Dia selalu perhatian padaku, selalu mengatakan kata-kata cinta untukku setiap hari, selalu menghubungiku dan mengucapkan selamat malam sebelum aku tidur, namun semuanya tidak lagi sama setelah dia bertemu dengan seorang gadis saat acara reunian SMA nya. Aku menyadari tatapan lembutnya saat memandang wanita itu . Dia berjalan mendekati wanita cantik dan berpenampilan lebih dewasa. Dia bahkan meninggalkanku sendirian begitu saja.
“Hai, Tania”
Seorang wanita mendekatiku, dia adalah kak Reni, orang yang memperkenalkanku dengan pacarku yang kini sedang mengobrol dengan wanita lain.
“Kak Rani, apa kakak mengenal wanita yang bersama kak Ryo ?”
“Oh, dia Yurina. Mereka memang dekat dan Ryo pernah menyukainya”
Aku hanya terdiam, mungkinkah wanita bernama kak Yurina, cinta pertamanya yang pernah dia ceritakan padaku sebelumnya. Seorang wanita yang berhasil mencuri hatinya untuk pertama kalinya
“Kau tidak perlu khawatir. Aku yakin Ryo hanya berbicara dengan Yurina sebagai seorang teman. Perasaannya pasti sudah hilang untuk Yurina “
Aku terdiam sejenak memandang mereka.
“Kak, aku pulang duluan ya “
“Kenapa buru-buru, aku akan panggilkan Ryo untuk...”
“Tidak perlu kak, aku bisa pulang sendiri . sanpai jumpa, kak “
Aku meninggalkan gedung itu begitu saja.
Aku membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke rumah dan merembahkan tubuhku. Aku memeriksa ponselku, dia tidak menghubungiku walaupun aku pulang lebih dahulu tanpa memberi tahunya. Mungkin dia tidak membutuhkanku karena dia sudah mendapatkan cintanya yang sebenarnya, cinta pertamanya. Aku memejamkan mataku dan tertidur.
Cahaya matahari yang masuk di celah- celah jendela kamarku membuatku membuka mata, aku mengambil poselku berharap ada pesan masuk atau telpon darinya. Namun tidak ada satupun pesan yang ku terima ataupun sebuah telpon. Aku meletakkan ponselku dan bersiap untuk pergi ke kampus.
Aku sudah berdandan rapi, saat aku membuka pintu aku terkejut melihat seorang pria berkemeja putih yang di tutupi jas berdiri di depan pintu.
“Kak Ryo, kenapa kau ada disini ?”
“Tentu saja aku berada disini untuk menjemputmu, ayo “
Dia menarik tanganku dan membukakan pintu mobil untukku. aku tersenyum dan masuk ke dalam mobil.
Aku merasa sangat bahagia, mungkin aku terlalu cemburuan kemarin. Kami hanya saling terdiam sepanjang perjalanan. Namun suara ponsel memecah keheningan. Dia menepikan mobil dan menjawab telpon dengan ragu.
“Hallo, Yurina “
Aku menoleh ke arahnya saat dia menyebut nama seorang wanita, wanita yang aku ketahui pernah berada di hatinya atau mungkin masih berada di hatinya. Aku melihat dia terlihat bahagia saat menerima telpon dan mengobrol dengan wanita itu. dia menoleh ke arahku sebentar.
“Aku akan menemuimu nanti, aku harus mengantar seseorang “ dia lalu menutup telponnya.
“Jika kak Ryo sudah ada janji aku bisa berangkat sendiri “
“Tidak, aku akan mengantarmu sampai kampusmu, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu jika kau sendirian tanpa ada yang menjagamu “
Dia kembali melajukan mobil menuju ke kampusku. Setiba di depan kampus aku merasa ragu untuk keluar dari mobil.
“Ada apa? kenapa kau terlihat gelisah ?” ucap nya khawatir
“Tidak kak, aku hanya khawatir dengan ujianku nanti “ ucapku berbohong
“Aku yakin kau pasti bisa. Jangan memikirkanya terlalu keras”
Dia mengusap lembut rambutku.
Aku selalu merasa nyaman dan tenang saat dia melakukannya. Aku hanya tersenyum walaupun masih tertinggal rasa khawatir di dalam hatiku, lebih tepatnya rasa takut jika kau semakin mencintainya setelah dekat dengannya dan meninggalkanku. Aku keluar dari mobil. Namun sebelum menutup pintu, aku menanyakan sesuatu padanya.
“Kak Ryo, kau tidak akan pergi kan?”
“Apa kau ingin aku menunggumu disini ?”
“Tidak bukan itu. Sebenarnya....”
Ponsel nya berdering
“Sampai jumpa”
Aku memutuskan pergi begitu saja tanpa mengatakan sesuatu yang mengganjal di hatiku.
Aku tidak bisa berkonsentrasi selama kuliah berlangsung. Pikiran hanya terarah padanya, mencoba menebak apa yang sedang dia lakukan bersama wanita itu. mungkinkah sudah seharusnya aku mempersiapkan diri jika suatu saat dia akan meninggalkanku dan mengatakan jika dia menyukai orang lain. sungguh, aku tidak ingin hal itu terjadi tapi apa yang bisa ku lakukan jika hatinya sudah berubah dan wanita itu adalah cinta pertamanya.
Aku memutuskan untuk menjauhinya, aku selalu berangkat lebih pagi dan aku juga sudah mengganti nomer ponselku. Setidaknya aku harus mempersiapkan diriku untuk bisa bertahan tanpa dirinya.
Sudah seminggu aku mulai menghindarinya, dan kini tanpa sengaja aku melihatnya sedang bersama cinta pertamanya, mereka terlihat sangat dekat dan dia memilihkan sebuah kalung untuk wanita itu. Mungkin kini aku sudah dilupakan olehnya dan hubungan kami sudah berakhir tanpa adanya kata perpisahan. Aku berusaha untuk menahan air mataku agar tidak keluar, aku tidak mungkin menangis di mall yang kini sedang ramai.
Ponselku bergetar, aku membuka pesan baru yang masuk. Aku hampir melupakan jika aku ada tugas kelompok. Aku segera meninggalkan mall dan pergi ke rumah temanku. Rumahnya tidak terlalu jauh dari mall ini sehingga aku tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai. Mereka sempat menegurku karena membuat mereka menunggu terlalu lama dan aku hanya bisa minta maaf. Kami mengerjakan tugas hingga hari sudah malam.
“Semua, aku pulang duluan ya”ucapku berpamitan
“Aku akan mengantarmu” ucap seorang temanku bernama
Diki menawarkan tumpangan.
“Tidak perlu, aku bisa pesan ojek online . aku tidak ingin merepotkanmu “
“Tidak, kau tidak merepotkanku. Sudahlah ikut denganku saja, rumah kitakan searah “
Aku merasa tidak enak untuk menolak, akhirnya aku membonceng motornya. Tidak ada pembicaraan diantara kami selama perjalanan. Kami tiba di depan kos ku. Aku melepaskan helm yang dipinjamkannya dan mengucapkan terima kasih.
“Tania, aku menyukaimu. Apa kau mau menjadi pacarku “ ucap nya
Aku merasa terkejut dengan ungkapan cinta yang tiba-tiba ini.
“Maaf, dia tidak bisa menerimamu . Tania adalah pacarku “
Dia tiba-tiba datang dan merangkul bahuku.
“Maafkan aku, aku tidak tahu jika kau sudah punya pacar. Aku pulang dulu ya”
Diki pergi melajukan motornya dan meninggalkan kosku.
“Kenapa kau begitu ragu? seharusnya kau dengan tegas menolaknya. Kau seperti sedang mempertimbangkan untuk menerimanya”
“Kak Ryo benar. aku sedang mempertimbangkan untuk menerimanya?”
“Apa? kau pacarku. Kau tidak boleh menerima cinta orang lain. apa kau bermaksud untuk berselingkuh dariku “
“Aku bukan pacarmu lagi, bukankah hubungan kita sudah berakhir “
“Apa? apa maksudmu ? aku tidak pernah kau ataupun aku memutuskan hubungan kita”
“Kalau begitu, mulai hari ini kita putus “
“Apa? tunggu, aku tidak ingin kita putus. Kau tidak bisa memutuskan ini sendirian”
“Kenapa kau tidak ingin putus denganku disaat kau sudah mendapatkan wanita lain, wanita yang lebih kau cintai dari pada aku”
“Apa maksudmu ? Tania, hanya kau yang aku cintai”
“Pembohong, kakak bukan mencintaiku, kakak masih mencintai kak Yurina kan?”
Aku melihat ekspresi terkejut di wajah kak Ryo saat aku menyebut nama kak Yurina.
“Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?”
“aku sudah mendengar dari kak Rani , kak Ryo pernah menyukainya kan? Dia orang yang kakak ceritakan saat kita belum resmi pacaran, Dia cinta pertamamu yang tidak bisa kau lupakan dan sekarang kak Ryo sudah mendapatkannya, untuk apa mempertahankan hubungan denganku “
Aku mencoba meluapkan semua yang sudah lama ku pendam dan airmataku sudah mengalir begitu saja tanpa bisa ku cegah.
“Kau benar, Yurina adalah cinta pertamaku, aku tidak bisa menghapus perasaanku padanya dan melupakannya, tapi kau sudah merubah semuanya, kau membuat perasaanku pada Yurina memudar dan kau telah memenuhi setiap ruang di hatiku. Percayalah padaku”
Dia menggenggam tanganku, tapi aku segera menepisnya. Aku tidak tahu, apa yang di katakannya benar atau tidak, aku tidak berani memandang matanya karena memandang matanya akan membuatku semakin sulit. Aku takut jika semua itu hanya kebohongan.
“Tania, aku tidak ingin kehilanganmu. Saat kau menjauh dariku selama seminggu ini, aku tidak bisa menghubungimu dan kau juga tidak pernah ada di kos saat aku kesini”
“Lalu, kenapa kak Ryo tidak menemuiku di kampus ?”
Dia terdiam sejenak.
“Maafkan aku, pekerjaanku sangat banyak di kantor”
“Kak Ryo tidak ada waktu untuk menemuiku dikampus bukan? Tapi kak Ryo selalu meluangkan waktu untuk kak Yurina. Waktu kakak hanya untuk kak Yurina . benarkan?. Aku melihat kakak tadi bersama kak Yurina di mall dan bukankah di jam itu kak Ryo seharusnya di kantor? “
Dia menghela nafas.
“Kau salah paham. Yurina adalah karyawan baru di kantor damn tadi kami mendapat tugas untuk survey pasar, dan karena tugas kami sudah selesai aku meminta Yurina menemaniku untuk......membantuku memilihkan kalung untukmu “
Dia mengambil sesuatu dari kantong jasnya dan memberikan sebuah kotak kecil padaku. dia membuka kotak itu, Kalung di dalamnya sama seperti kalung yang aku lihat saat dia dan Kak Yurina memilihnya.
“Kakak memberikanku kalung ini tapi kakak pasti juga memberikan kaka yurina kalung yang sama”
Dia menghela nafas
“Jadi, kau masih tidak percaya padaku. baiklah, ikut aku “
Dia menarik tanganku dan memaksaku masuk ke dalam mobil.
“kita mau kemana?”
“ Aku akan memperkenalkanmu pada Yurina dan dia yang akan menjelaskan semuanya”
Butuh waktu cukup lama hingga kami tiba di sebuah apartemen mewah, aku yakin harga sewa apartemen ini pasti sangat mahal. Dia membukakan pintu mobil untukku dan mengenggam tanganku. Kami tiba di depan apartemen kak Yurina yang terletak di lantai 3 . dia menekan bel dan tidak lama seorang wanita cantik membuka pintu. Wajahnya terlihat terkejut.
“Ryo, ada apa malam-malam kesini ?”
“Yurina, maaf menganggu istirahatmu, aku ingin memperkenalkanmu pada pacarku “
Kak Yurina memandang ke arahku dan tersenyum lalu mengulurkan tangannya dan dengan ragu aku berjabat tangan dengannya.
“Tania"
“Yurina”
“Yurina, tolong jelaskan pada Tania bahwa kita tidak mempunyai hubungan lain selain rekan kerja”
Kak Yurina sedikit terkejut mendengar permintaannya.
“Tania salah paham pada kita”
Kak Yurina memandang ke arahku.
“Tania, aku dan Ryo hanya rekan kerja dan kami berada di sekolah yang sama. Walau kami pernah menjalin hubungan di masa lalu tapi perasaan kami tidak lagi sama. aku sudah mempunyai pacar dan Ryo juga sangat mencintaimu, dia selalu menceritakan tentangmu padaku”
Aku hanya terdiam dan memandang kak Ryo yang juga memandang ke arahku. Aku hanya tersenyum.
***
Kami hanya saling terdiam dalam perjalanan pulang.
“Jadi, kita tidak jadi putuskan?”
“Aku tidak merubah keputusanku, mungkin kak Ryo tidak memiliki perasaan padanya lagi sekarang, tapi esok siapa yang tahu, mungkin saja kalian bisa jatuh cinta kembali dan kau juga akan meninggalkanku “
“Kau masih tidak percaya padaku ya, aku janji padamu, aku tidak akan mencintai wanita lain selain dirimu “
Aku masih terdiam.
Dia menghela nafas frustasi.
“Baiklah, jika kau ingin putus “
Aku melihat ekspresi kecewa di wajahnya. Aku tersenyum, aku hanya bermaksud menjahilinya.
“Aku hanya bercanda kak, aku juga tidak ingin putus denganmu”
“Itu tidak lucu, kau membuatku takut”
“Maafkan aku kak, tapi kakak janjikan tidak akan berpaling dariku “
“Aku janji , aku hanya akan mencintai Tania seorang “
“Aku juga berjanji hanya akan mencintai kak Ryo”
Hubungan kami kembali membaik, walau dia jarang menghubungiku karena pekerjaannya yang membuatnya sibuk, tapi aku belajar untuk percaya padanya, bukankah dalam sebuah hubungan membutuhkan kepercayaan dan aku tidak ingin menjadi seorang yang cemburuan lagi dan aku percaya walau aku bukanlah cinta pertamanya tapi aku akan berusaha menjadi cinta terakhirnya.
Selesai
Ini cerpen pernah aku posting di grup sosmed berharap untuk terbit tapi belum di terbitin juga. Jadi aku share di sini