Hazel tampak santai di tempat tidurnya, matanya masih fokus pada layar laptop di depannya. Hazel lagi nonton drakor yang lagi happening sekarang, sesekali dia nyengir dan tertawa sendiri terkadang menutup mata malu karena ada adegan kiss nya. Semua itu tak luput dari pandangan pria yang sekarang lagi berada di depan pintunya. Narendra teman dari TK sampai SMU, Tom and Jerry real di komplek perumahan sini.
" Pantesan badan elo montok kayak gitu, kerjaan elo di kamar muluuu", kata Narendra yang mulai melemparkan jala untuk membangkitkan emosi si ndut yamg masih tak bergeming dikatakan seperti itu
"Plakk!!", Narendra memukul kepala Hazel karena tidak merespos hinaan yang dia ucapkan
"Kutu kupreett, anak Dhajal ganggu orang saja! Ini kamar gue terserah gue mau kayak gimana. lagian elo ngapain pagi pagi gini ke rumah orang . Bilang aja elo mau minta makan", balas Hazel sengit
"Ceiileh Ndut.. bersedekah ma orang pagi pagi banyak amalnya loh!", jawab Narendra tak mau kalah.
Bukannya jawaban tapi pukulan bantal tepat di wajah Narendra mewakili kekesalan Hazel.
"Hush hush pergi , hempaskan !!", kata Hazel yang menirukan salah satu Aktris ibukota yang punya Jargon " Hempaskan!!"
"Maju mundur ndut ndut ndut!!", balas Narendra tak mau kalah.
Akhirnya Hazel terpancing emosi dan menjambak rambut Narendra. Narendra pun tak mau kalah ikut membalas dengan menjambak rambut Hazel juga. Alhasil kegaduhan di pagi hari terjadi dan para tetua ( Mama Hazel, Papa Hazel , kedua kakak Hazel) ikut memisahkan mereka berdua, sungguh suasana pagi yang ramai. Petarungan di menangkan oleh Mama Hazel yang menjewer telinga kedua anak nakal itu.
Seperti Tom & Jerry habis bertengkar mereka akan sangat rukun seperti saat ini mereka bersama sama berangkat ke sekolah, lebih tepatnya Hazel nebeng di mobil Narendra.
"Elo yakin akan nembak si Bagas?", tanya Narendra
"Yakinlah , orangnya baik kayak gitu trus ganteng pula .. kyaaa!!", jawab Hazel histeris sambil memegang pipinya.
"Gue takut dia cuman manfaatin elo. Selama ini elo khan yang buatkan semua homework Bagas?", taya Narendra lagi
"Elo kok tau?", Hazel bertaya balik. Ternyata Narendra memperhatikan dirinya
"Apa salahnya sih bantu, gue yakin Bagas bukan seperti elo bayangkan. Selama ini dia tidak pernah menghina gue, malah dia yang sering bantu gue saat di bully!", kata Hazel yakin
"Tagi gue tetep saja khawatir ndut!", kata Narendra sambil mencubit pipi chubby sahabatnya ini
"Semoga saja tapi kita lihat saja nanti selepas gue nembak Bagas", kata Hazel lagi
Seperti sebelum sebelumnya apabila Hazel nebeng di mobil Narendra , dia minta diturunkan di belokan sebelum sekolah mereka. Pada awalnya Narendra menolak karena sifat Hazel yang tidak bisa dibantah akhirnya Narendra luluh dan membiarkan sahabatnya yang semok ini turun di tempat dia mau. Alasannya sederhana , dia tidak mau terlihat mencolok. Narendra anak dari pemegang saham tertinggi di sekolah tersebut dan Narendra juga merupakan Most Wanted di sekolahnya. Hazel tidak ingin nambah musuh, cukup di bully fisik saja. Hazel membiarkan dia di bully. Hazel cinta damai .
"isshh minggir si komo mau lewat!", kata seorang siswi di koridor sekolah.
"Makan apa aja elo bengkak kayak babi gitu!", kata siswa yang satunya
Dan masih banyak hinaan di sepanjang koridor sekolah saat dilewati Hazel. Hazel berjalan santai tanpa menghiraukan hinaan yang dilontarkan kepadanya. Matanya fokus mencari seseorang, seulas senyum terulas di bibir Hazel setelah melihat orang yang di carinya
" Bagas!!", panggil Hazel sambil berlari ke arah Bagas
"Ada apa Hazel?", taya Bagas ramah
"Aku mau bicara bisakah? jam istirahat nanti di aula sekolah", taya Hazel.
"Oke Hazel!", kata Bagas tersenyum dan berlalu dari hadapan Hazel
"Kyaa ganteng banget!!", bathin Hazel Histeris dan berlari menuju kelasnya.
Teettt teettttt...... bel istirahat berbunyi para siswa siswi berhamburan keluar kelas menuju ke kantin dan banyak pula yang mengikuti Hazel secara diam diam ke aula sekolah, mereka penasaran apa yang ingin disampaikan Hazel ke Bagas.
Tampak Bagas sudah menunggu Hazel, senyumnya masih seramah tadi pagi. Hazel menguatkan hatinya untuk berbicara
"Bagas , sejak dulu aku memiliki perasaan lebih terhadapmu. Maukah kamu menjadi pacarku?", kata Hazel lantang menutupi kegugupannya
"Ha ha ha ha... ", Bagas tertawa begitu keras , Hazel melirik ke arah Bagas , senyuman tadi menghilang digantikan seringai sinis di bibirnya
" Dasar bodoh!! Gue sudah lelah pura pura baik ama elo Babi!", kata Bagas menghina
" Asal elo tau, semua itu gue lakuin semata buat manfaatin elo ngerjain Homework gue!"
"Jangan mimpi , babi kayak elo bisa bersanding ama gue!", kata Bagas lagi.
Tawa riuh menggema di aula sekolah, para siswa dan siswi yang tadinya sembunyi sembunyi mencuri dengar pembicaraan mereka , menampakkan diri dan mulai menghina Hazel . Hazel mengepalkan tangannya dan berlari ke arah toilet. dia tidak mempercayai kenyataannya kalo Bagas sama brengseknya dengan yang lain. Hazel trus berlari dengan air mata yang terus mengalir di matanya. Byuurrr suara air jatuh menimpa Hazel, Hazel benar benar basah sekarang. Sekelompok siswi pelakunya, mereka ada siswi yang selalu membullynya. Hazel mematung, menunduk dan kecewa., sesuatu menutup kepalanya. Suara Narendra terdengar memarahi siswi2 tersebut, para siswi tersebut ketakutan akan kemarahan Narendra yang juga merupakan ketua Senat.Terdengar Langkah mendekat dan merangkul pundaknya
"Ayo kita pulang Hazel"
"Gue sudah izin ke guru", kata Narendra lagi
Hazel diam tapi mengikuti langkah Narendra, dengan tubuh yang ditutupi Jas Sekolah Narendra, Hazel berjalan di sepanjang koridor sekolah.
Senyum manis seseorang terkadang menutupi sifat aslinya.
"Hazel, elo mau langsung pulang ato gimana?", taya Narendra memecahkan keheningan
"Tidak! anterin gue ke butik langganan gue"
" Gue gak mau orang tua dan kakak gue tau masalah ini"
"Elo tau khan kakak gue kayak gimana"
"Bisa mati anak orang!", kata Hazel sambil memejamkan matanya
"Berarti bukan dia yang membantu gue , waktu itu saat gue terkunci di toilet", kata Hazel penasaran
Hazel menoleh ke Narendra. Narendra tersenyum
" Itu elo Naren?", taya Hazel, ditatapnya manik mata Narendra
"Gue ngikutin elo terus , saat elo dikunci di toilet. Gue sangat marah!"
" Gue pingin memukul para gadis itu tapi elo pasti tidak suka kalo gue lakuin itu"
" Dan hanya gue yang boleh membully elo karena you are mine!", kata Narendra yang kini sudah menepikan mobilnya.
Narendra memegang kedua pipi Hazel
"You are mine Hazel. Berhentilah menatap orang lain, hanya lihat ke arahku. kamu menarik saat kamu tidak sempurna. Ketidak sempurnaanmu itu aku menyukainya semua", kata Narendra lembut dan mencium kening Hazel
Blushh... wajah Hazel memerah, pengakuan manis darinya membuat hatinya bergetar dan menangis
"Cup cup knapa nangis Hazel ?" taya Narendra sambil mengusap bulir bening di pipi Hazel
"Apa kamu serius? apa kamu berkata seperti itu agar selalu dapat sarapan sampai makan malam gratis?", taya Hazel sambil sesenggukan
Narendra menghela nafasnya
"Gadis bodoh! aq bicara serius", jawab Narendra
"liat aq apa ada kebohongan di mataku?" taya narendra lagi. Hazel memandang Naredra mencari kebohongan di matanya. Hazel tersenyum melihat ketulusan Narendra. Narendra mengecup kelopak mata Hazel
" Sudah sudah... sekarang apa rencanamu Hazel?" taya Narendra
"Aku pingin menunjukkan jati diriku yang sebenar besok!"
"Dan aku mau perusahaan keluarga Bagas bangkrut , bukannya perusahaan ayah Bagas sering bermain curang jadi hancurkanlah", kata Hazel
" Ini baru Hazelku ", kata Narendra sambil mengacak rambut Hazel sayang. Narendra mengambil HPnya dan menghubungi seseorang . Besok pagi di pastikan saham perusahaan Ayah Bagas akan anjlok. Narendra dan Hazel diusianya yang muda sudah belajar untuk bermain di pasar saham. Kedua anak muda tersebut sudah memiliki perusahaan sendiri tapi masih dibawah pengawasan kedua orang tua mereka. Dua Pengusaha paling berpengaruh di Negara ini.