" aku dianggap mati oleh keluarga kandung ku sendiri hanya karena sedikit kesalahan pahaman , namun siapa sangka anggapan itu menjadi nyata "
ini lah kisah ku....
aku Saras yang berumur 28 tahun namun tidak ada satu lelaki pun yang ingin melamar ku, karena aku berpakaian kuno, sederhana ,dan tidak lah menarik bagi kaum pria.
aku memiliki adik perempuan yang bernama Dewi dia sangat cantik dan penampilan nya sangat lah menarik bagi pria.
Aku bekerja di sebuah toko buku ternama sebagai manajer, dan aku mencintai seorang laki-laki yang bekerja bersama ku namun sebagai bos di toko buku itu.
" Saras , Dewi , ayo makan nak sudah waktunya makan pagi sayang " ucap Laksmi ibu Saras dan Dewi.
" ibu Bu , kami turun " ucap kami berdua .
aku selalu berdoa untuk keselamatan seluruh keluarga ku sebelum aku berangkat kerja.
" ayo Saras nanti kita akan terlambat ke tempat kerja mu " ucap Rohman ayah dari Saras dan Dewi.
" iya Ayah " ucap ku yang bergegas berangkat saat kami memasuki lift kami melihat seorang wanita dan pria yang lagi berciuman dan berpelukan mesra, pria itu menatap ku dari atas hingga bawah, aku hanya bisa diam dan membuang pandanganku .
" apartemen ini sudah tidak benar , pagi pagi kita harus melewati sepasang kekasih berciuman di depan pintu, sangat memalukan !! " ucap Rohman dengan nada kesalnya.
saat aku di toko buku boss yang selalu ku kagumi menyuruhku melakukan sesuatu.
" ini sangat berguna bagi perusahaan kita Saras , maukah kau melakukan nya ?"
ucap David sembari memegang tangan ku dan aku sangat bahagia sehingga aku mau melakukan nya.
aku harus memakai kostum beruang yang begitu panas dan harus membuat seluruh anak anak yang hadir tersenyum bahagia.
saat sesi terakhir aku mendengar beberapa teman sekantor nya mengoceh tentang diriku.
" hah ! apa yang bisa kamu dapatkan Saras, sehingga kamu mau melakukan hal menyedihkan seperti ini ?"
ucap Desi .
aku hanya bisa diam saja saat mereka mengejekku.
" mungkin kamu mendapatkan ciuman dari pak David ya ?"
" mana mungkin pak David mau mencium nya, palingan pak David hanya memegang tangan nya saja sudah bisa membuat nya bahagia " ucap kawannya Desi sehingga semua orang menertawakan ku dan aku pun hanya bisa diam dan berlari ke lift sembari menangis.
saat lift nya mau tertutup seorang pria yang sering ku lihat dan ayah ku lihat setiap pagi di depan lift apartemen kami dia datang dan menaiki lift bersama ku.
tiba-tiba lift nya berhenti " astaga ini pas mati lampu atau kesalahan tehnis "
ucap pria itu.
hampir satu jam kami terjebak di lift membuat aku sangat panas namun aku tidak ingin membuka kostum kepala beruang yang aku pakai,
" ah ini panas sekali " pria itu mulai membuka baju nya aku hanya bisa mengintip nya di dalam kostum beruang.
aku melihat tubuh nya yang indah namun aku sadar itu salah.
tak lama kemudian pria itu ingin membuka celana yang di pakai nya.
" aawww jangan lakukan itu "
ucap ku seraya membuka kepala beruang ku.
" oh sorry sorry ,aku tidak tahu kalau didalam kostum beruang itu adalah wanita kupikir kamu laki laki, "
ucap pria itu ingin menjelaskankan nya.
" iya tapi jangan buka pakaianmu sembarangan "
" iya , tapi ini hampir satu jam tidak kah engkau panas didalam sana ?"
"iya aku ingin membuka Kustom nya "
ucap ku sambil menarik narik steling kostum yang di punggung ku namun macet.
" sini biar aku bantu "
ucap pria itu sembari berjalan menuju punggung ku. aku hanya bisa diam dan pasrah karena terlalu panas di dalam hampir satu jam.
saat pria itu ingin membuka steling kostum tak sengaja terbuka resleting baju Saras sehingga dia melihat punggung Saras.
dan tiba tiba lift nya pun menyala , Saras langsung berlari dan mengganti bajunya.
" tadi kamu meninggalkan nya di lift namun aku ingin mengembalikan nya padamu "
ucap pria itu.
sembari menaruh kepala beruang dibawah.
setiap hari pria itu selalu meminjamkan buku di toko kami, dia selalu datang dengan menyelipkan kertas di setiap buku yang dia pinjam.
" Saras ada yang ingin datang melamar mu besok "
kata Laksmi dengan semangat dan bahagia karena ada yang melamar Saras yang kesembilan kalinya gagal.
" ibu , semoga pria ini tidak menolak ku saat bertemu dengan ku Bu "
ucap Saras yang sedikit lesu.
" kak Saras , aku senang jika kakak akan segera menikah karena Lutfi juga akan melamar ku ketika kakak sudah menikah" ucap Dewi sangat bahagia.
tiba tiba telpon berbunyi dan Rohman yang mengangkat nya.
" iya benar saya sendiri, apa !
jika keluarga kalian hanya bisa menolaknya kenapa kalian ingin melamar putri ku ! "
Rohman sangat marah karena lamaran untuk putri nya gagal lagi.
Saras hanya bisa menangis dan langsung keluar ingin pergi ke toko buku tempat dia
bekerja.
dia mulai mencari make over di semua majalah sampai dia melihat wanita yang sering datang ke tempat pria yang satu apartemen dengan Saras.
namun tak di sangka jika ingin Melly memake over dirinya dia harus menunggu 3 bulan lagi.
di rumah nya saat Saras pulang Dewi langsung menyerangnya dengan kata kata
" seharusnya kakak bisa cari pria sendiri , bukan malah ayah dan ibu memikirkan pria untuk mu !"
ucap Dewi sembari menangis.
" kamu pikir selama ini aku tidak berusaha mencari pria yang aku sukai, aku juga tidak ingin hidup seperti ini, namun apa boleh buat tidak ada yang melirik ku satupun "
ucap Saras dengan matanya yang berkaca-kaca.
keesokan harinya Dewi berencana untuk menjodohkan Saras dengan teman Lutfi pacar nya Dewi.
" hai ini Saras kakak ku " ucap Dewi pada Fahri teman nya Lutfi.
" hai Saras "
" hai Fahri "
mereka bertiga berbincang bincang cukup lama tanpa menghiraukan diriku yang duduk dari tadi bersama nya, terkadang aku ingin berbicara dengan mereka namun selalu terpotong sehingga aku merasa seperti kacang tiada yang peduli.
mereka pun pulang namun Dewi menyembunyikan ponsel Fahmi dengan maksud mendekatkan aku dengan Fahri namun tak sengaja saat aku ingin memberikan hp nya ke Fahri aku mendengar percakapan Fahri dan Lutfi.
" kau Lutfi enak bisa menikahi Dewi , cewek cantik , modern ,dan membuat kita selalu bersemangat , sedang kan kakaknya adalah cewek kuno, penampilan nya sangat norak dan pantes saja 9 pria menolak nya dan aku yang ke sepuluh, sial kamu lutfy !! "
ucap Fahri hingga terdengar oleh ku dan membuat ku sangat sedih, saat aku ingin naik ke lift pria itu melihat dan memanggil namaku.
" seru ??"
" aku bukan seru tapi Saras ! "
ucap ku sembari mengusap air mata ku
" iya aku Dave !!"
teriak pria itu membuat ku sedikit lega, setidaknya ada yang ingin berkenalan dengan ku.
" tega kamu Dewi ! kamu mengatakan pada Fahmi kalau ada 9 pria menolak ku ?!" ucapku Sangat marah.
" kau penghalang pernikahan ku kak ! jika kau sudah menikah mungkin bulan depan aku juga pasti akan menikah, terkadang aku ingin memusnahkan peraturan kakak harus menikah duluan !"
ucap Dewi dengan marah sembari menangis.
" aku juga tidak ingin seperti ini Dewi !? aku juga ingin mencintai Dan di cintai, setidaknya ada satu pria yang mencintai ku itu lebih baik dari apapun dari pada aku mencintai!"
" Lutfi akan meninggal kan ku dalam waktu sebulan jika kami belum bisa menikah "
ucap Dewi
" kumohon padamu kak tolong kami "
ucap Dewi sembari memohon dan menangis padaku.
aku pun tidak bisa tidur nyenyak dan selalu memikirkan cara supaya bisa berjumpa dengan wanita yang selalu kulihat dengan dave .
jam 4 pagi aku menyelinap masuk kekamar Dave.
" maaf aku mengganggu mu sepagi ini ,aku tidak ada cara lain selain meminta mu untuk membantu ku bertemu dengan kekasih mu"
ucap ku agak ragu melihat tubuh Dave yang dibasahi keringat setelah dia berolahraga.
" kau sudah bersusah payah kemari di pagi buta hanya ingin bertemu dengan wanita yang ada di majalah ini ?!"
ucap Dave dengan dingin sembari melirik kesebuah majalah yang ku pegang .
" iya aku harus melakukan nya sebelum ayah ku pulang "
" tapi aku dan wanita itu sudah putus "
ucap Dave
namun tiba-tiba Melly datang dengan membawa sebotol bir ditangannya.
" oh ternyata kau ingin putus dari ku karena barang kuno ini hah !! " ucap Melly dalam keadaan mabuk.
" jaga ucapan Mel !"ucap Dave
aku hanya diam saat Melly mengejekku karena aku memang membutuhkan skill nya untuk merubah ku.
" sejak kapan selera mu berubah Dave , kamu mencampakkan ku dan memilih wanita kuno ini , dan kamu berolahraga jam segini , apa untuk melatih mu saat di ranjang bersama nya !! "
" minta maaf sama Saras ! "
ucap Dave dengan kesal
" tidak ! untuk apa aku minta maaf sama dia !"
" jika kau tidak ingin minta maaf padanya maka pergilah !! jangan pernah kembali !"
ucap Dave sambil menunjuk pintu keluar.
" baik aku akan pergi !" ucap Melly.
namun tak disangka Melly ingin melemparkan botol bir yang di pegang nya ke pada ku namun Dave menghalangi nya dengan badan nya yang kekar itu sehingga badan nya berdarah, Melly pun langsung pergi tanpa mengucapkan apa-apa.
" Dave , punggung mu berdarah , sini aku bantu cabutin belinya "
ucap ku yang ingin membantu Dave.
" pulanglah Saras jangan biarkan orang lain salah paham dengan mu "
ucap Dave dengan kesakitan.
" tapi kamu harus ke dokter dulu dan membersihkan luka mu, kamu harus mengejar Melly dan minta maaf pada nya Dave "
kami pun keluar dan pergi kerumah sakit
saat pulang beberapa polisi datang dan ingin membawa Dave.
" kenapa bapak ingin membawanya , apa salah dia pak " ucap ku dengan cepat
" banyak laporan keluhan tentang dia di apartemen ini, dia juga mantan napi yang baru saja bebas "
aku hanya ingin menolong Dave dan Melly berbaikan .
" tolong pak lepaskan dia pak, kumohon pak jika kau tidak melepaskan nya maka dia tidak sempat bilang Sorry i love you "
ucapku sangat cepat.
" apa kamu bilang " tanya pak polisi
" bebaskan Dave "
" bukan setelah itu "
" sorry i love you "
" baiklah aku akan melepaskan nya kali ini "
mereka pun melepaskan Dave dan langsung pergi ke kantor polisi.
aku melihat Dave sangat kesakitan ,
" pulang lah Saras, aku tak ingin wanita seperti mu disalah artikan sama orang lain "
ucap Dave yang masih kesakitan.
" baiklah Dave aku akan mengantarmu dulu ya ?"
Aku pun mengantar Dave ke kamar apartemennya, namun penjaga yang tadi melaporkan Dave pada polisi dia juga melaporkan ku pada ayah ku yang baru pulang.
saat aku hendak pulang tak sengaja obat nya Dave terbawa sama aku, aku pun berniat mengembalikan obatnya, saat aku masuk melihat Dave pingsan di tempat tidur dan punggung nya mulai berdarah, aku khawatir akan terjadi sesuatu pada Dave aku langsung mengambil obat dan memberikan nya kepada Dave ,
saat aku ingin membuka perbannya yang berdarah tak segala aku terpeleset dalam pelukan Dave.
semua warga melihat kami di tempat tidur dan mereka menganggap aku kumpul kebo dengan Dave.
Dave dan aku ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya namun satpam itu mengatakan hal yang bukan sebenarnya.
tiba tiba seorang warga mengatakan pada ayah ku yang baru pulang , ayah ku terkejut melihat ku berada dikamar Dave.
" Ayah, ini tidak seperti yang mereka pikirkan Ayah" ucap ku sembari menjelaskan namun sayangnya tidak ada yang percaya.
" cukup !" ucap Ayah ku dan kemudian ayah ku langsung menelpon ibuku untuk menyiapkan acara pemakaman ku.
aku terkejut dan hanya bisa membujuk ayah ku supaya ayah percaya pada ku
"ayah .. aku mohon jangan lakukan itu ayah , percaya lah pada ku , aku tidak melakukan apa-apa yang membuat ayah malu.."
ucapku sambil memohon dan menangis dengan di tonton beberapa warga namun ayahku sama sekali tidak peduli dengan ku dan dia pun langsung pergi meninggalkan ku
"semua nya sudah berakhir Dave , maaf aku membuat keributan di kamar mu "
ucapku pada Dave yang masih berdiri dan aku langsung melangkah pergi kemudian Dave menarik tangan ku sehingga aku berhenti sejenak
" tunggu Saras "
ucap Dave
" kemana kamu akan pergi ? "
tanya Dave lagi
aku menghembuskan nafas panjang
"entah lah Dave yang pasti aku akan ke toko buku "
ucap ku sambil mengusap air mataku dan bergegas pergi
Di toko buku tempat aku bekerja aku duduk sendiri dengan memegang sebuah koran ingin mencari kontrakan namun tiba-tiba Dave datang memberi ku sebuah kunci rumah
" Saras ku rasa kamu bisa tinggal di rumah bibiku sementara "
ucap Dave dengan dengan menggenggam tanganku dan aku pun setuju tinggal di rumah bibinya yang sudah lama di tinggal kan
tiba-tiba David datang
" hai Saras ada apa ? "
tanya David
aku pun memperkenalkan Dave dan David
tidak lama kemudian aku dan Dave pun pergi kerumah itu dan membersihkan semua ruangan
"aku ingin ke pasar ingin membeli kan keperluan rumah ini , kamu disini jangan kemana-mana"
ucap Dave padaku namun aku menolak karena aku ingin ikut bersamanya dan Dave pun menyetujui nya
saat di pasar Dave pun begitu perhatian padaku dan aku bisa merasakan itu dengan tatapan nya kepada ku namun aku harus sadar mungkin dia seperti itu karena dia kasian kepada ku bukan karena dia mencintai ku.
keesokan harinya Dave membawa ke suatu tempat dan aku tidak tau dia ingin melakukan apa
" ini dimana Dave ? "
tanyaku sedikit bingung
"tenang saja kamu tutup matamu 30 menit "
aku pun duduk dengan menutup kedua mataku dengan pasrah, seseorang seperti nya memegang rambut ku tpi aku tidak peduli karena aku percaya pada Dave dia akan menjaga ku
30 menit kemudian Dave menyuruh ku membuka mataku dan berhadapan dengan sebuah cermin , aku sangat terkejut melihat gadis cantik yang berada di depan cermin
" ini aku kah Dave ?? "
tanya ku pada Dave yang masih berdiri di sampingku
" iya Saras ini lah kamu , kamu wanita yang cantik dan baik , setelah ini tidak ada satu pria pun menolak mu "
ucap Dave sembari membelai rambut ku
dan dengan spontan aku memeluknya dengan erat dan berkata
" thanks Dave , kamu adalah malaikat bagi ku "
ucapku sembari menetes air mata kebahagiaan
saat aku ke toko buku semua orang melirik ke arah ku dan saat itu David pun ingin mengajak ku menikah, dan aku sangat senang ternyata David juga menyukai penampilan ku yang sekarang dan ingin menikahi ku
aku pun menemui Dave dan menanyakan pendapat nya tentang lamaran David
" Dave ....."
ucap ku
"iya , katakan bagaimana perasaan mu setelah menjadi wanita cantik "
ucap Dave namun aku masih diam membisu
" hei ... apa yang terjadi Saras kenapa tiba-tiba kamu diam "
ucapnya lagi , aku pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya
" David melamar ku "
ucapku cepat
dalam sekejap senyuman Dave terhenti
" harus kah aku menerima nya Dave ?? "
ucapku menanyakan pendapat Dave , aku berharap dia menjawab tidak namun Dave mengatakan
" terima lah dia pria yang kamu cintai selama ini, kamu pasti bahagia bila menikah dengan nya "
ucap Dave dan dia pun langsung pergi
**"aku hanya malaikat bagi mu bukan orang yang kamu cintai **"
bisik Dave dalam hati sembari menetes air mata
besok adalah hari pernikahan ku dengan David aku dan Dave berbelanja di toko yang sama dengan ayah dan ibu ku , aku melihat Dewi begitu bahagia karena ayah dan ibu yang memilih baju pengantin nya sedang kan aku berbelanja sendiri hanya Dave yang menemani.
dimalam pernikahan ku
" betapa bahagianya kita jika kedua orang tua bisa hadir kepernikahan kita "
ucap ku sendiri sambil menangis dan Dave melihat nya sehingga dia nekat kerumah Saras dan memohon kepada kedua orang tua Saras untuk hadir kepernikahan nya.
hari pernikahan nya pun tiba semua orang menunggu sang pengantin pria nya namun tidak kunjung datang 30 menit , 1 jam , 2 jam David tidak muncul kepernikahan kami , hati ku hancur semua orang mengunjing ku di belakang hanya Dave yang masih berdiri kokoh bersamaku
" kenapa dia tidak datang Dave... kenapa ...?!!?"
teriakku sembari menangis dan Dave pun membawa ku kerumah David
" kenapa kamu tidak datang kepernikahan kita David ...??? apakah ada yang mati di rumah mu ??
sehingga kau tidak bisa menghadiri pernikahan kita ??"
ucapku sambil menangis namun David hanya terdiam membisu, kemudian ibu dan ayah David pun keluar
" kami yang melarang David untuk tidak menikahi mu ! "
ucap ibu David
" kenapa Tante ??"
ucap ku
" mana mungkin kami menerima seorang putri yang telah dianggap mati sama keluarga kandung nya sendiri "
ucap ibunya sehingga membuat ku terjatuh dan Dave merangkul ku
" pukul dia Dave , pukul dia ....!!!!?"
teriakku dengan air mata kemarahan
"tenang Saras kita pulang "
ucap Dave dan membawaku kemobil , di mobil tanganku gemetaran Dave pun memegang tangan ku dan berkata
" jangan sedih Saras masih ada aku yang selalu bersama mu "
" kenapa ??? disaat aku sudah cantik masih saja aku tidak bisa menikah , tidak ada yang ingin menikah dengan ku "
ucap ku sambil menangis tersedu-sedu sehingga membuat Dave melamar ku , namun aku menolaknya Karena aku tau dia hanya kasian pada ku bukan karena dia mencintai ku
" kamu melakukan nya hanya karena kasian pada ku Dave , aku tidak bisa "
ucapku sambil mengusap air mataku,
"STOP mobil nya aku ingin sendiri dulu"
namun Dave ingin meyakinkan aku kalau dirinya benar benar mencintai ku , sebuah mobil melaju sangat cepat yang mengarah kepada ku namun Dave menarik ku sehingga Dave yang tertabrak aku pun pingsan dan Dave pun berlumuran darah, semua tiba tiba menggelap .
"Dave ....!!"
teriakku spontan
aku ingin menemui Dave dan ingin mengatakan sesuatu padanya, aku pun berlari kekamar rawatan Dave
" Dave, bangun Dave ...BANGUN !!! aku mohon kamu jangan ninggalin aku seperti ini ,aku tidak punya siapa siapa selain kamu Dave ... ku mohon bangun !!!"
ucap ku sambil memukul mukul dada Dave
" sorry ,i love you Dave ,"
beberapa suster dan dokter yang berdiri di pintu kamar menangis terharu melihat nya
'" aku tidak bisa mendengar nya , bisakah kamu mengatakan lagi dengan keras ...??"
ucap Dave sambil tersenyum, aku pun terkejut seraya tersenyum dan mengusap air mataku
"THANKS, I LOVE YOU DAVE ....!!!"
semua orang pun tersenyum melihat Dave dan Saras .
" Saraswati, percaya kah engkau aku mencintaimu saat pertama kali aku melihat mu di lift ??"
ucap Dave dengan memegang kedua tangan ku
" bersediakah kamu menjadi istri dan ibu dari anak-anakku ??"
aku hanya bisa mengangguk kepalaku dengan cepat
" IYA ...AKU MAU MENJADI WANITA YANG DI CINTAI DAN MENCINTAI MU SEORANG ...."
teriakku sehingga semua nya tertawa.
"sorry sus , dok ini lah yang di katakan "
" sorry i love you"
TAMAT