[belum selesai]
Tidak peduli seberapa besar aku mencintaimu, jika Tuhan memang lebih menyayangimu. Hal yang bisa kulakukan adalah mengikhlaskanmu untuk pergi dari sisiku.
.
Seokjin tersenyum tipis melihat pantulan bayangannya di cermin. Kemeja putih dan jeans hitam yang dia kenakan terlihat sedikit kebesaran di tubuhnya yang kecil. Ia sedikit merapikan poni depannya depannya lalu tersenyum puas saat penampilannya sudah sempurna.
"Kamu siap Seokjin?" Ia sontak menoleh setelah mendengar suara sang kekasih.
"Namjoon!" Pekik Seokjin sambil berlari ke arah pria yang masih berdiri di ambang pintu. Dia memberikan kecupan singkat di bibir dan dibalas dengan ciuman lembut dari Namjoon.
"Cantik, siap jalan-jalan hari ini?" Tanya Namjoon membuat Seokjin tergelak. "Aku sangat siap!" Balasnya.
.
Mereka berdua sampai di salah satu taman bermain yang ramai oleh pengunjung. Senyuman Seokjin tidak berhenti merekah setelah masuk ke dalam. Impiannya akhirnya terwujudkan.
"Apa yang harus kita naiki dulu Namjoon? Sangat banyak wahana di sini sampai membuatku bingung."
Namjoon ikut menyunggingkan senyumnya saat melihat Seokjin yang menggemaskan seperti ini. "Bagaimana kalau kita memainkan permainan kecil dulu? Kamu lihat di sana? Ayo kita mencobanya." Katanya sambil menunjuk arah stan permainan membidik kaleng yang disusun dengan senapan mainan.
"Kalau begitu, ayo kita kesana Namjoon!" Seokjin menarik Namjoon mendekati stan itu.
Seokjin menggenggam erat senapan mainan di tangannya. Matanya lurus ke arah kaleng yang berjarak 2 meter dari arahnya berdiri. Perlahan dia menghela nafas dan siap untuk menarik pelatuknya. Sampai.
"Ini hanya permainan Seokjin, jangan terlalu serius seperti itu."
Mendengar ejekan dari Namjoon membuat konsentrasinya menjadi buyar. Dan pelurunya hanya menjatuhkan 3 dari 10 kaleng.
"Namjoon! Ish, marah aku sama kamu! Nyebelin!" Erang Seokjin tidak terima karena permainan ini dia hanya memiliki satu kali kesempatan. Dia memang bisa bermain lagi tapi nanti dia akan kekurangan waktu untuk mencoba permainan yang lain.
Namjoon tertawa puas setelah melihat Seokjin yang kesal padanya. "Ternyata kamu sangat menginginkan boneka itu, hm?"
"Memang apa salahnya? Bonekanya lucu." Seokjin memanyunkan bibirnya melihat boneka koala dan alpaca yang akan menjadi hadiah jika berhasil menjatuhkan sepuluh kaleng.
"Baiklah, aku akan mendapatkannya untukmu." Dan seperti yang Namjoon katakan dia berhasil menjatuhkan semua kaleng dan mendapatkan boneka itu untuk Seokjin.
Mereka berdua meninggalkan stan tadi. "Kamu mau bermain apalagi?"
Seokjin berpikir sejenak. "Roller coaster?"
"Seokjin, itu terlalu berbahaya."
"Tapi kamu sudah berjanji padaku Namjoon. Kamu bilang akan mengajakku bermain sesukaku."
"Tapi tidak untuk wahana berbahaya seperti itu, aku mohon menurut ya Seokjin?"
Wajah Seokjin menjadi murung. "Baiklah."
.