Gadis berambut pendek bermata bulat binar mata bening cerah, bibir mungil kemerahan, pipi yang chubby, serta gigi yang tertata rapi dalam mulut kecilnya. Namanya Amina, berusia 6 tahun berasal dari keluarga sederhana yang penuh keharmonisan, namun penuh bumbu kepura-puraan.
Saat ini ia duduk di atas loteng rumahnya, sambil menunggu senja dari balik jendela kaca bundar. Dengan penuh harap-harap ia menunggu untuk melihat senja yang sangat di rindukannya.
Wajahnya terlihat bahagia penuh senyum saat langit mulai bersinar kemerahan. Satu kata untuk menggambarkan pemandangan saat ini 'indah' hanya kata itu yang terpikirkan.
"Aku sudah tidak sabar menunggu senja!" katanya penuh harap
Tapi sayang, aku lupa mengatakan jika sebenarnya Amina adalah gadis buta, tanpa tangan dan kaki. Yang selama ini hanya bisa terkurung di loteng rumahnya.