Disuatu hari yang tenang, Hyon sedang bersantai menikmati waktu senggang dihalaman rumahnya. Ia duduk disebuah kursi sambil membaca sebuah majalah diselingi minum segelas jus buah.
Saat Hyon mengganti halaman berikutnya, tiba-tiba terdengar suara yang mengejutkan dirinya. Seketika ia meletakkan majalah diatas meja, lalu melihat sekitar. Terlihat sebuah kepulan asap muncul di area ladang jagung milik keluarganya. Hyon langsung pergi menghampiri sumber asap tersebut.
Hyon menelusuri jalan kedalam ladang jagung yang padat tersebut. Dan akhirnya ia sampai ke lokasi dimana asap itu berasal. Tampak didepan matanya terdapat sebuah pesawat luar angkasa yang bentuknya lain dari apa yang dia ketahui. Hyon pun segera mendekat dan mencari awak dari pesawat itu. Setelah mencari, Hyon menemukan seseorang yang merupakan pemilik pesawat luar angkasa tersebut. Penutup dari pesawat luar angkasa itu terbuka dalam sekejap. Hyon coba melihat lebih dekat lagi. Dan dirinya pun tercengang seolah tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya.
"Ini asli?"
Saat Hyon sibuk memperhatikan, tiba-tiba sang pemilik pesawat menggerakkan badan dan menatap ke arah Hyon. Lantas dengan tatapan asing seperti itu, membuat Hyon langsung merinding. Dirinya kabur dari lokasi dengan terbirit-birit.
"Menyeramkan!" kata Hyon sambil berlari kencang.
Hyon masuk kedalam rumah, kemudian cepat-cepat mengunci pintu. Ia melompat ke atas tempat tidur dan bersembunyi didalam selimut.
"Semoga dia tidak mengejarku!" gumam Hyon dalam hati.
Beberapa waktu setelah lama bersembunyi, Hyon beranjak dari tempat tidur dan pergi membuka pintu rumahnya. Dia coba mengecek keadaan diluar. Pintu dibuka, dan melihat ke arah ladang jagung yang ada didepan. Tidak ada lagi asap disana. Hyon berjalan dan duduk ditempat dimana ia membaca majalah sebelumnya. Pandangannya masih ke arah ladang jagung.
Tangan meraba mencari segelas jus buah yang belum sempat dihabiskannya tadi. Setelah mendapatkan gelas tersebut, ia duduk sambil terus memandang ladang jagung yang ada didepan. Hyon seketika menoleh ke samping dan mendapati apa yang ditakutinya itu tengah berada didekatnya sekarang ini.
Badan gemetar hebat dan Hyon pun langsung pingsan ditempat.
Mata terbuka dan berkedip beberapa kali sampai pandangan terlihat dengan jelas.
Hyon melihat dirinya berada ditempat yang sama seperti sebelumnya. Dia mengingat momen kala bertemu dengan sesuatu yang ditakutinya tersebut.
"Kemana dia?!"
Hyon bergegas memasuki rumah. Namun, sebelum masuk ia malah bertemu dengan seseorang yang berdiri didepan pintu rumahnya. Orang itu memakai kostum yang mana itu punya Hyon kala merayakan hallowen beberapa waktu lalu. Melihat kostumnya dipakai oleh orang asing, membuat Hyon geram dan segera menghampirinya.
"Lepaskan kostum itu sekarang!"
Hyon menarik kostum yang dikenakan orang tersebut dan dirinya pun melihat sosok asli orang tersebut. Lagi dan lagi Hyon kembali pada ketakutannya. Terduduk dan menutup muka, Hyon meminta ampun dengan sangat.
Orang yang ada didepan Hyon dan sangat ditakutinya itu merupakan makhluk asing, atau bisa dibilang dengan sebutan Alien.
Kostum yang sempat dilepaskan oleh Hyon, dipakai kembali oleh alien itu. Lalu si alien memberikan gelas minuman beserta majalah milik Hyon. Melihat hal itu, membuat ketakutan Hyon mulai berkurang.
"Terima kasih. Dan kamu boleh memakai kostum itu." ucap Hyon pada alien yang ada didepannya.
Hyon berdiri dan coba mengajak ngomong alien itu. Tetapi seperti yang terlihat, alien itu tidak bisa berbicara dengan bahasa manusia. Jadi alien tersebut hanya menggunakan bahasa tubuh kala merespon apa yang dikatakan Hyon.
"Kamu tidak bisa bicara layaknya manusia ya? Komunikasi yang sulit."
Hyon duduk dikursi depan rumahnya bersama sang alien. Kemudian mulai melemparkan beberapa pertanyaan kepada si Alien. Dari asal muasal, sampai tujuannya datang ke bumi. Hyon memperhatikan respon dari si alien dengan bahasa tubuh itu. Tidak semua ia mengerti. Tapi tetap ada beberapa yang bisa ia pahami. Setelah berkomunikasi, alien itu pergi menuju ladang jagung. Hyon yang melihat itu langsung mengikutinya dari belakang. Mereka berdua mendatangi pesawat luar angkasa yang mengalami kerusakan. Alien itu menyampaikan sesuatu yang sebenarnya sulit dimengerti. Tapi setelah dipikir-pikir lebih jauh, Hyon mulai paham.
"Aku pikir dia mau memperbaiki pesawat ini dan kembali ke tempat asalnya."
Hyon coba merespon dengan bahasa tubuh pula. Namun, alien itu hanya diam saja. Hyon merasa ia tidak perlu menggunakan bahasa tubuh macam ini karena memang tidak bisa.
"Rumit sekali."
Hyon meminta si alien untuk menunggu dilokasi pesawat luar angkasa itu jatuh. Sementara dirinya pergi mencari peralatan untuk memperbaiki pesawat tersebut. Sebuah perkakas dibawa oleh Hyon kedalam ladang jagung. Lalu ia menunjukkan benda itu pada si alien. Dan mereka berdua coba memperbaiki apa yang rusak pada pesawat itu. Hyon memiliki keahlian dalam urusan perbaiki barang. Jadi dia pikir bisa memperbaiki pesawat satu ini.
"Sulit juga memperbaiki benda seperti ini. Kelihatannya mungkin ini lebih sulit dari pesawat biasa yang ada diplanet ini."
Hyon memperbaiki pesawat itu cukup lama bersama si alien. Sampai memasuki malam hari. Karena sudah mulai gelap, Hyon memutuskan untuk melanjutkannya besok. Ia dan si alien pun pergi dari lokasi pesawat luar angkasa itu.
Esok harinya, Hyon dan sang alien lanjut memperbaiki pesawat luar angkasa yang ada diladang jagung. Perbaikan itu memakan waktu yang lama. Sela perbaikan, mereka beristirahat sambil bermain bersama. Hyon dan sang alien sudah begitu dekat, layaknya seorang teman. Bermain dan bekerja sama didalam padatnya ladang jagung selama beberapa hari. Akhirnya pada satu hari, Hyon berhasil memperbaiki pesawat luar angkasa milik si alien.
"Sudah siap. Sekarang cobalah." anjur Hyon pada si alien.
Pesawat dihidupkan dan ternyata apa yang mereka lakukan berhasil. Perbaikan selesai dan sukses. Alien itu berterima kasih pada Hyon dan coba menyentuh tangannya. Karena tidak pernah bersentuhan sebelumnya, maka Hyon ingin mencoba kali ini. Rasanya lain, tapi tidak masalah bagi Hyon. Tangan yang semula kotor hasil perbaiki pesawat, kini terlihat bersih seketika karena salaman antar keduanya.
Hyon mengangkat tangannya dan melihat apa yang dilakukan oleh si alien. Sesuatu yang ajaib telah terjadi padanya sampai membuat dirinya tercengang. Kemudian alien tersebut masuk kedalam pesawat dan menyampaikan selamat tinggal pada Hyon.
Pesawat berangkat, Hyon melambaikan tangannya sebagai salam perpisahannya.
Mereka berdua pun berpisah hari itu. Saat ingin beranjak pergi, Hyon tiba-tiba menyadari sesuatu. Melihat ke arah tangannya. Terdapat sesuatu yang terpasang di salah satu jarinya. Sebuah gantungan hiasan bergambar alien yang menurut Hyon sangat lucu.
"Terimakasih atas pemberiannya."
Pikiran awal Hyon soal invasi alien yang buruk sekarang sudah menghilang. Ia pun merasa mulai tertarik dengan hal terkait alien setelah pertemuan ini.
-----SELESAI-----