Mikaila berjalan pulang dengan cepat , langit sudah mulai gelap padahal waktu masih pukul 16.50 , sore hari yang mendung sesekali disertai hembusan angin kencang menimbulkan suara berisik dahan dan daun pohon yang bergoyang.
Mikaila semakin mempercepat langkahnya ketika hendak berbelok masuk ke gang jalan menuju rumah kosannya ,
Tiba - tiba terdengar suara Yurika memanggil " La ikut gue yuk " ajak Yurika menghentikan laju motornya di samping gang tempat Mikaila berdiri.
" Iya terima kasih Yu " sahut Mikaila lalu naik di atas motor matic Yurika.
Yurika membonceng Mikaila pulang ke rumah kosan mereka yang sudah dekat sekitar jarak 50m lagi.
Setelah sampai di rumah kosan mereka , Yurika memarkirkan motornya di dalam pekarangan rumah kosan mereka.
Yurika dan Mikaila bertemu dengan Nadya di dalam ruang tamu rumah kosan yang terlihat asyik menonton siaran televisi.
" Sore Na , sudah pulang kerja kamu tumben cepat ?" tanya Yurika heran melihat Nadya sudah pulang ke rumah kosan.
" Sudah selesai mbak " jawab Nadya ngambang.
" Aku masuk dulu ya " ucap Mikaila pamit mau masuk ke dalam kamar kos nya.
" Kita makan dulu yuk , aku ada bawa pulang nasi padang lebih sisa pembagian acara selamatan di kantor tadi " ajak Yurika
" Asyik dapat makan gratis , tau aja kak perut lagi lapar banget nih " sahut Mikaila senang.
" Terima kasih mbak sering - sering aja traktir kita makan gratis" kata Nadya tersenyum lesu.
Mereka bertiga makan bareng di ruang tamu rumah kosan sambil nonton tv. Tiba - tiba hujan turun dengan deras membuat gambar layar tv jadi berbintik - bintik.
" Terima kasih ya kak , nasinya enak banget , pas lagi lapar dapat traktiran makan gratis " ucap Mikaila berterima kasih kepada Yurika.
" Iya syukurlah kalau kamu suka La , ini juga pembagian kok acara selamatan dari teman kantor.
Selesaikan makan Mikaila pamit masuk ke dalam kamar kosnya berniat segera mandi karena cuaca yang sedang hujan deras membuat suhu menjadi langsung dingin.
Di dalam kamar kosnya Mikaila segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang terasa gerah dan lengket setelah lelah seharian bekerja.
Ketika sedang menggosok gigi sekonyong - konyong Mikaila mendengar suara pertengkaran dari dalam kamar sebelah , kamar Yurika.
" Tolong aku Yu , aku lagi butuh banget " ucap Nadya memelas.
" Aku beneran lagi nggak punya uang Na !" seru Yurika ngegas , sayup - sayup terdengar di telinga Mikaila.
Mikaila berhenti sejenak untuk mendengar lebih jelas suara percakapan Nadya dan Yurika. Mikaila menunggu beberapa saat karena tidak ada lagi suara pertengkaran yang terdengar Mikaila melanjutkan lagi mandinya.
Brugh !!!
Tiba - tiba terdengar suara benturan keras di dinding kamar sebelah.
Mikaila berhenti lagi dari mandinya sejenak dan memasang telinga baik - baik mendengar suara di kamar Yurika.
Setelah menunggu beberapa saat Mikaila melanjutkan lagi mandinya hingga selesai.
Selesai mandi Mikaila lalu berganti pakaian tidur set kaos lengan panjang dan celana panjang.
Mikaila memakai serum wajah dan menyisir merapikan rambutnya. setelah memakai sedikit lip gloss Mikaila keluar dari kamar dan pergi ke kamar sebelah , kamar Yurika untuk mengecek keadaan Yurika.
Kamar Yurika berada di sebelah kiri kamar Mikaila dan di sebelah kanan kamar Nadya.
Tok tok tok...
Mikaila mengetuk pintu kamar Yurika dan memutar gagang pintu kamar Yurika untuk membuka pintu kamar. Tetapi pintu kamar kosan Yurika tidak terbuka karena terkunci.
Ceklek , terdengar suara pintu kamar Nadya yang terbuka . Nadya mengeluarkan kepala sedikit dari pintu kamarnya wajahnya terlihat agak pucat dan tegang , badannya tetap di dalam kamar.
" Ada apa La ?" cicit Nadya hati - hati.
" Nggak aku cuma mau lihat keadaan kak Yurika , takut dia kenapa - napa " sahut Mikaila santai .
" Oh iya tadi mbak Yurika mengeluh nggak enak badan , pusing , sakit kepala mungkin lagi tidur istirahat " cicit Nadya perlahan.
" Aduh jadi merasa nggak enak ganggu kak Yurika lagi istirahat , sudah minum obat " tanya Mikaila masih kepo.
" Iya sudah makanya mbak Yurika lagj tidur . Biarkan saja mbak Yurika istirahat jangan diganggu " sahut Nadya lalu masuk lagi ke dalam kamarnya dan.menutup pintu.
Mikaila kembali masuk ke kamarnya mempersiapkan pakaian kerja untuk dipakai besok dan merapikan sedikit kabarnya.
Setelah selesai bersih : bersih Mikaila lanjut membaca novel toon di ponselnya hingga tertidur pulas.
Keesokan harinya Mikaila bangun di pagi hari yang cerah dan segera pergi mandi. Setelah mandi Mikaila berganti pakaian kerja sebuah kemeja lengan panjang berwarna maroon dan celana panjang hitam.
Selesai berganti pakaian kerja Mikaila berdandan natural dan menyisir merapikan rambutnya lalu memakai sepatu cokat hak tahu 3cm.
Setelah rapi Mikaila memesan mobil online dari aplikasi ponselnya. Mikaila lalu keluar dari kamar kosnya dan segera berangkat kerja.
Selagi berjalan keluar Mikaila bertemu dengan Diana penghuni kosan lantai dua yang juga mau berangkat kerja.
" Selamat pagi Dyah " sapa Mikaila ceria.
" Pagi La , cantik banget nih sudah rapi , harum lagi " puji Diana lalu berjalan di samping Mikaila.
" Iya mau berangkat kerja ya harus rapi dan wangi dong " jawab Mikaila senang.
" Iya orang cantik mah bebas , mau pakaian model apapun pasti bagus " ucap Diana tersenyum pede sambil mengibaskan rambut lurus hasil bondingnya.
" Iya kamu lebih terlihat cantik kemeja putih jas biru selalu terlihat elegan " puji Mikaila balik.
Mikaila dan Diana jalan bareng keluar gang sampai ke jalan raya . Mikaila dan Dyah menunggu di pinggir jalan mobil online pesanannya.
Tiba - tiba Nadya lewat memakai tas ransel dipunggung dengan mengendarai motor Yurika.
" Haduh kok motor Yurika dibawa Nadya ?" tanya Diana bingung.
" Mungkin pinjam kali " jawab Mikaila asal.
" Loh terus Yurika berangkat kerja pakai apa? kantornya kan jauh " tanya Diana tambah penasaran.
" Mungkin naik ojol kayak aku " sahut Mikaila lagi.
" Mau ikutan mobil online pesanan aku ?" ajak Mikaila.
" Maaf ya La , aku dijemput kok sama teman kantor " tolak Diana.
" Ok aku duluan ya " sahut Mikaila lalu melambaikan tangan kepada Diana.
Setelah mobil online pesanan Mikaila tiba.
*****
Pada sore harinya setelah menyelesaikan dan merapikan berkas - berkas dokumen kerjanya , Mikaila menyimpan di lemari besi dan menguncinya lalu bersiap pulang.
" Sudah mau pulang La ?" tanya Tommy rekan kerjanya.
" Iya lagi beres - beres " sahut Mikaila santai.
" Mau nebeng aku murah ceban aja ?" ajak Tommy.
" Iya boleh " sahut Mikaila lagi.
" Tapi tunggu sebentar ya La , aku masih tunggu penumpang lain ini " ucap Tommy.
" Iya ngerti kok nggak apa , nggak lama juga kan " kata Mikaila maklum.
" Yah lumayan lah buat nambah - nambah uang susu anakku " curhat Tommy.
" Yuk kita tunggu di lobby " ajak Tommy lagi.
Lima belas menit kemudian Tommy menjemput Mikaila dan rekan kerja yang lain berangkat keluar dari parkiran kantor.
Tommy mengantar satu persatu rekan kerjanya yang ikut pulang bareng dengan mobilnya.
" Stop , stop berhenti di gang itu ya , nih ceban " ucap Mikaila sambil memberikan duit kepada Tommy.
" Astaga maaf La , hampir kamu gue bawa pulang ke rumah , thanks ya " canda Tommy sambil cengengesan.
" Iya tau lu kan playboy cap kambing bandot sudah punya anak bini juga mata masih jelalatan , dah thanks ya Tom " ledek Mikaila balik bergegas keluar dari mobil Tommy dan segera menutup pintu mobil.
Pinggir jalan raya dekat gang jalan masuk rumah kosan penuh dengan beberapa mobil polisi.
Mikaila berjalan perlahan masuk ke dalam gang jalan ke rumah kosan.
Sekeliling gang penuh dengan warga yang berkerumun seperti sedang menonton sesuatu.
Mikaila menerobos kerumunan agar bisa masuk ke dalam rumah kosnya.
" Ada apa ya ? kenapa warga pada berkerumun di sini ?" tanya Mikaila bingung kepada Diana yang lagi tertunduk sedih.
Disebelah Diana duduk para penghuni rumah kosan lainnya .
" Yurika meninggal La , dia ditemukan sama mbak Retno yang lagi beres - beres rumah kosan " cicit Diana perlahan.
" Selamat sore anda siapa ya " tanya seorang lelaki berseragam polisi kepada Mikaila .
" Selamat sore pak , saya Mikaila, saya penghuni kamar no.3 dilantai satu
" Maaf boleh anda ikut saya sebentar " panggil polisi itu masuk ke ruang kantor rumah kosan.
*****
Di dalam kantor rumah kosan.
" Perkenalkan saya Awi petugas polisi yang menangani kasus kematian mbak Yurika ." sahut Awi.
" Saya Marwan rekan kerja pak Awi " sahut seorang polisi yang duduk di sebelah Awi.
" Anda kenal dengan saudari Yurika ?" tanya Awi kepada Mikaila.
" Kenal pak , teman kosan saya di kamar no.2 " sahut Mikaila perlahan yang segera direkam dan dicatat Marwan.
" Saudari Yurika meninggal bukan karena sakit tapi dibunuh , ada bekas lilitan kabel di lehernya dan benturan keras di kepalanya.
" Hah .. kok .. siapa .. mengapa.. tega banget ?" Mikaila syok
" Tenang mbak Mikaila , jam berapa mbak terakhir bertemu dengan Yurika ?" tanya Awi lagi.
' Kemarin sore waktu pulang kantor sekitar jam 17.00 , saya bertemu Yurika di depan gang dan dibonceng pulang ke rumah kosan." jawab Mikaila perlahan.
" Lalu anda pergi kemana? tanya Awi lagi.
" Saya mau masuk kamar istirahat tapi di tahan sama kak Yurika , diajak makan nasi padang sama Kak Yurika dan Nadya. penghuni kamar kos no.1" jawab Mikaila lagi
Setelah memberikan keterangan kepada polisi Mikaila dipersilahkan keluar dari ruang kantor lalu pak Awi memanggil penghuni kosan yang lain.
*****
Keesokan harinya setelah pulang dari kantor Mikaila , Diana dan mbak Retno pergi melayat ke rumah duka tempat acara pemakaman Yurika. Mereka bertemu dengan papa dan mama Yurika juga kakaknya.
Setelah mengucapkan bela sungkawa mereka bertiga segera menepi memberi ruang bagi kerabat dan para pelayat Yurika yang lain.
Setelah ikut mendoakan Yurika para pelayat mulai berpamitan pulang.
" Kita pulang juga yuk " ajak Diana perlahan
" Ya sudah ayo kita pamitan " jawab mbak Retno setuju.
" Iya kita pamit pulang sekarang supaya nggak kemalaman." kata Mikaila setuju.
Setelah pamitan kepada keluarga Yurika mereka bertiga segera pulang kembali ke rumah kosan.
*****
Pada hari minggu pagi papa , mama dan kakak Yurika datang ke rumah kosan.
Mereka di bantu mbak Retno membereskan barang - barang pribadi milik Yurika .
Setelah selesai membereskan barang barang pribadi milik Yurika , keluarga Yurika pamit pulang pada penghuni rumah kosan yang membantu membereskan barang barang Yurika.
Setelah mandi sore dan berganti pakaian Mikaila mengunci pintu kamar kosnya dan duduk di ruang tamu sambil nonton acara tv sambil makan kuaci bunga matahari.
Diana ikutan nimbrung dan duduk di sofa samping Mikaila.
" Mengapa Nadya begutu tega membunuh kak Yurika ?" tanya Diana heran.
" Nggak tau juga Di , padahal baru di traktir makan nasi padang lho sama kak Yurika " sahut Mikaila sendu.
" Padahal kak Yurika orangnya begitu baik " ucap Diana lagi perlahan.
" Mungkin dia iri " ucap mbak Retno tiba - tiba ikutan nimbrung di ruang tamu.
" Mengapa Nadya bisa iri dengan kak Yurika ?" tanya Diana lagi.
" Entahlah hanya Tuhan yang tahu Di " jawab Mikaila pasrah.
*****
Beberapa hari kemudian pihak kepolisian berhasil menangkap Nadya yang sedang bersembunyi di rumah saudaranya di pulau S di kota L . Polisi berhasil menemukan bukti kejahatan Nadya yaitu perhiasan dan motor Yurika yang belum sempat dijual Nadya.
Sedangkan laptop dan ponsel Yurika sudah dijual Nadya buat ongkos melarikan diri ke rumah saudaranya.di kota L .
Dari hasil pemeriksaan polisi diketahui alasan Nadya membunuh Yurika.
Pada hari kejadian Nadya baru saja dipecat dari kantor tempatnya bekerja karena tuduhan penggelapan dana keuangan perusahaan sehingga dipecat tanpa mendapatkan uang ganti rugi.
Nadya yang panik berusaha meminjam uang kepada Yurika setelah Mikaila pamit masuk ke dalam kamar.Karena pada saat itu sedang tanggal tua dan belum gajian Yurika menolak meminjamkan uang kepada Nadya , karena memang sedang tidak punya uang .
Nadya yang gelap mata mendorong Yurika ke dinding dan mencekik leher Yurika dengan kabel charger ponsel sehingga Yurika kehabisan nafas dan meninggal.
Nadya lalu mengambil perhiasan emas yang dipakai Yurika dan meletakkan tubuh Yurika di atas kasur lalu menutup dengan selimut seakan - akan Yurika sedang tidur.
Setelah menggeledah kamar Yurika , Nadya mengambil perhiasan emas , laptop , ponsel dan kunci motor Yurika lalu mengunci kamar Yurika dan kembali ke kamar tidurnya.
Nadya sedang gelisah di dalam kamar kosnya ketika mendengar Mikaila mengetuk pintu kamar Yurika. Nadya segera membuka pintu kamarnya dan membuat alasan Yurika sudah minum obat jadi sedang istirahat karena tidak enak badan agar Mikaila tidak mengganggu tidur Yurika.
Keesokan paginya Nadya kabur dari rumah kosan dengan menaiki motor Yurika ke rumah saudaranya.
Polisi berhasil mendapatkan informasi tempat persembunyian Nadya dan segera melakukan pengejaran dan penangkapan Nadya di rumah saudaranya di kota L yang tidak tau tentang tindakan kriminal Nadya.
Polisi segera memproses kasus pembunuhan Yurika karena sangat meresahkan warga sekitar perumahan kosan.
Kini keluarga Yurika bisa bernafas lega setelah pelaku pembunuh Yurika tertangkap dan diproses hukum sesuai dengan perbuatan Nadya
Dari hasil persidangan diperoleh informasi Nadya dijatuhi hukuman dua puluh tahun penjara karena dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang dengan tujuan perampokan.
Tamat