"lo anak baru ya? " tanya salah satu siswa yang menghampiri Senja saat sedang berjalan di Koridor sekolah.
"iya" jawabannya dengan senyuman manisnya.
"ikut gue yo" ajak seseorang tersebut.
"tapi kan gue harus cari kelas gue" ujar Senja.
"lo sekelas kok sama gue" siswa tersebut menarik Senja dan mengajak ke dalam kelasnya.
saat sampai di kelas Senja sudah di sambut dengan teman-temannya.
Senja sangat bingung bagaimana bisa mereka semua tahu kalau dirinya adalah anak baru di sekolah nya.
'kok mereka tau si kalo gue anak baru' batin Senja.
'mungkin guru mereka sudah memberitahu mereka semua' lanjut batin Senja.
"oiya kenalin nama gue Sinta" ucap siswa yang sudah menarik Senja tadi saat di koridor.
"gue Aurel"
"kalo gue Dimas, anak paling ganteng di sekolah" ucap nya dan langsung di tertawakan oleh teman sekelas nya.
mereka semua memperkenalkan diri mereka sendiri namun tidak dengan siswa laki-laki yang sedang duduk tenang di bangkunya.
dan saat itu lah wali kelas di sini datang dan langsung memanggil Senja untuk ke depan.
"Senja silahkan kamu memperkenalkan diri kamu" suruh wali kelas tersebut yang bernama Rina.
"salam kenal ya semua nya, udah pada tau kan nama gue? " tanya Senja dengan menaikan sebelah alis matanya.
"TAU DONGGG" ucap para siswa serempak.
Rina hanya cengengesan bagaimana bisa semua nya sudah mengenal Senja begitu cepat.
"sekarang kamu duduk samping Genta ya" ujar Rina.
"maaf Bu Genta yang mana ya?" tanya Senja.
"tolong tunjuk tangan yang namanya Genta" suruh Rina.
yang merasa memiliki nama tersebut pun mengangkat tangan nya tanpa melirik ke hadapan Senja sedikit pun.
"nah itu dia Genta" ucap Rina.
"baik Bu terimakasih" ujar Senja dan pergi tempat duduk nya.
"Senja" pekik Siska memanggil nama Senja.
Senja pun menoleh dan memperhatikan Siska.
"hati-hati ya kalau duduk sama si kulkas mah emang bakal jarang ngobrol deh" ucapnya dan yang lain hanya tertawa.
"emang nya kenapa?" tanya Senja.
"dia itu mana bisa di ajak ngobrol"
"iya tuhh, orang nya aja jarang banget ngobrol mana kutu buku lagi" ledek nya pada Genta.
Genta merasa sangat kesal hingga akhir nya ia memilih untuk meninggalkan kelasnya.
"tuh kan orang nya marah" ucap Senja.
"elahh biarin aja dia mah, engga mungkin marah yang ada dia cuma diem aja" ujar Dika teman Genta.
"eh kaco lo, samperin sana minta maaf" pinta Senja.
"udah engga usah biarin aja engga usah di pikiran dia orang nya emang begitu kalo udah engga marah nanti palingan balik lagi" ucap Dika.
mereka semua masih menunggu guru jam pelajaran pertama masuk.
namun masih tetap belum masuk kedalam kelas akhirnya mereka semua jadi tidak tertib dan mengacaukan kelasnya.
karena Senja sangat bosan akhirnya ia pergi ke luar kelas untuk menghampiri Genta yang sedang marah tadi.
"Gen gue minta maaf ya" Senja menjulurkan lengannya.
Genta mendongak kan kepalanya dan melihat wajah Senja.
"buat apa? " tanya Genta.
"kan tadi lo itu di ledekin sama yang lain gara-gara gue duduk sama lo" Senja duduk di samping Genta.
"bukan salah lo mending balik kelas aja sana bentar lagi guru nya dateng lagi otw" ucap Genta mengusir Senja.
'ishh engga asyik banget sih ni anak, mana sok jual mahal lagi' batin Senja.
Senja pun pergi kedalam kelas dan di susul Genta.
"widih cepet banget ya akrab nya" ujar Rangga dan yang lain melirik ke arah Senja dan Genta bersamaan.
"mantranya apa Ja? " tanya Dika.
"lah kok bisa? " tanya Aurel.
Senja tidak menanggapi ocehan mereka ia memilih lebih baik duduk ke tempat nya dan menunggu guru yang sebentar lagi akan datang.
''pagi anak-anak'' sapa guru bernama Tony.
''pagi pak'' jawab para siswa serempak.
''oke sekarang kita akan mempelajari materi fisika dan tolong buka buku kalian halaman 34'' suruh Tony.
mereka semua pun serempak membuka bukunya.
begitu pun Senja ia sudah mempelajari nya saat di rumah karena saat mendaftar ke sekolah nya ia sudah di berikan bukunya.
mereka semua pun mempelajari materi yang sudah di berikan oleh Tony dengan teliti.
mereka semua sangat rajin kecuali siswa yang bernama Dimas, ia sejak pagi sudah tidur dan tidak memperhatikan gurunya sedang menjelaskan di depan.
KRING......
bel istirahat sudah berbunyi dan seluruh siswa sudah berhamburan di luar kelasnya.
"kita nganti yo'' ajak Candra pada Senja.
''oke deh tapi ajak yang lain juga ya'' ucap Senja dan di angguki oleh Candra.
dan mereka semua pun pergi ke kantin Senja sejak dari koridor hingga duduk di bangku kantin ia tetap tertawa karena ocehan nya Aurel dan Adam yang saling menceritakan hal memalukan dirinya masing-masing.
"udah-udah jangan ketawa mulu kan kita mau makan'' ujar Candra.
dan yang lainnya langsung berhenti ketawa.
''kalian mau makan apa?'' tanya Candra.
''samain aja semua nya'' ujar Sinta.
dan yang lain pun mengangguk begitu juga dengan Senja yang tidak mengerti apa-apa.
Candra memesan makanan dan yang lainnya menunggu di meja.
''ini dia makanannya'' ujar Candra yang memberikan satu persatu mangkuk bakso dan es teh yang telah di pesannya.
mereka semua pun menyantap makanan mereka dengan nikmat namun tiba-tiba saja Senja melihat Genta yang sedang berjalan membawa semangkuk bakso dan juga jus jeruk.
''GENTA'' pekik Senja dan sang empu pun menoleh ke hadapan nya.
''sini gabung aja'' ajak Senja dan yang lain tertawa.
''kalian kenapa ketawa sih?'' tanya Senja.
''mana mungkin dia mau bergabung dengan kita'' ucap Dika.
Senja pun berdiri dari tempat duduk nya dan menghampiri Genta lalu menariknya agar ia mau bergabung makan bareng dengan dirinya.
''mau kan'' ucap Senja dengan bangga.
Genta hanya pasrah dengan perlakuan Senja tadi.
''sumpah lo nekat banget sih'' ucap Aurel.
''mana si Genta mau ya kan'' timpal Dika dan menaik turun kan alisnya sembari melirik Genta yang sedang makan.
''sumpah lo cewe paling keren sih bisa naklukin hati si kulkas'' ujar Sinta sembari menyeruput mie nya.
mereka pun menikmati makanan mereka dengan tenang dan tertib.
tidak ada kebisingan sama sekali di antara mereka.
SKIP...
mereka semua pun selesai menghabiskan makanan mereka.
dan mereka sudah kembali ke dalam kelas.
mereka semua sangat ribut hingga Senja tidak tahan mendengar nya ia pun menutup telinga nya dengan memasang kan earphone yang ia bawa dari rumah nya.
setelah beberapa lama menunggu bel masuk pun berbunyi dan mereka semua tertib di bangkunya masing-masing.
KRING.....
suasana sangat sepi hingga akhir nya guru killer datang untuk melakukan pemeriksaan pada siswa yang membawa alat make up.
yang membawa handphone kenapa tidak di hukum ya?
karena itu memang harus di bawa untuk keperluan pendidikan mereka.
''yang membawa alat make up tolong di taro make up nya di depan sini'' ucap nya memukul meja dengan penggaris kayu yang sangat besar.
yang mau tau lengkap nya ada kok kalian tinggl kunjungi akun ku aja yaa