dipagi hari waktunya mahluk hidup untuk memulai aktivitas tetapi tidak untuk seorang gadis yang masih nyenyak dalam tidurnya dia adalah...
-ANINDIRA-
seorang gadis yang bekerja sebagai seorang penulis novel online umurnya pun masih muda yaitu 20 tahun. dia gadis biasa - biasa saja dan kehidupannya pun sederhana dia yatim piatu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya saat dia remaja dan merasakan hidup yang begitu sulit tanpa kedua orang tua ,ingin mempunyai handpone pun dia harus kerja keras tetapi usaha tidak menghianati hasil dengan bekerja sebagi penulis novel online pun uangnya dia pakai untuk kebutuhan hidupnya.
saat ini gadis itu baru saja menyelesaikan karya novelnya yang berjudul " MOMMY ".
sampai dia bergadang demi menyelesaikan karyanya itu.
"SUNGGUH MENJADI SEORANG PENULIS TIDAK MUDAH ,TETAPI DENGAN PEKERJAAN INILAH SUMBER KEBUTUHANKU "
-ANINDIRA-
••••
pagi hari pun terlewatkan dan matahari pun memancarkan sinarnya yang begitu terang sampai mahluk yang ada dibawahnya merasakan sinarnya yang begitu panas karna gadis itu tinggal di iklim tropis yaitu indonesia. karna hal itulah disiang hari tidak banyak manusia - manusia yang keluar dan lebih memilih tidur siang atau tidak memang ingin dirumah.
karena sinar matahari itu pun membuat tidur sang gadis itu terganggu dan dia pun menggeliat dan membuka matanya yang berwarna cokelat gelap ciri khas orang - orang Asia.
"hoam... ."
gadis itu pun mengerjapkan matanya berulang kali dan melihat langit - langit kamarnya tetapi dia seperti melupakan sesuatu.
"aku seperti melupakan sesuatu yang penting tapi apa ya ."ucap gadis itu yang dipanggil dira.
ini adalah kebiasaan buruknya yaitu pelupa karna otaknya itu dipakai untuk mikir cerita - ceritanya jadi ke kehidupan nyatanya pun kena imbasnya yaitu lupa. seperti hal ini untuk membeli kebutuhannya, karna memang sudah habis dan tepat ini adalah hari gajinya dan dia ingin membeli kebutuhan bulanannya.
1 detik...
2 detik...
3 detik...
"AAAAAA... aku lupa kalau hari ini aku mau beli kebutuhanku ke supermarket..wah..gawat ini gawat haduh udah siang lagi dan ini lagi panas - panasnya dan aku males ke luar rumah tapi kalau gak keluar rumah gimana beli kebutuhan ya ."ucapnya bingung memikirkan hal yang tidak berguna.
"yasudahlah mau gimana lagi coba,aku kan tinggal sendiri ..nasib - nasib..apa apa sendiri seperti lagu ..nyuci - nyuci sendiri ...makan - makan sendiri dahlah gak tau kelanjutannya gimana ...eh kenapa malah nyanyi dira ..haduh ..gara -gara otak dipake bikin cerita sih jadi pelupakan ."
dira pun segera bersiap - siap untuk membeli kebutuhannya dan tak berapa lamapun dia pun sudah rapi dan wangi.
"nah..ini baru wangi ."kata dira dengan mencium tubuhnya sampe ketiak dia pun dia endus tapi tenang ketiak dia selalu wangi karna memang memakai pewangi ketiak.
"KETIAK AKU SELALU WANGI YA..JANGAN PIKIR KETIAK AKU BAU BAWANG YA..NO TIDAK YA "
-ANINDIRA-
dira pun segera keluar dari rumahnya setelah dia mengunci pintunya takut ada maling pikirnya.
buat apa maling dirumahmu itu tidak ada benda berharga sama sekali jadi maling pun ogah maling dirumah mu dira.
"Na..na..na..na..na.... ."senandungnya mengisi perjalananya ke supermarket ,dira jalan kaki karna supermarket dekat - dekat jauh dari rumahnya.
tak berapa lamapun dira telah sampai disupermarket,dia pun melangkah masuk ke supermarket tapi saat dia akan melangkah kembali kakinya merasa berat dan dira pun kembali mencoba melangkah tapi ada sebuah suara yang membuat dia merinding.
Mommy...
dira merasa merinding dan takut.
"masa siang - siang bolong begini ada hantu ya ."ucapnya dengan takut.
Mommy...
"haduh ..suara itu lagi memang hantu siang - siang bolong begini masih berkeliaran ya bukanya malam hari baru pada nongol ."gumamnya.
hiks..hiks..
dira merasa jika ujung pakaianya ditarik - tarik oleh seseorang dia pun dengan takut - takut melihat kebawah dan dia pun terkejut.
"hiks..hiks..mommy ."
dira masih dalam keterkejutannya dan tidak merespon suara itu.
karena apa seorang anak kecil memeluk kakinya dan dia memanggil mommy kepadanya yang jelas - jelas dia masih seorang gadis kapan dia memiliki anak apalagi suami punya kekasih kagak karna dia jomblo.
"Mommy.. ."ucap anak kecil itu.
dira pun segera tersadar dan kembali melihat anak kecil itu yang wajahnya dipenuhi air mata dan juga jangan lupakan wajahnya pun memerah apalagi dia memiliki mata bulat ,pipi chuby ,hidung mancung dan mata indahnya itu yang berwarna abu - abu ,benar - benar sempurna untuk seukuran anak kecil yang sudah memiliki wajah yang begitu tampan.
"ini anak kalau diperhatikan imut dan juga tampan gimana kalau dia udah besar ...beuh..pasti para gadis - gadis tergila - gila denganya pasti bapaknya juga tampan ya pasti tampanlah anaknya aja udah tampan masa bapaknya kagak ."gumamnya memperhatikan wajah anak kecil itu yang berjenis laki - laki .
"Mommy..hiks..hiks.. .."tangisnya semakin histeris.
dira pun segera melihat sekeliling dan dia pun malu karna orang - orang yang ada disekitar supermarket memperhatikan mereka.
"haduh..malu banget ..aku kaya merasa maling yang tertangkap basah ."ucapnya malu setengah hidup.
dira pun segera mengendong anak kecil itu,merasa kasihan karna anak kecil itu terus menangis pasti tenggorokannya sakit pikirnya.
"cup..cup..sayang jangan nangis lagi ya nanti tenggorakannya sakit ."ucapnya menghapus air mata anak itu dengan lembut.
anak itupun segera memeluknya dengan erat dan menyembunyikan wajahnya dilehernya, ya walaupun masih sesenggukan dan juga tubuhnya bergetar karna terlalu lama menangis dan dira pun mengelus punggungnya dengan lembut.
"Mommy...atan angen..mommy emana adah ."cicitnya dengan logat cadel dan itu membuat dira gemas.
"atan..kesini sama siapa ."ucapnya lembut dengan menahan gemas agar tidak menggigit pipi bulatnya itu.
anak kecil itupun segera melihat wajah yang dipanggilnya Mommy dan memperhatikan wajahnya itu memang cantik dan manis.
dira pun salah tingkah karna terus diperhatikan oleh anak setampan itu.
*( haduh..aku kok jadi salah tingkah begini ya padahal dia itu anak kecil ..sadar dira..sadar..dia anak kecil oke )*batinnya menggelengkan kepalanya dan itu membuat anak keci itu heran.
"Mommy..enapa ."ucapnya heran.
"eh..kakak gak kenapa - kenapa kok ."ucapnya gelagapan karna terciduk oleh tingkahnya itu .
"Mommy..bukan akak..tapi mommy ."ucap anak kecil itu kekeh.
"eh...tapikan kakak bukan mommymu nak ."ucapnya gelagapan takut jika ibu dari anak ini tau jika anaknya memanggil dia mommy kan gawat pikirnya.
bola mata bulatnya pun mengeluarkan air dengan deras yang tandanya dia menangis.
"hiks..ukan akak api MOMMY ..hiks..hiks.. ."ucap kekeh dan menekan kata - katanya.
dira pun membawa anak kecil dalam gendongnya mencari tempat duduk,karna malu dilihatin orang - orang kan bisa jadi salah paham dia nangisin anak orang pikirnya.
setelah mendapatkan tempat duduk pun yang tak jauh dari supermarket, dira mencoba menenangkan anak itu dengan menghapus air matanya dengan lembut dan mengecup kedua bola matanya dan juga pipi bulatnya itu.
anak kecil itupun tertawa karna merasa geli.
"hahaha..Mommy eli..hahaha ."tawanya dan juga menjauhkan wajah dira dari wajahnya.
dira pun tersenyum setelah berhasil membuat anak itu berhenti menangis.
"maaf ya nak..atan boleh deh manggil kak- eh Mommy ."ucapnya hampir keceplosan.
anak kecil itu pun tersenyum bahagia.
"akasih Mommy..api ama atan ATAN ."ucapnya yang kesusahan dengan namanya.
dira pun mencerna kata - kata anak itu sampai sebuah suara bariton seseorang memecahkan kebingungannya.
"NATHAN "