Bagian 1
Sinar mentari pagi menyoroti kamarku yang bernuansa begitu warna warni yang membuat mata siapa pun yang melihatnya menjadi pusing tak ada ketenangan juga saat berada dikamarku.
Kring ... kring
Bunyi alarm dihandphoneku yang menunjukkan pukul 6 pagi dan terbangun tapi ingin rasanya aku melemparnya tapi apa daya nanti aku tak bisa punya handphone lagi, dengan ogahnya aku bangun dan berjalan menuju kamar mandi sambil memejamkan badan serta sesekali menguap. Tepat didepan kaca aku membuka mata dan berkata " Kenapa sih aku gak bisa tidur satu hari saja tanpa harus bekerja ?? gerutuku pada kaca.
Setelah itu dengan terpaksa aku mandi dan bersiap, selang 5 menit selesai mandi tiba-tiba pintu kamarku diketuk oleh seorang yang tak aneh lagi bagiku adikku sendiri.
Sebelum lanjut cerita, perkenalkan namaku Eliana Febiyanti Rachman, aku biasanya di panggil Anna.
Tok ... tok
"Kak Anna, kata mama kerja gak?cepat bangun jangan kayak kerbau !!!" ucap adikku padaku dan seperti biasa selalu ada kata yang menyakiti di akhir.
"Adik yang tak tau sopan santun pada kakak sendiri malah disamakan dengan binatang !! kak Anna sedang bersiap kasih tau mama !!" ucapku sambil sedikit kesal.
Setiap pagi selalu kesal kepada adikku ini. Selesai bersiap aku menuju ruang makan untuk sarapan sebelum pergi bekerja. Keluargaku sangat sederhana dan kami meskipun sederhana tapi tak kekurangan apapun tapi semenjak ayahku sakit tak sedikitpun aku mengeluh saat bekerja dan ingin keluar tapi malah semangat untuk membantu ibuku yang bekerja sendiri, sedangkan ayah harus keluar kerja karena sakit, aku anak kedua dari empat bersaudara. Kakak perempuanku yang pertama sudah menikah dan dua adikku masih sekolah.
Meja makan
"Anna, kau lembur lagi?" tanya ibuku kepadaku.
"Mungkin Bu, Anna tidak tau" jawabku sambil menuangkan nasi dipiring.
"Jangan terlalu banyak lembur, kamu tuh harus jaga kesehatan !!!" nasehat mama kepadaku.
Aku hanya menganggukkan kepala tanpa berkata yang aku lakukan hanya mengiyakan semua kata-kata mama agar tak debat panjang lebar sehingga membuat ayah menjadi marah kepadaku.
Selesai sarapan, aku pamit untuk berangkat karena waktu begitu cepat dan aku hanya takut kesiangan yang akan memotong gajiku.
Jalan raya
Dari rumah ke halte tempat menunggu bus aku sedikit berlari karena takut busnya sudah pergi.
" Untunglah masih ada waktu" ucapku dalam hati sambil mengatur nafas.
5 menit
Menunggu bus dan akhirnya datang.
Meskipun naik bus itu akan menyusahkan karena harus berdesakan dan hari ini aku sangat beruntung karena tak terlalu berdesakan seperti sebelumnya, tak hanya itu aku bisa duduk dengan tenang didalam bus. Perjalanan bus ke tempatku bekerja sekitar 30 menit dan masih ada waktu untuk sedikit bersantai juga meskipun hanya 15 menit saja.
Tin ... tin bunyi klakson bus yang membuat aku bertanya " Ada apa sih?" tanyaku sedikit berdiri tapi tak terlihat.
Semua orang juga berbicara dan ada yang bilang kepada supir untuk hati-hati.
Skip
Sampai di halte yang tak jauh dekat tempatku bekerja. Seperti biasa aku berjalan santai menuju tempat kerja dan tak lama kemudian ada yang menepuk pundakku yang buatku tak aneh lagi ini pasti sahabatku Amelia.
"Anna, Eliana Febiyanti Rachman apa kabar? ucapnya Amel kepadaku yang selalu dia lakukan setiap hari.
" Baik sekali Amelia Putri" kataku.
"Kau tau gak? kalau kita akan kedatangan cogan !!" jawabnya dengan antusias.
"Cogan? maksudnya pak Aryo?" kataku.
"Bukan, pak Aryo kalah dengan cogan ini !!" ucapnya lagi.
"Siapa?" tanyaku.
"Ehm, namanya Stefan !!" katanya tapi sambil membisikkan di telinga.
Aku hanya terdiam tak berkata apapun yang ada dalam pikiranku, "Apa mungkin Stefan yang aku sukai dulu?" tanyaku dalam hati.
"Hai, Anna kenapa kau melamun?" tanyanya.
"Tidak ada apa-apa !!!" jawabku yang kebetulan sedikit kaget juga.
"Apakah kau memikirkan wajah pak Stefan?" ucapnya seperti menggodaku.
"Tidaklah, mana mungkin aku sepertimu !!" ucapku.
"Ayo masuk, kita kerja !!" Ajakku agar tak meneruskan gosipnya.
Skip
Waktu menunjukkan pukul 10.00 Wib.
Entahlah kenapa pak Aryo datang dan mengumumkan untuk menutup toko sebentar dan menyuruh karyawan lain datang ke aula paling atas.
"Ada apa ya kita kelantai atas?" ucapan Amel kepadaku sambil berbisik.
"Sudahlah, ayo kita naik" ucapku tak banyak berbicara.
Sampai di atas kamipun duduk di kursi yang telah disiapkan, sedangkan aku memilih kursi yang paling belakang.
"Anna, tak bisakah kita duduk didepan?" tanyanya.
"Kau saja, aku ingin duduk di belakang !!" jawabku
"Ish, ya sudahlah" ucapnya sambil duduk juga disampingi.
Semua karyawan sudah datang dan kursi juga sudah penuh terisi, aku sama sekali tak fokus didepan hanya memainkan handphone yang sudah aku silent juga tapi telingaku masih mendengar semua orang dan termasuk sahabatku begitu antusias melihat seorang dan mengatakan tampan.
Saat pria didepan itu berbicara, aku mulai berhenti memainkan ponselnya.
" Aku ingat, apakah dia Stefan?" ucapku dalam hati dan masih menunduk.
"Ya Allah kenapa harus dia lagi datang di kehidupanku lagi !!" ucapku dalam hati sedikit bergetar tanganku.
"Anna kau kenapa?" tanya Amel kepadaku dan sedikit khawatir.
"Aku menarik nafas agar tak seperti ini lagi dan melihat kearah Amel sambil tersenyum, aku tak apa-apa" ucapku sambil memasukkan handphone kedalam saku celana.
"Oh ya Anna kau tak mendengar?" tanyanya.
"Kenapa?" tanyaku karena penasaran.
"Pak Stefan, akan jadi direktur di divisi pemasaran!!" katanya dengan antusias.
Aku hanya terdiam "Berarti aku akan bertemu dengannya, ya allah apa yang terjadi !!" ucapku sedikit cemas.
"Hei kau kenapa? ayo kita kebawah kerja lagi!!" katanya sambil mengajakku dan menegurku yang sedang melamun.
Skip
Sampai diarea dimana aku jaga dibagian kasir bersama Amel di area baju laki-laki.
"Amel masih sepi ya, disini " kataku. Hanya dapat anggukkan dari Amel dan dia malah menyenggolku.
"Kenapa sih kamu?" kataku yang tak paham.
"Itu liat kedepan, ada dua cogan!!" katanya.
"Cogan apa sih?" tanyaku lagi tak paham.
"Anna?" panggil seseorang yang tak jauh dari tempat kasir.
Aku menoleh, dan entah kenapa rasanya ingin menangis dan kaki terasa begitu lemas tapi untungnya aku memegang meja kasir jadi bisa tertahankan.
"Oh ya, Stefan ini Anna dia yang akan bantu kamu juga, karena dia paham dengan area sini serta semua manajemen disini dia kerjakan dari keuangan serta keuntungan, lokasi dll" jelasnya pada pak Stefan. Saat pak Aryo menjelaskan sama sekali aku tak melihat kearah pak Stefan tapi aku tau dia terus menatapku dan tersenyum.
"Kau Anna jangan lupa kau harus bantu pak Stefan ya ?" ucapnya menyuruhku dan aku hanya mengangguk.
"Stefan aku pergi dulu ada yang harus aku kerjakan, jika kau butuh bantuan bisa tanya Anna saja" ucapnya sambil pergi berlalu.
"Anna apa kabar?" tanyanya.
Bagian 2
Masa lalu
Saat diperguruan tinggi aku hanya duduk sendiri tanpa mempunyai teman apalagi sahabat entah kenapa orang-orang dikampusku tak ada yang ingin menjadi teman ataupun berkenalan bersamaku.
Dua hari kemudian ada mahasiswa baru, dia pindahan dari luar negeri. Aku tak pernah peduli apapun dengan siapapun tapi tak menyangka dia duduk disamping aku duduk dan setiap hari dia menyapaku tapi aku hanya cuek saja. Hari berlalu akupun luluh padanya dan mulai sering bermain bersama, banyak yang iri padaku karena aku dekat dengan Stefan tapi aku tak peduli kata orang lain. Aku hanya cuek dengan mereka, tapi tak tau kenapa hatiku luluh juga dan aku mulai mencintai Stefan karena dia satu-satunya laki-laki yang dekat denganku.
Hari berlalu terus berjalan tepat tanggal 9 Febuari dimana itu adalah hari ulang tahunku, aku ingin mengatakan perasaan aku kepada Stefan. Tepat pukul 7 malam aku bersiap dan berdandan sebelumnya aku sudah memberikan pesan pada Stefan untuk bertemu ditaman. Sesampai ditaman sekitar 10 menit aku menunggu Stefan datang tapi dia tak datang juga aku terus menunggunya sampai lupa waktu sudah menunjukkan 8 malam. Karena cuaca mulai dingin dan sudah malam juga serta Stefan juga tak ada kabar dan entah apa yang terjadi. Saat pulang aku memutuskan untuk jalan sedikit, tapi saatku melihat kearah sebuah restoran yang sangat bagus bagi pasangan tak menyangka sosok laki-laki sedang duduk bersama wanita cantik sambil tertawa riang.
"Anna kau seorang wanita bodoh" kataku yang menggerutu pada diri sendiri.
"Dihari ulang tahunku yang menyedihkan ini bukan mengatakan hal yang indah tapi ini menyakitkan" ucapku lagi.
" Mungkin kata-kata ini tak akan pernah terkatakan dalam mulutku ini" ucapku sambil berlalu.
Aku menangis seharian tanpa berganti baju, terutama keluargaku tak pernah mengganggu saat aku sedang sedih mereka memahami sifat aku.
Esok hari
Aku datang langsung keruang dosen untuk meminta mengubah jadwalku di kesore hari karena aku harus bekerja, dan sungguh senangnya aku bisa menggeserkan jadwal pagi menjadi sore. setelah itu aku pun pulang langsung kerumah.
Stefan POV
"Kenapa Anna tak datang?" tanyanya dalam hati dan langsung mengambil handphone.
Nomor telepon yang anda tuju sedang tidak aktif
" Ada apa dengan Anna, dosen sudah mau datang" katanya dalam hati.
Mengirim pesan
To. Anna
Kau dimana? dosen sudah datang kau bolos? kenapa bolos tak aja aku atau kau sedang ada masalah?
From. Stefan
Saat dosen mengabsen semua mahasiswa tapi dosen tersebut tak menyebutkan nama Anna sungguh aneh bagi Stefan.
" Maaf pak, kenapa Eliana tak dipanggil pak? tanya Stefan setelah dosen mengabsen.
"Setau bapak, Eliana pindah jadwal masuk !!" ucap pak dosen.
Stefan terdiam dan sungguh aneh kenapa Anna pindah jadwal. Apa yang terjadi dengan Anna, Stefan memutuskan untuk bertemu Anna nanti saat jadwal kuliah.
30 menit Stefan menunggu tak ada sedikitpun Anna lewat didepan gerbang, "Bukannya dia masuk jam segini tapi kenapa tidak ada" ucapnya.
Hari berlalu Stefan dan Anna tak pernah bertemu kembali sampai disaat kelulusan ataupun disaat wisuda Stefan tak bertemu dengan Anna.
Stefan End
Anna selalu kuliah dan bersembunyi datang agar tak diketahui Stefan, Anna ingin move on dari Stefan agar rasa sakitnya berkurang Anna harus menjauh termasuk saat sidang dia mengikuti jadwal diakhir termasuk nanti wisuda juga. Tapi takdir berkata lain selesai pulang sidang dan betapa bahagianya Anna Lulus kuliahnya dan telah jadi seorang sarjana, kecelakaan terjadi mengakibatkan Anna koma. Orang tua Anna mengatakan kepada pihak kampus Anna tak bisa ikut wisuda padahal Anna mendapatkan nilai terbaik dikampusnya.
Acara wisuda
"Baiklah untuk pengumuman hasil nilai terbaik, oleh wisudawati Eliana Febiyanti Rachman selamat untuk Ananda Eliana Febiyanti Rachman tapi Ananda tidak bisa hadir dikarenakan sakit mari kita doakan agar cepat sembuh" ucap seorang MC.
Stefan begitu kaget dengan ucapan MC dia sama sekali tidak pernah tau kalau Anna sedang sakit, selesai acara wisuda Stefan langsung pergi menuju rumah Anna.
Tok ... tok
Stefan mengetuk pintu tapi tak ada yang membuka pintu. "Permisi dek, keluarga ini sudah tak ada disini lagi kalau gak salah mereka pindah" ucap seorang tetangga.
" Ibu tau pindah kemana?" tanya Stefan.
"Kurang tau, semenjak anak gadisnya koma mereka semua langsung pindah" ucapnya lagi.
"Koma?" tanya Stefan penasaran.
" Ya bener, akibat kecelakaan dan saya juga pernah liat pas tgl 9 Febuari juga dia terlihat kakinya sakit karena banyak darah dikakinya terus saat kelulusan sidang harus kecelakaan juga di dalam bus" jelasnya.
"Terima kasih Bu" ucap Stefan dan pergi begitu saja.
Satu tahun kemudian
Stefan selalu mencari informasi tentang Anna tapi tak pernah mendapat atau mendengarkan kondisi Anna. Di hari dimana dia kembali ke Indonesia dan bertemu sahabat lama saat di SMA.
Bandara
"Stefan?" teriak Aryo yang menjemputnya dibandara.
"Kau ini seperti dihutan saja memanggilku" keluh Stefan.
Aryo hanya tertawa sebagai balasannya. Dan mengajaknya langsung ke mobil.
"Stefan kenapa kau kembali?" tanya Arya penasaran.
"Aku hanya ingin bertemu dengan seorang !!" ucapnya.
"Siapa?" tanya Aryo lagi
"Wanita !!" katanya dengan singkat.
"Siapa namanya Stefan !!!" kata Aryo.
"Eliana Febiyanti Rachman" ucapnya.
"Apa?"Ucapnya kaget dan memberhentikan mobilnya mendadak.
"Apa yang kau lakukan Aryo ? jika celaka bagaimana?" tanyanya dengan ekspresi wajah marah.
"Sorry ... sorry gw hanya kaget saja" ucapnya sambil menyesal.
"Apakah benar?" ucapnya dengan meyakinkan Stefan.
"Kau tak percaya padaku?" katanya.
"Bukan gitu, ada karyawanku dengan nama yang kau sebutkan dan dia karyawan yang paling aku percaya" jelasnya.
"Benarkah? aku akan bekerja di tempatmu !!!" katanya.
" Ampun kau Stefan, jika bukan dia kau akan berhenti bekerja denganku?" tanyanya.
"Bisa jadi !!" katanya sambil tersenyum.
"Ini"katanya sambil melihatkan foto Eliana.
"Benar ini dia !!"katanya.
"Kenapa kau mengenal Anna?" tanyanya.
"Dia temanku masa aku kuliah" ucapnya dengan singkat.
Mereka sedikit mengenang masa SMA, dimana saat di cafe itu ternyata Stefan bertemu dengan seorang cinta monyet saat di SMA nya dulu. Mungkin ini kesalah pahaman Anna. Tapi penderita Anna juga harus dia lewati, dimana dia trauma dengan laki-laki, tak pernah mengatakan rasa cinta lagi menutup dalam-dalam karena takut sakit hati lagi.
Bagian 3
"Anna apa kabar? kata Stefan menyapa Anna yang ada didepannya sedang tertunduk sambil memegang meja kasir.
Anna hanya menarik nafas sungguh tak kuat menahan rasa lemas pada badannya ingin sekali untuk jatuh kebawah tapi Anna akan malu.
" Baik ko pak " Jawabku.
" Benarkah kau baik-baik saja?" katanya meyakinkan Anna.
Tapi bukan jawaban tapi Anna benar-benar mulai jatuh dan untungnya dengan sigap Stefan menangkapnya. Anna dibawa kerumah sakit oleh Stefan.
"Dok bagaimana keadaannya?" tanya Stefan.
" Hem, kondisinya kurang bagus lebih baik dia dibawa kepsikolog !!!" ucapnya.
"Kenapa dok?" tanyanya lagi.
"Kesehatan baik, tapi yang aku tau ini seperti gejala trauma !!!" jelasnya.
"Lebih baik kau konsultasi dengan ahlinya !!! " saran dokter.
"Baik, terimakasih dok" ucapnya.
Tiba-tiba teman Anna datang dengan khawatir bersama Aryo.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Aryo pada Stefan.
"Baik-baik saja" ucapnya singkat.
"Amel?" panggil Stefan.
"Ya pak ada apa? katanya sambil bertanya.
" Apakah Anna punya trauma?" tanya Stefan.
Amel hanya mengangguk tanda setuju.
"Trauma apa?" tanya Stefan lagi.
"Kata yang ingin dia katakan tapi tak terkatakan lagi" kata Amel.
" Apa itu? " ucap Stefan.
"Ungkapan perasaan" kata Amel.
nb :
Jangan lupa like and comment 🙏