"Silahkan anak manis, terimalah apel dari nenek" *senyum
.
.
.
Aku sangat suka membaca buku. Entah buku cerita, komik, pelajaran, sejarah dan lainnya. Favorit ku adalah buku dongeng, yah itu kekanakan untuk gadis yang sudah berumur 14 tahun. Namun tak ada salah nya kan?
Oh ya, pasti kalian tidak asing lagi dengan dongeng Putri Salju. Putri cantik yang harus tertidur panjang karena memakan apel racun pemberian ibu tiri nya yang jahat. Yah... dan entah sejak kapan aku berada dalam dongeng ini.
FLASHBACK
Aku Mira gadis SMP yang suka membaca buku. Setelah jam pulang, bukan nya kembali ke rumah aku malah pergi ke perpustakaan. Hanya membalikan buku yang ku pinjam kok, em dan membaca setengah buku saja hehehe. Pengawas perpus selalu memperhatikan ku saat sedang membaca. Aku tidak melakukan kesalahan kan?
Pria setengah baya itu tersenyum. Aku hanya bisa memalingkan muka ku, dan pergi mencari meja lain. Suara detik jam menemani ruangan sunyi ini. Hanya ada sedikit anak yang ada di sini. Aku fokus kepada buku yang ku ambil. Dan...hoaam entah mengapa aku merasa ngantuk. Sepertinya tidur sebentar saja tidak masalah...hoaam...bukan?
.
.
.
Dan yah cerita pun berakhir. Saat ku bangun tiba-tiba saja aku menggunakan pakaian pelayan Eropa dan memegang lap kaca. Rumah besar nan megah. Desain elegan yang membuat ku bingung kenapa aku sampai ke sini. Dan rumah...ah bukan Istana siapa ini? Bukan hanya aku, terlihat berbagai wanita dan pria memakai pakaian pelayan sama seperti ku. Tak jarang ada beberapa orang memakai baju sirah dengan gagah nya. Intinya berbagai pertanyaan ada di kepala ku.
Namun saat seorang wanita asing sedang memarahi seorang gadis, aku menyadari situasi sekarang ini. Wanita tua dengan mahkota di kepala nya. Raut wajah murka membuat nya menakutkan. Membentak seorang gadis cantik dan tak berdaya. Ia memanggil wanita itu Putri Salju.
Sumpah, ngak salah ini? Jangan bilang ini semua kejadian yang Putri Salju alami? Namun kenapa aku sampai ke sini bambang!! Jadi pembantu dari Ratu jahat pula. Tunggu...apa ini mimpi? Jika iya, aku hanya perlu menunggu sampai aku bangun.
"Hei kau, kenapa hanya diam saja?"
Tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang pundak ku. Eh, yang dia maksud aku?
"Tidak ada, ada apa memangnya?"
Ucap ku dengan bingung.
"Pake tanya lagi, segera kerjakan pekerjaan mu! Malah bengong"
"Pekerjaan? Untuk apa?"
"Kau mau ku laporkan ke Yang Mulia Ratu!?💢"
Ternyata aku juga harus mengikuti drama ini. Yah walaupun merepotkan tak apalah. Namun apa perasaan ku saja Putri Salju sudah nampak dewasa? Ratu juga sudah cantik berbeda dari yang dulu. Kekuatan cermin ajaib yang membuat Ratu menjadi cantik dan awet muda. Jangan-jangan, cerita Putri Salju akan di lenyapkan akan tiba? Apakah aku harus membantu sang Putri? Tidak, ini mimpi, terserah aku mau melakukan apa. Baiklah Putri, aku akan mengikuti dan membantu mu sampai kau bertemu sang Pangeran. *tersenyum
Sudah 5 jam aku sudah ada di sini. Jam sudah menunjukan pukul 22.00. Waktunya para pekerja pergi ke asrama mereka dan segera tidur. Tapi ada satu masalah. Kamar ku di mana ya?😐
Ku berjalan dan bertanya kepada pelayan lain. Salah dari mereka mengatakan bahwa kamar ku ada di ruangan dengan tulisan 46, kamar terpojok dari lainnya. Aku mengangguk mengerti dan mengucapkan terima kasih. Cahaya lentera menemani malam gelap ku. Baru saja menemukan kamar yang ku cari, aku tak sengaja melihat Putri Salju bersama pria berbadan besar dan gagah. Tak salah lagi, dia adalah pemburu yang di utus untuk melenyapkan sang Putri.
Tanpa basa-basi, aku mengikuti Putri Salju serta pemburu tersebut. Berusaha agar keberadaan ku tak di ketahui, aku mematikan lentera dan menyimpan nya untuk jaga-jaga. Mereka pergi ke hutan yang gelap. Jika di cerita, sang pemburu tidak akan membunuh Putri. Ia menggantikan jantung dan hati salah satu hewan untuk sang Ratu sebagai barang bukti.
Dan benar saja, pemburu menceritakan apa yang terjadi. Walau sedih dengan kenyataan yang di terima, Putri Salju hanya diam meratapi nasib nya. Pemburu segera menyuruh Putri untuk kabur dan berpesan agar berhati-hati. Walau gila meninggalkan gadis sendirian di hutan berbahaya ini, namun itu lebih baik daripada harus di bunuh. Pemburu mengambil anak panah nya, menembak seekor rusa yang tak bersalah. Mengambil jantung serta hati dan di masukan ke dalam kain putih. Pria setengah baya meninggalkan kami berdua. Putri dengan perasaan sedih dan takut langsung berlari sejauh mungkin ke dalam hutan.
Aku mengikuti nya dari belakang. Ranting pohon pengganggu, serangga menjijikan dimana-mana, aungan serigala membuat bulu kuduk berdiri. Malam mencekam di alami oleh 2 gadis tersebut. Sudah beberapa jam kami berlari, seperti nya Putri tidak tau keberadaan ku. Wajah nya penuh dengan keringat, nafas terengah-engah yang membuat ku tak tega. Gadis itu ambruk di tempat, secara spontan aku menangkap sang Putri.
"Tunggu, seharusnya ceritanya tidak seperti ini? Kenapa Putri pingsan sebelum sampai ke rumah kurcaci?" *khawatir
Namun aku menyadari satu hal. Di depan kami ada sebuah rumah kecil. Tak ada lampu dan penerangan, membuat ku tak sadar ada tempat seperti ini di depan. Satu hal yang ada di pikiran ku.
"Rumah...kurcaci!"
Merasa sudah aman, tanpa permisi aku membawa Putri Salju masuk ke rumah. Ruangan begitu kecil, yang membuat ku harus menunduk terlebih dahulu untuk masuk. Meletakan Putri di salah satu tempat tidur secara perlahan. Menerangi lentera milik para kurcaci dengan korek api yang ku bawa dari Istana.
Tak lama Putri terbangun dengan wajah linglung. Kami menatap satu sama lain.
"Kamu...pelayan yang ada di Istana ku?"
Aku mengangguk mengiyakan.
"Bagaimana kamu bisa sampai di sini?Tidak, jangan-jangan kamu..."
Wajah cemas, dan sedikit harapan. Mungkin dia berpikir bisa jadi aku salah satu utusan sang Ratu. Namun berharap juga dengan kedatangan ku ini bisa membantu nya. Hah, sayang sekali bukan ke-duanya. Namun aku akan menjaga Putri Salju!
"Saya akan selalu mengikuti dimana pun Putri pergi, tenanglah Nona"
Ucap ku sambil menunduk ke Putri Salju. Sebenarnya tidak usah melakukan ini pun aku akan tertunduk karena ruangan yang begitu sempit.
Putri Salju hanya tersenyum.
"Sudahlah jangan seperti itu. Sekarang ini aku bukan Nona di Istana yang megah, panggil aku senyaman nya saja"
Ugh seperti pemeran utama lainnya, senyuman nya sungguh menawan. Apa tidak apa ya aku ikut campur dalam cerita ini.
"Oh ya nama mu siapa?"
"Mira, nama saya Mira" *senyum
Kami menjadi akrab dalam sekejab. Karena ini rumah orang asing, kami sepakat untuk membersihkan rumah ini. Di mulai dari membersihkan kamar, menata ulang karena super duper berantakan. Walau Putri Salju belum tau ini adalah rumah kurcaci, makhluk itu benar-benar jorok yang membuat kami bekerja keras-_-
Namun Putri Nampak menikmati tanpa mengeluh. Hahaha, anak yang selalu di siksa oleh ibu tiri bisa-bisa nya tersenyum ceria seperti itu. Benar-benar menjadi tamparan keras untuk ku. Selain membersihkan rumah, kami juga memasak makanan dari bahan yang ada. Dan tentu saja sebagai penghuni baru di dunia aneh ini aku tak terlalu mengetahui masakan apa saja yang harus aku masak. Untung Putri Salju membantuku, haaah aku ini sebenarnya penolong atau beban sih?╥﹏╥
Waktu berlalu, akhirnya pekerjaan kami beres semua. Dari jendela terlihat cahaya yang menunjukan ini sudah pagi. Tak lama ada seseorang yang membuka pintu. 7 makhluk kecil dengan sifat berbeda dan bertolak belakang. Seperti di cerita, kurcaci terkejut melihat Putri Salju, ehem dan aku sebagai tambahan. Putri salju juga terkejut dengan ke datangan para kurcaci.
"SIAPA KALIAN!?"
"Main masuk seenaknya, apa yang kalian curi hah!?"
"Tempat kami kalian kotorkan ya?"
Justru dari tadi kamar kalian kotor dan jorok tau💢
Kekesalan ku di tahan oleh Putri Salju. Dengan lembut Putri Berkata...
"Tuan-tuan, karena suatu alasan kami terpaksa pergi dari rumah. Apakah para Tuan bersedia menolong kami dan membiarkan kami menetap di sini?"
Para kurcaci berpikir, melihat rumah mereka yang bersih dan rapi membuat mereka tersadar kami berguna. Walau begitu sikap waspada masih di rasakan oleh para kurcaci. Mereka saling mengerumuni satu sama lain dan berbisik. Selesai nya, mereka mendatangi kami.
"Baiklah aku setuju"
"Aku juga, tapi dengan satu syarat. Kalian harus membantu pekerjaan kami"
Ucap salah satu kurcaci tertua, seingat ku namanya adalah Doc. Putri Salju terlihat senang.
"Baiklah Tuan-tuan, terima kasih atas kebaikan kalian. Perkenalkan nama ku Putri Salju"
"..."
"Kau?"
"Eh, kau berbicara dengan ku?Nama ku Mira"
Mereka pun saling memperkenalkan diri. Sikap mereka sama seperti buku dongeng yang aku baca. Doc si pemimpin, Grumpy pemarah,Dopey yang pintar, Sleepy yang selalu mengantuk namun bekerja keras, Sneezy si tukang bersin, Bashful kurcaci pemalu, dan si Happy, kurcaci yang selalu bahagia.
Selanjutnya...beberapa hari aku dan Putri Salju menetap di rumah para kurcaci. Membantu mereka sebisa kami. Malam nya, di meja makan terlihat suasana begitu damai. Sampai...
"Hei Mira! Apa yang kau lakukan!?Kembalikan roti ku!!"
"Ambil saja kalo bisa Grumpy, hahaha"
Aku mengambil roti milik Grumpy, si pemarah. Mengangkat makan malam nya di atas kepala, kurcaci itu tak mampu mengapai ku. Semua yang ada di sana tertawa melihat kami berdua.
"Kembalikan wanita penyihir!💢"
"Tidak mau, bwee"
Cukup mengasikan menjahili Grumpy yang selalu ku baca di cerita. Putri Salju memberikan makan malam nya kepada Grumpy. Dengan cepat Grumpy langsung menghabiskan semangkuk penuh sup milik Putri Salju.
"Nona, kenapa anda.."
"Hahaha ternyata ada wanita baik juga di dunia ini. Ku kira hanya ada penyihir di sini"
BUKK!
Aku memukul pelan kepala Grumpy, omongan nya memang sungguh tak bisa di jaga.
"WOI!"
"Aku tak mendengar apa-apa" ~Mira
"Kalian sudahlah, hahaha" ~Snow White
Aku berdiri dan berniat mengambil semangkuk sup untuk menggantikan makanan Putri Salju. Pertengkaran kecil berhenti tak lama. Canda gurau selalu ada di di rumah kecil ini. Mimpi indah nan menyenangkan.
Namun satu hal yang membuat ku waspada, Ratu jahat tak lama lagi akan menyadari jika Putri Salju masih hidup. Masalah mungkin akan terjadi tak lama lagi. Aku hanya menatap Putri Salju dengan perasaan gelisah.
.
.
.
Besok nya seperti biasa aku membantu para kurcaci untuk mencari batu. Bukan karena apa, namun kekuatan ku di butuhkan dalam pekerjaan ini. Di rumah aku selalu merepotkan Putri Salju, astaga. Dan terpaksa, aku harus mengikuti para kurcaci dan meninggalkan Putri Salju sendiri.
"Jika ada orang asing mengetuk pintu jangan di buka" ~Doc
"Jika bisa batasi kegiatan luar Nona" ~Mira
"Betul itu, bahan makanan juga ada di dalam" ~Doc
"Eh teman-teman..." ~Snow White
"Nona tak perlu repot-repot" ~Mira
"Intinya, tetap berada di dalam rumah!"
Ucap ku dan Doc bebarengan. Putri hanya mengangguk paham sambil tersenyum. Aku dan ke tujuh kurcaci pergi meninggalkan Putri Salju.
Dalam perjalanan, perasaan gelisah selalu ada. Apakah Putri baik-baik saja?
............
Langit gelap menutupi hutan, terasa batu yang kami ambil sudah cukup kami berniat untuk pulang.Para kurcaci bernyanyi dengan riang nya. Selain Grumpy si pemarah dan angkuh tentu nya, hahaha. Sesampainya kami terkejut saat melihat pintu rumah terbuka lebar. Dengan cepat ku berlari dan mencari Putri Salju.
Tepat di depan pintu terlihat seorang gadis tergeletak di lantai.
"Putri!?"
Ini pasti ulah si mak lampir itu. Di pinggang Putri Salju terlihat korset yang di ikatkan secara ketat. Dengan panik aku langsung melepaskan ikatan tali menyesakkan itu. Di susul oleh para kurcaci, mereka hanya bisa berharap Putri baik-baik saja. Secara perlahan, Putri bernafas dan membuka mata. Mendapati kami sedang menangis di depan nya.
"Kalian..."
Aku menghapus air mata ku, hikss padahal ini dongeng tapi saat cerita ini ada di depan mata entah mengapa kesedihan bisa kurasakan. Para kurcaci juga melakukan hal yang sama, bahkan Happy langsung memeluk Putri Salju.
"Kan sudah saya bilang jangan buka pintu nya!"
"T..tapi tadi ada nenek tua..."
"JANGAN PERNAH PERCAYA ORANG ASING!"
Ucap kami berdelapan secara bersamaan. Putri hanya tertawa kecil dan meminta maaf atas apa yang terjadi. Aku tau bagian cerita ini. Ratu yang sudah menyadari Putri Salju masih hidup segera melakukan rencana jahat nya. Menyamar menjadi nenek tua agar di kasihani. Rencana pertama, membunuh Putri dengan mengencangkan korset yang Ratu berikan dengan alasan semua wanita mengenakan nya dan akan menjadi lebih cantik. Dan rencana ini di gagal kan oleh para kurcaci, sebelum ada aku tentu nya.
Ini adalah awal mula penyiksaan Ratu jahat. Rencana ini berlanjut sampai Ratu memberikan apel beracun kepada Putri Salju. Aku harus melindungi Putri, jangan sampai kejadian ini terulang.
"Teman-teman, izinkan aku menjaga Putri"
"Hm baiklah, kami percayakan kepada mu Mira"
Aku hanya tersenyum kepada para kurcaci.
.
.
.
Besok nya, dan benar saja di depan pintu sudah ada nenek tua. Haah pasti cermin ajaib itu memberi tahu bahwa Putri selamat ya.
"Mira?"
"Sttt, biarkan saja Nona"
Ucap ku yang langsung mengantarkan Putri ke kasur nya. Menenangkan gadis itu dan mencoba untuk menghiraukan nenek yang ada di depan. Namun...
TOK TOK TOK!
Ketukan nya makin kencang dong, ini mau bertamu atau mau gebrek orang etdah-_-
"Mira, biar aku saja yang buka"
"Sttt stt stt, Nona tenang saja di sini biar saya saja yang buka. Tolong jangan keluar ya, dan tutupi wajah anda dengan selimut"
Putri Salju hanya menggangguk mengerti dan melaksanakan apa yang aku perintahkan. Haah, aku tak dapat menolak keinginan Putri Salju. Dan tak kuat juga mendengar suara berisik di luar. Aku membuka pintu, mendapati seorang nenek dengan tongkat nya. Ratu...Mak Lampir aja lah.
"Dimana...gadis cantik itu?"
Ucap Nenek yang terkejut melihat ku.
"Seharusnya saya yang tanya, mau apa nenek tua ada di hutan belantara ini?"
"Tidak ada cu, nenek sedang mencari Salju, biarkan nenek bertemu dengan nya" *senyum
"Ini masih musim panas nek, mungkin beberapa bulan lagi salju akan tiba"
"Bukan itu yang nenek maksud anak muda💢"
Lihat wajah penuh amarah nya. Benar-benar menunjukan jati dirinya yang asli.
"Di sini tidak ada yang namanya Putri Salju, mungkin nenek salah orang"
BRAAKK!!
Aku tanpa bersalah langsung menutup pintu. Terlihat dari jendela kecil, nenek tua hanya bisa berdecak kesal. Pergi meninggalkan kami. Haaah, untung saja.
Namun tak hanya itu saja. Besok nya nenek itu kembali lagi, sambil membawa sekeranjang apel penuh. Sudah saat nya ya.
Tok Tok Tok
"Mira, apa yang harus kita lakukan?"
"Seperti kemarin, Putri tetap bersembunyi saja, biar saya yang menghadapi nya"
Aku membuka pintu, lagi-lagi wajah menyebalkan ada di depan ku. Nenek itu lumayan pendek dari ku yang sudah berumur 14 tahun ini.
"Cu, nenek membawakan beberapa apel untuk kalian" ~nenek
"Aku elergi apel" ~Mira
"J..jika begitu nenek juga membawakan bany.." ~nenek
"Aku elergi semua buah" ~Mira
"..."
"..."
"MAU MU ITU APA SIH!? BIARKAN AKU BERTEMU PUTRI SALJU!!" ~nenek
"AKU MAU KAU PERGI DARI SINI!" ~Mira
"BEGITU CARA MU TERHADAP NENEK TUA!?💢" ~nenek
"NENEK JADI-JADIAN MAKSUDMU!?💢" ~Mira
"GRRR!!!"
Putri yang mendengarkan keributan di luar langsung menghampiri Mira. Mira terkejut, sedangkan nenek terlihat senang.
"Akhirnya aku bertemu lagi dengan mu gadis cantik. Nenek memetik apel yang lezat, nenek berikan untuk mu"
"A..ah tidak nek, terima kasih"
"Tidak apa cu, jangan malu-malu"
Nenek itu menyodorkan apel yang ada di keranjang kepada Putri Salju. Dengan cepat Mira langsung menepis buah apel sampai jatuh.
"Mira..."
"Ah tidak apa nak, nenek masih punya ba.."
Sekali lagi Mira menepis apel pemberian nenek. Nenek yang kesal menyodorkan apel kepada Putri berkali-kali. Mira juga melakukan hal yang sama ia membuang semua apel sampai jatuh di tanah. Semua apel yang ada di keranjang habis tak tersisa.
"KAUUU!!💢"
"Maaf,tangan ku licin"
"Cih"
Akhirnya nenek itu mengangkat tongkat nya. Asap mengelilingi tubuh wanita tua itu. Secara mengejutkan nenek itu berubah menjadi Ratu. Putri Salju tak menyangka bahwa nenek yang ia temui merupakan ibu tiri nya yang jahat. Sedangkan Mira yang sudah tau alur cerita hanya berdecak kesal.
"Kau yang daritadi mengganggu ku, kau itu...siapa?"
Mira hanya diam sambil melindungi Putri Salju. Ratu menarik kerah Mira yang membuat gadis muda itu tercekik. Putri Salju nampak melawan, namun dengan kejam Ratu langsung mendorong Putri sampai terbentur di dinding. Tak lama dari kejahuan nampak para kurcaci yang sudah pulang. Wajah bingung, ketakutan, dan kemarahan terlukis dari wajah mereka.
Kalian..ck..tepat waktu.
Mira menunjuk tongkat Ratu kepada para kurcaci. Mereka yang paham akan situasi langsung mengambil tongkat sang Ratu yang sedang sibuk dengan Mira.
"KURANG AJAR!! KEMBALIKAN TONGKAT KU!!"
BRUKK
Mira terlepas dari cengkraman sang Ratu.
"Uhuk, S..SEGERA PATAHKAN TONGKAT NYA!!"
Para kurcaci bersama mematahkan tongkat sang Ratu. Tubuh wanita setenga baya itu mengeluarkan asap! Suara jeritan terdengar. Sedikit demi sedikit tubuh nya meleleh. Mira yang memandang langsung kejadian ini hanya terdiam.
"Tak kusangka akan berakhir seperti ini"
Ucap Mira yang langsung memapah Putri Salju.
"Ibu...sebenarnya apa yang terjadi?"
"Putri di kamar Yang Mulia Ratu terdapat cermin, anda harus menghancurkan nya segera!"
Ucap ku dengan serius.
"Memangnya ada apa? Dan kenapa ibu sampai seperti itu?"
"Intinya Ratu sebenarnya iri kepada Putri yang memiliki kecantikan mutlak. Ia bahkan melakukan segala cara agar anda tak ada di dunia ini. Tujuan nya supaya Ratu menjadi wanita tercantik di seluruh dunia"
"Itu agak klise, dan sulit dipercaya"
Hahaha benar juga sih, namanya saja juga dongeng💧
"Namun aku percaya jika Mira tidak akan pernah berbohong kepada ku" *tersenyum
Aku memeluk Putri untuk terakhir kali. Putri bergegas pergi ke Istana di temani oleh para kurcaci. Dan aku...hanya akan mengamati bagaimana alur cerita terakhir.
.
.
.
"HAAH!"
Buku berantakan, kertas menempel di pipi ku. Mengenakan seragam sekolah, aku masih ada di perpustakaan. Haah akhirnya bangun juga. Menyenangkan juga masuk ke salah satu dongeng favorit.
Duk
Tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah buku. Aku mengambil nya dan membuka isi dari buku tersebut. Kisah Putri Salju? Namun alur nya berbeda, kisah ini kejadian saat aku bermimpi bukan?
Di akhir cerita Putri yang selamat langsung pergi ke Istana di temani oleh 7 sahabat kurcaci nya. Menemukan cermin usang dan menghancurkan nya. Asap hitam muncul saat cermin itu di hancurkan.
Beberapa hari kemudian karena Yang Mulia Ratu menghilang, Putri di angkat menjadi Ratu di negeri ini. Menjadi pemimpin yang baik, bijaksana, dan rendah hati. Ke tujuh kurcaci menjadi penjaga setia Putri Salju.
Sampai pada akhirnya seorang Pangeran datang ke negeri ini, ke Istana Putri Salju. Wajah nya yang tampan membuat semua wanita terpana. Termasuk juga Sang Ratu, ia jatuh cinta kepada Pangeran tersebut.
Tanpa di sangka Pangeran juga mencintai Putri Salju. Mereka menghabiskan waktu berdua dengan cinta abadi. Negeri itu sekarang sudah mempunyai Raja dan Ratu yang bijaksana. Namun ada satu hal yang membuat Putri Salju sedih, pelayan sekaligus sahabat nya menghilang entah kemana.
"..."
Ini...
"MENGERIKANNN!!!" *takut
Sedangkan penjaga perpus sedari tadi melihat Mira hanya tertawa kecil.
"Satu orang lagi yang mengubah alur cerita"
Gumam pria tua sekaligus penjaga perpustakaan.
.
.
.