Kala itu Evander sedang berlibur bersama Ibunya mengarungi samudra menggunakan kapal kayu yang di buat oleh Kerajaan Romawi, kapal yang sering di jadikan perang sekarang beralih menjadi tempat transportasi.
Tidak ada kecurigaan sama sekali ketika sampai dan keluar dari kapal besar, ternyata tanah yang kita pijaki bukan sekali halaman rumah yang akan kita kunjung.
Semua orang di paksa berjejer, tangannya diikat bagai tahanan. Evander yang berusaha melarikan diri niatnya lenyap begitu saja ketika melihat orang ditusuk ketika akan kabur.
"Mau kemana kita?!"
"Apa yang sedang terjadi?!"
"Dimana salah satu temanku?!"
Banyak sekali teriakan orang yang tidak terima akan perbuatan prajurit Roma, namun kejamnya mereka sanggup menutup mulut apa yang di keluhkan.
Ibunya Evander tidak terlihat sama sekali, dia penasaran Ibunya itu akan baik-baik saja. Ketika sampai di bangunan megah dan besar mengelilingi banyak sekali penonton bersorak tempat itu adalah Colosseum.
Prajurit berkata. "Tampilkan yang terbaik, jadilah juara maka hidupmu bahagia serta tahanan kalian anak-anak, orangtua dan temanmu akan bebas ditambah uang emas cukup untuk 50 tahun hidup"
Mereka semua menyuruh para muda-mudi untuk diadu satu sama lain, raut wajah orang bermacam-macam di kompi tempat perlengkapan senjata menggantung dimana-mana, mental mereka diuji sedemikian rupa tanpa mengenal waktu tiba-tiba saja nyawa ajakan menerima ajalnya.
Mereka menyebut aksi ini dengan Gladiator. Para Gladiator akan saling melawan dan membunuh satu sama lain demi dirinya sendiri ataupun tahanan mereka. Sebelum di mulai, kompi tempat mereka bersiap berubah menjadi mencekam dan menjatuhkan mental orang lain ketika ada yang bunuh diri karena takut akan dibunuh.
Keluarnya dari dalam Evander cukup menggunakan pedang dan perisai serta baju zirah dan helm pelindung kayaknya Ksatria yang gagah dan ideal.
Tak disangka-sangka Evander menghabisi banyak sekali manusia kurang lebih sekitar 20 orang dalam pertandingan tersebut. Ternyata dia adalah salah satu prajurit Roma, pasukan penyerang paling depan yang tidak mungkin akan bisa bertahan hidup selama 5 menit di medan namun dia berhasil kembali dari kematian.
"Aku akan mengubah takdir manusia, aku tidak akan keluar sebagai pemenang sebelum aku menghabisi pemimpin kalian!!" Evander mengajak duel sang Raja untuk menghentikan pertumpahan darah ini.
"Aku menerima permintaanmu" Tak ingin memalukan rakyatnya Raja turun dari singgasana.
Tanah telah menyatu dengan basahnya air darah, pijakan tidak selalu mulus, dia membawa beban yang berat bagi Negara sekarang dia harus memikul lagi semuanya dari awal sebuah keluarga.
"Kenapa manusia selalu melukai satu sama lain?"
***