Namaku kelvin alexander, putra tetua keluarga alexander. Mungkin semua orang menggapku sebagai orang yang sukses, bahagia,harta yang melimpah ruah dan sebagainya,tapi kenyataan menyatakan semua itu adalah sebuah opini yang membangun nama baik di balik sebuah topeng yang sangat tebal. Mimpi, pasti semua orang menginginkannya walaupun hanya sebentar ataupun sesaat dan merasakan sebuah kata damai dan tentram dalam menutup mata, apakah itu akan berlaku bagiku? Tentu saja jawabannya tidak. Didikan keluarga alexander yang sangat keras, masa kecil yang seharusnya menjadi surga bagi anak-anak tapi malah menjadi neraka bagiku. Air mata, ketakutan, darah, dan kegelapan selalu menghantui setiap hariku bagaikan memori yang terus berputar di kepalaku. Alexander company perusahan yang bergerak di bidang teknologi komunikasi yang sangat terkenal di seluruh dunia, tapi tak ada yang mengetahui kalau peusahaan besar itu berisikan para penjahat kelas atas yang paling berbahaya di dunia serta penyeludup senjata dan narkotika.
“tuan kelvin semua yang anda perintahkan sudah saya laksanakan”ucap pengawal setiaku blaxton.
“ bagus, kita hanya menunggu ikan memakan umpanya ingat langsung habisi dan jangan biarkan ada yang hidup”ucapku dingin.
“ baik tuan” ucapnya meninggalkan ruangan itu.
Gumpalan asap rokok memenuhi ruangan gelap yang berdindingkan berbagai macam senjata. Memimpin semua jalur yang penuh darah, bahkan pemerintah negara B dan Z tak mampu melawan kami dan mau tak mau harus berlutut di hadapan geng black dragon yang ku dirikan. Aku tertawa melihat dunia yang kecil ini, mereka beranggapan bahwa mereka paling sempurna dan terbaik tapi mereka tak lebih dari butiran debu di tempat sampah.
“ bagus, terus telusuri ruangan itu dan temukan peti harta karun yang yang tersembunyi dibalik dinding yang di ucapkan pecundang tadi” ucapku sambil terus mengawasi kamera.
Lantunan musik yang indah yang menemaniku dengan nada yang kejam menjadi awal sebuah keberhasilan yang indah.
Tok.....tok....tok
“ masuk”. Ucapku dingin
“ permisi tuan, tetua besar memangil anda ke ruangan keluarga” ucap pelayan
“ baik aku akan turun, kau boleh pergi”
“ baik tuan”ucapnya sambil membungkuk meninggalkan ruangan
Aku menatap sebentar layar monitor besar dan berbalik meninggalkan ruangan kematian itu. Berjalan dengan berwibawa seakan adalah orang terhormat adalah sandiwara yang sangat hina yang harus ku lalui setiap hari. aku merapikan pakaian kemudian masuk kedalam ruangan itu.
Semua anggota keluarga berkumpul didalam ruangan itu termasuk adikku wiliam alexander.
“ kevin memberi salam kepada kakek” ucapku sambil sedikit membungkukkan badan.
” Duduklah cucuku kelvin “ucap kakek sambil tersenyum kecil.
Aku duduk tepat disebelah adikku, ia menatapku dengan mata sayunya seakan ingin memberitahukan sebuah kabar yang menyedihan. Tak ingin dirundungi rasa penasaran aku pun bertanya kepada kakek
“ kakek, bolehkah saya bertanya kenapa wiliam disini bukankah dia sedang sekolah dan tinggal bersama ibu di kota w” ucapku sopan.
“ kelvin aku akan memberitaukan kabar buruk ini padamu, aku harap kau bisa mengerti, ibumu telah di bunuh oleh ayahmu karena dia hampir membocorkan rahasia kita kekantor polisi. Untung saja orang pamanmu rey ada yang bekerja di sana dan memberitaukannya kepada pamanmu sehingga bisnis keluarga kita selamat’’ucap kakek.
Hatiku sangat sakit, mereka dulu berjanji tidak akan melukai ibuku kalau aku berada di keluarga ini dan mewarisi bisnis hina ini.
“ tidak apa-apa kakek perusahaan kita harus terus maju dan tidak boleh hancur, saya memakluminya” ucapku tersenyum sinis.
“mungkin semua orang sangat terkejut kenapa aku mengumpulkan kalian semua disini, aku ingin memberitau kalian bahwa perusahaan saingan kita SHY company sekarang sudah mulai menganggu jalanya perusahaan kita. penjualan produk kita akhir-akhir ini menurun drastis karena mereka” ucap kakek.
“ ayah, bagaimana kalau kita melenyapkan mereka, sama seperti perusahaan Alison 2 tahun yang lalu” ucap ayahku.
” Aku setuju dengan rencana tersebut, apakah ada yang keberatan”tanya kakek.
Aku mengangkat tangan dan berkata
“ kakek saya kurang setuju dengan rencana tersebut karena, saya khawatir itu akan menarik perhatian dunia dan membuat kita di curigai mengingat reputasi SHY company yang sedang melambung tinggi saat ini ”ucapku.
" kau benar, jika mereka menyelidiki nya kita benar-benar akan terkena masalah yang serius, lalu apa rencananya" ucap kakek
" kakek tolong beri aku waktu satu minggu, aku akan menghancurkan SHY company dengan caraku sendiri dan bila saat itu tiba aku akan menghabisi mereka dengan pasukan black dragon"
“ baiklah kelvin kakek menyetujuinya dan lakukanlah yang terbaik, aku harap adikmu wiliam bisa belajar banyak ilmu itu dari mu” ucap kakek bangga.
Rapat keluarga itu selesai, aku mengajak adikku wiliam menuju ruang rahasia yang berada di kamarku.
“ katakan yang sebenarnya bung apa yang terjadi kepada ibu, kenapa dia bisa di bunuh oleh kristian alexander” ucapku sambil menarik kerah baju adikku.
“ kakak ibu di jebak, ayah ingin membawaku pergi tapi ibu datang dan menghalangi ayah mereka berdua cekcok, aku berusaha melerai mereka tapi anak buah ayah datang dan menghalagiku dan akhirnya kepala ibu di tembak oleh ayah, tidak hanya itu ayah bahkan memaksaku untuk meminum pil penghilang ingatan untungnya aku punya obat penawar sehingga aku bisa mengingat semua peristiwa keji itu” ucap wiliam sambil menangis.
Aku mendorong wiliam menjauh, Aku kehilangan semua kata-kata, ibu meninggal dunia karena mereka keluarga alexander dan tanpa rasa bersalah sedikitpun mereka mengarang semua kebohongan yang sangat menjijikan itu untuk membohongiku.
"Ah keluarga alexander semua perbuatan kalian terhadap ibuku akan ku balas semuanya, darah dibalas darah, aku akan membuat kalian merasakan neraka.akan ku penuhi rumah ini dengan darah kalian"
ucapku dalam hati
aku menangis melimpahkan semua itu rasa sakit yang tertahan akhirnya keluar, aku segera menghapus semua air mata itu dan menghubungi orlando pasukan dragon white dan juga ceo sementara SHY company. Tidak ada yang mengetahui kalau sebenanarnya pemilik SHY company adalah aku kelvin alexander. Karena sesudah malam ini keluarga alexander akan berakhir dengan tragis.
“ orlando, aku ingin semua pasukan bersenjata kita red dan white dragon berkumpul malam ini di markas rahasia kita malam ini karena malam ini kita akan memulai rencana 55GZH”ucapku tegas.
“ baik tuan” jawabnya.
Aku menenangkan wiliam dan memberikanya sebuah pistol.
“ adikku,maukah kau memenuhi keinginan terakhir kakakmu yang jahat ini”ucapku sambil memegang bahunya.
“ kakak aku tidak....tidak ingin melukaimu tolong buang benda terkutuk itu.. ak..ku benci melihatnya”ucap wiliam.
“ adikku yang baik malam ini kakak mau pergi keluar aku mohon simpan benda ini untuk berjaga-jaga kalau ada sesuatu yang membahayakan datang, kau harus hidup dan jalani hidupmu dengan kebaikkan apa kau mengerti bro” ucapku sambil menepuk pundaknya.
aku berjalan keluar kamar dengan tergesa-gesa. Aku menuju ruagan kakek untuk meminta izin keluar.
“ kakek aku ingin pergi keluar, aku mendapat laporan kalau ada pemberontakan pasukan di kota B bagian utara. Untuk berjaga-jaga pasukan black dragon akan menjaga kediaman ini” ucapku sopan.
“ baiklah, pergi dan redam pemberontakan itu dan jangan sampai membahayakan nyawamu” ucap kakek tegas.
Aku mengendarai mobil dengan kecepatan penuh menuju markas rahasia bagian timur kota B. Disana pasukan yang berjumah kurang lebih 1000 orang itu telah berbaris rapi, mereka menyambut kedatanganku
“ tuan selamat datang “ ucap mereka menundukkan kepala sebagai bentuk tanda hormat.
“ terimakasih untuk sambutan kalian semua, aku tau kalian rela mengorbankan nyawa kalian untuk menjaga SHY company dan juga diriku ataupun orang lain didunia ini.......”
selesai berpidato aku memerintahkan mereka menukar pakaian mereka menjadi hitam sama dengan tiger suit dan menuju ketempat pabrik-pabrik gelap perusahaan alexander. Satu persatu pabrik-pabrik itu diledakkan mulai dari pabrik senjata hingga pabrik narkotika semuanya hancur menjadi debu, banyak orang-orang mati, tempat itu menjadi kuburan bagi para penjahat –penjahat itu, tetesan darah yang mengalir deras di sertai suara tembakan peluru yang memekakkan telinga menjadi sebuah latunan musik yang indah bagiku.
Pukul 00.00 aku berada di depan masion keluarga alexander menghirup udara segar yang ada sebelum perang berdarah yang menyakitkan ini di mulai, hari ini adalah hari yang paling ku nantika selama hidup ini, yaitu menghancur keluarga Alexander.
“ tim b dan tim c serang pertahanan bagian kanan dan kiri masion, untuk tim d dan e serang pertahanan belakang masion, tim f jaga bagian atas dan putuskan semua jaringan komunikasi dari masion, semuanya serangan dimulai dari 3...2...1 dan tim a ikuti aku’’ucapku melalui radio.
Masion yang sebelumnya tenang kini berubah menjadi kacau balau, banyak pasukan masion yang mati, taman yang indah menjadi mengerikan. banyak darah yang berceceran, suara teriakan, dan bau yang amis yang mengisi semua indraku, semua pengawal mati termasuk pasukan black dragon yang terdiri dari kriminal kelas atas itu. Setelah pasukan penjaga habis aku melangkahkan kaki memasukki rumah itu, satu persatu anggota keluarga itu diikat dan duduk dengan posisi berlutut dan mata yang tertutup kain merah termasuk wiliam adikku, aku memberi kode terhadap pasukan itu dan membawa wiliam ke kamarku.
“ ayah , kakek , paman dan yang lainnya, aku sungguh tersanjung kalian bisa berlutut di depanku” ucapku tersenyum sinis.
Mendengar suaraku mereka terkejut, kakek lalu berbicara
“ cucuku, apa yang membuatmu ingin membunuh kami semua, ku mohon demi kakekmu ini tolong lepaskan yang lainnya dan renggut saja nyawa tua kakek ini” ucapnya memelas.
" bajingan apa yang kau lakukan, apa kau lupa siapa yang membesarkanmu hingga menjadi seperti sekarang ini" teriak paman Rey
" kau benar kalian telah membesarkan bajingan seperti diriku di neraka yang indah ini sehingga aku bisa menjadi seperti sekarang"
Aku hanya tersenyum sinis mendengarnya, aku memberi tanda kepada para pasukan dan mereka semua menembak tepat di kepala mereka kecuali ayahku, kristian alexander. Aku melangkah mendekatinya
“ tuan alexander apakah kau masih ingin mengatakan sesuatu”ucapku dingin. dia hanya diam kemudian tertawa
“ anakku mungkin ini sudah waktunya, apakah sekarang kau ragu, maka dengarkan aku bunuhlah ayahmu yang hina ini,mungkin dengan kematianku ibumu bisa tenang dan saudara ibumu yang lain juga bahagia diatas sana. Aku sungguh bodoh dan lemah karena diriku kalian harus menderita dan terus menitikkan air mata yang tak terhingga, ku mohon bunuhlah aku dengan tanganmu sendiri agar aku bisa tenang dan pergi dengan damai ,ku mohon” ucapnya sambil tersenyum.
“ dengan senang hati “ ucapku.
Aku mengambil pistol kemudian ku arahkan ke kepalanya dan berkata
“ selamat tinggal ayahku tercinta”ucapku padanya bersamaan dengan tembakan peluru yang mengenai kepalanya.
Aku memanggil orlando yang memintanya untuk menjemput adikku yang berada di kamarku.
Wiliam datang dan memelukku dengan erat sambil menanggis “ kakak hiks.... aku takut “ ucapnya sambil menangis. Aku melepaskan pelukanya kemudian menepuk pundaknya dan berkata
“ hei bro, kau ini masih umur 7 tahun atau 15 tahun masa masalah ini aja nangis, adikku bukan seorang pencundang ingat itu” ucapku sambil tersenyum.
Ia berhenti menangis dan menghapus air matanya lalu tersenyum
“ kakak ayo kita pergi dan tinggalkan kota ini” ucapnya sambil menarik tanganku.
Aku hanya diam dan melepaskan genggaman tangannya dan berkata
“ adikku, apakah kau lupa apa permintaan terakhirku yang ku sampaikan padamu tadi sore hmm”.
Senyuman yang terpancar di wajahnya langsung hilang berganti dengan wajah murung. Aku memakluminya, aku menyerahkan pistol yang ku pegang kepada wiliam dan bekata
“ kumohon, aku tidak ingin hidup dengan menanggung semua dosa yang sangat banyak ini, kumohon padamu adikku,biarkan aku pergi dengan tenang dan bahagia. Kumohon” ucapku sambil mundur menjauhinya.
“ tidak....kakak aku .... tiidak” ucapnya gemetaran.
“ kumohon lakukanlah” ucapku sambil berteriak.
wiliam. hanya diam membisu, ia memandangi pistol itu dan membuangnya.
ia melangkah mendekatiku dan berkata
" aku tidak bisa melakukan nya... kau adalah kakakku hanya kau satu-satunya anggota keluarga yang ku punya setelah ibu... bagaimana mungkin aku membunuhmu" ucapnya sambil menunduk
" aku hanya memintamu untuk membunuhku, karna setelah ini kau harus bisa melupakan semua hal yang menyakitkan ini,, ingatlah jangan pernah hidup menjadi pecundang lagi dan buktikan pada dunia kalau kau berasal dari keluarga Song, maka lakukanlah jika kau benar-benar menghargai ku sebagai kakak mu" ucapku dingin
"tapi...a..ku"
aku menampar wajah wiliam. ia terdiam dan mundur beberapa langkah menjauhi ku. matanya berlinang air mata. aku memberi kode kepada Orlando untuk menyerahkan pistol itu kepada wiliam.
wiliam mengambil pistol itu dan mengarahkan nya kepadaku dan
dorr.....dorr....dorr
Suara tembakkan terdengar olehku dan mengenai bagian dadaku. Aku menatapnya wajah adikku samar-samar menangis ia memegang tanganku erat
“ kakak maafkan aku” ucapnya berulang-ulang .
sambil tersenyum aku berkata “ terimakasih adikku, setelah ini tolong lakukan kebajikan dan jangan pernah mengikuti jejak yang di berikan oleh keluarga alexander ini ataupun aku, pergilah” ucapku pada adikku.
“ orlando tolong jaga wiliam dan cepat bawa semua pasukan keluar dari sini karena bom akan meledak dalam 15 menit lagi ku mohon cepatlah” ucapku sambil muntah darah.
“ baik tuan “ ucapnya patuh.
“wiliam sampai jumpa lagi” ucapku sambil melambaikan tangan.
Aku terjatuh dan menutup mata karna setelah ini keluarga alexander akan musnah selama-lamanya.
“ aku lebih baik mati seperti penjahat dari pada hidup seperti binatang liar yang tak punya akal, dunia ini begitu kejam menghalalkan semua cara untuk bisa mendapatkan semua uang,kekuasaan,dan juga kehormatan yang tak terhingga melalui cara yang haram dan penuh dengan darah. Hanya demi kenikmatan yang sementara tak peduli itu dengan nyawa orang lain ataupun keluarganya sendiri aku benar- benar benci prinsip seperti ini. selamat tinggal dunia yang menyedihkan”ucapku dalam hati sambil tersenyum.... [END]