“kita putus..” mataku langsung membelalak saat aku tersadar dari mimpi buruk “huh huh huh” napasku berat dan keringatku bercucuran “itu Cuma mimpi” aku berusaha menenangkan diriku lalu aku pun bangkit dari tempat tidur dan segera ke dapur untuk mengambil air segar di lemari es.
“glug glug glug” aku meneguk semua air dalam gelas yang aku pegang “ah ternyata ini sudah pagi?” aku baru menyadari fajar sudah menyincing dan kini sinar matahari mulai menyilaukan mataku “aku harus segera pergi ke kampus” ya aku pun langsung bersiap siap sehingga aku kembali kekamar.
Pagi ini begitu cerah dan aku pun menunggu teman temanku datang di depan kelas ku aku duduk sambil mendengarkan lagu kesukaanku dengar earphone “jiya..” tiba tiba ada seorang cowok jangkung berdiri di depanku sehingga aku melepas earphone ku.
“alex ada apa?” tanyaku senang sungguh aku senang bisa melihatnya lagi setelah beberapa bulan alex pergi untuk pertukaran mahasiswa “kita putus” tentu perkataan alex nyaring di telingaku namun aku seolah tidak mendengar apa pun karena aku sangat terkejut.
“kau bilang apa?”
“kita putus!”
“tapi kenapa tiba tiba?”
“karena kau sangat gemuk seperti gajah” selesai mengatakan itu alex pergi begitu saja tanpa memikirkan diriku yang sedang tersakiti karena ulahnya yang semena mena terhadap hatiku “tes tes tes” aku tidak tahu mulai sejak kapan aku menangis namun hatiku terasa mati rasa.
“kenapa hiks..” aku tidak bisa menahannya lagi sehingga tangisan ku pecah dan membuat orang lain yang melihat tampak kebingungan “jiya kau kenapa nangis?” suara itu adalah milik davi teman sekelas yang paling dekat dengan ku “sudah jangan nangis” davi pun memeluk diriku dan aku merasa lebih tenang.
“jadi kau kenapa?” Tanya davi saat aku berhenti menangis “alex memutuskan ku?” mata davi langsung membelalak dan terlihat di wajahnya ekspresi amarah yang amat besar.
“dia kurang ajar sekali ya? Sudah tenang saja aku aka nada di sisimu selalu” aku langsung tersenyum karena hatiku merasa terhibur saat davi mengatakan hal itu “iya sudah ayo masuk kekelas dan lupakan saja cowok brengsek itu” aku mengangguk samar dan kami pun masuk kedalam kelas bersama.
Di dalam kelas aku sama sekali tidak bisa focus pada materi pelajaran yang di ajarkan oleh dosen karena pikiran ku melayang memikirkan perkataan alex, lalu mata ku menatap tangan ku dan bibirku langsung tersenyum ketir karena tanganku sangat pendek dan gemuk.
“tadi aku nimbang 65 kg berarti aku memang naik lagi berat badannya” aku mengeluh dalam hatiku sungguh dalam urusan berat badan memang membuatku selalu frustrasi karena aku selalu gagal diet dan berat badanku naik terus.
“ada apa jiya?” bisik davi yang membuatku tersentak “ah aku nahan pipis ini, aku permisi aja deh” aku langsung berdiri lalu meminta izin pada dosen untuk keluar dari kelas “sss” sampai di toilet aku hanya mencuci tanganku.
“ini kesekian kalinya aku gagal menjalin hubungan dan karena aku gemuk, Pyarrr…” aku kesal sehingga tanganku meninju kaca yang memantulkan wajahku.
“apa kau puas sekarang?” mataku membelalak saat mendengar suara davi sehingga kepalaku menoleh kearahnya “kau tidak mengerti” kataku menundukkan kepala sehingga davi menghampiriku.
“aku mengerti perasaan mu!”
“berhenti berkata kau tahu segalanya!”
“kalo gitu berhenti lah mengeluh..”
“kau..” aku hendak melangkah kan kakiku namun davi langsung memegang lenganku “aku bisa membantu mu jika kau mau?” mataku langsung menatap tajam mata davi yang ramah itu “kau gak akan bisa membantu apa pun” selesai mengatakan itu aku langsung menarik paksa lenganku hingga terlepas dari pegangan tangan davi.
“baik lah kalo itu mau mu” aku tidak menggubris perkataan davi dan aku memilik terus melangkah kan kakiku tidak perduli darah di jari jari tanganku menetes karena rasa sakitnya terkalahkan oleh rasa yang berkecamuk di dalam hatiku yang sedang marah ini.
Setelah kejadian itu hari hari yang aku lalui tampak sepi, davi menjauhi ku dan alex memiliki pacar baru yang jauh lebih cantik di banding aku yang biasa saja dan hal yang paling menyakitkan adalah setiap cowok yang mau berpacaran denganku.
karena otakku genius dan aku tidak pernah mempermasalahkan jika mengerjakan tugas mereka walaupun hatiku sakit dan tidak terima setidaknya aku tidak kesepian namun kini aku merasa telah melakukan kesalahan besar yang membuatku kehilangan segalanya.
“jiya..” aku langsung menoleh kearah pintu tampak ibuku berdiri di sana “ada apa mak?” tanyaku sedikit malas “belikan adikmu obat batuk di warung?” aku pun menganggukkan kepala walaupun aku sedang malas.
Kini aku berjalan di malam yang sepi mataku melihat ke langit hitam namun sinar bulan meneranginya.
“lagi lagi seperti ini?” entah mengapa saat aku menatap langit hatiku terasa sakit dan aku ingin menangis “ceklek” aku pun masuk kedalam rumah dan selesai memberikan obat yang aku beli pada adikku aku pun kembali kekamar.
“bukk..” aku menidurkan tubuhku di atas tempat tidur lalu aku menutup mataku berusaha sebaik mungkin mengendalikan perasaan yang berkecamuk di dalam hatiku “aku kangen..” tiba tiba hatiku membisikan kalimat itu sehingga aku kembali membuka mataku.
“aku gak punya siapa pun kecuali bapak, mamak dan adik” aku mulai menyadarkan diriku bahwa di dunia yang kejam ini aku masih tidak sendirian masih ada keluargaku namun rasa sepi ini benar benar terasa padahal sejak dulu aku tidak pernah punya teman dan pacar yang benar benar mengakui keberadaan ku di hidupnya.
“drrtt drtt..” tiba tiba ponselku berbunyi sehingga aku langsung mengambilnya “nomor baru?” kata hatiku sehingga aku langsung menerima panggilan.
“halo ini siapa ya?” tanyaku to the point namun tidak kunjung ada jawaban sehingga aku hendak mematikannya “ini aku davi..” mata ku membelalak karena aku terkejut “ah benarkah?” aku senang karena ada yang mengingatku.
“iya jiya, hmm aku Cuma mau bilang bulan depan aku akan menikah dengan alex kau datang ya?”
“glotek.. halo halo jiya.. tot tot” aku tidak tahu mengapa aku tampak sangat kecewa dan marah bersamaan “tes tes tes” lagi lagi aku menangis karena hatiku hancur untuk kesekian kalinya padahal aku tidak salah namun kenapa aku yang harus mendapatkan luka ini “hiks hiks” aku menangis tanpa suara karena aku takut ayah dan ibuku mendengarnya.
“ya allah sakit sekali” aku merintih memanggil nama tuhanku sungguh aku tidak bisa mengambarkan keadaan ku mala mini sehingga aku tertidur dalam tangisku yang begitu banyak memberikan luka yang nyata dalam hatiku.
“jiya bangun..” tiba tiba aku merasakan tubuhku di goyang goyangkan oleh tangan seorang sehingga mataku pun terbuka perlahan.
“ah ibu aku masih ngantuk” keluhku lalu menarik selimutku kembali “ya ini sudah jam 6 pagi kau gak mau solat subuh kan kau juga ngajar hari ini?” aku tahu hal itu namun sekarang yang aku ingin hanya tertidur jika pun bisa untuk selamanya dengan begitu aku tidak akan merasakan sakit seperti ini lagi.
“jiya..” panggil ibu lirih yang membuatku menatap matanya “apa kau sakit?” aku langsung tersenyum ketir lalu kepalaku segera menggeleng “ibu bisakah sehari ini jangan mengangguku? Aku hanya ingin tidur besok aku janji akan bekerja lagi dan membantu ibu!” entah mengapa naluri ibu ku keluar sehingga dirinya pun mengizinkan ku bolos kerja dan membiarkan aku mengurung diri di kamar ini.
“aku harus berubah? Tapi bagaimana aku gak punya semangat sedikit pun?” kata hatiku saat aku berpikir hidupku seperti sampah apa yang aku percayai menghianatiku, apa yang aku perjuangkan selalu gagal dan mimpi serta harapan ku pupus begitu saja padahal aku berusaha dengan sebaik mungkin namun lagi lagi aku sama sekali tidak pernah merasakan keberhasilan sedikit pun.
Karena aku benar benar di titik paling rendah dan aku sama sekali tidak bisa bangkit dari keterpurukan aku pun berusaha menjalani hidupku semampuku tidak berharap apa pun lagi dan jika pun tuhanku mengambil nyawaku sekarang aku sudah siap dan jika pun umurku panjang aku hanya ingin berusaha tetap menjadi pribadi yang baik.
dan menyembunyikan setiap luka ku di senyuman yang selalu tersungging di bibirku yang seksi dan aku pasti akan baik baik saja karena sesakit apa pun rasa yang aku rasakan dalam hatiku tidak pernah mampu membunuhku namun membuatku sekarat dan mati rasa.
SELESAI
STAN talent STAN jiayou, Kalo ingin tahu perasaan ku sebenarnya tentang pria bacalah novelku yang berjudul "Distrik 4 & Distrik 10" maka kalian mungkin akan paham kenapa aku tidak respek sama pria lagi. tapi ingat novel itu hanyalah cerita fiksi yang terinspirasi dari kehidupan pribadi ku😉.