Aku Michella, seorang wanita berusia 23 tahun yang kini bekerja di sebuah perusahaan ternama. Di usia yang masih begitu muda, aku sudah memilki semua hal yang aku inginkan. Termasuk rumah mewah, mobil, bahkan tabungan untuk masa depanku. Disinilah tahap dimana aku harus menyatakan hal yang selama ini aku pendam setelah bertahun-tahun. Karena sekarang aku sudah memiliki segalanya, aku ingin mengungkapkan perasaan yang telah lama aku pendam untuk seseorang yang telah aku cintai untuk waktu yang lama. Namun dia tidak menyadarinya. Hari ulang tahunnya tiba, aku sudah menyiapkan kejutan yang sangat menarik dan pastinya inilah hari dan momen yang tepat untuk membuatnya bahagia.
Saat sore hari, aku membooking salah satu restoran kalangan atas demi memberinya sebuah kejutan yang sangat istimewa. Mempersiapkan segalanya dengan baik dan hati-hati.
Malam hari pun tiba, aku memberitahunya lebih dulu untuk hadir ke acara makan malam yang kubuat. Suasana pertama adalah seperti layaknya makan malam biasa. Tepat pukul 20.00 WIB, tiba-tiba semua lampu redup dan muncul lagi sebuah cahaya kembang api yang termasuk salah satu kejutan yang kubuat untuknya. Ren yang semula kaget dengan pemadaman listrik yang tiba-tiba terjadi. Tapi, setelah melihat kembang api yang bertuliskan Happy Bhirtday Ren and 831 224. Dia sangat bahagia dan tersenyum lepas dengan kejutan yang aku berikan. "Wah, terima kasih Chella, kamu memang sahabat terbaik. Aku saja tidak ingat hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku sangat tidak menyangka Chell" ucap Ren dengan bahagia. "Heheh. Iya Ren, aku ikut senang jika kamu bahagia dengan apa yang aku berikan" Jawabku dengan senyuman. "Lalu apa maksud dari angka 831 224, Chella? Itu bukan angka kelahiranku dan bahkan juga bukan angka kesukaanku" lanjut Ren. Aku pikir awalnya dia paham dan bisa mengerti, hanya saja ternyata dia tidak paham. "Ren, apa kamu benar-benar tidak mengerti makna dari angka itu?" Ucap Michella tidak percaya. "Ya, aku gak tau Chell. Bisakah kamu menjelaskannya?" Jawab Ren. "Haduhh, Ren.. Ren.. aku kira kamu tau. Mana mungkin, aku mengungkapkan secara langsung kan mengenai maknanya. Ren, kamu memang gak pernah peka deh dari dulu" batin Michella. "Baiklah aku akan memberitahumu. Sebenarnya makna dari angka 831 224 adalah...." Ucapku ingin mengatakannya secara langsung dan blak-blakan karena sudah gak tahan lagi memendam perasaan kepadanya. "Apa??" Ren penasaran. "831 224 itu.." lanjutku. "Aduh sebentar Chell, aku.. perutku sakit. Aku ke toilet dulu sebentar" Ren lari terburu-buru ke toilet. "Eh??". "Tuh kan si Ren mah kebiasaan deh. Ini nih salah satu alasan, aku gak pernah ungkapin ke dia tentang perasaanku selama ini. Ya karena setiap aku ingin ungkapin, pasti dia selalu aja ada masalah. Inilah itulah.." ucapku menggerutu.
Di toilet.
"Huff.. huff.. untung tepat waktu. Coba aja kalau tadi Michella keburu mengatakan tentang makna angka tadi. Apa aku gak malu sebagai cowok yang malahan ditembak cewek lebih dulu" Ren mengunci dirinya di toilet. "Bukan karena aku gak suka. Tapi masa iya sih aku yang ditembak duluan. Mau ditaruh dimana harga diri aku sebagai cowok" ucap Ren.
🎶🎶🎶🎶, Bunyi ringtone hp Ren.
"Aih, siapa lagi nih? Ganggu aja deh, lagi pusing soal Michell juga" Ren berniat membuka hpnya.
"Mama??" Ren kaget. "Hallo, kenapa ma?" Ren mengangkat telepon dari mamanya. "Ren!! Kamu dimana sih sekarang? Ini Si Friska datang jauh-jauh dari Palembang. Kamu malahan kelayapan gak jelas" Maki Mama Ren. "Maaf ma, aku lagi sama Michella. Sekarang aku lagi di.." jelas Ren. "Mama gak mau tau. Kamu pulang sekarang!! Kasihan Friska jauh-jauh kesini tapi kamunya gak ada. Dan untuk Michella ajak aja dia ke rumah, Ren. Sekalian kamu kenalin Friska ke dia" perintah Mama Ren. "Hmm.. oke ma" jawab Ren. Ren keluar menuju Michella. "Chell, kita pulang ya. Udah malam nih, tapi mampir ke rumahku sebentar. Mamaku yang suruh" Jelas Ren. "Tapi kan Ren, acaranya belum selesai" jawabku. "Iya, tapi mamaku udah ngomel-ngomel Chell. Maafin aku ya, ada teman lamaku yang datang berkunjung ke rumah" jelas Ren. "Yah 😞, ya udah deh gpp. Ayo pulang" pasrah Michella.
"Beneran gpp kan? Aku minta maaf banget Chella. Lain kali kita dinner lagi ya" hibur Ren. "Iya gpp, ayo" ajak Michella.
Di rumah Ren
"Ma, aku pulang" ucap Ren yang baru sampai di rumah. "Nah ini dia nih, Friska ayo kita ke Ren" ajak mama Ren. "Iya tante :)" Jawab Friska. "Ren!! Selamat ulang tahun ya 😊. Ini hadiah buatmu" Friska menyerahkan hadiah. "Ren dia siapa?" Tanya Friska. "Ohh, dia Michella. Dia.." jawab Ren. "Dia sahabat SMPnya Ren, ka" Potong mama Ren. "Ohh. hahah, aku kira dia pacar Ren" Ucap Friska. "Ya gak mungkinlah, Tante kan maunya kamu yang jadi menantu. Bukan Michella. Dia udah Tante anggap anak sendiri" Jelas mama Ren. "Anak?? Jadi, Tante Nayla gak setuju atas hubunganku dengan Ren yang lebih dari sekedar teman?" Batin Michella. "Ren, ayo kita makan malam. Tadi Friska bawa banyak banget oleh-oleh untukmu. Ada makanan kesukaanmu juga lho" Ajak mama Ren. "Tapi ma.. tadi kan aku abis makan malam bareng Michella" Ren menolak. "Ren 🤨, kamu makan aja lagi. Sedikit aja, seenggaknya kamu hargai Friska. Dia udah bawain makanan jauh-jauh dari Palembang demi ngerayain ulang tahunmu, Ren" Bujuk mama Ren. "Dan.. Michella, kamu bujuk Ren ya. Dia kan nurut denganmu. Jadi pasti kali ini dia juga mau" Ucap mama Ren. "Iya Tante" Jawab Michella. "Ren, ayo sedikit aja. Tadi juga kan kamu makan malamnya gak banyak" bujuk Michella. "Iya iya, ya udah ayo" Ren setuju.
Di ruang makan.
"Ren, besok kamu tunangan ya sama Friska" jelas mama Ren. "Uhukk... Uhukk.." Ren tersedak. "Minum dulu Ren" Michella memberikan segelas air. "Apa ma?? Kok tiba-tiba sih?" Ren kaget. "Jadi Ren akan tunangan besok?? Hiks.. hiks.. kenapa tiba-tiba sih?" Michella menahan sesak dihatinya. "Ren!! Semuanya!! Aku keluar dulu ya sebentar" ucap Michella, bangkit dari duduk dan meninggalkan ruangan.
Di luar rumah Ren.
"Terlambat!! Semuanya udah terlambat!! Dia.. Ren.. Hiks.. hiks.. dia mau tunangan besok. Jadi perasaan yang selama ini aku simpan buat dia, Bagaimana?? Apa semuanya gak ada artinya?" Michella menangis mengeluarkan semua sesak dihatinya. Ren mengejar Michella keluar. Mamanya dan Friska ikut menyusul.
"Ren!! Jadi semua yang udah aku perjuangin itu sia-sia? Aku udah punya segalanya. Tapi kamu.. apa kamu lebih memilih dia sebagai pendamping hidupmu?" Ucap Michella. "Michella!!" Ren mendengar semua ucapan yang Michella katakan barusan. "Ren??" Michella menengok ke belakang. Ren menghampiri Michella. "Ren, apa kamu mendengar hal yang aku katakan tadi?" Tanya Michella. "Ya" Jawab Ren. "Benarkah? Apa saja yang kamu dengar??" Tanya Michella. "Semuanya Chell, aku dengar semua yang kamu ungkapkan tadi" Ren kian mendekat. "Ren, maaf aku mencintaimu selama ini. Maafkan aku" Michella mengungkapkan semuanya pada Ren. "Aku juga mencintaimua Michella" Ren menyatakan perasaannya. "Benarkah?" Michella menghapus air mata yang mengalir di pipinya. "Ya, tapi aku belum berani mengungkapkannya selama ini" jelas Ren. "Kenapa gak berani, Ren?" Tanya Michella. "Karena kamu lebih segala-galanya dariku. Kamu lebih sukses dan lebih berkemampuan dan berpengalaman dibandingkan aku yang masih jauh banget jika dibandingkan kamu Chell" jelas Ren. "Hanya itu Ren? Aku gak pernah nuntut kamu lebih dari aku kan? Aku cuma mau kamu tulus dan setia mencintaiku Ren" Jawab Michella. "Iya, tapi aku gak sempurna buatmu yang sangat sempurna. Aku gak cocok denganmu Chella" ungkap Ren. "Ren!! Kita udah berapa lama sih temenan? Dan kamu masih belum bisa mengerti? Aku gak pernah meminta lebih. Aku gak perlu kamu jadi sempurna Ren. Aku cuma ingin kamu, karena hatiku yang memilihmu. Dan.. aku gak sesempurna yang kamu pikir" jelas Michella. "Terima kasih Chella, kamu sudah menerimaku apa adanya. Aku akan bekerja lebih keras lagi demi bisa selalu membahagiakanmu" jelas Ren kemudian memeluk Michella.
"Ren!!" Panggil Mama Ren. "Akhirnya ☺️" ucap mama Ren. "Akhirnya, kenapa ma?" Ren melepaskan pelukannya dari Michella. "Akhirnya kalian bersatu juga. Heheh" jawab Mama Ren. "Jadi ma, mama setuju aku menikah dengan Michella?" Tanya Ren. "Ya tentu aja, setuju dong Ren" jelas mama Ren. "Terus tadi kenapa mama menjodohkanku dengan Friska?" Ren bingung. "Heheh. Ren.. Ren.. tadi hanya prank aja yang aku buat dengan mamahmu" sambung Friska. "Hah, seriusan?" Aku kira tadi mama beneran menjodohkanku dengan Friska" ucap Ren. "Enggak mungkinlah, mama kan tau betul kamu cuma suka sama Michella. Gak mungkin mama paksain perasaan kamu Ren" jelas mama Ren. "Syukurlah 😁" Ren bahagia. "Jadi kapan nih kalian nikah?" Tanya Friska. "Ya sabar kali ka, sebentar aku mau.." Ren mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Michella menunggu apa yang akan Ren keluarkan dari sakunya. "Michella, maukah kamu menikah dan selalu bersama selama sisa hidup kita sampai maut memisahkan?" Ren melamar Michella dengan memberikan sebuah cincin untuk Michella. "Ya Ren, aku bersedia" jawab Michella dengan penuh haru. Akhirnya mereka dapat bersama dan melangsungkan pernikahan dengan penuh kebahagiaan. Di malam hari saat perayaan pesta pernikahan mereka, Ren menyalakan kembang api di langit untuk Michella. Kembang api itu lagi-lagi bertuliskan angka 831 224. Kemudian Ren mengungkapkan makna yang sebenarnya selama ini dia tahu kepada Michella. "Chella!!" Panggil Ren. "Ya?" Jawab Michella. "Aku mencintaimu hari ini, esok dan selamanya" Ren mengungkapkan makna angka tersebut dengan lantang. "Wahh, kamu tau artinya Ren?" Tanya Michella. "Ya, tentu aku tahu Chell" jawab Ren sambil tersenyum "Aku juga Ren, aku mencintaimu hari ini, esok, dan selamanya" Balas Michella. Pernikahan mereka berlangsung megah dan meriah. Mereka berdua pun hidup bahagia dengan cinta yang mereka saling miliki dan melengkapi satu sama lain.