[[ Makan Malam ]]
Malam ini tepatnya di kediaman Xio, semua nya sedang sibuk mempersiapkan makan malam, makan malam kali ini berbeda dari sebelumnya karna makan malam kali ini mereka mengundang keluarga Tn. Steve yaitu keluarga Devi.
" Ibu untuk apa semua ini? " tanya James yang sedari tadi melihat ibunya menata makanan
" Apa kau lupa malam ini kita akan makan malam bersama keluarga dari calon istrimu " jawab Mamanya yang fokus menata makanan
" Sudah sana dari pada kau berdiri disini sebaiknya kau segera bersiap " ucap nya lagi
" Ya baiklah, " jawab James, setelah nya ia pun bergegas menaiki Lift yang berada di samping tangga agar cepat sampai di kamarnya.
Sesaat setelah sampai di kamarnya James merebahkan tubuhnya di kasur
" Aku harap ini keputusan yang tepat, " ucapnya sembari menatap langit langit kamarnya
" Hu'uh, sudah lah sebaiknya aku bersiap, " ucapnya lagi seraya berjalan ke kamar mandi
Setelah menghabiskan waktu selama 20 menit James keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaian, dan memilih pakaian yang akan ia gunakan untuk acara malam ini. cukup lama memilih akhirnya James memilih kemeja putih polos dan jas berwarna biru, setelahnya James pun segera bersiap saat sudah berpakaian James berdiri di depan cermin sembari bergumam.
" Kali ini aku tidak akan gagal lagi, " ucap nya sembari menatap pantulan dirinya di cermin
Setelah nya James pun turun untuk menemui Mamanya sembari memakai Jaz nya saat sampai di bawah James melihat keluarganya yang sedang duduk di ruang tamu.
" Ooh, James kau sangat tampan nak, " ucap Mamanya sembari menghampiri putra nya dan merapikan jas nya
" Waahh!, Kak kau terlihat lebih keren dari sebelumnya, " ucap Lia adik perempuan James
" Apa sebelumnya kakak mu ini tidak keren? " tanya Ayah nya yang berdiri di samping James
" Tidak, setiap hari kakak hanya memasang muka datar seperti tembok dan tidak pernah tersenyum dan satu lagi kakak itu suka sekali menyendiri, " jawab Lia sembari tertawa karna dia suka sekali mengejek kakaknya itu.
Kedua orang tua nya yang mendengar jawaban anak perempuannya itu hanya tertawa pelan dan geleng kepala, sedang kan James sendiri diri nya hanya memasang wajah datar saat di ejek oleh adiknya. Sudah menjadi kebiasaan adiknya ini.
" Tapi setelah ini tidak lagi, karna kakak akan punya seorang pendamping " ucapnya lagi dengan tersenyum sembari mengedipkan matanya menggoda kakaknya
" Kau anak kecil tau apa tentang pendamping, " jawab James kesal dengan kelakuan adiknya
" Sudah sudah tidak usah di teruskan sebaiknya kita duduk dan tunggu kedatangan keluarga Tn.steve, " ucap Mamanya sembari menuntun anaknya untuk duduk.
Sementara di tempat Devi tepatnya kediaman keluarga Tn.Steve mereka tengah bersiap untuk menuju kerumah keluarga Xio, saat ini mereka sedang menunggu Devi yang belum juga turun.
" Devi ayo cepat nanti kita terlambat! " teriak Devano kakak Devi sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
" Iya " jawab Devi sembari menuruni anak tangga
Malam ini Devi tampil berbeda dari sebelum nya yang biasanya hanya tampil sederhana malam ini Devi memakai dress selutut tanpa lengan berwarna putih yang sangat indah dan pas di tubuh Devi, make up tipis, kalung yang menghiasi leher jenjangnya, rambut di kepang dan Haig hills yang senada dengan dress yang dikenakan nya.
" Ini benar dirimu Devi? " tanya Devano sembari melihat adiknya dari bawah hingga ke atas
" Ya, ini aku apa ada yang salah dengan penampilan ku? " jawab Devi sembari bertanya dan melihat dirinya sendiri
" Tidak, hanya saja kau terlihat berbeda dari sebelumnya " jawab Devan lagi
" Sudah ini bukan saat nya untuk berdebat, ayo cepat nanti kita bisa terlambat " ucap Tn.steve ayah mereka sembari berjalan keluar rumah
Setelah nya mereka pun bergegas menuju mobil untuk pergi ke kediaman Xio karna tn Steve sangat menghargai waktu dan juga tn Xio adalah orang penting, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di kediaman Xio gerbang terbuka dan mobil memasuki halaman rumah Xio, mobil berhenti dan mereka keluar dan disambut langsung oleh sang tuan rumah.
" Oh, Tn Xio maaf kami terlambat, " ucap Tn.Steve sembari menjabat tangan Tn. Xio
" Ya, tidak masalah Tn steve, kalau begitu mari kita masuk " kata Tn Xio sembari berjalan masuk
Sedang kan Devi setelah keluar dari dalam mobil ia diam mematung di tempat saat tatapannya bertemu dengan James begitu pun dengan James yang diam sembari menatap Devi
" Bukan kah dia pria yang datang ke Caffe tadi siang? " ucap Devi dalam hati tanpa mengalihkan pandangannya dari James
" Bukan kah dia gadis yang berada di Caffe tadi siang? " Ucap James dalam hati yang terus melihat Devi yang mulai berjalan masuk, James berjalan di belakang Devi dan duduk di samping adiknya.
" Waahh!, Kakak ipar kau cantik sekali " ucap Lia sembari melirik kakaknya
" Kenapa kau menatap ku? " tanya James kesal
" Sudah sudah jangan berdebat lagi, " lerai Mamanya
" Kalau begitu silahkan dinikmati hidangannya anggap rumah sendiri, " ucap Tn Xio
Setelahnya mereka semua makan malam bersama, selama acara makan malam berlangsung tidak ada yang bersuara hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring. Hingga akhirnya Ny.Clara ( mamanya James ) buka suara
" Devi Tante dengar kamu punya Caffe sendiri apa benar? " tanya Mama Clara
" Iya Tante " jawab Devi sopan dan tersenyum
" Berarti kamu sangat sibuk sebagai pemilik Caffe? " tanya Mama Clara lagi
" Iya kau benar Clara bahkan Devi jarang sekali pulang sekedar berkunjung, " kali ini Ny.Claudia ( Mamanya Devi ), Devi yang mendengar nya menunduk malu
" Ohh, benarkah ternyata calon menantu ku sangat sibuk, " ucap Mama Clara sengaja menggoda
Sedangkan yang lain hanya tertawa mendengarnya sedangkan James sendiri dia hanya tersenyum tipis sangat tipis bahkan orang lain tidak akan tau bahwa dirinya sedang tersenyum.
" Besok hari Minggu apa kau ada waktu? " tanya Mama Clara Devi yang ditanya langsung mengangkat kepalanya
" Mm, ya ada memangnya ada apa ya Tante? " Jawab Devi sembari bertanya
" Jangan panggil Tante mama saja, " ucap Mama Clara
" I--iya ma, " jawab Devi ragu
" Tidak, mama hanya ingin besok kau ikut temani mama belanja bersama James juga, " Devi yang mendengarnya langsung menatap kearah James yang juga menatap nya
" Tapi ma bes--, " belum selesai James menjawab mamanya sudah lebih dulu memotong nya
" Tidak ada tapi tapian, urusan kantor serahkan saja pada Revan untuk sementara, " jawab Mamanya cepat
" Hu'uh, ya baiklah " jawab James mengalah toh percuma juga jika menolak mamanya pasti akan memaksanya
" Bagaimana Devi apa kau ada waktu? " tanya Mama Clara lagi
Devi melihat Mamanya sebentar dan di balas anggukan oleh Mamanya pertanda setuju
" Mm, ya " jawab Devi tersenyum
" Waahh, kakak kau beruntung sekali memiliki calon istri seperti kak Devi selain cantik dia juga pekerja keras, " ucap Lia senang
" Diamlah! " Jawab James kesal
" Kakak jangan suka marah marah nanti cepat tuammmmpp--, " belum selesai bicara James sudah memasukkan roti kedalam mulut adiknya itu
" Hiiss! Kakak kau ini, aku belum selesai bicara " ucap Lia kesal karena dia belum selesai bicara kakaknya malah memasukan roti kedalam mulutnya
" Biarkan saja!, Kau itu terlalu cerewet " jawab James sembari mengacak-acak rambut adiknya
" Hiiis, kakak! " Ucap Lia kesal sembari menata kembali rambut nya
" Sudah sudah, " ucap Mamanya
Devi yang menyaksikan tingkah kakak beradik di depannya hanya tersenyum.
" Ohh, Xio AKu dengar kau akan kembali ke Amerika? " tanya Tn.Steve saat sudah menghabiskan makan malamnya
" Aah, ya kau benar, " jawab Tn.Xio
Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang tamu sedang kan anak anak di taman.
" Apa ada masalah? " tanya Tn.Steve lagi
" Tidak ada, hanya saja ada klienku yang ingin bertemu denganku, " jawab Tn.Xio
" Oo, begitu " jawab Tn.Steve sembari menyandarkan tubuhnya di sofa
Sementara itu di taman terlihat Devi yang sedang asyik bermain bersama Lia.
" Kak, kenapa kau begitu cantik? " tanya Lia saat mereka lelah bermain dan duduk di atas rumput
Devi yang mendengar pertanyaan Lia pun hanya terkekeh sembari mengusap kepalanya sayang.
" Kakak juga tidak tau, mungkin takdir, " jawab Devi sembari tertawa kecil begitupun Lia
Setelahnya pun mereka memandang langit malam yang penuh dengan bintang.
" Aku harap kau bisa menjaga adik ku setelah kalian bersama nanti " ucap Devan dengan pandangan lurus kedepan menatap Devi yang sedang tertawa
" Aku akan menjaga adik mu dengan nyawaku, " jawab James mantap dan menatap Devi
" Kalau aku melihat adik ku menangis karena mu, maka aku akan membawanya dari mu, " ucap Devan memperingati
" Aku akan menjaga Devi dan akan selalu ada untuk nya, walau pun saat ini aku belum mencintai nya tapi aku yakin seiring berjalan nya waktu aku bisa mencintai nya, " jawab James sembari menatap Devano yang juga menatapnya
" Dan aku tidak akan menyakitinya, " jawab James lagi
" Kalau begitu buktikan, " ucap Devan
" Tentu, " jawab James lagi
Setelah nya mereka sama sama terdiam dan menatap dua orang gadis yang sedang bersenda gurau sembari melihat bintang, dalam diamnya James terus melihat kerah Devi sembari berucap dalam hati.
" Sekarang aku akan mempunyai kehidupan baru bersama orang baru dan aku berharap ini yang terbaik, walau aku belum mencintainya tapi aku yakin dengan seiring berjalan nya waktu aku pasti bisa mencinta nya dan aku berharap dia tidak akan pernah kembali lagi " ucapnya dalam hati menatap Devi dan beralih menatap bintang dengan harapan semua akan baik baik saja.