Kata - Kata Yang Tak Terkatakan
Hari yang panas dengan yang hampir membuat gosong kulit. Kazara berjalan tanpa tahu tujuan hendak kemana, sejak semalam berjalan keluar dari rumah mamaknya karena pengusiran yang membuatnya hampir menjadi gila. Mamak yang sangat disayanginya lebih percaya anak sambungnya Kalea.
Kazara menyugar rambutnya dengan kasar dan mengikatnya dengan karet gelang yang baru saja ia temukan di pinggir jalan.
Sebuah hembusan nafas berat menjadi satu bentuk pelampiasan Kazara. Kazara gadis manis dengan kulit kecoklatan, rambut panjang dengan bentuk wajah yang sempurna. Kazara yang pandai dan mudah bergaul tetapi sekaligus gadis yang sangat tertutup kepada lawan jenisnya.
Kazara melangkah dengan keringat yang sudah membanjiri seluruh kaos yang dikenakan, berjalan di trotoar. Entah kemana tujuannya.
Mamak yang sangat disayanginya mengusirnya setelah dengan kejam Kalea menyatakan dirinya tidur dengan tunangannya. Kazara yang hari itu sedang pusing setelah meminum jus buatan mbok Darmi tertidur di sofa ruang televisi, tetapi entah siapa yang membawanya ke kamar Darren - yang ia tahu bahwa Mamaknya menemukan Kazara tidur memeluk Darren dengan sangat posesif.
Darren pun mengalami hal yang sama. Dengan wajah bingung dirinya bangun dan memandang tajam Kazara dengan tatapan penuh kebencian. Bagaimana tidak, insiden ini membuat dirinya gagal menikah dengan Kalea, tunangannya.
Sekali lagi Kazara berjalan dengan letih, tubuhnya beberapa kali oleng karena dari kemarin pagi tidak makan dan juga terlalu letih berjalan. Tujuannya sekarang adalah ujung taman di pinggiran kota tua.
Kazara menatap kosong jalanan yang ramai. Mamak - panggilan sayang untuk wanita yang sudah melahirkannya dan merawatnya membuatnya keluar dari rumah yang menjadi tempat bernaung dan tempat ternyaman dalam sepanjang hidupnya. Hidupnya yang tertata rapi menjadi berantakan. Mamak tidak percaya perkataannya. Berulang kali dirinya menyanggah insiden itu sebagai sebuah kesalahan yang tidak disengaja. Entah siapa juga yang sudah membawanya masuk ke kamar Darren.
Darren Michael adalah tunangan saudara tirinya Kalea memang mempunyai sebuah kamar di rumah besarnya. Kamar itu sering dipergunakan Darren untuk menginap setiap ada acara keluarga di rumah kekasihnya.
Kazara hanya menjambak rambutnya berulang kali, pikirannya kacau. Fitnah itu terlalu kejam jika ditujukan kepadanya.
" Kazara, kau keterlaluan, calon suami saudara sendiri juga mau kau ambil, dasar perempuan jahat. " tuding Mamak tanpa ampun ketika Kalea datang dengan berurai air mata dan berteriak nyaring pagi itu.
" Mamak tidak pernah mengajarkanmu menjadi perempuan sundal, Kazara. Pergi dari rumah Mamak ! Dan Mamak anggap kau tidak menjadi bagian kami. Kejam kau Kazara, mengambil yang bukan milikmu itu tindakan yang sangat memalukan. " Suara besar Mamak bagai petir di siang hari.
Kazara hanya menutup tubuhnya yang terbuka.
" Mamak sungguh Kazara tidak melakukan apa - apa, Kazara kemarin minum juz buatan mbok Darmi, dan kemudian merasa pening lalu tertidur di sofa ... . " Kazara mencoba menjelaskan dan membantah bahwa dirinya adalah perempuan yang tidak benar.
Kazara menatap bingung kepada Darren Michael tunangan Kalea dengan harapan mau mendukung atau paling tidak ikut menyanggah tudingan yang tak benar. Tetapi laki - laki itu hanya menatapnya tajam tanpa mengatakan apapun.
" Mamak sungguh menyesal melahirkanmu Kazara, pergi ! Pergi dan keluarlah dari rumah ini ! Mamak tidak punya anak seperti dirimu ! " suara Mamak terdengar kejam bagi telinga Kazara.
Deg.
Kazara hanya menutup mata waktu itu. Air matanya telah habis dan kata - katanya pun sudah tak mampu keluar lagi. Berapa kali pun Kazara menyanggah, berapa kali juga Mamak dan Kalea memberikan ucapan yang menyudutkannya.
Kazara melangkah dengan gontai ke tengah jalan. Bunyi klakson mobil beberapa kali terdengar tetapi Kazara tetap melangkah dengan tatapan kosong.
" Mamak, Kazara sayang Mamak. Jika Mamak sudah tidak mau melihat Kazara dan menganggapku tak ada itu artinya Kazara sudah tak diinginkan untuk hidup. Maafkan Kazara belum bisa membahagiakan Mamak. Kazara sayang Mamak. " Kazara menangis teetahan.
Tiiiiinnnnn ... .
Bunyi klakson panjang terdengar memekakan telinga dan bruk. Tubuh Kazara sesaat melayang di udara sebelum dengan keras menghantam kerasnya aspal.
Kazara seperti tersadar ketika sesuatu menghantam tubuhnya dengan keras. Bayangan Mamaknya yang marah menjadi ingatan terakhirnya sebelum gelap membawanya pergi.
" Kazara ... sa ... yang ... Ma ... mak. " kalimat terakhir Kazara sebelum matanya tertutup kabut gelap. Kalimat terakhir yang tidak ada seorang pun dengar karena setelahnya tubuh ramping itu tak juga bergerak. Matanya tertutup rapat. Bibirnya tersungging senyum terakhirnya.
Di rumah besar Nyonya Gunawan.
Pyar.
" Akh, " teriak Nyonya Gunawan ketika tanpa sadar dirinya menjatuhkan pigura anak semata wayangnya yang terletak di atas meja
" Ada apa, Ma ? " tanya suaminya yang tiba di ruang tamu sesaat setelah pigura jatuh pecah dan pecahannya berserakan di lantai
Nyonya Gunawan menatap nanar pigura yang jatuh berantakan di lantai. Hatinya tiba - tiba semakin gelisah. Sejak pengusiran semalam, dirinya sangat menyesal apalagi ketika pagi tadi ia suruh Bondan memeriksa cctv, ternyata anak sambungnya Kalea yang telah dengan kejam memfinah Kazara.
" Pah, Kazara ... . " desis Nyonya Gunawan dengan pikiran yang negatif yang tiba - tiba memenuhi rongga dadanya.
" Tenanglah ! Tidak ada apa - apa. Kazara akan segera ditemukan, " ujar Pak Gunawan menenangkan isterinya.
Kring.
" Halo ... . "
" ... . "
Bruk. Tubuh Nyonya Gunawan luruh di lantai setelah seorang polisi memberitahukan kecelakaan atas nama Kazara Putri, putri semata wayangnya.
Permintaan maaf yang tak terucapkan atas kesalahan karena sudah tidak mempercayai anak kandungnya sendiri. Permintaan maaf atas pengusiran Kazara tanpa mau mendengar alasan apapun dari Kazara, permintaan maaf atas dirinya sebagai ibu yang sudah menolak kelahirannya bahkan tak menganggap anak lagi. Ungkapan permintaan maaf yang tak akan terdengar oleh telinga putrinya karena putrinya lebih memilih menjadi anak yang taat kepada ibunya dengan benar - benar pergi dari hidup Mamaknya.