Memiliki seorang ibu yang menyanyangi anaknya bahkan meskipun anak-anaknya sudah menikah dan memiliki anak,adalah anugerah yang luar biasa..Aku salah satunya...
Perkenalkan ,namaku Ireyna..biasa di panggil Reyna oleh orang-orang terdekatku,kecuali mama..Mama biasa memanggil ku In.Mama adalah wanita tangguh,menurutku.Terlahir dari keluarga pejabat,namun kehidupan mewah tak lantas membuat mama menjadi pribadi yang sombong dan manja.Mama menikah dengan papa yang hanya seorang pekerja serabutan,dan di karuniai 7 orang anak.Aku anak ke-6.Sedari kehamilan anak pertama ,Mama dan papa mencoba merintis usaha keripik singkong.Meskipun keuntungan kecil,dan sering macet,namun keripik singkong mama bisa berjalan hingga kami dewasa,bahkan sampai sudah memiliki cucu..(ya..begitulah ..buk ibuk..gak bisa diem,) kata mama,kalau diem,nanti badan jadi pegel..heheh.Tinggal di rumah kecil berpenghuni 8orang,namun tak mengurangi kebahagiaan kami.Mama bahkan mengambil kerja sambilan sebagai tukang cuci di beberapa tempat.Pada agustus 2007,mama berkunjung ke Gorontalo untuk menjenguk tante mama yang sedang sakit.Dua minggu berselang,berita tentang kematian iparku sampai ke telinga mama.Hatinya begitu sedih,karena saat itu anak-anak dari kakakku masih kecil .Mama kemudian kembali ke kota kami dan merawat anak-anak kakakku.Hari berganti bulan bulan berganti tahun,kesehatan papaku semakin menurun,karena memikirkan diriku.Aku yang saat itu dikaruniai seorang putra,namun tidak dengan pasangan hidup.Ayah dari anak yang ku kandung,pergi dengan wanita lain.Dua tahun setelah kepergian iparku,papaku pun menutup usia. ..Terlihat jelas kesedihan di mata mamaku...Kehidupan seperti mempermainkannya.Membuat mamaku memeras otak dan tenaga untuk ekstra mengurus kami ..bukan hanya anak-anak kakakku,sekarang tanggung jawabnya bertambah.Mama tidak mengizinkan aku bekerja pada saat itu.Dia takut aku frustasi akan keadaan.Mama malah menyuruhku diam di rumah mengurus anak,dan dia yang bekerja."Nak,jangan pikir masalalu mu yang buruk..mama yang akan mengurus anakmu."Ucapnya.. Sembari menyunggingkan senyum di wajahnya yang tak lagi muda.Matanya menyiratkan setiap detil letih ...peluh yang keluar di pelipis matanya,seperti isyarat untuk berhenti sejenak dari semua jerihnya.Waktupun bergulir begitu cepat.Aku mencoba membuka hati dan menikah,kemudian dikaruniai 4 orang anak.Ada raut kebahagiaan yang tergambar di wajah mama .Akupun tak mengizinkan lagi mama untuk bekerja.Dan,ya..mama pun menyetujuinya.Kami hidup berkecukupan,meskipun aku belum bisa membelikan mama perhiasan ataupun barang berharga lainnya.Asalkan rumah kami diperbaiki dan cukup untuk makan,semua itu sudah membuatnya senang.Sesederhana itu..Itu semua karena cinta mama begitu besar terhadap anaknya.Sampai-sampai diapun tak rela jika harus tinggal berpisah tempat dengannya.Sepuluh tahun,akhirnya pernikahanku kandas.Waktu yang terbilang bukan sebentar ,tak bisa kupertahankan..Kecemburuan membuat suamiku menjadi seorang yang posesif dan melakukan kdrt.Trauma yang kurasakan cukup berdampak,mamaku ikut merasakan kembali penderitaan yang ku alami.Setahun setelah pisah ranjang,akupun resmi bercerai..Mama kembali memutar otak bagaimana caranya agar bisa menghidupi kami,meskipun aku tak pernah meminta mama yang harus mengurusku.Karena secara fisik,aku sangatlah fit untuk bekerja .Mama yang memiliki warisan yang terbilang cukup untuk membuat hidup kami mapan,akhirnya kembali ke kampung halaman untuk mengurusnya bersama dengan kakakberadiknya mama.Namun semuanya berakhir sia-sia..Satu per satu kakak mama meninggal.Ada yang bilang itu karena ilmu hitam orang-orang yang tidak menyukai niat baik mama dan saudara-saudaranya.Mama juga mengalami sakit...Kami sebagai anak,berusaha melakukan yang terbaik semampu kami.pengobatan ke dokter,bahkan mama sempat di rawat sepuluh hari di rumah sakit.Ada yang menyarankan untuk pergi ke dukun .Namun mama menolak..Mama hanya berdoa setiap kali penyakitnya kumat.Hari berganti,mama semakin kurus,untuk bangun saja tak lagi sanggup,apalagi jalan ke toilet.Tak semua dari kami yang intens mengurus mama .Hanya aku,kakak no tiga dan anak dari kakakku yang tertua.Adikku sendiri hanya sibuk dengan kehidupannya .Beberapa kali aku meminta dia untuk membersihkan popok mama,namun tak di gubris..Dia merasa jijik.Setiap kali aku mengganti popoknya,mama seperti sungkan ."Nak,makasih karena kamu mau merawat mama,Tuhan yang akan balas semua budi baikmu".seperti teriris hati ini.Aku hanya menjawab"ma,sudah kewajiban irey sebagai anak mengurus mama.Meskipun tulang irey patah saat mengurus mama,itu tak akan bisa membalas semua kebaikan mama melahirkan bahkan membesarkan kita."Airmata menetes di pipinya .Mungkin benar apa yang pepatah bilang,"SEORANG IBU MAMPU MENGURUS 7 ORANG ANAK,NAMUN 7 ANAK BELUM TENTU BISA MERAWAT SEORANG IBU .Mama meminta maaf atas setiap kesalahan yang pernah dia perbuat.Mama juga meminta kami untuk saling memaafkan sebagai kakak adik.Sepuluh bulan cukup lama mama merasakan sakit.Di detik terakhir ,mama menggenggam tanganku,tanpa lagi bersuara.Aku membisikkan kata,"Ma,jangan lagi memikirkan Irey dan anak-anak."Tatapan nya yang kosong,namun tidak dengan airmatanya.seperti setiap tetes mewakilkan kata yang akan dia ucapkan .Ya ,kata perpisahan..Mama akhirnya menghembuskan nafas terakhir disaat aku membisikkan doa di telinganya .
Ma,terima kasih..Terima kasih karena telah merawat kami.Merawat aku ..Merawat anak-anakku .
Ma,rindu ku kini hanya sebatas doa..
rindu seorang ibu pada sang ibu..
tenang disana ma...
cinta dan doa mengiringi kepergianmu.
"ibu mungkin tak akan bisa selalu bersama kita,namun cintanya selalu bersemayam di hati setiap anak-anaknya" ~reyna~(berdasarkan kisah nyata)