Kita tidak tahu kapan datangnya cinta,kepada siapa cinta itu berlabuh.Cinta itu datangnya tiba tiba tanpa aba aba.Karena cinta bisa hadir dari sebuah kenyamanan,dan saling ketertarikan.
Liburan akhir pekan ini,yoana,sari dan juna berencana pergi ke pantai.Mereka bertiga adalah sahabat sejak dari SMA,bahkan status sari kini adalah kekasih juna.Ya' tahun lalu sari nekat menyatakan perasa'an nya terhadap juna,siapa sangka juna akan menerima ungkapan cinta sari.
"Sar,gimana? apa semua persiapan 'nya sudah lengkap?" yoana membuka parcakapan,hari ini mereka sedang bersiap siap untuk pergi liburan ke pantai.
"Tenang aja,semuanya udah lengkap kok" sari menenangkan yoan.
"Syukur deh kalau sudah lengkap semua,takutnya kan ada yang ketinggalan.Ngomong ngomong,pacar kamu mana sih sar? perasa'an lama banget 'deh kita nungguin dia." Yoana yang sudah sejak pagi datang kerumah sari jadi kesal sendiri karena juna belum muncul juga.
"Iya juga 'ya,ish...kemana sih si juna? masa udah jam segini belum nongol juga." sari menggerutu,merasa sebal dengan kekasihnya.
"Emang ya pacar kamu itu lelet banget sar.Dari dulu dia tuh yang paling susah kalau mau apa apa dia selalu santai,gak tau 'apa kita udah siap dari tadi" yoana tak henti hentinya menggerutu.
"Iiihhh...jangan gitu dong yoan, gitu gitu dia kan my honey tercinta." sari merajuk,merasa tak terima kekasihnya dijelek2 kin yoan.
"Hi hi,iya deh iya...maaf ya,becanda doang sar.Gitu aja ngambek." yoana terkikik geli melihat tingkah sari yang sedang merajuk.
Tak lama kemudian,deru mobil terdengar dan berhenti di depan rumah sari.
Tin...
Tin...
"Hey! udah pada nungguin 'ya,maaf lama.Tadi aku ngisi bensin dulu,terus mampir ke mini market beli camilan buat kita." juna menjelaskan keterlambatan nya,dia sadar kalau tidak segera memberi penjelasan pasti dicecar pertanya'an oleh para wanita itu.
"Apapun alesan kamu,yang jelas kita udah karatan disini nunggu kamu! ucap yoan sebal.
"Iya deh,maaf ya...biar kamu gak marah,nih aku kasih kamu coklat.Mau 'kan?" dibujuk dengan coklat kesuka'an nya yoan langsung tersenyum cerah,secerah mentari pagi ini.
"Iiihh...honey,kok kamu gitu si...yoan aja dikasih coklat,yang pacar kamu itu aku" tiba tiba sari memeluk juna manja sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya,nih kamu juga dapat" juna tersenyum sambil memberikan coklat kepada sari.
"Semuanya sudah siap 'kan? mari...kita berangkat sekarang,takutnya keburu siang.Aku malas kalau sudah terlalu panas" ujar juna.
Akhirnya mobil pun melaju dengan kecepatan sedang,di dalam mobil juna tak henti hentinya menggoda sari.
"Sayang,senyum dong cemberut mulu" goda juna sambil menjawil dagu sari.
"Iiihhh...honey apa'an si,siapa juga yang cembeerut.Orang aku lagi menikmati pemandangan nya kok" ucap sari tak terima dibilang cemberut.
"Bagus deh,aku gak mau kamu cemberut.Karena kalau kamu cemberut kamu itu akan tambah imut tambah ngegemesin" gombal juna.
"Iihh...my honey bisa aja deh,bikin aku tersenyum.Jadi tambah cinta" sari memeluk tangan kekar juna dengan manja.
Sedangkan di jok belakang,yoan hanya terpaku memandang keromantisan dua sejoli di depan nya itu.Hatinya serasa tercubit sakit melihat mereka seperti itu.Yoan memang cemburu,karena sebenarnya diam diam dia mencintai juna sejak dulu.Namun,sari bergerak lebih dulu dengan menyatakan perasa'an nya terhadap juna.Dan jadilah yoana hanya bisa mengalah demi keutuhan persahabatan yang telah mereka jalin.
Yoana hanya memandangi juna dari spion mobil.Hatinya berdebar kencang manakala matanya tak sengaja bersitatap dengan netra mata juna yang juga diam diam mengintip yoana dari spion mobil.
"Khem.." yoana berdehem canggung sambil memalingkan wajah.
Deg...
Deg...
Irama jantung yoana dan juna berdegup kencang,yoana dan juna jadi salah tingkah.
"Sial" rutuk juna dalam hati.
"Ampuunnn,yoan ngapain sih kamu pake ngeliatin si juna segala.Ketahuan kan jadinya,duuhh...asli,malu banget inimah" yoana merutuki kebodohan nya,yang diam diam memperhatikan juna.
Sedangkan juna sendiri dia tak puas,dia terus mencuri pandang terhadap yoana dari spion mobil berharap yoana akan memperhatikan dirinya lagi.
Dan benar saja apa yang juna harapkan terjadi,seperti ada magnet yang menarik yoan untuk kembali mencuri pandang terhadap juna dari spion mobil,ketika matanya melihat spion itu lagi ternyata.
Deg...
Kembali matanya bersitatap dengan netra juna,tapi kali ini ada yang berbeda juna memperlihatkan senyuman manisnya matanya memancarkan kehangatan yang mendalam ketika menatap yoana.
Seperti terhipnotis,yoana tak mampu berpaling lagi.
"Kenapa,ada apa dengan tatapan matanya terhadapku? apakah dia...?" segala macam pertanya'an berdatangan di kepalanya.
"Ah...tidak mungkin!" sangkal nya lagi.
Tak lama kemudian mereka bertiga sampai di tempat yang mereka tuju,Sari yang terlelap sejak tadi dia tidak tahu bahwa sudah sampai ke tempat tujuan termasuk insiden tatap tatapan tadi dia juga tidak tahu,karena saking pulasnya dia tidur.
"Sar,honey...bangun yuk,udah sampai nih" juna mengguncang bahu sari pelan,untuk membangunkan'nya.
"Hoahemm...udah sampai ya honey,aku pules banget ya tidurnya" tanya sari dengan suara serak khas bangun tidur nya.
"Iya,turun gih duluan.Aku mau bantuin yoana dulu nurunin barang barang kita,kamu duluan aja ke hotel" titah juna.
Akhirnya sari pergi lebih dahulu,tanpa rasa curiga.Yoana yang sedang sibuk menurunkan barang barang mereka dikagetkan dengan kedatangan juna yang menghampirinya.
"Sini,aku bantu an" juna tersenyum tulus.
Yoana mengangguk dan membalas senyuman juna.
"Hm..ya boleh," ucapnya pendek.
"Sudah,kamu duluan gih biar koper koper ini aku yang turunkan" juna merasa tak tega jika yoana mengangkat koper koper itu.
"Ih gak apa apa jun,gak berat kok" yoana menolak.
Akhirnya tarik tarikan koper itu terjadi,dan...
"Juna..." ucap yoana lirih.
Juna menggenggam erat tangan yoana,tatapan matanya sehangat mentari pagi,yoana tidak munafik.Dia merasakan kenyamanan dengan sentuhan dan tatapan juna.
"Biar aku,yang mengangkat koper ini" ucap juna lembut.
"Baiklah..." yoana hanya bisa pasrah,lagipula dia masih perlu menetralkan detak jantungnya yang tiba tiba berdebar kencang ketika bersentuhan dengan juna.
"Aku serasa terhipnotis dengan tatapan juna,ya tuhan...kenapa ini? seharusnya aku gak boleh memendam rasa cinta seperti ini terhadap juna,aku gak mau nyakitin sari" yoana meremas jari jarinya.
Akhirnya,yoan dan juna pun selesai menurunkan koper koper itu,mereka pun pergi kehotel menyusul sari.Disana sari sudah memesan kamar untuk mereka bertiga,sari satu kamar dengan yoan sedangkan juna dikamar lain nya.
Malam hari nya...
Waktu menunjukan pukul 22:30,yoana yang belum mengantuk pun pergi kepantai untuk sekedar menikmati angin malam.Dia menyambar syal dan jaketnya,karena angin pantai ber'embus kencang dia tidak mau kedinginan.Yoana menyusuri pasir putih itu bertelanjang kaki.Menikmati deburan ombak dan cahaya indah bulan purnama disertai bintang bintang yang bertaburan.
Yoana mendaratkan b*****nya di pasir putih itu,menikmati pemandangan malam di pantai itu,deburan ombak bersahutan.
Karena cuaca terasa sangat dingin menusuk,yoan pun memutuskan untuk mengumpulkan ranting ranting dan membuat api unggun,setelah api menyala diapun duduk kembali sambil mendengarkan musik dan menikmati indah nya malam.
"Andaikan juna ada disampingku" gumamnya lirih.
"Ih...mikir apa sih aku" dia mengetuk kepalanya.
Saat yoana sedang termenung,tiba tiba pundaknya ditepuk se'seorang dari arah belakang.Yoana terlonjak kaget,dia takut ada orang jahat yang akan mengganggunya.
"Siapa kamu?!" ucapnya reflek menepis tangan itu dan berbalik badan untuk melihatnya.
"Ini aku yoan,galak banget si" goda juna.
"Kamu jun...aku fikir orang jahat tadi" ucap yoana.
"Sini jun...duduk" yoana menepuk pasir disebelahnya.
"Kamu gak sama sari?" yoana celingukan.
"Aku sendirian yoan,sari sudah tidur.Dia kecapean habis jalan jalan tadi,dia cari cari kamu dikamar tapi gak ada,akhirnya aku mutusin buat nyari kamu.Dan ternyata kamu disini sendirian." terang juna.
"Owh,iya nih jun.Aku belum mengantuk,kebetulan aku bosan banget dikamar sendirian.Jadi aku putuskan untuk keluar,dan...disinilah aku" yoana tersenyum merentangkan tangan nya.
"Aku suka suasana malam dipantai ini,indah banget.Angin bertiup,deburan ombak yang berkejaran,langit yang cerah dengan cahaya bulan yang meneranginya,serta bintang yang bertaburan." Yoana memejamkan matanya dan merentangkan tangannya,ia begitu menikmati semua suguhan keindahan ini.
Rambut panjang yoana berkibar kibar tertiup angin,menguarkan aroma harum lembut bagi siapapun yang ada didekatnya.Yoana adalah gadis berparas anggun dan cantik,bibir tipis dengan sentuhan pink alami hidung yang mancung serta mata yang selalu memancarkan keindahan.Membuat siapapun pasti terpana,termasuk arjuna yang saat itu berada di dekatnya.
"Cukup sudah,aku tak tahan lagi.Aku tak bisa terus menerus menekan perasa'anku terhadap yoan,rasa ini benar benar menyiksaku.Argh..!" juna frustasi dan menjambak rambutnya sendiri.
"Kamu kenapa jun?" alunan merdu suara yoan mengagetkan juna.Yoan yang mendengar teriakan juna segera menghampirinya,dan bertanya.
"Yoan..." ucap juna lirih.
Tanpa diduga juna segera menarik pinggang ramping yoana kedalam pelukan nya,seolah tak ingin melepaskan nya ia semakin memper'erat pelukan itu.
"Ju-juna..." yoan tergagap,dia kaget dengan serangan dadakan juna.
"Shutt,sudah diam saja.Biarkan seperti ini sebentar saja" bisik juna lirih ditelinga yoan.
"Yoana...izinkan aku mengungkapkan segala perasa'anku terhadapmu,sejak dahulu hingga sekarang aku mencintaimu yoana,sangat mencintaimu.Sedetikpun aku tak pernah bisa melupakanmu,aku selalu berharap bahwa kamulah yang akan menjadi pendamping hidupku,kamu selalu dihatiku yoan.Bukan sari atau siapapun,hanya kamu yoan,hanya kamu satu satunya yang aku dambakan." arjuna mengungkapkan segala isi hatinya bagaikan air yang mengalir,ia begitu tenang mengungkapkan semua perasa'annya dengan memeluk yoan.
Yoan yang mendengar semua itu hanya diam mematung,antara bahagia dan sedih dia rasakan.Bahagia karena perasa'an nya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.Dan sedih karena dia merasa hubungan mereka akan sangat sulit,mengingat juna kekasih sari sahabatnya sendiri.Dan yoan bukan orang jahat yang akan tega menyakiti hati orang yang dikasihinya.
Namun,entah kebetanian darimana alhirnya yoan pun berani mengungkapkan semua perasa'an nya kepada juna.
"Sejak kita masih duduk di bangku SMA sebenarnya aku sudah menaruh rasa padamu,aku begitu mengagumi mu,begitu menyayangimu dan tentu saja sangat mencintaimu,namun...bukan hanya aku yang menaruh rasa padamu ternyata sari pun terang terangan kepadaku,menyatakan bahwa dia sangat mencintaimu,dan memintaku untuk mendukungnya.Sebagai sahabat aku bisa apa? aku hanya bisa mendukungnya untuk mengungkapkan cintanya padamu.Waktu itu aku hanya berharap,bahwa kamu tidak akan menerima cintanya.Namun,aku salah ternyata,kamu menerima cintanya dan kalian berdua langsung jadian.Kamu tau juna? waktu itu hatiku rasanya sakiiit sekali,hatiku hancur,tapi aku selalu berusaha tegar di permuka'an.Karena aku gak mau ada orang yang tahu bahwa aku sedang rapuh." yoan mengeluarkan semua perasaan terpendamnya selama ini,dengan linangan air mata.
seketika juna tersentak mendengar pengakuan yoan ia tidak menyangka sama sekali bahwa yoan akan membuat pengakuan yang begitu mengejutkan baginya.
"Katakan padaku,apa kamu benar benar mencintaiku yoan?" juna memegang pundak yoan dan menatap lekat yoan.
"Ya,aku mencintaimu" ucap yoan lirih,bahkan hampir tak terdengar.
"Maaf kan aku yoan,aku tidak menyangka bahwa dengan menerima cinta sari aku telah mengahancurkan hatimu.Waktu itu sebenarnya aku juga sangat berharap bahwa kamu yang datang padaku dan mengungkapkan cinta padaku,aku terlalu pengecut untuk menyatakan perasaanku terhadapmu yoan,dan kamu tahu yoan? sebenarnya aku sama sekali tidak mencintai sari sedikitpun,aku tak pernah mencintainya,saat ku terima cintanya waktu itu aku hanya merasa tidak tega untuk menolaknya karena sari sahabatku dan dia orang baik.Dan harapanku juga hilang,ketika kamu selalu bersikap hanya selayaknya sahabat.Padahal aku sangat berharap bisa menjadikanmu kekasihku."
"Kita sama sama bersalah jun,sama sama tidak mau berterus terang dengan perasa'an kita masing masing" ujar yoana.
Juna menatap lekat yoana,dipandanginya sepuasnya wajah cantik.Dibawah sinar rembulan kecantikan dan keanggunan yoana seakan akan ikut terpanacar,juna terpesona dia terhipnotis dengan tatapan mata teduh yoana.Seperti tersengat listrik juna reflek menarik tengkuk yoana dan mendaratkan ciuman lembut nan dalam di bibir yoana.Perlahan lahan ciuman itu semakin dalam dan dalam.Tanpa disadari ciuman itu semakin menuntut lebih.
Namun,yoan segera tersadar dan menghentikan aksi juna yang sudah terbakar gairah.
"Stop,juna! ini gila." teriak yoan.
"Ya,aku memang tergila gila padamu yoan,I love you,i love you yoan."
"I love you to,juna" bisik yoan.
Tanpa yoan sadari,dia sudah menjadi ORANG KETIGA dalam hubungan juna dan sari.