Namaku Elya Natalie, seorang gadis berusia empat belas tahun dan tidak memiliki kemampuan khusus. Namun, suatu kejadian sering menimpaku...
Malam itu hujan turun rintik-rintik.
Aku dan adikku yang berusia tujuh tahun, namanya Aldi Nugraha. Kami sedang ditinggal pergi oleh kedua orang tua kami menunggui nenek yang sedang sakit di puskesmas rawat inap. Pernah beberapa kali mereka tak pulang selama dua hari. Karena itu, kami sudah biasa ditinggal berdua.
Awalnya sih biasa saja, namun malam itu terasa ada yang aneh menurutku. Hawa dingin menyeruak masuk ke dalam rumah, padahal semua pintu dan jendela sudah tertutup rapat.
"Ah, mungkin karena hujan, jadi hawanya dingin!" batinku dalam hati.
Karena sudah larut malam, aku pun mengajak adikku untuk tidur.
"Yuk dek,kita tidur.sudah malam nih"Ku ajak adikku masuk kamar.
"Iya kak,"Adikku pun menuruti ku dan mengikuti ke kamar.
Setelah menunaikan shalat isya,kami tidur di satu ranjang.
Jam dinding berdenting menandakan pukul dua belas malam.
Kami sudah tertidur pulas saat itu.
Namun,sesuatu terjadi pada saat kami terlelap.seorang anak kecil berambut panjang yang terurai ke bawah dengan wajah yang seram,sedang melayang di atas tubuhku yang terbaring.ia juga tersenyum menampakkan giginya yang tak rapi.
"Astagfirullah"Aku terkejut setengah mati,mataku membelalak seketika setelah melihat penampakkan di depan mataku ini.
"Apa ini mimpi atau nyata?"Ku kucek mataku dengan kedua tangan untuk memastikan itu.namun tetap saja sosok itu masih melayang di atas tubuhku dengan tangan yang terulur.
"Ya Allah,Allahhu akbar"Aku pun langsung membacakan istigfar, syahadat,ayat kursi serta surat pendek yang ku ketahui.
Ku tiupkan do'a do'aku ke arah sosok itu sehingga ia bergerak melayang ke atas agak jauh dariku.namun saat itu,aku di kejutkan oleh teriakkan adikku yang tidur di sampingku.
"Aaaaa...kak.itu apa?itu apa?"Ia menjerit sambil memejamkan matanya dan menunjuk ke atas dengan tangannya.
Aku langsung terbangun dan menepuk pipinya pelan."Hei,kamu kenapa dek?" Tanya ku padanya yang sedang ketakutan dengan keringat dingin yang membasahi badan.
"Tadi aku melihat,ada anak perempuan seumuran denganku yang sedang melayang di atas kita dan ia sangat menyeramkan kak.aku takut" Ia memeluk tubuhku begitu erat dan tak mau melepasnya.
"Itu cuma mimpi dek,tidur lagi ya?gak ada apa-apa kok,kan ada kakak"Ku bujuk adikku supaya tidur.
Adikku pun menurut padaku,ia berbaring di sampingku dengan memeluk tubuhku.
"Jangan lupa berdo'a ya dek!"Ku selimuti tubuhnya dan kepeluk dia.
Karena orang tuaku sudah melatihku shalat tahajud,aku pun terbiasa melaksanakannya.maka,setelah adikku tertidur.aku bangkit dan melaksanakan kewajibanku.
Hujan tak kunjung reda,kata orang kalau hujan gerimis itu suka lama dan awet.percaya atau tidak?emang benar adanya.
Aku tertidur di atas sejadah setelah selesai wiridh.Sampai jam dua pagi,hujan masih saja turun.udara semakin dingin.
Tok tok tok
Bunyi jendela kamar di ketuk dari luar,hingga membangunkan tidurku.
Aku berdiri dan mengintip di balik gorden,namun tak ada siapa pun di sana.
"mungkin itu cuma perasaan ku saja,"Aku pun tak perduli dan berbalik lagi.
Pada saat aku berbalik,bunyi ketukan kedua terdengar lagi dengan kencang dan membuatku kesal.
"Siapa sih yang mempermainkan ku" Gerutu ku sambil menyingkap gorden jendela kamarku itu.
"Astagfirullah!"sesosok wanita berambut panjang memakai pakaian putih berwajah hitam dengan dada berlubang dan lidah yang panjang menjulur ke tanah.dari lubang itu keluar cacing kecil yang bercampur darah.
Sungguh,aku melihat sosok itu sedang berdiri di depan rumahku.
"Ya Allah,Ya Robb.makhluk apakah itu?"Aku langsung menutup gorden dan tak lupa sambil membacakan ayat ayat Al-qur'an yang aku bisa.
Bagi gadis sekecil diriku,walaupun aku hapal surat-suratan atau ayat ayat qur'an.rasa takut itu tetep ada.
"Haahhh"Aku terbangun dari tidurku dan ternyata aku masih di atas sejadah.
"Ternyata cuma mimpi"Lega rasanya mengetahui itu.
Ku bereskan mukena dan sejadah lalu aku berbaring di ranjang di samping adikku lagi.
Saat aku mau berbaring,ku lihat wajah adikku yang gelisah dan ketakutan sambil meringkuk dengan selimutnya.
Ku usap pipinya perlahan."Panas banget dek!"ku pegang kening dan lehernya.ternyata panasnya tinggi.
Ku bangunkan ia perlahan dengan menggoyangkan badannya.
"Dek,bangun.kamu demam?"dia masih belum bangun malah semakin meringkuk di balik selimut karena menggigil.
Wajah pucat,nampak darinya membuatku sangat khawatir.namun aku ingat pesan nenek,jika seseorang tidur dalam keadaan gelisah dan ia pun sulit untuk di bangunkan.maka, bacakanlah dua kalimat Syahadat lalu tiupkan di ubun ubunnya.
Ku lakukan pesan nenekku,kubacakan dua kalimat Syahadat lalu kutiupkan di ubun-ubunnya.
"Alhamdulillah"Dia bangun dan langsung memelukku.
"Kak,aku takut.tadi ada yang dateng lagi,kuntilanak berlidah panjang.dia mau adek ikut sama dia buat nemenin di tempatnya.tapi untung kakak datang dan mengusirnya.jadi,adek gak di bawa sama kuntilanak itu."Panjang lebar penjelasan adikku,ia juga menangis dengan tersedu dan tak mau melepaskan pelukkannya.
Berarti tadi bukan mimpi,memang benar adanya dengan kedatangan makhluk itu kesini.
"Ya Allah,lindungi lah kami dari godaan setan terkutuk"Ku beri dia air minum yang sudah ku bacakan do'a sebelumnya.
Dia pun menjadi tenang dan tidur kembali,sampai pagi menjelang.
Ayahku pulang sendiri karena ibu masih menunggu nenek di puskesmas.
"Assalamuala'ikum El,Al.gimana?apa ada yang aneh?"Ayahku langsung bertanya.
"Waalaikumsalam.emang ada apa yah?"Aku gak ngerti maksud ayahku.
"Semalam ada kecelakaan di dekat stasiun kreta,tepatnya di pintuan. semua korban meninggal di tempat dengan luka yang cukup parah."Ayah menjeda ceritanya.
"Waktu di puskesmas,ayah mendengarkan cerita dari tetangga kampung.katanya,ia di datangi sosok lelaki tanpa tangan meminta tolong padanya.hiiiiiiyyy..serem ya?"Lanjut ayah bercerita.
Aku dan adikku cuma saling pandang.kami tak mungkin menceritakan kejadian semalam pada ayah.
"Apa semalam itu nyata?"Aku tak bilang pada ayah karena takutnya ia akan khawatir.
"Syukur lah kalau kalian baik-baik saja di rumah."Ucap ayah lega.
Sebulan sesudah kejadian itu,aku tak pernah bermimpi atau merasakan hal yang aneh lagi.
Namun saat aku menginap di rumah teman,kejadian itu menimpa kami.
Kami di tugaskan membentuk kelompok memasak nasi tumpeng, untuk merayakan Isra Mi'raj.dari wali kelas dan masing-masing kelompok terdiri dari delapan orang, yaitu empat laki laki dan empat perempuan.
Karena rumah Leni yang paling besar di antara rumah kami,kami pun menginap di rumahnya.
Saat itu pukul sembilan malam,kami sudah beres menggoreng apapun yang harus di goreng untuk pelengkap nasi tumpeng bungkusan buat di bawa pulang kami.
Karena masak nasinya besok subuh, kami pun melepas penat dengan bermain gitar.biasa ya anak remaja emang gitu,kalau masalah berisik paling jagonya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam sebelas malam,kami tidak sadar kalau sudah larut malam.
Orang tua Leni juga tidak menegur kami yang berisik di loteng rumahnya.
Saat kami sedang asyik bernyanyi dan memetik gitar,tiba-tiba terdengar suara cekikikkan dari arah rumah kosong di sebrang rumah Leni.
"Hihihihiiiiiiiii"Suaranya jelas terdengar oleh kami dan membuat kami diam sejenak mendengarkan, siapa tahu orang iseng.
Namun,suara tertawa itu terdengar lagi membuat bulu kuduk merinding.
"Waaaaaa...semua berlari masuk ke dalam rumah tanpa menutup pintu.
"Itu pintu masih ke buka"Tunjuk Rina pada yang lain.
"Ogah ah,takut"Mereka malah berdesak-desakkan.
Akhirnya,aku juga yang berani menutup pintunya.saat aku hendak menutup gorden,ku lihat sosok kuntilanak sedang berayun kaki.di pohon depan rumah kosong itu dan melihat ke arahku sambil menyeringai.
"Astagfirullah"Rasanya merinding banget melihat senyum sosok itu.
"Ada apa?"Mereka penasaran karena aku terpundur ke belakang.
Kutunjukkan jariku di depan dada.
Mereka pun mengintip ke luar namun tak melihat apapun.
"Gak ada apa-apa kok!"Mereka langsung kembali dan duduk di sofa.
"Masa sih?tadi jelas ada."Aku intip lagi ke arah luar dan tetap saja sosok itu ada di tempatnya.dia masih mengayunkan kakinya.
Aku bilang pada mereka,tapi mereka tak mempercayainya.
Seperti saat aku dan ibu berbelanja ke pasar.waktu itu,ada seorang anak kecil botak sedang mengambil uang dari dompet seseorang.aku yang melihat itu,otomatis ku tegur dia.
Tapi saat ku tarik tangannya,aku malah yang di tuduh mau mencuri dompet orang itu.
Ku jelaskan bahwa ada tuyul yang mau mencuri uang ibu itu.tapi mereka tak percaya dan malah memarahiku.
Ibuku menjadi malu,ia juga mengira aku beralasan saja.padahal,benar adanya makhluk botak itu.bahkan bukan cuma dia,di pasar banyak sekali sosok mengerikan yang menunggui kedai-kedai di pasar.
Kata orang,kalau mereka melalukan pemujaan atau pesugihan ke pada makhluk halus.maka ia akan terlihat seperti makhluk itu.
Entahlah,aku pun tak mengerti itu karena aku masih terlalu kecil untuk memahami itu.
Banyak lagi kejadian aneh yang menimpaku.namun saat aku membicarakan pada orang lain,mereka tak pernah mempercayainya.
Apa kalian juga percaya pada ceritaku ini?ku harap kalian percaya.
Karena,makhluk halus itu memang ada. keberadaannya tak di ragukan lagi.
Namun kita tak bisa melihatnya dengan mata terbuka.
Cuma seorang yang mempunyai kelebihan tertentu yang bisa melihatnya.
Tamat..