya mengingat kenafsuan dan keegoisan mereka.
Aku membayangkannya saja sangat menjijikan. "Alhamdulillah Allah masih menyayangiku. Untung saja aku mengikuti mereka jika tidak? Mungkin aku masih menyayangi pria busuk itu."
Aku melihat hapeku yang terus menerus berdering, menandakan sebuah pesan dan panggilan tak terjawab.
Dan lihatlah, pria busuk ini menelponku tanpa henti. Aku membaca pesannya yang cukup panjang menanyakan kabarku, seperti ini.
"Sayang, kamu dimana?"
"Katanya hari ini kita fitting room? Aku jemput kamu ya, tapi hape kamu aktif tidak sih? Aku telponin kok tidak diangkat?"
"Kamu dimana sih? Aku udah didepan rumah kamu, kamu dimana?"
"Sayang kamu gak ada dirumah? Apa kamu sudah ada dibutik? Jawab dong telpon dariku."
"Rana, kamu dimana? Di butik hanya ada ibuku dan adikku saja, sebenarnya kamu kenapa sih?"
"Yaudah jika kamu tidak membalas pesanku dan panggilanku. Ukuran kamu pasti sama dengan saudaraku, dia saja ya yang mengukur gaunmu."
"Cih. Gak sudi aku memakai gaun ukuran dengannya. Wanita murahan seperti dia tidak cocok disamakan dengan tubuhku."
Aku tidak membalasnya. Sampai hari pernikahan, aku sudah sampai dihotel bersama abangku.
Radi tidak mengenali abangku karena Radi hanya bertemu dengan ayah angkatku saja, tidak dengan keluargaku.
Radi yang sudah siap dengan jaznya langsung menghampiriku dan menarik lenganku dengan kasar.
"Dia siapa? Kamu selama ini kemana aja? Aku hubungi kamu gak jawab jawab. Apa kamu menyelingkuhiku?"
Aku tersenyum mengejek. "Siapa selingkuh siapa hm? Kan ini hari pernikahan kita, bagaimana aku kasih hadiah awal untuk kamu nanti?"
Radi mengernyit bingung. "Hadiah apa?"
"Kamu akan tau nanti, bang aku ganti gaun dulu ya, jadi dimana ruang ganti untukku?" tanyaku kepada adik dan ibu Radi.
Mereka berdua pun langsung mengajakku, tapi sang adik dengan baik ia memesankan gaun yang beda dengan yang digantung.
"Ka, aku tau kamu sangat tidak suka dengan gaun bekasan orang, maka dari itu aku memesan ukuran yang pas dengan tubuhmu ka."
Aku terharu kepada adik Radi bernama cika. Dia ini sangat baik kepadaku dan aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri begitupun dengan ibunya Radi, namun sayangnya. Putra dan abang cika yang tak lain Radi.
Dia sudah menduakanku, menghianatiku, membohongiku dan dengan hinanya mereka melakukan hubungan itu sebelum pernikahanku.
Digenggamnya tangan cika dan ibu radi. "Aku minta maaf sebesar besarnya. Aku mohon maafkan aku."
"Kamu tidak salah nak. Jadi tidak perlu meminta maaf kepada kami." tutur lembut ibu Radi.
"Iya ka, kaka tidak perlu meminta maaf, dan cika sangat senang hari ini adalah hari jadinya kaka menjadi istri bang Radi." ucapnya dengan semangat.
Jika saja mereka mengetahuinya apa cika akan sesemangat itu? pikirku.
Waktu ijab qobul pun segera dimulai, namun lampu gedung tiba tiba saja padam. Dengan cepat aku, cika dan ibu pun keluar dari ruangan menuruni tangga.
Aku segera berdiri disamping abangku dengan tubuh gemetar. "Tenang saja, semua aman terkendali berkat ayah."
"Hem."
Tak lama rekaman suara terdengar dan itu adalah percakapan Radi bersama wanitanya. Dan muncullah video rekaman dilayar kiri kanan panggung, Radi mematung terlalu syok untuk mematikan video itu. Sedangkan wanita itu yang bersama Radi langsung dicemohkan oleh semua tamu.
Setelah selesai lampu nyala dan aku sudah berdiri didepan Radi dengan tatapan kecewa. "Ini yang selama ini kamu lakukan dibelakang aku?"
"Hah! Busuk tau gak. Hari ini gak ada kata pernikahan buat kita berdua, Saya gak sudi menikah dengan pria bejat sepertimu."
"Gak, kamu gak mungkin percaya sama video itukan?"
"Maaf mengecewakanmu, aku percaya dengan apa yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri dan ini memang hadiah dariku atas kebejatanmu. Jadi pergilah ketempat yang sesungguhnya yaitu Sampah!" bentakku dan semua orangpun langsung menganggap Radi pria Jahat itu menjadi Sampah.
Aku Rana sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi selain Rasa yang Hilang. Itu saja.
Penghianatan dengan Pembohong cukup serasi tapi, Penghianatan dengan Penggoda sangat serasi.
Saran: Jika kalian mempunyai pasangan namun mereka melakukan perselingkuhan aku harap tinggalkan lah mereka. Jika sudah melakukan itu sekali mereka akan terus menerus melakukannya, karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka untuk kesenangannya.
Terima kasih.