Nama nya Toni, Toni Grendra. Seorang laki laki yang baru beranjak dewasa namun sudah mendapati paras yang tampan dari kakek nya. Dia baru bersekolah kelas tiga SMP. Toni mempunyai kakek dan nenek yang selalu menyayangi nya sepenuh hati.
Orang tua Toni telah meninggal akibat kecelakaan yang menimpa. Mereka langsung tewas di tempat saat perjalanan pulang dari Bandung.
Ulangan untuk kelulusan hampir tiba membuat Toni sangat bersemangat untuk belajar. Dia sangat tidak sabar untuk melanjutkan jejang pendidikan nya ke SMA.
Toni belajar dengan giat sampai terkadang tak ingat waktu. Perut nya yang keroncong pun tak di gundah nya lagi.
"Toni....makan!!!" Kata sang nenek dari arah dapur.
oh iya aku lupa bilang bahwa kakek dan nenek Toni masih sangat energik dan masih berjiwa muda.
Saat mendengar teriakan Nenek nya Toni hanya diam tak menyahut seakan akan tak mendengar.
Serasa tak ada pergerakan di dalam kamar Nenek Toni pun mulai beranjak menuju kamar menengok cucu kesayangan nya.
"Toni!!" Panggil si nenek lagi.
Ternyata eh ternyata bukan nya Toni pura pura tak mendengar namun memang tak mendengar panggilan sang nenek.
Toni tertidur pulas Di meja belajar sambil memeluk buku buku dan beserta foto kedua orang tua nya.
Melihat itu sang nenek hanya menghela nafas sedih. Tak tega akan nasib cucu nya yang selalu merindukan kedua orang tua nya.
Toni dulu adalah anak yang nakal dan susah di atur. Dia selalu menjahili semua teman teman nya sampai menangis, membuat orang tua nya selalu marah akan kelakuan nya.
Namun setelah kematian orang tua nya ia menjadi anak yang rajin dan tak pernah mengeluh.
Dengan semua prestasi nya ia berharap bahwa suatu hari akan ada di mana kedua orang tua nya kembali lagi kepadanya melihat nya tersenyum dengan sebuah piala di tangan nya.
Walau ia sangat tahu itu mustahil benar benar tidak mungkin.
Ia selalu menganggap kematian orang tua nya di akibat kan diri nya. Saat itu orang tua nya terburu buru pulang karena sebuah kebohongan nya.
Ia hanya bermaksud menjahili kedua orang tua nya dengan mengatakan nenek dan kakek nya kecelakaan tertabrak mobil dan dia di sini takut sendirian.
Akting Toni benar benar luar biasa. Ia mengakibatkan kedua orang tua nya kalang kabut dan menempuh perjalanan dari Bandung ke Jakarta menggunakan mobil dengan kecepatan tinggi.
Itu benar benar mimpi buruk seumur hidup yang tak pernah terlupakan.
"Toni bangun.... ayo kamu harus makan, ini sudah malam" Kata sang nenek sambil menggosok dan mengacak acak rambut Toni.
"Eh nenek! kenapa ada di sini?" Tanya Toni sambil menguap.
"Ayo mandi. Baru kita makan" perintah sang nenek lagi
"Iya nek!" Toni menurut saja dan beranjak kekamar mandi melakukan aktivitas nya.
Tak sampai 10 menit Toni turun dari lantai dua kearah dapur mendapati kakek dan nenek nya yang sedang bercanda dan menunggu kedatangan nya.
"Lama banget sih Ton... Liat nih perut kakek" Rajuk sang kakek saat melihat sosok Toni.
Toni melihat perut kakek nya yang buncit dan menaikkan sebelah alis nya bingung.
"Kakek hamil??"
" Byurrr.....ppffff... uhuk ...uhuk..."
tebak suara siapa. Nenek Toni kesedak air minum mendengar ucapan cucu nya yang ngaco abis.
air minum yang di sembur kan nya langsung mengenai wajah tampan kakek membuat tampilan ngakak.
Toni langsung terkekeh melihat itu berbeda dengan sang kakek yang sudah berwajah masam.
"Nenek !!!! Kakek gak kesurupan yah pake acara di sembur!!!!" Ucap sang kakek geram sambil melap wajah nya dengan kasar.
Toni duduk di sisi Kakek dan menunggu hidangan siap.
"Kamu ton, belajar gak usah sampe segitu nya. Nanti kamu sakit lho" Tegur sang nenek sambil menyiapkan makanan Toni.
"Iya nek, Toni kuat kok" ucap Toni mendengar teguran sang nenek dengar senyum masam.
Setelah sarapan Toni langsung kekamar dan merebah kan tubuh nya di kasur dengar kasar.
semua kenangan kenangan pahit kembali terputar bagai sebuah flim di benak nya membuat ia tanpa sadar menitik kan air mata.
"Mah, Pah, itu salah Toni kan!!! Toni yang bunuh kalian berdua kan? Toni seorang pembunuh, Toni jahat, ia gak pantes dapat kasih sayang. Harus nya Toni yang mati bukan kalian? Toni seorang pembunuh?" Toni bergumam sambil terisak entah kepada siapa....
sampai tak sadar kegelapan menerpa.
Tanpa di ketahui gumaman itu terdengar jelas di telinga Kakek Toni yang sedang berada di depan pintu.
Sang kakek juga ikut meneteskan air mata saat mendengar jeritan kepedihan yang di alami cucu satu satu nya..
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
Besok adalah hari kelulusan yang di tunggu tunggu oleh Toni.
Ia dapat merasakan bahwa hari itu adalah hari yang selalu di tunggu tunggu nya dalam beberapa tahun ini. Ada perasaan bahagia namun sesak secara bersamaan membuat nya gelisah tak menentu.
"Kakek nenek!!! kalian harus datang. Toni mohon terakhir kali nya yah nenek sama kakek harus datang!!" ucap Toni memohon membuat kedua orang tua di depan nya mengernyit bingung.
"Lho kenapa? kok gak biasa nya nyuruh kakek sama nenek datang bersama an??" tanya kakek penasaran.
"Boko nya Toni gak mau tahu. Kakek sama nenek harus datang. " Jerit Toni dan langsung berlari kekamar membuat kakek dan nenek yang melihat kelakuan cucu mereka yang tak seperti biasa nya langsung khawatir.
Mereka berdua pun menyusul kekamar Toni dan mendapati nya sedang berbaring di bawah selimut sambil terisak.
"Ton kamu kenapa?" tanya sang nenek tambah khawatir dan langsung menghampirinya nya.
"Kakek sama nenek pasti datang kan?" tanya Toni dengan suara parau.
kakek dan nenek pun langsung saling menatap.
berkomunikasi melalui kontak mata entah apa yang mereka pikirkan.
"Kakek sama nenek gak mau???"tanya Toni dan suara nya langsung naik satu oktaf.
membuat kedua orang tua itu terkejut.
"Kakek sama nenek pasti datang kok. kamu tenang aja!!" bujuk sang kakek pada akhir nya.
isakan Toni pun berhenti.
Membuat kakek dan nenek merasa lega.
mau di apakan....
Biasa nya sesakit sakit nya Toni ia tak akan pernah memperlihatkan tangisan nya didepan kakek dan nenek nya. Ia akan menangis jika tak ada orang yang melihat.
Dan memperlihatkan sisi tegar di hadapan semua orang namun rapuh di dalam seperti akan roboh kapan saja.
Namun hari ini benar benar tak terduga....
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Hari kelulusan pun tiba.
Sang juara juara di panggil satu persatu menaiki panggung dengan senang.
Sampai akhir nya giliran Toni.
"Juara umum kita tahun ini adalah......Toni Grendra.... Nak Toni silahkan maju kedepan" perintah sang MC memanggil Toni yang sedang duduk dengan gelisah menengok sana dan sini mencari keberadaan kakek dan nenek nya.
"Ayo nak Toni maju kedepan" ucap sang MC lagi membuat Toni mau tak mau maju kedepan dengan lesu karena tak mendapati kakek dan nenek nya.
Sesi kelulusan telah selesai. Namun kakek dan nenek Toni tak pernah ada menunjukkan batang hidungnya.
ucapan selamat dan selamat bersemayang di telingan nya namun bukan itu yang dia harapkan.
Toni berjalan menuju halaman sekolah dengan lesu dan ingin pulang.
"TONIIII.........."teriak seseorang
"Toniii........" teriak orang itu lagi.
Toni langsung mengangkat kepala nya dan mendapati kakek dan nenek nya di seberang jalan melambai lambai kearah nya.
Senyum sumringah langsung terbit di sudut bibir Toni. Ia langsung melambai lambaikan piagam penghargaan dan piala di tangan nya dengan senang.
Toni langsung berlari dari halaman sekolah menuju tempat kakek dan nenek tercinta nya berada.
"Kakek nenek!!!!" teriak Toni sambil berlari melambai lambaikan piala yang dia miliki.
Membuat semua perhatian orang yang ada di situ teralihkan kepadanya.
Bahkan ada yang tersenyum kecil melihat
tingkah nya.
Toni terus berlari, berlari,dan berlari tak memperhatikan sekitar nya.
seluruh pasang mata melihat itu dengan mata yang terbelalak.
"TONI AWAAAAASSSSSSS"...... ......
BRAAAKKKKKKKKKKK...............
Tubuh seorang anak yang baru beranjak dewasa terlempar dan terhempas.
Piala yang di banggakan terjatuh dan terbanting di jalan dengan kuat membuat nya patah.
Air merah mengalir membanjiri jalan dengan deras......
"TO.......NI..........."Teriakan menggelegar bercampur teriakan histeris memenuhi jalan..
Toni melihat kearah kakek dan nenek nya yang sedang berlari kearah nya.
Namun bukan itu yang ada di bola mata nya namun dua orang yang berdiri di pembatas jalan mengulurkan tangan kearah nya.
"Toni......ikutlah dengan kami" ucap kedua orang itu secara bersamaan membuat Toni tersenyum kecil.
"Ayah ibu aku datang!!!!".......
semua nya berakhir dengan kegelapan...
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Amanat dari cerita ini :
Jangan lah engkau menyiksa diri mu sendiri atas permainan takdir. Dari semua usaha berjuang lah untuk kedepan. Membahagiakan apa yang ada di depan mu.
Bukan malah menoleh kebelakang,Membuat diri mu jauh dari sebuah kenyataan.👍