Tertangkap musuh dan terluka, apalagi yang bisa kau lakukan selain menunggu kematianmu sendiri.
Oh ya, ia tidak sendiri, ada Captain Levi dan Mikasa bersama nya.
Bugh...
Lagi-lagi tendangan kuat ia terima di perutnya dan ia kembali muntah darah.
Ruangan yang gelap dan lembab, bau amis darah, tidak ada lagi erangan kesakitan atau teriakan, karena semua sudah di ambang perbatasan antara hidup dan mati.
Langkah kaki terakhir telah berlalu beberapa waktu yang lalu.
Malam yang panjang, seakan tidak ingin berlalu membiarkan jiwa-jiwa yang merana merasa semakin putus asa.
Eren merasa melayang, tubuhnya terangkat dan mengambang menuju alam luas.
"Akhirnya aku mati, " bisiknya tersenyum menyambut angin yang menerpa wajahnya.
"Au, sakit! " ia berteriak ketika merasakan lukanya diguyur dengan cairan aneh.
"Diamlah tampan, sedikit lagi."
Eren yang sejak tadi memejamkan matanya, mendadak melotot.
"Jadi, aku belum mati?"
"Belum, karena aku mencintaimu," gadis cantik beraroma titan tertawa geli menatap lelaki tampan yang ia idolakan sejak lama.
"Kau, siapa kau?" Teriak Jeger dengan tatapan horor..
"Aku pengagum rahasia mu," gadis itu tertawa menggoda.
"Kau salah seorang dari mereka, bunuh saja aku sekarang, jangan buang-buang waktuku! " Eren merasa jengkel karena dipermainkan oleh seorang musuhnya.
"Sudah aku bilang, aku mencintaimu, makanya kau aku larikan ke puncak gunung yang paling tinggi, tidak usah khawatir, mereka tidak akan mengejar kita, percaya padaku, " gadis itu kembali tertawa lebar.
"Kau masih separuh manusia," kata Eren meluruskan kakinya yang mulai terasa baikan.
"Ya, tapi waktuku hanya tinggal beberapa jam lagi, mungkin sampai matahari terbit dari sana," si gadis berwajah murung menunjuk arah timur.
"Siapa kau, dan kenapa menyelamatkan aku? " Tanya Eren lagi penasaran.
"Kau tidak percaya padaku? aku ini penggemar beratmu, bahkan cintaku muncul saat pertama kali kita bertemu, kau ingat?" Tanya gadis separuh Titan dengan mata berbinar.
"Huh, aku bertemu banyak orang, mana bisa aku mengingatmu, " Kata Eren memperbaiki duduknya menjadi semakin nyaman.
"Tentu, mana mungkin kau ingat, tetapi bagiku itulah kenangan yang paling indah dalam hidupku. "
"Saat itu kau berlari dikejar oleh beberapa orang dewasa, kau mencuri roti bakar dari warung, ketika kau melihat ku, kau lemparkan roti bakar itu padaku dan kau terus berlari entah ke mana,"
"Itu sudah sangat lama, " kata Eren menahan rasa malu.
"Kau tahu, aku menunggu mu datang mengambil roti bakar itu, tetapi, hingga roti itu busuk kau tidak kunjung datang, " si gadis menatap Eren dengan wajah kecewa.
"Aku lupa, " kata Eren membuang muka, ia bukannya lupa, tetapi, ia habis dihajar pereman di perbatasan kampung, masa lalu yang sangat kelam.
"Baiklah, lupakan saja masa lalu, kita mulai lagi dari awal, maukah kau menjadi pendamping ku?"
Uhuk...
Eren terbatuk.
"Kau melamarku? "
"Ya, apakah kita bisa menikah sekarang? "
"Apakah aku di sini sebagai istri? " Tanya Eren menatap gadis aneh di samping nya.
"Kau sebagai suami, kau kan laki-laki, kau ini aneh, " si gadis memanyunkan bibirnya.
"Lalu, kenapa kau yang menentukan segala nya, itu memalukan, merendahkan harga dirimu sebagai seorang wanita."
"Hai, Eren Jaeger, di saat usiamu dan asiaku tidak lama lagi, apa masih pantas untuk memikirkan harga diri?"
"Maaf, aku lupa," Eren tersentak atas kebodohan nya, inilah tiket untuk ia tetap hidup, tiket untuk ia bisa menyelamatkan teman-temannya, jadi ia harus berhati-hati.
"Jadi, apa kau bersedia menjadi suamiku?" kembali gadis itu bertanya.
"Aku akan segera menjadi duda, dan kau akan menjadi janda, padahal kita masihlah sangat muda, " Eren kembali memikirkan masa depan yang aneh.
"Kau, berterima kasih lah padaku, yang sudah mengobati luka dalammu, kalau tidak, sudah sejak tadi kau menjadi mayat! "
"Kau memarahi suamimu? mau masuk neraka? "
"Bahkan kau belum menerimaku, " si gadis menatap jengkel.
"Baiklah, aku bersedia menjadi suamimu, " Eren tertawa lucu.
"Sah, mulai sekarang kita menjadi suami istri, " si gadis tersenyum bahagia.
"Hah, hanya seperti itu? mana pak penghulunya? "
cetak!
Si gadis menyentil kening Eren keras.
" Au, kau melakukan KDRT, ini pelanggaran. "
"Kita rayakan pernikahan kita sekarang, ayo kita berdansa, " si gadis menarik tubuh tinggi Eren, memaksa memeluk dan mulai melakukan gerakan dansa.
Kehidupan yang keras, mana pernah ada acara untuk berpesta, tetapi di puncak gunung yang sunyi, sepasang pengantin baru berdansa penuh haru.
Eren membiarkan gadis itu memeluknya, ia rasakan detak jantung dan hangatnya pelukannya.
Ada rasa bahagia, namun terselip rasa khawatir juga.
Malam mulai merangkak menuju pagi, geliat mentari di ufuk timur mulai nampak.
"Suami ku, bunuh aku sekarang, " bisik gadis itu ditelinga Eren.
Eren tercekat, kenapa harus berakhir seperti ini?
"Kau, serius, " Eren merenggangkan pelukannya menatap wajah gadis yang sekarang sudah menjadi istri nya.
"Bunuh aku sekarang, " si gadis mulai menangis.
Eren bimbang, ia memeluk erat tubuh mungil itu, ia menciun rambut panjang itu dengan penuh rasa sayang.
Namun, Eren merasakan gadis itu menodongkan senjata di kepalanya.
Dorrr...
Secara reflek Eren menembak si gadis tepat di dadanya.
Tubuh mungil itu terkulai, senyum mengembang di bibirnya.
"Terimakasih, Eren... . "
Matanya tertutup, ia meninggal di pangkuan Eren, sebelah tangannya masih membentuk senjata yang tadi di arahkan ke kepala Eren.
"Kau bodoh, bahkan kau tidak memiliki senjata, " Eren memeluk tubuh yang masih hangat itu.
"Aaaaaaaaaa...!!! "
Eren berteriak menantang matahari yang mulai meninggi.
"Bahkan aku tidak tahu siapa namanya," Eren menangis sedih.
Pagi yang sunyi, di sebuah puncak gunung yang tinggi, seorang Eren Jaeger resmi menjadi duda.
Hal yang sangat menyedihkan, adalah ketika kau jatuh cinta pada orang yang sudah tiada.
Tamat.