Persahabatan antara Meylita dan Laras adalah kisah pertemanan yang tak biasa. Bagaikan Si Kaya dengan Si Miskin yang bersama. Meylita dan Laras sama-sama seorang siswa sekolah. Meylita atau biasa dipanggil Lita adalah seorang siswa yang terlahir dari keluarga kaya. Berbeda dengan Laras yang terlahir dan hidup dari keluarga yang kurang mampu.
Meski Meylita berasal dari keluarga yang kaya dia tetap senang berteman dengan siapapun. Tanpa melihat perbedaan entah itu harta atau pun penampilan. Yang dia lihat hanya sifat dan perilaku dari seseorang.
Cerita mereka dimulai dari Lita yang sedang dalam perjalanan berangkat ke sekolah lalu ia tak sengaja berjumpa dengan Laras.
Lita : "Hai.. kamu Laras ya? Salam kenal, aku M-E-Y-L-I-T-A Meylita. Panggil saja Lita." (Menyapa)
Laras : "Ah, Hai Meylita..Iya benar aku Laras. Umm.. bagaimana kamu tahu namaku? Apa sebelumnya kita pernah bertemu..?" (Membalas sapaannya)
Lita : "Kalo kamu mungkin merasa kita belum pernah bertemu. Tapi kamu sadar nggak kita sekelas lho.."
Laras : "..Jadi begitu ya. Maaf ya tadi aku tidak mengenalimu. ....L-Lita." (Berkata dengan nada lirih)
Lita : "Haha iya nggak apa kok Laras. Santai aja oke. By The Way kita berangkat bareng aja yok."
Laras : "Enggak makasih.. aku kan sudah ada sepeda. Kamu naik motor jadi kamu berangkat duluan saja."
Lita : "Kalo gitu aku di belakangmu ya." (Memperlambat laju motornya)
Laras : "Haha. Oke kalo kamu maunya kayak gitu. Awas ya jangan nyesel, ntar ketinggalan. Tata.." (Meledek sambik mempercepat laju gayuhan sepedanya)
Swussh...!
Lita : "Eh lho lho lho. Ahahahaha kamu ini ada-ada saja. Hei tunggu aku.." (Mengejar)
Brumm.. Brummm...!
BWAHAHAHAHAHAHAHHAHAHHAHHAHAHA...!
Suara tawa mereka mencairkan suasana jalanan yang sunyi.
Sejak hari itu mereka mulai berangkat bersama hampir setiap harinya (Kecuali hari minggu). Di sekolah mereka juga selalu bersama. Karena kedekatan mereka terciptalah persahabatan mereka.
Di suatu siang saat jam pelajaran terakhir. Hari itu jam terakhir kebetulan kosong jadi mereka hanya di beri PR saja. Menjelang bel berbunyi.
Lita : "Laras.., pulang sekolah nanti. Boleh nggak kalo aku datang ke rumahmu?"
Laraa : "Tentu. datang saja tidak perlu sungkan. Tapi nanti kamu pamit dulu ya biar orang tua kamu nggak khawatir.."
Lita : "Oke siap. Oiya nanti gimana kalo kita ketemuan di tempat biasa kita janjian kalo mau berangkat sekolah?"
Laras : "Boleh. Nanti kamu pulang duluan saja. Soalnya aku mau mampir beli barang."
Kriiing..!
Kriiing..!
Kriiing..!
Jam pelajaran terakhir selesai. Itu berarti waktu pulang telah tiba. Semua murid di sekolah di persilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Lita dan Laras tapi hari ini mereka tidak pulang bersama.
Lita : "Bye Laras.., sampai nanti." (Pergi untuk pulang duluan)
Laras : "Sampai nanti.." (Turut pergi untuk membeli barang)
Suasana di tempat mereka janjian. Laras datang lebih awal menunggu Lita di sana. Sampai Lita pun datang menghampirinya.
Lita : "Laras..!" (Memanggil dari kejauhan sambil melambai-lambaikan tangannya)
Laras : "Oh, Lita..!" (Menjawab sambil membalas lambaian tangan Lita)
Lita : "Let's go..!"
Laras : "HAHA. Ayo..!"
Mereka beranjak pergi dari tempat janjian lalu berangkat menuju rumah Laras. Sesampainya di rumah Laras. Lita langsung merasa sangat bangga mempunyai sahabat seperti Laras.
(Uwah.. nggak percaya aku sekarang main ke rumah Laras. ...Tapi.., bukannya rumah ini terlalu sempit? Laras keren banget, dia bisa tinggal di rumah seperti ini dengan bahagia.) ~ Lita dalam hati ~
Laras : "Mari masuk." (Mempersilakan)
Lita : "Oh. Oke makasih Laras. Eh tante, permisi tante.. saya Mey-."
(Tunggu. apa dia mau mengeja namanya lagi..?) ~ Laras dalam hati ~
Lita : "...Lita. Saya salah satu teman Laras di sekolah."
Ibu Laras : "Oh ini Meylita.., sini nak duduk dulu. Laras suka cerita soal kamu lho nak. Katanya kamu baik banget sama dia. Terimakasih ya nak Meylita sudah mau berteman dengan Laras. baik-baik ya kalian.."
Ibu Laras : "Kebetulan sekarang jam makan siang. Gimana kalau nak Meylita ikut makan siang bersama saja..?" (Sambil menyiapkan makanan)
Lita : "Eh, boleh. Terimakasih banyak Tante.." (Tersenyum manis lalu duduk di dekat Laras)
Lita : "Eum.. Laras, nggak apa nih? (Mendekat lalu berbisik pada Laras)
Laras : "Eh. Nggak apa kok, makan saja. Ahiya maaf ya kalau menurut kamu makanannya terlalu sederhana."
Lita : "Mana ada, nggak kok. Ini saja aku sudah sangat senang dijamu dirumahmu. Hm..Laras, mereka siapa?" (Menunjuk pada lima anak kecil yang sedang asyik bermain)
Laras : "Ohh, mereka semua adik-adik ku."
(Ap-apa? yang benar saja. Laras bilang mereka semua itu artinya selama ini dia punya lima orang adik? kalo gitu kayaknya seru dong ya, bisa main sama mereka setiap hari. Kalo aja aku bukan anak tunggal aku pasti nggak bosan di rumah sendirian.) ~ Kata Lita dalam hati ~
Ibu Laras : "Anak-anak ayo sini.. makan siang." (Memanggil adik-adik Laras)
Laras : "Lita,..Lita. ayo kita makan. Makanan sudah siap." (Sambil sesekali mengedip-kedipkan matanya)
Lita : "Hahaha. Ya ampun Laras." (Tertawa lirih melihat tingkah Laras)
(Hm.. Lezat sekali. Padahal hanya makan nasi dan telur dadar. Tapi kok rasanya bisa seenak ini.) ~ Kata Lita dalam hati sambil menyantap makanannya ~
Lita : "Umm.. makanannya sangat lezat. Aku sampai makan terlalu kenyang. Terimakasih atas jamuan makan siangnya Tante, Laras.."
Lita : "Ugh, jarang sekali aku makan senikmat dan sekenyang ini. Kalo makan di rumah pasti aku makan sendirian, kan jadi nggak nafsu. Papa sama Mamaku setiap hari sibuk. Huh, rasanya kesal sekali yang mereka pikirkan hanya pekerjaan saja. Jarang banget makan bareng sana sama aku, apa itu artinya selama ini mereka nggak pernah sayang sama aku."
Laras : "Eh lho kok gitu.. Hei Lita. Kamu nggak boleh gitu. Papa mama kamu pasti sayang banget kok sama kamu. Mereka bekerja juga buat kamu. Contoh nih seandainya Papa sama Mama kamu nggak kerja. Keadaan keluarga kamu sekarang pasti jauh lebih buruk dari keadaan keluargaku. Bahkan bisa jadi kita nggak bakalan pernah ketemu satu sama lain dan berteman seperti sekarang. Karena mungkin aja kamu nggak bisa sekolah. Selama ini, semua yang dilakukan Papa mama kamu itu semuanya demi kebaikan kamu.
Jadi kamu nggak boleh bilang kalo mereka nggak pernah sayang sama kamu."
Tak terasa hari sudah semakin sore. Lita pun pamit pulang. Setibanya di rumah ia menunggu ayah dan ibunya pulang hingga larut malam. Karena orang rumah bilang hari ini mereka akan pulang larut. Lita yang sudah mencoba menahan rasa kantuk nya, tanpa sadar ia ketiduran di sofa rumahnya.
Dan. Ketika kedua orang tuanya itu sampai di rumah. Hati mereka tersentuh mendapati putri mereka yang tertidur pulas di sofa menunggu mereka pulang. Lalu, Ayahnya membopong Lita ke kamar untuk tidur bersama ayah dan ibunya.
Malam yang panjang tak terasa telah terlewati. Pagi pun tiba. Lita juga telah terbangun dari tidurnya. Saat membuka matanya awalnya ia kecewa karena melihat Papa dan Mama nya sudah tidak ada di kamarnya.
(Papa mama nggak ada. Bahkan mereka pergi tanpa menungguku bangun. Jadi, apa yang dikatakan Laras kemari-n) ~ Lita dalam hati seraya bangkit dari tempat tidur lalu membuka pintu kamarnya ~
Seketika ia terdiam sejenak. Lita dengan perasaan kecewanya tadi kini berubah menjadi perasaan bahagia yang bahkan tak bisa ia bendung. Ia melihat Papa dan mama nya sedang menyiapkan sarapan menunggunya datang.
Lita : "Pa..! Ma..!" (Berlari sambil memanggil mereka)
Lita : "Makasih Ma, Pa.. udah sayang sama aku. Hiks, aku seneng banget begitu liat kalian ada disini buatin aku sarapan dan kita makan bareng.." (Berkata sambil memeluk ayah dan ibunya)
Saking bahagianya tanpa sadae air mata sudah mengalir deras dari matanya. Tangis haru bahagia pun menyelimuti suasana pagi. Kini pagi yang awalnya dia kira akan menjadi pagi terburuk sekarang berubah menjadi pagi yang paling berharga di sepanjang hari-harinya.
TripleA, 21 Desember 2021