Kasus perampokan dan pembunuhan yang di tutup dan tak terungkap kepolisian,membuat Zack bertekad untuk membawakan dan membuka kembali kasus yang terjadi pada keluarganya,
Zack berusaha memberikan keadilan untuk dirinya dan keluarganya,karena kejadian itulah yang membuat dirinya menjadi yatim piatu,sehingga dia di angkat dan di urus oleh tukang kebun keluarganya,yang kini menjadi pengusaha kaya raya di luar negri,
Tukang kebun keluarga Agata,ayah Zack yang menjadi korban perampokan dan pembunuhan itu adalah pak Anton,
Yang kini terkenal dengan nama Mr Antonio,
Mr Antonio adalah mafia besar yang terkenal sangat kejam dan sadis kepada lawan-lawannya,
Namun pekerjaannya sebagai mafia,tidak di ketahui oleh anak angkatnya, Zacky,dia hanya tau ayahnya adalah seorang pengusaha emas terbesar di Jerman,
Zack di latih bela diri sedari kecil oleh Mr Antonio,agar dirinya mampu membela dirinya saat dewasa nanti,
Kemahiran memanah dan menembak Zack sudah tidak di ragukan lagi,
Mr Antonio selalu mendoktrin Zack dengan nasihatnya yang mengarah kepada pikiran bukan pada hati,
"Kau harus ingat Zack,gunakan akal pikiranmu,jangan pakai hati"
Mr Antonio selau berpesan seperti itu,agar Zack semakin kuat dengan akalnya,karena jika dia memakai hati dan perasaannya,dia tidak akan mampu untuk melawan dan menghabisi lawan-lawannya,
...
Kini Zack sudah dewasa,dia lulus dari sekolah kemiliterannya di Amerika dengan nilai tinggi,
Meskipun Mr Antonio seorang mafia kejam,namun untuk masa depan anaknya,dia ingin yang terbaik,
"Selamat anakku"
Mr Antonio memeluk Zack dan memberinya ucapan selamat atas keberhasilannya,
Tentunya Zack sangat bahagia ayahnya ikut bangga atas keberhasilan dirinya,
Merekapun sejenak melepas rindu setelah 6 tahun terpisahkan jarak,Zack sangat ingat betul saat dirinya bertarung dengan ayahnya di atas lumpur basah belakang rumah Mr Antonio, ya tempat berlatih mereka,
"Ayah,apa kau memikirkan hal yang sama denganku?apa kau ingin bertarung denganku"
Zack mengajak ayahnya untuk mengasah kemampuannya lagi,
"Rasanya itu tidak perlu nak,tenaga ayah sekarang sudah semakin melemah,jadi untuk melawan mu,rasanya ayah sudah tak sanggup"
Mr Antonio menolak,karena kemampuan Zack memang sudah nyata,tak bisa di remehkan lagi,
"baiklah,jika itu mau ayah"
Tanpa sepengetahuan Mr Antonio,zack merencanakan keberangkatannya ke Jakarta esok hari,untuk melancarkan misinya membalaskan dendam kepda pembunuh orangtunya
...
Zack pun berangkat dari Amerika menuju Jakarta,
Di kawal oleh beberapa bodyguard,lantas membuat Zack merasa tidak nyaman,dia ingin sendiri tanpa pengawalan,karena takut ada orang yang mencurigainya,
Misi pertama,Zack coba mencari tahu oknum polisi yang menutup kasus pembunuhan keluarganya,
Zack pun mengetahui identitas polisi tersebut,dia mulai mengorek data tentang nya,dan akhirnya dia menemukan alamat rumah polisi itu,
Diketahui oknum polisi itu bernama Rangga Aditama,dia polisi yang menangani dan menutup kasus kematian keluarga Zack,
Zack pun coba menyelinap ke dalam rumah pak Rangga,dengan perhitungan yang matang dan caranya yang lembut,Zack berhasil masuk tanpa mereka ketahui,kini dia berada di ruang kerja polisi itu,
Zack coba mencari sesuatu sebagai petunjuk,
Perlahan satu persatu dokumen yang tersimpan dia buka dengan teliti,namun tidak ada petunjuk yang mengarah pada kasusnya,Zack tak menyerah,dia terus membuka lembaran demi lembaran dokumen yang terlihat olehnya,
Bruk...
Suara kotak kecil penuh dengan lembaran kertas jatuh tepat di kakinya,
Kotak itu berisikan potongan koran bekas lama,atas berita perampokan dan pembunuhan pengusaha berlian ternama Mr Agata dan Mrs Helena,
Zack pun terkejut,ketika melihat potongan koran itu,dia pun membereskan lembaran yang berserakan dan membawanya pulang,
Zack bisa keluar dengan selamat dari rumah pak Rangga,tanpa di ketahui oleh penghuni dan penjaga rumahnya,hanya saja anjing yang menjaga rumahnya mulai menggonggong,
"guk...guk...guk"
Zack nampak tenang meskipun suara anjing sudah membangunkan seluruh penghuni rumah,untuk melihat apa yang sudah terjadi hingga anjingnya terus menggonggong,
Zack pun tiba di rumahnya,dia buka lembaran-lembaran yang di temukan tadi di ruang kerja pak Rangga,
Nampak sebuah fhto papah dan kawannya yang bernama Raditya , Zack sangat mengenalnya,karena semasa hidup ayahnya,Zack tau kalau Raditya adalah sahabat baik papahnya,
Pikiran Zack sudah mengarah ke dalang pembunuhan ayahnya,
"Apa mungkin om Raditya dalang semua ini, ah sial"
Zack menggerutu kebingungan,
Ahirnya dia memutuskan untuk menelitinya besok hari,
...
Keesokan harinya,Zack mendapat kabar dari televisi bahwa pak Rangga sudah ditemukan tidak bernyawa di kediamannya,
"Siapa yang membunuh pak Rangga,apa ada orang yang ingin membalas dendam kepadanya selain aku?"
Zack semakin di buat bingung,diapun memutuskan untuk pergi keluar sejenak,berharap mendapat kan petunjuk atas kematian pak Rangga,
Saat Zack sedang duduk santai di sebuah food court mall ,terdengar bahu tembak di arah belakangnya,
Benar saja,telah terjadi perampokan bersenjata di sebuah toko mas disana,
Terlihat seorang perempuan sedang menyelamatkan beberapa pengunjung yang sedang berkunjung ke mall tersebut,
Zack pun coba membantunya,dengan mengalihkan perhatian perampok itu padanya,
"Tiarap kalian semua,jika tidak maka anak ini akan jadi taruhannya"
Mereka menyandra seorang anak kecil sebagai ancaman keamanannya,
Gadis cantik yang coba menyelamatkan pengunjung,mengerti dengan kode yang di berikan Zack padanya,
Zack pun mulai berjalan perlahan mendekati perampok yang menyandra anak kecil tersebut,
"buk.."
Zack menendang pistol yang di pegang perampok dan memukul pundak nya,sehingga si anak terlepas,dan segera Zack tangkap dan melemparkannya pada gadis itu,
Dengan sigap gadis itupun menangkap anak kecil yang Zack lempar ke arahnya,
Zack pun berbalik menyandra salah satu perampok itu,
"jika kalian ingin dia hidup,simpan senjata kalian"
Zack mulai menggertak,
Namun mereka tidak mengalah begitu saja,saat salah satu di antara mereka akan menyerang Zack,
"Dor.."
Pistol Zack lebih dahulu membidik tangan si perampok yang akan menyerang nya,
Merekapun mengalah dan menyimpan senjatanya masing-masing,
Dan tak lama kemudian suara mobil polisi pun terdengar,
Polisi tiba tepat waktu,
Dan akhirnya merekapun di amankan,termasuk yang di Sandra oleh Zack,
"Terimakasih atas bantuannya "
Gadis itu mengucapakan terimakasih kepada Zack,karena telah membantunya,
Anak kecil perempuan yang Zack selamatkan pun memeluk Zack dan mengucapkan terimakasih kepadanya dengan imut,
"Terimakasih ka"
Zack pun kembali menggendong dan memeluk anak kecil tersebut,
Kemudian sang ibu si anak kecil pun datang dengan nafas berat,
"Marsya,anakku"
"Mama Kania"
Anak kecil itupun berlari ke arah ibunya,
Zack terkejut dengan panggilan Kania yang keluar dari mulut anak kecil itu,
"Ah mungkin itu Kania yang lain,bukan Kania adikku" pikir Zack,
"Terimakasih ka"
Ucap mama Kania pada Zack,
Zack sedikit termenung membayangkan sosok adik bayinya, karena tak ada jawaban dari Zack,gadis cantik yang ada di samping Zack pun menjawab ucapan Kania,
"Sama-sama "
Merekapun berlalu,
"T-tunggu sebentar,apa namamu Kania?"
Zack coba bertanya pada ibu muda yang akan berlalu dari hadapannya,
Kania pun menganggukkan kepalanya,
"Ahh maaf,namamu sama dengan adik saya,mungkin hanya sama saja"
Kania pun tersenyum dan melanjutkan langkahnya berlalu meninggalkan Zack dan gadis yang sudah menolong anaknya,
Gadis di samping Zack pun berniat pergi dari tempat itu,saat dia berbalik hendak pergi, tiba-tiba langkah nya seakan terhenti,
Saat gadis itu menoleh ke belakang,ternyata syal panjang yang dia kenakan tersangkut pada resleting jaket yang di kenakan Zack,
"Laura..."
Zack asal menyebut nama gadis itu,karena syal yang dia pakai sama dengan miliknya yang dia berikan pada teman masa kecilnya dulu,
"Kenapa kamu bisa tahu namaku"
Laura bertanya heran kepada Zack,karena dia tahu namanya,padahal dia tidak pernah bertemu samasekali,
Dalam hati,Zack pun menyangkal bahwa gadis itu bukan teman masa kecilnya,
"Tidak,aku hanya asal menyebut saja"
"Sepertinya kamu baru di kota ini?"
Laura coba bertanya kepada Zack
"Ya,saya baru sampai dari Amerika"
Merekapun berbincang terlebih dahulu,saling mengenal satu sama lain,sampai tak terasa,waktu berlalu begitu cepat,
"Senang bisa bertemu denganmu Zack"
Laura seperti menemukan sosok yang dia rindukan dalam diri Zack,
Keduanya pun berlalu meninggalkan mall itu,
.....
Sepanjang malam Laura teringat akan Zack yang ditemuinya tadi siang,
"Andai Zack kecilku masih ada"
Laura teringat akan Zack teman kecilnya saat dia tinggal di kawasan elit kota Jakarta,sebelum orangtuanya meninggal karena kecelakaan,
Kini Laura pun hidup sebatang kara,dia tinggal ngekost sendiri,
Sementara,Zack coba mencari alamat pak Raditya,sosok yang dia curigai sebagai dalang pembunuhan orangtuanya,
Zack pun menemui sosok yang menjadi karib ayahnya dulu,pak Raditya yang selalu membantu bisnis ayahnya dulu,
Zack berpikir apa ada hubungannya kematian pak Rangga dengan pak Raditya,melihat sepertinya mereka tidak saling mengenal,
Namun Zack mengurungkan niatnya saat itu,dia memilih kembali pulang,namun saat di perjalanan,dia bertemu dengan Bu Marissa,pengasuh Kania saat bayi,adik Zack,
Zack pun menghampiri bu Marissa,berharap dia masih ingat dengannya,
Tapi itu tidak mungkin,pikir Zack.
Bu Marissa yang saat itu sedang mengurus anak kecil yang Zack tolong,melihat ke arah Zack,karena si anak kecil itu masih mengingat kepada Zack yang telah menolongnya kemarin,
"Kaka.."
Anak kecil itu lari ke arah Zack,
Bu marissa pun menyusul anak asuhnya,
Zack nampak bahagia dengan pelukan anak kecil itu,dia merasakan ada ikatan batin dengannya,
"Maaf tuan,non Marsya memang seperi ini"
Bu Marissa yang tidak menyadari bahwa yang ada di hadapan nya adalah anak majikannya dulu,bersikap hangat kepada Zack,
Air mata Zack pun menetes,namun saat bu Marissa melihat dengan seksama wajah Zack dan tanda hitam kecil di lehernya,Bu marissa langsung menyadari bahwa dia adalah Zack,anak majikannya dulu,
"Zack.."
Bu Marissa mulai memandang Zack,namun Zack coba menghindar,
"Zack...ini kamu kan nak..ini benar kamu kan?"
Rasanya Bu marissa ingin sekali memeluk Zack,namun dia takut salah dengan keyakinannya,
Bu Marissa pun termenung sedih,
Zack pun coba menenangkan Bu Marissa yang nampak sedih,
"Ada apa bu?"
"Saat ibu melihatmu,rasnya ibu sangat dekat denganmu nak,ibu merasa kamu adalah Zack,anak majikan ibu dulu,ibu sangat rindu dengan dia,dimana sekarang anak itu,ibu sangat merindukannya,"
"Andai ibu tau kalau aku ada di hadapanmu " ucap hati Zack ikut sedih,
"Ibu ingin sekali menceritakan sebuah rahasia kepadanya,tentang adik dan keluarganya"
Zack seakan di beri jalan dengan keinginan Bu Marissa untuk menceritakan sebuah rahasia
"Saat kejadian yang terjadi pada keluarga pak Agata dan bu Helen,ibu saat itu sedang bersama bu Helen mengurus Kania di kamar,namun saat terdengar suara gemuruh di ruang tengah,Bu Helen langsung menyuruh ibu membawa Kania bersembunyi di dalam lemari,dan memerintahkan ibu untuk tetap jangan keluar apapun yang terjadi dengannya,dan menitipkan Kania dan Zack jika sesuatu terjadi padanya,ibu sangat sedih karena tidak bisa menyelamatkan Bu Helen dan pak Agata,ibu juga kehilangan Zack,dia di bawa oleh bajingan Anton entah kemana"
Zack terkejut saat mendengar Bu Marissa memanggil Mr Antonio bajingan.
"Ya, Anton berpura-pura menjadi seorang tukang kebun untuk menculik Zack dulu,padahal dia adalah musuh tuan Agata,saat sekarat,Bu Helen sempat menceritakan siapa Anton dan menyuruh ibu segera membawa Zack dari Anton,sayang nya ibu telat menolong Zack ,"
Bu Marissa terisak menangis mengingat kejadian naas yang menimpa majikannya.
Bak tersambar petir di siang bolong,Zack merasa tertipu dengan kebaikan Mr Antonio yang selama ini menjadi ayah angkat nya,ayah yang selalu ada untuknya,menemani hari-harinya ternyata adalah seorang penipu,
Zack pun bertekad untuk membalaskan dendam kematian orangtuanya kepada ayah nya,mafia besar yang menjadi ayah angkatnya,
Dengan di bantu Laura yang seorang Intel,Zack menyusun rencana untuk membalas penipuan Mr Antonio kepada dirinya,
Keduanya beraksi melawan seluruh pengawal mafia penipu itu dengan berhasil,
Zack pun kini berhadapan dengan sosok yang menjadi ayahnya,
"Sudah ku duga,ternyata kau seperti ibumu,tidak tau berterimakasih,,cuih"
Mr Antonio seakan sudah siap dengan keadaan ini,
"Aku tidak menyangka,ternyata aku di besarkan oleh mafia penipu seperti kamu,brengsek"
Zack menyerang Mr Antonio,keduanya kini sedang beradu jotos satu lawan satu,Zack tidak mengampuni Mr Antonio sekalipun dia adalah orang yang telah membesarkannya dari kecil,
Namun kasih sayangnya semua hanya tipuan semata,untuk menutupi kematian orangtua Zack,
Dan karena sebenarnya Zack adalah anak kandung Mr Antonio dengan Helen,
Di akhir perkelahiannya Zack menodongkan pistol tepat di kepala Mr Antonio,
Namun Mr Antonio tidak melawannya,dia seakan pasrah,
"Bunuh saja aku,aku tidak takut mati,kau bisa saja menganggap ku penipu,tapi kasih sayangku kepadamu bukan tipuan,karena kamu adalah anakku"
"Dor.. dor"
Dua peluru keluar dari pistol Zack tepat di kepala Mr Antonio,
Sedih rasanya menerima kenyataan bahwa dirinya adalah darah daging dari seorang mafia,namun Zack tetap tegar,meski air mata nya menetes,teringat akan kasih sayang Mr Antonio yang selalu menyayanginya,
Dan akhirnya kini Zack pun kembali berkumpul dengan adiknya Kania,