Hi, Namaku Rayna Anastasya.
Panggil saja aku Rayna, saat ini usiaku genap 24 Tahun dan bekerja di sebuah perusahaan bidang kecantikan.
Posisiku di perusahaan ini sebagai Sekretaris Direktur Utama . Aku bekerja di perusahaan kurang lebih baru sekitar 5 bulan.
Cukup berat, melewati berbagai hal yang sulit selama bekerja di perusahaan ini. Mulai dari Job Desc yang buat aku kewalahan di tambah bos yang super killer.
sebagai sekretaris aku memang sudah berkecimpung dengan posisi ini selama kurang lebih 4 tahun tapi Bos kali ini sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Dia salah satu bos termuda disini, usianya baru menginjak 25 Tahun dan merupakan ahli waris pemilik perusahaan ini. Nama dia adalah Tn. Leo Anindito Putra.
Meskipun terhitung masih muda, tetapi dia sangat kompeten dan sangat rapi saat bekerja. Tidak pernah sekalipun melihatnya melakukan hal konyol, dia selalu terlihat tampak keren dan dingin dengan wibawanya. Tapi dia juga memiliki kekurangan, tempramennya yang sangat buruk dan dia memiliki alergi terhadap kacang-kacangan. Termasuk Job Desc ku untuk memperhatikan makanan yang akan di sajikan Tn. Leo saat dia bekerja.
.........
Pagi itu, ada Meeting penting dari para pemilik saham. Aku disuruh Tn. Leo untuk membereskan berkas meetingnya dan menaruhnya di atas meja meeting.
Aku berusaha untuk mempersiapkan segalanya, memastikan tidak ada berkas yang tertinggal. dengan keadaan yang terburu-buru aku menyimpan berkas dan laptop milik Tn. Leo di tempat duduknya.
Setelah semua anggota rapat hadir sesuai jadwal, Tn. Leo mempersilahkan semuanya untuk duduk dan membahas materi meeting hari ini.
Meeting di buka oleh Manajer keuangan, dengan mempresentasikan tentang Grafik pendapatan bulan ini.
"Saya dengar dari beberapa karyawan di lapangan, jika produk kita terjual dengan penjualan yang tinggi. Tapi saya selalu mendapatkan laporan Grafik yang menurun"
"Betulkan kembali, sebelum mempresentasikannya" Tegur Tn. Leo dengan nada yang marah.
dia menggulungkan lengan bajunya, melonggarkan dasi dan memasukan tangannya ke dalam kantong celana. Berjalan keluar ruangan dan meninggalkan anggota rapat yang lain didalam.
Aku segera membereskan berkas dan laptop, segera menyusulnya ke ruangan kerjanya.
"Ini berkas dan laptopnya, Tuan mau saya buatkan kopi?" Tanyaku, agar amarahnya bisa kembali reda
"Kopi Americano, less sugar" Ucapnya singkat.
Aku segera menuju Pentry untuk membuatkan kopi sesuai requestnya.
Memasukannya ke dalam cangkir dan mengaduknya dengan sendok. Setelah kopi selesai dibuat aku segera menuju ruangan Tn. Leo kembali untuk memberikan kepadanya.
Naas nya saat tanganku mencoba untuk menyimpan kopi itu di samping lengannya, kaki ku tersandung kena kabel yang ada di bawa mejanya, kopi yang ada di tanganku tumpah ke baju Tn. Leo.
"Ahh sial" Lirih ku dalam hati dengan ekspresi mengeryitkan jidat.
"Tuan maaf, saya bersihkan tuan" Ucapku dengan tangan yang sibuk membersihkan bajunya
"Kamu ini bagaimana, kerja gitu aja engga becus"
Tn. Leo berusaha untuk berdiri dari tempat duduknya dan aku masih berusaha untuk membersihkan bajunya.
"Awww"
Kakiku terpeleset lagi untuk kedua kalinya, karena air kopi yang ada di lantai, aku menutup kedua mataku merasakan dekapan tangan yang menahan badanku dan aku merasakan bibir yang hangat menyentuh bibir ku.
dengan ragu aku membuka mata, di hadapanku ada wajah yang tidak asing, Oh Tuhan ternyata aku jatuh ke pelukan Tn. Leo dan bibir kami saling berciuman.
Jantungku langsung berdegup tidak karuan, karena takut akan amarah Tn. Leo dan terpanah karena ketampanannya. Tn. Leo hanya terdiam dengan mata yang melotot.
Beberapa detik pandangan kami bertemu, setelah tersadar aku langsung berdiri dan meminta maaf kepadanya.
"maaf tuan saya sudah ceroboh"
"Yasudah, nih cuci baju jas saya. Besok harus sudah bersih" Ucapnya membuat jantungku sedikit tenang.
"Untung saja aku tidak dimarahi" Ucapku dalam hati.
..........
Keesokan harinya, jas yang kemarin tertumpah kopi sudah aku cuci dengan bersih dan sudah di keringkan.
Seperti biasa, aku menyapanya dan memberikan jadwalnya untuk hari ini.
Jadwal hari ini tidak terlalu sibuk, jadi aku bisa sedikit bersantai di meja kerja ku dan mengerjakan dokumen dengan santai.
siang itu, aku kebelet untuk ke toilet dan meninggalkan meja kerjaku.
setelah aku kembali, aku berniat untuk memberikan berkas yang telah selesai aku kerjakan tadi.
Namun ketika aku membuka pintu, Tn. Leo sudah terkapar di lantai dengan badan yang penuh bercak merah.
Dengan panik aku membangunkannya tapi tidak ada jawaban, aku mencari-cari sekitar dan iya di mejanya ada kue yang baru saja dimakan, saat ku perhatikan dan aku rasakan ternyata kue itu mengandung kacang.
Aku langsung menelpon security agar segera masuk keruangan, setelah itu Tn. Leo langsung di larikan ke rumah sakit.
Aku menemaninya semalaman, sampai tidak sadar tertidur di sampingnya.
Aku membuka mataku, ternyata matahari sudah terbit aku tertidur sampai pagi.
Melihat ke arah kasur tapi Tn. Leo sudah tidak ada di tempat. Saat aku tanya ke perawat ternyata Tn
Leo sedang ada di taman untuk mencari udara segar.
Sebelum aku menghampirinya, aku membersihkan diri lebih dulu dan memakai parfurm agar tidak bau karena kemarin aku melewatkan mandi malamku.
dan aku mampir terlebih dulu ke kantin RS untuk membeli sarapan, aku membeli beberapa roti dan susu, aku pastikan tidak ada kandungan kacang di dalamnya.
setelah membelinya aku menuju taman untuk memberikan kepada Tn. Leo, karena aku tahu dia tidak akan mau makan makanan Rumah sakit yang rasanya hambar.
"Tuan silakan sarapan dulu" Ucapku
Dia hanya memandangi roti dan susu di sampingnya.
"Tuan kan tahu alergi kacang, kenapa makan cake yang ada kacangnya" Tanyaku
"Saya juga tidak tahu, kemarin OB mengantarkannya keruangan, dia bilang itu cake dari Manajer Keuangan sebagai hadiah buah tangan" jawabnya.
Aku tertegun, apakah Manajer keuangan secara sengaja melakukannya karena hal kemarin saat meeting, atau memang dia lupa mengenai alergi Tn. Leo itu?
Setelah memastikan Tn. Leo memakan sarapannya aku mengantarnya ke kembali ke kamar perawatan, membaringkannya di kasur dan pamit untuk pulang karena sebentar lagi pasti ada beberapa karyawan perusahaan yang menjenguknya tidak mungkin aku menyapa mereka dengan penampilan seperti ini.
Aku membalikkan badan, tapi Tn. Leo menahan tanganku menariknya kedekat dia sampai aku terjatuh di atas badannya.
"Saya tidak mau sendirian, kamu temenin saya disini ya" Ucapnya.
Aku terdiam dengan badan yang kaku, memegangi tangan Pria di hadapan wajahku.
"Hmm iya tuan baik" kataku dengan kalimat terbatah-batah.
Aku langsung berdiri dan merapikah bajuku.
"Kamu ambil saja kartu debit saya, setidaknya beli baju baru dan makanan"
"Baik tuan" kataku dengan patuh.
dengan jantung yang berdegup kencang aku keluar untuk memesan beberapa baju lewat aplikasi antar barang sehari sampai.
setelah barang datang, aku memutuskan untuk mandi di kamar mandi rumah sakit dan mengganti bajuku dengan yang baru, dan kembali keruangan Tn. Leo.
"Terima kasih ya, kamu sudah selamatkan saya dan menunggu saya semalaman" Katanya dengan nada yang sangat lembut.
Baru pertama kali setelah sekian bulan bekerja dengan dia, baru ku temui sisi dia yang lain. Aku hanya membalasnya dengan tersenyum.
"Sudah tugasku tuan" kataku.
"Rayna, apa kamu sudah punya pasangan?" Tanyanya
Aku langsung membuka mataku dengan lebar, memastikan kembali apa yang ditanyakan tadi.
"Hmmm anu tuan, saya belum punya pacar" Jawabku dengan ragu
"Kalau gitu, nanti besok malam saya ajak kamu makan malam. Kamu mau?"
Mendengarnya saja membuatku merinding, bagaimana bisa seorang Tn. Leo yang bersikap dingin dan acuh tak acuh saat ini sedang mengajak ku untuk makan malam dengannya.
"Tuan serius" Tanyaku dengan ragu
"Kenapa kamu ragu? saya serius"
..........
Makan malam tiba, aku sudah memakai baju yang paling bagus di lemariku, di padukan dengan tas dan heels yang warnanya masih senada.
Tn. Leo benar-benar menjemput kerumahku, bahkan dia sampai membukakan pintu mobilnya untukku. Aku merasa sangat tersanjung.
Kami sudah sampai di restoran yang bernuansa elegan dengan hidangan yang terlihatnya sangat mahal dan enak.
Kami mulai menyantap hidangannya, saat aku sedanh meneguk minuman tiba-tiba saja Tn. Leo melontarkan pertanyaan yang membuat saya tersedak.
"Rayna, apa kamu mau jadi pasangan saya?" Ucapnya
"Uhukkk.." aku sampai batuk karena tersedak.
"tuan bercandanya bisa saja" Kataku
"Aku tidak bercanda, aku memang serius suka sama kamu. Biarku buktikan"
Muaahhh
Aku sangat kaget, Tn. Leo tiba-tiba saja mencium bibiku dengan lembut, hanya beberapa detik tapi rasanya aku sedang naik roller coaster.
"Bagaimana, kamu sudah percaya?" Tanya tanpa rasa malu setelah menciumku
"Aku masih tidak percaya"
"Ya Tuhan, harus bagaimana lagi supaya kamu percaya kalo saya itu serius"
"kalau begitu, saya mau jadi pacar tuan" Ucapku dengan malu-malu
"Jangan panggil saya tuan lagi kalo bedua ya, panggil saja namaku"
"Baik Leo" Ucapku dengan senyuman Tn. Leo di bibirnya.
.........
Hari ini aku masuk kerja dengan perasaan yang sangat berbunga-bunga, dan diam-diam saling mencuri pandang dengan Tn. Leo. Kami memutuskan untuk menjalin hubungan Backstreet terlebih dulu agar tidak ramai jadi perbincangan karyawan lain.
Saat aku sedang mengerjakan tugasku, tiba-tiba saja panggilan telepon dari ruang tn. Leo, aku mengangkatnya dengan nada marah dia menyuruhku untuk memasuki ruangan.
"Ada apa ini" Lirihku dalam hati
"Kamu cepat beri tahu bagian personalia untuk segera memecat Manajer Keuangan sekarang juga!" suruh nya dengan nada tinggi.
"Baik tuan"
Aku segera menghubungi personalia, dan menjelaskan segalanya bahwa Manajer Keuangan sudah mencuci uang perusahaan dengan korupsi.
Manajer itu langsung di pecat hari itu juga.
aku mencoba menenangkan Tn. Leo sebisaku, dia malah bersandar di pundaku. Saat aku mengelus rambutnya tiba-tiba ada yang datang membuka pintu tanpa permisi
"Tuan leo, saya sudah mencarikan pengganti untuk manajer keu..." Ucapnya dengan terpotong setelah melihat kami sedang bermersaan.
"maaf tuan saya tidakihat" Katanya dan langsung membalikkan dan membelakangi kami.
"Tidak apa-apa, bagus kalau sudah cari penggantinya".
..........
Keesokan harinya
"Selamat siang semuanya, hari ini saya akan mengumumkan sesuatu hal yang penting" Ucapa Tn. Leo didepan semua karyawannya
"Bulan depan, saya akan menikah dengan Rayna"
semua orang terdiam dan menutup mulutnya seakan tidak percaya, termasuk diriku sendiri.
Tn. Leo tidak pernah berbicara tentang hal ini sebelumnya, ini seperti lamaran yang tidak disangka-sangka.
Dia berlutut di hadapanku dan mengeluarkan kotak berwarna merah berisikan cincin.
"Will you marry me"
"Yes of course" Jawabku dengan tersipu malu.
Semua orang bersorak kegirangan, seperti inilah kisah sederhanaku dengan Tn. Leo.
.
.
.
.
.
Terima kasih sudah membaca.
silakan baca karyaku yang lain ya!🤍🤍🤍