''ayo buruan kumpulin, atau tidak akan saya sendiri yang mencari make up kalian di tas kalian'' bentak nya dan membuat para siswa pasrah.
sampai akhir nya satu persatu siswa maju mengakui kesalahan nya.
dan guru tersebut meninggal kan kelas sembari membawa seluruh alat make up yang di serahkan para siswa saat di kelas tadi.
Senja tidak peduli dengan itu siapa suruh mereka membawa hal seperti itu.
ini kan sekolah buka salon kecantikan.
Senja membaringkan kepala nya menghadap Genta.
ia memperhatikan Genta tanpa berkedip sekali pun.
Genta agak risih dengan Senja jadi ia menolehkan kepala Senja ke arah lain.
Senja tertawa kecil saat mendapatkan perilakuan seperti itu.
Genta melanjutkan pekerjaan nya dan Senja hanya diam mendengar alunan lagu yang di mainan di telinga nya.
''ehh malah diem aja'' ucap Aurel yang mengejutkan Senja.
''kenapa? '' tanya senja dan melepaskan earphone nya dari telinga nya.
''ayo gabung main'' ajak Aurel yang ingin Senja ikut bermain kartu Uno bersama nya.
''iya-iya'' jawab Senja dan pergi menuju meja Dimas untuk ikut bermain.
''engga tidur lagi'' tanya Senja pada Dimas.
''udah kenyang gue'' jawabannya dan yang lain tertawa cekikikan.
mereka pun melanjutkan permainan nya yang sempat tertunda.
sampai akhirnya guru bahasa Indonesia datang dan langsung memberikan tugas sangat banyak pada murid-murid nya.
''oke kalian kerjakan tugas halaman 23-28 dan yang selesai duluan kalian boleh pulang dan istirahat di rumah'' ujar guru Bahasa Indonesia yang bernama Lastri.
mereka semua pun tidak ingin membuang-buang waktunya dan segera mengerjakan tugas nya agar dapat terlebih dahulu pulang.
banyak yang berusaha mencari jawabannya hingga menyontek Google namun masih belum ketemu dengan jawaban nya.
tidak dengan Senja dan Genta mereka berdua dapat menyelesaikan tugas dengan santai dan cepat.
walaupun cepat mereka tetap memperhatikan nya supaya mendapatkan hasil yang memuaskan nantinya.
setelah sekitar 30 menit Senja dan Genta mengumpulkan tugas bersamaan hingga membuat yang lainnya iri pada mereka.
''kalian kerja sama?'' tanya Dimas.
''ya engga lah, ya kali si kulkas bakal ngasih tau jawabannya'' ceplos Tika pada Dimas.
mereka pun segera melanjutkan pekerjaan nya supaya tidak membuang-buang waktunya.
Senja dan Genta pergi ke luar untuk pulang ke rumahnya.
Senja sudah menghubungi bibi nya namun saat ini ia tidak dapat menjemputnya.
dan ia juga sudah menghubungi paman nya namun jawaban yang di berikan paman nya sama saja dengan jawaban yang di berikan oleh bibi nya.
alhasil Senja harus memesan taxi online untuk membawanya pulang kerumah.
sudah hampir sangat lama Senja menunggu namun tetap saja tidak ada yang menerima nya.
Senja juga sudah mencari angkutan umum namun tetap tidak ada.
Genta pun datang.
''ngapain? '' tanya Genta pada Senja.
''lagi nyari angkutan umum'' jawab Senja.
''emang engga ada yang jemput? '' tanya nya lagi.
''lagi sibuk semua, gue udah pesen taxi online tapi engga ada juga mana gue udah nunggu angkutan umum tapi engga ada yang lewat'' Senja mengerucut kan bibir nya.
'lucu juga kali lagi ngambek begini' batin Genta.
''balik bareng gue aja yo'' ajak Genta.
''engga usah nanti ngerepotin lagi'' tolak Senja.
namun Genta tetap kekeh ingin mengajak Senja pulang bersamanya.
Genta pun memakaikan helm di kepala Senja dan menarik Senja supaya ia naik ke atas motor nya.
Senja hanya bisa diam pasrah lagi pula itu adalah tumpangan gratis untuk apa ia menolak nya.
saat di jalan satupun dari mereka tidak ada yang membuka suara atau membuat topik.
akhir nya sampai di depan rumah Senja dengan selamat namun Senja bingung.
Bagaimana bisa Genta mengetahui tempat tinggal dirinya?.
''kok lo tau sih kalo rumah gue di sini? '' tanya Senja pada Genta.
''rumah gue di sana dan gue sering liat lo jadi tau lah'' tunjuk Genta pada rumah di sebrang rumah Senja.
''kok gue engga tau sih kalo lo tinggal di depan rumah gue? '' tanya nya lagi.
''banyak nanya lo, udah sono masuk'' ucap Genta.
Senja pun masuk ke dalam rumah dengan hati yang menggerutu.
'liat aja nanti gue bakal kerjain lo' batin Senja dan tersenyum.
''eh kamu udah pulang'' tanya Cahya bibi Senja yang sudah merawat Senja sejak kecil.
''loh katanya mamah lagi sibuk'' Senja memanyunkan bibir nya.
''maaf ya nak tadi mamah itu lagi meeting dan mamah baru aja pulang'' ucap nya sambil mengelus punggung Senja.
''engga papah kok mah tadi aku pulang di anterin sama Genta'' ucap Senja.
''kamu beneran kan? '' tanya Cahya.
''beneran mah'' ujar nya dan langsung meninggal kan Cahya sendiri di ruang tamu.
'kok bisa yah dia akrab sama Genta? ' batin Cahya.
Cahya pun membiarkan hal tersebut dan meninggal kan tempat tersebut untuk melanjutkan pekerjaan nya.
( kamar Senja)
senja sedang membaca novel kesukaan nya di kasur kesayangan nya.
namun tiba-tiba saja seja kepikiran dengan Genta dan ia memutuskan untuk melihat jendela dan tepat ia dapat melihat Genta yang sedang membaca buku di depan jendela kamarnya.
Senja pun memiliki ide untuk memanggil nya dan ia pun beranjak dari kasurnya untuk mengambil gelang yang ia tempelkan surat.
**main ke rumah gue yo sepi banget nih ortu gue lagi kerja.
kita seru-seruan di kamar gue kalo lo dateng gue bakal ngabulin 3 permintaan lo deh
^^^ senja**_^^^
setelah ia menuliskan surat tersebut lalu ia tempelkan di gelang dan ia lempar kan hingga tepat sasaran jatuh di atas buku Genta yang sedang di baca.
Genta menoleh dan membuka isi surat tersebut dan setelah membacanya ia melirik ke arah Senja.
Senja mengayunkan tangannya.
Genta pergi keluar dan Senja pun berlari ke bawah untuk membukakan pintu rumah nya.
dan benar sana Genta datang ke rumahnya.
''kamu lagi ngapain?'' tanya Cahya yang tiba-tiba muncul.
''mau main mah'' ucap Senja dan melirik Genta.
''iya tan aku mau main sama Senja'' ujar Genta ragu-ragu.
''owh yaudah yu masuk, biar tante buatin minum'' Cahya langsung memasuki rumahnya di susul Senja dan Genta.
Senja dan Genta duduk di sofa dan Cahya pergi ke dapur untuk membuat kan mereka berdua minum.
''emangnya lo itu jarang keluar ya?'' tanya Senja pada Genta.
''biasa aja'' ucap Genta singkat.
''ohhh'' Senja menjadi canggung karena Genta yang susah untuk di ajak ngobrol.
Senja pergi kekamar nya untuk mengambil sesuatu dan ternyata ia mengambil kan gelang hitam bertuliskan Senja.
''nihh'' Senja memberikan gelangnya pada Genta.
''buat apa?'' tanya Genta.
''udah pake aja'' suruh Senja.
''engga ah'' Genta menolak nya.
namun Senja tetap memakainya di lengan Genta dan itu sangat bagus saat di pakai Genta.