menundukan kepala dan mengangkat tangan kiri mata tertuju pada jam tangan yang melingkar menunjukan pukul dua belas tengah malam. Dia melarikan mini busnya dengan kecepatan tinggi menuruni puncak, liku menuju kota. dulunya preman terminal yang lolos dari Wiraguna ini memang dikenal sebagai sopir angkot antar kota yang ugal - ugalan dan suka memindahkan otaknya yang berfungsi menjadi mati berpindah ke dengkul. menerobos lampu merah menyelip mobil,motor yang menghalangi jalannya, berhenti parkir seska hatinya tanpa peduli apakah ulahnya mengganggu arus lalu lintas atau tidak.
menurut rumor yang beredar, dia pernah melarikan sebuah mobil seorang direktur bank, tapi seminggu kemudian tertangkap di daerah sumatera, tapi sebulan kemudian tertangkap di daerah sumatera dan masuk penjara selama dua belas bulan. banyak hal yang di alaminya mengalami kecelakaan terguling dengan truknya ketika sedang ngebut dari Jawa ke Sumatera. dia terluka parah akibat kecelakaan itu hingga dilarikan kerumah sakit yang ada di Sumatera selama dua bulan lebih. namun semua itu tidak membuat kapok Riko malah semakin gila.
seperti malam itu, perasaan jagoannya begitu bergejolak menguasai dirinya. dan dia pun betul - betul ngebut dengan mata melotot menembus kabut malam yang menghalangi pandangannya. seandainya bersayap, mobil Riko mungkin sudah terbang.
Angin semakin dingin hingga pori - pori kulit mulai terbuka. malam semakin larut. dingin makin mencekam, semakin kuat menusuk - nusuk tubuh Riko . kebetulan mobilnya kosong, tidak ada penumpang. tadi waktu dari Palembang penumpangnya penuh. sampai di bukit kemuning semua turun di terminal. kemudian dia memutar mobilnya mencari penumpang yang akan ke Palembang. namun waktu terus berjalan hingga jam sepuluh belum satu penumpang yang dia dapat. maka, dengan maksud mencari penumpang sambil jalan , dia keluar dari kota Palembang menuju prabu, namun memasuki kawasan prabu belum satu penumpang pun yang ia
dapat.
Riko melirik kernetnya. si Yanto tertidur dijok belakang dengan tubuh tergoyang goyang mengikuti gerak mobil. itu berarti cuma dia yang masih jaga didalam mobilnya. dia tidak mau mengusik kenyamanan tidur keneknya yang lelah. Riko menempuh perjalanan yang masih panjang tak urung ingatannya pun mengembara ke masa lalu. dia ingat ketika masih menjadi sopir truk. hampir setiap menempuh perjalanan malam yang jauh ia selalu ditemani oleh perempuan, sehingga ia tidak pernah merasa kesepian seperti malam ini. namun kebiasaan itulah yang membuat ia hampir kehilangan nyawa karena terjungkir bersama trujnya. karena terlalu asyik bercanda, kewaspadaan Riko hilang, sehingga tidak melihat tikungan tajam didepannya. Truk yang ia kendarai melaju lurus keluar dari jalur yang seharusnya hingga terguling tiga kali membuat se-isi truk berhamburan dan menyebabkan satu kernetnya tewas seketika tertimpa muatan truk. Sesungguhnya setelah kejadian itu Riko merasa kapok untuk menjadi sopir lalu ia mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi seorang gadis yang ada di desanya. gadis itu adalah bekas pacarnya waktu SMA sepuluh tahun yang lalu. yang selalu setia menunggu Riko yang dulu pernah berjanji untuk menikahinya setelah pengembaraannya menghasilkan kesuksesan.
Sampai saat itu istrinya tidak pernah tahu bahwa suami yang ia banggakan pernah menjadi begal yang ditakuti banyak orang dalam petualangannya. yang diketahui oleh istrinya hanya Riko adalah sosok laki laki yang gagal dalam menggapai cita - citanya. hanya berhasil menjadi seorang sopir dengan penghasilan yang pas-pasan untuk hidup sehari hari. namun hal itu bukan menjadi sebuah penghalang atau tembok besar yang akan memisahkan mereka istrinya tetap mencintainya. bagaimanapun sopir adalah pekerjaan yang halal bukan suatu hal yang memalukan. asal tidak mencuri dan menjadi begal saja pikir sang istri. mobil Riko terus meluncur melewati daerah perbukitan dengan tebing yang curam. panas mesin tidak mengalahkan dinginnya malam yang masuk melalui cela - cela kaca mobil yang semakin kuat menusuk pori - pori kulinya yang membuat dia sesekali menggigil karena dingin. rasa sepi mulai terasa menyiksa. Dan saat itulah tiba - tiba muncul bayangan sosok wanita yang berdiri dipinggir jalan dari jauh sudah terlihat karena sorot lampu mobil ketika baru saja melewati belokan tajam.
Betapa cantik wajah gadis itu saat terkena sorot lampu mobil Riko. senyum tipis menghiasi wajah sang sopir ketika melihat gadis itu batinnya melonjak kegirangan bagai singa bertemu rusa ketika gadis itu melambaikan tangan, pertanda bahwa gadis itu ingin menumpang. Riko tanpa berfikir panjang langsung menekan pedal remnya untuk menghentikan laju mobil yang ia kendarai dengan kuat membuat mobil itu berhenti persis disebelah wanita itu. anehnya Yanto tidak terbangun oleh suara cuitan rem mobil yang cukup keras. dia masih tertidur dengan irama dengkurnya. Riko sendiri segan untuk membangunkannya, dia membuka pintu depan. gadis itu masuk dan duduk tepat disebelah riko. Bau parfum yang begitu menyengat menusuk hidungnya. tapi baunya agak aneh bisik hati sang sopir. bau parfum ini tidak seperti bau parfum penumpang wanita yang biasa lewat untuk mencari tempat duduk. Bau parfum gadis yang duduk disebalahku seperti bau kembang kenanga. Namun, Riko tidak menghiraukannya kecantikan gadis itu telah membuat hatinya seperti di guyur air es. dibawah sorot lampu remang rambutnya terlihat hitam legam. kulitnya putih bersih hidungnya yang mancung serta bibir yang diolesi lipstik merah muda yang tipis membuat bagai magnet yang mempunyai daya tarik begitu kuat, membuat hati ini bergejolak dan meronta.
"mau kemana nona ? tanya Riko
' ke pulang " jawab gadis yang menggunakan dres warna hijau.
Sejenak mata Riko menatap vila yang indah ditepi jalan tadi. hatinya sontak terkejut. ia merasa baru kali ini melihat vila tersebut padahal jalan itu ia lewati setiap hari. Namun dia tidak mau berpikir panjang. Dia terus menekan pedal gas membuat mobil yang ia kemudikan melaju dengan kencang.
" malam - malam begini kok tidak ada yang mengantar non?
" ahh ., sudah biasa pergi sendiri kok: bang. jawab gadis itu dengan senyum tipis menghiasi lesung pipinya. lagi pula saya tidak punya teman lelaki jawab wanita itu.
"ah ,, masak si ??
"iya bang .
" kenapa,, nona pasti galak ya ..;
gadis itu hanya tertawa kecil. pembicaraan terhenti sampai mobil Riko melewati beberapa tanjakan dan belokan yang cukup tajam.
" emm ngomong ngomong vila nona tadi sangat indah ya ?
' ya begitulah .
" kelihatannya masih sangat baru ?
baru dibangun ya
" sudah lama bang
" saya kok baru kali ini melihatnya padahal hampir setiap malam saya Melawati jalan ini.
" Abang mungkin tidak terlalu awas, seadainya saja saya tidak menyetop Abang tadi mungkin Abang tidak akan melihat dan bertemu saya. " ya. mungkin juga ya non. wah kira - kira berapa biaya yang nona keluarkan untuk membangun vila semegah itu dan semewah itu. ?'
itu bukan buatan saya bang itu warisan dari orang tua saya bang. " oh begitu ,tapi masih terlihat seperti masih baru tentu non sangat pandai merawatnya.
Gadis itu hanya menyunggingkan senyum diwajahnya tanpa berkata. tentu saja Riko sangat menikmati senyum diwajahnya. sebab udara gelap. Riko hanya dapat menangkap senyum sesekali ketika lampu jalan menyinari wajahnya. " turun dimana non ? sambil menempelkan pipinya ke pipi gadis itu. namun anehnya gadis itu hanya cuek saja saat Riko mulai menunjukan kenakalnnya.
tiba tiba gadis itu berkata "dekat jembatan.
"jembatan mana
jembatan Gadog dekat sungai musi"
Menurut Riko jabatan yang ingin dituju sudah dekat mobilnya akan sampai satu tikungan lagi.
" mampir kerumah ku dulu bang ' kata gadis itu tiba tiba.
" sebaiknya lain kali saja. Non. lagi pula hari sudah larut malam '";
Abang rumah saya tidak mengenal siang atau malam sama saja. lain kali kita sulit untuk bertemu, desak gadis itu.
" nah STOP disini bang..
Riko menekan rem mobilnya dan mobilnya berhenti persis ditengah - tengah jembatan.
" ayo Abang harus singgah ke rumahku ' gadis cantik itu menarik tangan Riko dan seolah terkena hipnotis Riko yang tadinya menolak mengikuti semua yang dikatakan gadis itu terhadap dirinya dilarut malam seperti ini.
Nah .. itu rumahku setelah Riko menutup pintu mini busnya.
Riko melihat ke arah yang ditunjuk gadis itu dia begitu terkejut melihat apa yang terpampang di depan matanya. sebuah rumah yang indah dipenuhi dengan kerlap kerlip lampu yang menghiasi rumah gadis itu. Riko tidak tau rumah itu rumah tipe tahun berapa rumah moderen atau rumah antik. Hanya yang terbesit dibenak Riko rumah itu mempunyai tipe yang aneh , tipe yang tidak pernah Riko lihat.
Riko mengikuti gadis itu berjalan dengan melewati taman dengan jalan yang menurun. pandangannya mengitari bunga bunga yang tumbuh ditaman, namun Riko merasa tidak pernah merasa pernah melihat bunga bunga itu sebelumnya. semua tampak menabjubkan. tiba - tiba dia sangat terkejut dengan ingatanya sendiri. bukankah di sini ada sungai yang dilewati oleh jembatan tadi kemana perginya jembatan. dia ingat bahwa 2 tahun yang lalu dia pernah turun ke sungai itu untuk membantu mengangkat peti mayat mayat dari dalam bus yang terguling ke dalam sungai. iya" Riko betul-betul ingat bukankah dulu disini tidak begini?
adegan waspada matanya terus mencari sungai itu, tapi anehnya dia tidak berhasil menemukannya. jembatan yang dilewati tadi tidak juga nampak terlihat kemana hilangnya. yang dilihat hanya jalan yang menembus taman dan semak-semak yang aneh. hatinya bertanya, apakah dia telah jauh berjalan? tapi dia merasa tidak. sebab menurut perasaannya dia baru berjalan beberapa langkah saja. dengan perasaan bingung dengan hati yang gundah ia menghentikan langkahnya, mencoba mengingat-ingat sesuatu hal yang mungkin pernah terjadi. Rico merasa bagai bermimpi, namun indranya merasakan bahwa dia tidak bermimpi.
untuk meyakinkan ini mimpi atau tidak dia mencubit tangannya sendiri. cubitan itu terasa sampai ke tulangnya. itu berarti bahwa dia tidak sedang bermimpi. terbesit di pikiran nya, apakah gadis yang aku ikuti adalah tukang sihir? dia sendiri tidak berani menanyakan hal itu. bukan kata di rumah yang dituju kelihatan cukup dekat dari jalan raya? namun kenapa dia belum sampai ke rumah itu.kenapa jalan dan jembatan yang dilalui tadi sudah tidak kelihatan? pertanyaan-pertanyaan itu terus bermunculan di benaknya.
" hei ,, kenapa bingung ! apa ada sesuatu yang aneh? " gadis itu mengejutkan lamunan Riko. ' semua serba aneh, apa yang kau lakukan terhadap diriku? " apa yang kau lakukan? aku tidak melakukan apa-apa terhadap dirimu. masuklah nanti saya jelaskan. ucapan gadis itu dia kita kan Riko.
Rico kembali terkejut,sebab-sebab tiba-tiba telah sampai persis di depan pintu rumah gadis itu. gadis itu membuka pintu yang sepertinya tidak terkunci, lalu keduanya masuk. Riko agak ragu untuk melewati pintu, dia meneliti rumah itu. gadis yang menggunakan long dress menarik tangannya untuk masuk meregangkan sebuah kursi dari mejanya lalu mempersilahkan Riko untuk duduk di kursi. tanpa basa-basi Riko duduk di ruang tamu dan mengamati segala yang ada di ruangan itu. semua perabotan tampak mewah dipenuhi barang-barang antik. dia mengamati meja dan kursi yang didudukinya. Riko sangat yakin bahwa kursi itu seperti kursi bekas peninggalan zaman kesultanan.
gadis itu itu menyedihkan minumanan untuknya. " tak perlu repot-repot , saya mau cepat pulang. " kenapa mesti tergesa-gesa. sebagai bukti persahabatan kita mari kita minum kopi terlebih dahulu. kata gadis itu sambil duduk di hadapan Riko. karena Riko sedang haus, dia langsung saja meminum kopi yang masih mengeluarkan asap. gadis itu pun melakukan hal yang sama . rumah ini tidak terkunci,selain kalian pasti ada orang lain yang tinggal di sini. "ya, kau benar kami tinggal di sini bertiga bersama ayah dan ibu angkat kami. mereka ada di kamar,,,,". jadi kalian tidak tinggal bersama orang tua sendiri. lalu dimana orang tua kalian? "
saat itu mulai timbul kecurigaan dalam hati Riko dia menduga-duga, apakah rumah itu rumah bordil yang baru saja dibangun dan apakah gadis yang sedang duduk di sebelahnya adalah pelacur yang baru saja di sewa orang. kalau bukan pelacur tidak berani memasukkan lelaki pada larut malam. gadis macam mana dia, membuat hati Riko menjadi penasaran beribu pertanyaan mulai timbul di dalam otaknya.
"2 tahun lalu orang tua saya di Palembang namun, setelah alam kami berpisah sama kami tidak pernah bertemu lagi.
maksud nona ?
" nah, dengarkanlah! kini aku akan bercerita" gadis itu mulai bercerita.
" kau ingat kecelakaan yang terjadi di jembatan tepat tempat kita berhenti.
"kecelakaan apa?
sebuah bus yang terguling masuk ke sungai dengan seluruh penumpangnya meninggal dunia.
" yah. aku ingat. bahkan aku ikut mengangkat mayat mayatnya. lantas apa hubungannya dengan diri kalian? kau ingat pada tubuh seorang gadis yang memakai long dress berwarna hijau yang pertama kau angkat dari dalam bus bersama kawan-kawanmu.?""
ya aku ingat , betul .
Riko mengangguk. tiba-tiba dadanya menjadi berdegup keras. " nah akulah gadis itu. " tapi bukankah nona telah mati saat itu . saya ingat satu hal bahwa kepala nona pecah berlumur darah dan wajah mana sudah tidak dapat dikenali lagi?""
ya , aku memang telah mati.sebab itulah tadi kukatakan bahwa aku dengan ibuku alam nya sudah berlainan. sekujur tubuh Riko tiba-tiba menjadi gemetar. ingin rasanya lari dan berteriak dengan sekuat-kuatnya ya, tapi tidak dapat dilakukan, seperti ada aura gaib yang menguasai dirinya. dia hanya bisa berkata terbata-bata menunjukkan bahwa dirinya benar-benar takut.
ja......di.....nona adalah hantu? iya aku adalah roh gadis itu yang dipungut oleh jin jembatan. tapi jangan takut. aku tidak bermaksud jahat. Aku hanya ingin meminta dompet ku yang dulu kau ambil dari tasku. kau harus mengembalikannya kepada ibuku beserta isinya. dompet itu berisi uang tunai tujuh ratus ribu rupiah dan seuntai kalung emas seberat sepuluh gram. kalung itu milik ibuku , kau harus dapat menemukan alamatnya.
gadis itu menatap dengan tajam matanya seperti mata setan putih dan menakutkan. jantung Riko terasa berhenti. tulang tulangnya terasa copot.
"" tapi nona !!
' tidak ada tapi . kau harus berjanji mau mengembalikan dompet itu kalau kau ingin pulang dengan selamat.
" ta.....Pi ,untuk mencari alamat orang tua nona memerlukan waktu yang lama. tak ada tapi ,kataku. kau ku beri waktu satu minggu. jika kau tidak melakukannya dalam waktu seminggu. aku akan selalu menghantui dan mengejarmu meminta pertanggungjawaban mu.
'"baik nona. saya berjanji akan mengembalikan dompet itu beserta isinya secepatnya.
tanpa berpikir panjang Riko mengatakan itu karena saat itu dia benar-benar takut dan ingin kembali kepada keluarganya. dia ingat betul bahwa uang dan kalung sudah dia habiskan bersama teman-teman untuk berfoya-foya. iya juga tahu u bahwa tidak mungkin untuk mengembalikan uang dan perhiasan dalam waktu yang singkat. dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari-hari dan uang rokok apalagi penumpang yang susah didapat juga harga bensin yang naik. "" bagus hahahaha... suara perempuan itu tertawa kau memang sahabat yang sekarang kita lanjutkan persahabatan kita.
"maksud nona,!! Riko merasa bingung persahabatan apa yang dimaksud oleh perempuan ini.. Aku tidak ingin bersahabat dengan makhluk lain bisik dalam hati Riko.. "" kau harus menjadi sahabatku ku se terusnya kau harus selalu bersamaku''
sejenak Riko terdiam dan berfikir apa mungkin wanita ini menyukaiku Aku tidak mau disukai oleh hantu..
""kemudian gadis itu mendekati Riko""
keringat dingin mulai membasahi tubuh Riko tubuhnya bergetar menandakan bahwa dia benar-benar takut saat itu..
" tapi tidak mungkin nona, kita sudah berlainan alam ?? itu tidak jadi soal jawab wanita itu,, kalau begitu kaulah yang harus mengikuti ku ikut ke alamku dan artinya kau harus mati.
gadis itu mulai mendekati Riko kembali .. lalu mengulurkan tangannya seolah ingin mencekik leher Riko .. ketakutan seketika memuncak..
dengan seluruh tubuh yang gemetar dia bangkit dari tempat duduknya. gadis itu terus mengikuti Riko dengan tatapan yang begitu menakutkan.
""" jangan nona, ampuni aku. aku tidak mungkin mengembalikan dompetmu kalau aku menjadi hantu..
"""ayo mendekatlah,, kau tidak perlu takut,, Aku menyukaimu. ayo peluklah aku kau boleh bercumbu denganku seperti kau memeluk perempuan-perempuan ketika kau menjadi sopir truk dulu.. ayo lakukanlah denganku ..
bukankah tadi kau menginginkan aku melakukan sesuatu hal yang kau inginkan,, wanita itu mencoba mengingatkan Riko, ketika Riko menggodanya di dalam mobil tadi.
"""" tid......tidakkkkkkkkk
lepaskan aku.....nona !!!!
nona biarkan aku pulang. Aku berjanji akan mengembalikan dompet mu beserta isinya dan berbicara dengan kedua orang tuamu atas apa yang telah aku perbuat.. Riko benar-benar ketakutan. detak jantungnya serasa berhenti.. Riko bergegas keluar dari rumah itu ,, gadis itu mengejar dengan tangan seolah ingin mencengkram dan mengeluarkan suara yang sudah tidak asing lagi .... Riko tidak menoleh kebelakang dia terus berlari secepat yang dia bisa... tiba tiba kakinya membentur benda yang keras ,, braaakkkkkkk Riko terjatuh dengan tangan meraba di gelapnya malam dia tersadar bahwa dia terperangkap kembali dirumah itu. gadis itu mendekati Riko dengan langkah yang mengerikan . Riko tidak dapat berbuat apa-apa kecuali berdiri dengan kaki yang gemetar. Riko menyadari bahwa inilah ketakutan terbesar yang ia alami .. ketakutan seperti ini tidak dia alami ketika ia menjadi buronan seorang polisi bahkan dihajar oleh polisi ketika hendak melawan.. namun ketakutan kali ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata .
selintas dia ingat ketika masih kecil sering adzan di surau kampungnya. dengan sisa-sisa suara diapun azan di situ. dia ingat ketika belajar mengaji di kampungnya,, maka dia pun membaca ayat-ayat yang masih dia ingat dengan terbata-bata.. membaca ayat kursi yang dulu diajarkan oleh ayahnya. tiba-tiba hantu itu menghentikan langkahnya tepat di depan Riko.
hentika ..hentikan !!!!!!!!
apa yang kau lakukan cepat hentikan .. perintah hantu itu ..
kenapa tubuhku terasa panasssssss ..... gadis itu merintih kesakitan terus merintih dan terus merintih panasss.
Riko terus membaca ayat kursi berulang ulang ... dan anehnya ,, tiba tiba semuanya lenyap ... Riko bagai terbangun dari mimpi buruk. nafasnya kembang kempis .. alam disekelilingnya tampak gelap tidak ada lampu lampu yang indah tidak ada rumah yang Mega tidak ada taman dengan bunga - bunga yang indah ..
sambil terus membaca, kesadaran Riko mulai pulih. kakinya terasa dingin dia menyadari bahwa ada sesuatu yang mengaliri kakinya.. terdengar suara gemericik air..dia tersadar bahwa dia ada di tengah-tengah sungai sedang duduk di batu besar,, dengan tubuh yang benar-benar sudah tersadar di sudut tembok jembatan sepatu dan separuh celananya basah terkena air.
dengan nafas yang masih terengah-engah dan jantung yang masih berdegup keras dalam gelap dia meninggalkan tempat itu sambil terus menghafal ayat kursi. lalu dia merangkak ke atas menaiki tebing sungai yang cukup curam. mobilnya masih terparkir di ujung jembatan. ujung depan sebelah kiri mobil itu hampir menyentuh tanggul. dengan terengah-engah Riko berlari ke sana. masuk dan menyandarkan tubuhnya di belakang setir,, menunggu sampai degup jantungnya benar-benar normal dia mengambil sebotol minuman yang berada tepat di samping tangannya. dia menengok ke belakang.. melihat kernetnya masih tertidur dengan pulasnya. dia cepat-cepat membangunkan kernetnya,, dengan sisa-sisa suara yang masih gemetar. Yanto tergagap dan bingung tiba-tiba ada suara perempuan yang memanggil manggilnya.. dia yakin bahwa suara itu adalah suara hantu tadi hantu yang tiba-tiba menghilang ketika ia melafadzkan ayat-ayat suci. """" bang !!! bang jangn tinggalkan aku bang !!!!
Yanto kunci semua pintu ada hantu yan.....
kernetnya belum terjaga sepenuhnya namun tetap mengunci pintu ... suara itu semakin mendekat. dengan gragapan Yanto mengunci semua pintu. reko menghidupkan starter mobil , dua kali putar mobilnya langsung hidup tiba-tiba dari kolong jembatan muncul bayangan wanita yang berambut panjang. bayangan itu secepat kilat mendekati Riko kakinya tidak memijak tanah dan wanita itu berhenti persis di depan minibus Riko.
"""jangan tinggalkan aku bang ,,,!! tidak...!!!! Aku tidak ingin jadi hantu..!! Aku lebih senang menjadi manusia .. lalu dia menyalakan semua lampu mobilnya tapi anehnya lampu lampu itu tidak mau menyala.. dengan gugup Riko memasukkan persneling , mobilnya bagai tersendat lalu menabrak hantu tadi dengan cukup keras. anehnya hantu tadi tidak terpental sama sekali padahal benturan yang sangat keras, bahkan seperti melekat di lampu mobil daging yang membalut tubuh hantu tadi meleleh secara berlahan bagai lilin yang terbakar. lelehan daging tadi secara menjijikkan melekat di kaca mobil Riko. hingga terlihat tubuh hantu itu hanya tinggal kerangka-kerangka yang mengerikan sehingga membuat Riko kehilangan kontrol terhadap mobilnya. karena sekujur tubuhnya menjadi gemetar dan takut yang tidak menentu.mobilnya hampir menabrak tanggul di ujung jembatan. Rico membanting setir dengan gugup namun, setir tidak dapat dikuasai lagi mobilnya berjalan zigzag dengan berakibat fatal.. ya secara tidak langsung akan terjadi kecelakaan karena kehilangan kendali ujung kiri depan membentur tanggul yang memisahkan jalan raya dan parit yang cukup dalam. kemudian mobil yang ringkih itu terguling di tengah jalan beraspal dengan suara yang mengejutkan penduduk di sekitarnya.. selanjutnya Riko tidak ingat apa-apa lagi yang terjadi... beberapa jam kemudian an-nur dengar suara langkah dari sebuah lorong dinding bercat warna putih di kamar 21 rumah sakit umum Riko terbaring dengan kepala tangan dan kakinya dibalut perban putih. isak tangis terdengar olehnya iya dia tahu tangisan itu adalah tangisan air mata anak dan istrinya. Riko membuka matanya memandang sekeliling menyadari bahwa dia sudah tidak di dalam mobil lagi seketika tatapannya menjadi kosong bagai orang linglung dia benar-benar tidak ingat apa yang terjadi.