Namaku Mini, nama yang sama sekali tidak cocok dengan diriku.
Aku bukanlah tipe orang yang terlalu memperhatikan penampilan fisikku, dengan tinggi yang hanya 155cm tapi berat badan ku mencapai angka 65 kg, tentu membuat tubuhku terlihat tambun, dengan lemak yang menumpuk disana sini. Bagaimana namaku bisa Mini, ini sudah seperti mengolok-olok diriku sendiri dengan panggilan ini. Tapi aku tidak peduli.
Sampai saat dimana aku dan kekasihku yang notabene merupakan pria yang memiliki wajah cukup tampan, sedang makan di sebuah rumah makan sederhana di pinggir jalan. Banyak mata yang menyorot perbedaan diantara kami. Bahkan ada beberapa siswi sekolah yang berbisik membicarakan ketidakserasian diantara kami. Hal ini membuatku berpikir ulang mengenai penampilan fisikku. Membuatku ingin berubah agar pantas untuk berada disampingnya.
"Ken, menurutmu apa aku perlu ikut lari bersama dengan mu setiap pagi, agar aku bisa kurus?" tanyaku pada Kenzo , tetangga sebelah rumah dan juga teman sekantor ku. Dia baru saja melakukan rutinitas paginya, joging setiap pagi.
"Apa David mencampakkan mu?" Kenzo berucap datar seraya meminum air meneral yang ada di tangannya, mengatur nafasnya yang naik turun karena baru selesai berlari. Setiap pagi aku selalu bertemu dengannya saat aku mengambil koran di halaman depan.
"Tentu saja tidak, bahkan kami berencana untuk bertunangan tiga bulan lagi, setelah David menyelesaikan pekerjaannya di luar kota" tutur ku kemudian.
"Lalu kenapa kau ingin diet sekarang? Biasanya juga masa bodoh sama timbangan yang makin ke kanan " ledeknya padaku
"Aku juga ingin terlihat cantik saat pertunangan ku nanti tau!" kesal ku.
"Iya sudah, jangan ngambek, tiap pagi kita bisa lari bareng, aku bantu kamu jadi kurus dan langsing menggoda dalam waktu tiga bulan ini, aku jamin David akan pangling padamu saat ia kembali nanti," Kenzo mencubit pipi gembul ku dengan gemas.
Sejak saat itu aku mulai melakukan olahraga dengan rutin, dibantu oleh Kenzo yang selalu menemaniku untuk berolahraga, bahkan dia juga membuatkan daftar menu diet sehat untuk ku , mengingatkanku dan selalu memberiku semangat. Dia selalu mengatakan agar aku melakukan ini bukan semata-mata untuk David ataupun untuk orang lain, menurutnya aku harus melakukan ini untuk diriku sendiri, karena aku harus mencintai diriku sendiri agar orang lain juga mencintaiku.
Tiga bulan kemudian, Aku memejamkan mata saat berdiri diatas timbangan, takut jika usahaku selama ini akan sia-sia. Jeng...jeng 55kg , aku senang sekali, ini sudah lebih dari apa yang aku harapkan, saking senangnya aku sampai secara tidak sadar langsung memeluk tubuh Kenzo yang ada di sebelahku.
"Aku berhasil" sorak ku girang bukan main.
Kenzo hanya diam saja tidak memberi ucapan selamat ataupun tersenyum senang.
"Hei kenapa? Kau tidak senang ya, diet ku berhasil?" tanyaku heran.
"Sebenarnya aku datang pagi-pagi untuk menyerahkan ini," ucap Kenzo mengulurkan sepucuk kertas yang terlihat rapi itu. Sebuah undangan.
Aku memang menyeretnya masuk begitu saja tadi, begitu dia mengetuk pintu,tanpa bertanya sebenarnya dia mau apa. Aku menerima undangan itu dengan penasaran.
Perlahan aku membuka pita berwarna merah itu, agar aku bisa melihat tulisan didalamnya. Sontak senyuman hilang dari bibirku, bagai disambar petir di siang bolong, saat netra ini melihat nama mempelai pria yang tertera diundangan yang kini sudah mulai basah oleh air mataku yang tanpa kusadari jatuh tanpa aba-aba.
David Mahendra & Nadia Ervina
Begitu tinta itu terukir di undangan tersebut. Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat, segera aku mengambil ponselku dan menghubungi nomor David untuk mendapatkan penjelasan.
"Halo David? Apa maksud semua ini?" Suaraku bercampur tangis.
"Maaf Mini, aku tidak bisa melanjutkannya bersamamu, Nadia sudah terlanjur hamil, jadi aku harus menikahinya segera, Maaf ! " jelasnya.
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya air mata yang mengalir membasahi pipi. Kenzo membawaku kedalam pelukannya, menawarkan sedikit kehangatan disana.
"Sia-sia ku berjuang untuk tampil lebih cantik dihadapannya, agar aku bisa pantas bersanding dengannya, tapi apa yang kudapat ? Dia mengkhianati ku, ini semua karena aku jelek , iyakan? dia berselingkuh dan menikahi wanita lain karena aku jelek dan gendut, iya kan?" aku meluapkan emosiku, menangis dalam dekapan Kenzo.
" Dengar! Tidak ada yang sia-sia, dari awal aku sudah mengatakan padamu untuk melakukan hal ini untuk dirimu sendiri.Jadi jangan menangis lagi, jadilah kuat dan tegar, jadilah cantik seperti apa adanya dirimu, kau tidak perlu merubah dirimu hanya untuk sepadan dengan siapapun, karena semua wanita akan cantik saat mereka bisa menghargai dan mencintai diri mereka sendiri. Okey? Dia tidak mengkhianatimu karena kau jelek, Dia hanya tidak bisa melihat kecantikan yang ada pada dirimu saja, apa kau mengerti? Jadilah seperti dirimu apa adanya!" Kenzo mengatakannya seraya mencengkeram pundak ku, menatapku dengan penuh ketegasan disana.
Akhirnya hari pernikahan David dan Nadine tiba, Aku menghadirinya bersama Kenzo , siapa lagi? David dan juga Nadine tampak terkejut dengan penampilan baruku, Aku menyalami mereka dan dengan tulus mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.
Satu bulan berlalu, hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya terjadi. Kenzo menyatakan cintanya kepada ku.
"Mini, menikahlah denganku, aku sudah memperhatikanmu sejak lama, menemanimu berolahraga hanyalah alasan agar aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu. Aku sudah menyukaimu sejak saat kita masih SMP, saat dengan berani kau membelaku di depan anak-anak yang membully ku , aku sudah benar-benar jatuh cinta padamu. Tidak peduli bagaimana penampilanmu ,aku akan selalu mencintaimu seperti apa adanya dirimu."
Aku tidak menyangka, pria yang selalu usil dan menjahili ku ini, ternyata memendam perasaan padaku begitu lama membuatku begitu terharu mendengarnya. Dan satu kata iya , dari mulutku membawa kebahagiaan di sisa hidupku bersama Kenzo.
Cintailah dirimu sendiri, jika ingin berubah, maka berubah lah untuk dirimu sendiri.
Kecantikan fisik tidaklah abadi, tapi kecantikan hati akan terkenang sampai mati.
the end ❤️