[[ Awal Pertemuan ]]
CAFE BLUE CAKE AND DRINK, adalah nama Cafe yang di kelola oleh Devi dan teman temannya hari ini Cafe Devi nampak sangat ramai pengunjung di karenakan ini hari weekend, semua teman teman Devi dan beberapa pelayan lainya sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing. Disaat Devi sedang menata pesanan pelanggan teman Devi datang menghampiri.
" Devi, kenapa hari ini pengunjung nya sangat banyak? " tanya teman Devi yang ber nametag Sinta,
Devi yang mendapatkan pertanyaan dari temannya itu menaikan sebelah alisnya bingung.
" Bukan kah itu bagus, kalau pengunjung kita bertambah setiap harinya, " jawab Devi melihat temannya yang juga melihat ke arahnya
" Ya, kau benar tapi ini tidak seperti biasanya, " jawab Sinta lagi sembari melihat pengunjung Cafe yang terus berdatangan
" Ya, karna hari ini weekend jadi wajar jika Cafe kita benyak pengunjung, kenapa apa kau tidak senang jika Cafe kita banyak pelanggan? " Jawab Devi sembari bertanya pada Sinta
" Tidak bukan seperti itu, " jawab Sinta cepat
" Sudah lah tak usah dipikirkan sebaiknya kau kembali lah bekerja sebelum nanti Bela melihat mu disini, kau takmau bukan diomeli oleh nya, " ucap Devi sembari menyuruh temannya untuk kembali bekerja karna ia tak ingin nanti bila temannya Bela melihat maka dia akan mengomeli Sinta.
" Ya kau benar, aku juga tidak mau berurusan dengan nenek lampir satu itu, " jawab Sinta cepat dan beranjak pergi, Devi yang mendengar jawaban temannya terkekeh dan geleng kepala.
Setelah perdebatan kecil bersama Sinta tadi Devi pun kembali melanjutkan aktivitas nya, tak lama setelah nya lonceng pintu Cafe terdengar berarti ada pengunjung yang datang, beberapa pria berperawakan tinggi dengan setelan jas kantor memasuki Cafe semua pengunjung melihat kearahnya.
" Selamat datang, anda ingin pesan apa tuan?, " tanya Devi pada pria yang ada di depannya
" Aku ingin pesan capuccino 4, " jawab pria dengan itu sembari melihat menu
" Ada lagi tuan,? " tanya Devi lagi lalu pria didepannya bertanya kepada temannya
" Kalian ingin pesan apa? " tanya Dito kepada teman temannya,
Ya pria yang berdiri di depan Devi tadi bernama Dito
" Aku pesan cake rasa Macha, " jawab temannya yang bernama Raka
" Lalu kalian ingin pesan apa? " tanya Dito lagi kepada kedua temannya
" Sama kan saja, " ucap Brayen dan di balas anggukan oleh James
" Aku pesan 4 cappucino dan 4 cake Macha, dan aku ingin pesan 1 ruangan VIP ada,? " tanya Dito sembari meletakkan buku menu
" Ada, anda bisa naik di atas, " jawab Devia lembut
" Baiklah, " setelah mengatakan pesanannya Dito dan ke 3 temannya pun menaiki tangga menuju ruangan VIP yang di pesan tadi
Tak lama setelah kepergian James dan ke 3 temannya para pengunjung pun mulai bergosip.
" Bukankah itu si pengusaha muda itu? " ucap salah satu pengunjung yang meja nya berada tak jauh dari meja tempat Devi berdiri
" Ya kau benar, dan kau tau dia itu jarang sekali datang ketempat ramai seperti ini, " jawab pengunjung lainnya
" Ya, dan yang ku dengar banyak yang memanggil nya dengan panggilan Mr.Xio, " ucapnya lagi setelah nya percakapan pun berakhir
Devi yang sudah selesai menata pesanan pun berhenti dan bergumam
" Ooh, jadi dia yang bernama Mr.Xio, " Devi bergumam setelah nya Devi memanggil temannya untuk mengantar kan pesanan Dito
" Sinta, Chika bisa tolong antar ini ke ruang VIP di atas,? " tanya Devi pada kedua temannya
" Ya baiklah, " ucap keduanya dan membawa pesanan
" Kira kira siapa yang ada di ruangan Vip? " tanya Chika penasaran sembari membawa pesanan
" Aku juga tidak tau, karna jarang sekali orang datang ke cafe kita dan memesan ruangan VIP , " jawab Sinta mengangkat bahunya
" Sudah lah sebaiknya kita cepat mengantar pesanannya sebelum mereka marah, " ucap Sinta sembari mempercepat langkah nya
Setelah sampai di depan ruangan yang mereka tuju mereka pun mengetuk pintu nya.
Tok..Tok..
" Ya, masuk " jawab orang di dalam
Setelah mendapat izin mereka pun membuka pintu dan masuk
Ceklek...
" Permisi kami mengantar pesanan, " ucap Sinta sopan sembari meletakkan pesanan
Setelah semua pesanan sudah tertata mereka pun segera pergi
" Kami permisi, " ucap Sinta sembari membungkuk
" Hmm, " jawab James acuh
Setelah nya mereka berdua keluar dari ruangan menuju ke tempat Devi di perjalanan menuju kebawah chika menggerutu tidak jelas.
" Hiss!, Sombong sekali pria tadi, " kata Chika menghentakkan kakinya
" Kau benar, tapi kira kira siapa pria tadi,? " jawab Sinta sembari bertanya
" Entah lah aku juga tidak tau, sebaiknya kita tanya saja pada Devi, " jawab Chika mempercepat langkahnya
" Ya kau benar, hey tunggu aku, " jawab Sinta sembari mengejar Chika yang jauh di depannya
Saat sudah sampai di tempat Devi mereka pun duduk di kursi yang ada di sana, Devi yang sadar akan kedatangan teman temannya pun melihat mereka berdua dengan bingung karna melihat Chika yang terlihat sedang kesal Devi pun bertanya.
" Ada apa dengan wajah mu Chik, kenapa kau seperti sedang kesal,? " tanya Devi yang ikut duduk di sekat teman temannya.
" Aku kesal sekali dengan pria yang ada di ruangan Vip tadi, mereka sombong sekali tidak ada ramah ramah nya sama sekali hu'uh!, " jawab Chika kesal sembari menghembuskan nafas kasar
" Pria yang mana? " tanya Devi bingung
" Itu pria yang menggunakan jas kantor hitam, " jawab Chika lagi dan menoleh pada Devi
" Sebenarnya siap mereka,? " kali ini Sinta yang bertanya
" Yang kudengar dari pengunjung mereka adalah para pengusaha muda yang sedang banyak dibicarakan itu, " jawab Devi yang membuat kedua temannya tampak terkejut
" Dan salah satunya adalah Mr.Xio, " Chika yang mendengarnya refleks berteriak hingga Sinta menutup mulutnya.
" Apa!! " teriak Chika yang mampu membuat pengunjung melihat kearahnya, Sinta yang melihat itu menutup mulut Chika dan berkata
" Chika pelankan suaramu, kau tidak lihat semua melihatmu, " jawab Sinta sembari menurun kan tangannya dari mulut Chika
" Iya maaf, " jawab Chika menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Devi yang melihat semua pengunjung memandang kerah mereka pun berdiri dan meminta maaf
" Ah, maaf semuanya jika mengganggu kalian bisa lanjutkan lagi makannya, " ucap Devi sembari membungkuk sebentar setelahnya kembali duduk
" Aku penasaran kira kira siapa diantara mereka yang Mr.Xio, ? " tanya Devi sembari menatap lurus kedepan
" Kenapa apa kau menyukai Mr.Xio,? " tanya Sinta sembari menaik turunkan alisnya berniat menggoda Devi
" Tidak, " jawab Devi cepat sembari melihat Sinta yang terkekeh
" Ayolah kau tak perlu berbohong, " kata Sinta tertawa pelan, Devi yang mendengarnya mendengus kesal
" Aku tau orangnya saja tidak bagaimana menyukainya, " jawaban Devi tersebut langsung membuat kedua temannya menoleh kepadanya
" Jadi kalau kau sudah bertemu orangnya apa kau akan menyukainya begitu,? " kali ini Chika yang bertanya sembari tersenyum mengejek kepada Devi Sinta yang mendengarnya pun tertawa pelan
" Ah, sudah lah tidak usah membicarakan orang yang tidak dikenal, " jawab Devi sembari beranjak dari duduknya karna sudah kesal akan kelakuan kedua teman temannya.
Sinta dan Chika yang melihatnya hanya tertawa karna melihat teman mereka yang sudah kesal karna kejailan mereka
" Ya, kalau sudah kenal apa kau akan membicarakan nya terus, " ucap Sinta yang kembali menggoda Devi dan langsung mendapat tatapan sinis dari temannya itu
" Ya..ya, baiklah aku tidak akan membicarakan nya lagi, " jawab Sinta dan beranjak dari duduk nya bersama Chika dan kembali bekerja.
Sementara di tempat James dan teman temannya mereka sedang menikmati pesanan mereka dengan tenang sampai salah satu dari mereka bersuara.
" James bagaimana apa mama mu Masi memaksamu untuk menerima perjodohan itu,? " tanya Dito sembari meminum capuccino miliknya
" Ya, dan aku sudah muak selalu di paksa seperti ini, " jawab James yang sedang memakan cake
" Apa tidak ada cara untuk menolak perjodohan ini,? " tanya Raka yang duduk di samping Brayen
" Tidak ada, jika aku menolak perjodohan ini mama ku akan mogok makan dan aku tak ingin itu terjadi, " jawab James menghembuskan nafasnya kasar
" Sebaiknya kau terima saja perjodohan ini mungkin ini yang terbaik untukmu, bibi juga tidak mungkin sembarangan memilih seorang pendamping untuk mu bukan, " kata Brayen saat sudah menyelesaikan makannya
" Hmm, mungkin kau benar aku harus menerima perjodohan ini, " jawab James pasrah
" Ya, dan kau harus belajar mencintai pendamping mu nanti dan lupakan masalalu mu, " ucap Raka sembari memegang bahu temannya itu dan tersenyum
" Ya kau benar, " jawab James lagi
Setelah nya mereka pun memutus kan untuk kembali kerumah karna hari sudah menjelang malam, James sudah memutuskan pilihannya bahwa dia akan menerima perjodohan ini dan mencoba membuka hatinya kembali setelah sekian lama tertutup. Dan apa pun keadaannya James hanya akan mencintai Ibu dan istrinya saja James akan melupakan masa lalunya dan memulai kehidupan baru kedepannya.