Sepuluh tahun aku bersahabat dengancepen gue bakal di post di nya,bahkan kami dianggap seperti saudara kembar oleh teman-teman di sekolah. Kami sama sama berambut panjang lurus, bermata bulat, yang membedakan kami hanya lesung pipi yang berada di pipi kiri ku dan lesung pipinya yang terletak di pipi sebelah kanan .
Kami telah bersahabat sejak kami masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang , karena itulah telah banyak rintanggan dan tantangan telah lalui dan lewati .
Pernah suatu ketika, pada saat aku lupa membawa buku pr yang telah kami kerjakan kemarin. Aku dan sahabatku di hukum oleh guru , padahal aku tahu ia membawa buku pr itu tetapi, karena ia tidak mau kalau aku di hukum sendiri, ia pura pura mengatakan pada guru bahwa ia juga lupa membawa buku pr-nya . Aku tak mengerti pada awalnya tapi lama kelamaan aku sadar bahwa ia tak mau sahabatnya mendapat hukuman sendiri .
Aku pun juga begitu menyayanginya , pada saat sepatunya di sembunyikan oleh seseorang , aku pun juga membuka sepatuku hingga kami di hukum di suruh membersihkan toilet sekolah karena kami menggunakan sandal saat di sekolah .
Bak perangko dan surat , kami selalu bersama dan melindungi satu sama lain , kami selau pergi sekolah bersama . Jika pada saat pulang sekolah hujan , kami pun sering mandi hujan tanpa mempedulikan kalau keesokan harinya kami akan jatuh sakit , kisah dua orang gadis kecil ini , mulai lah beranjak remaja , masa remaja yang di liputi akan percintaan , kesakitan dan juga penghinanatan . Aku tak pernah berfikir ‘’Jika kami sama-sama jatuh cinta pada namja yang sama apakah yang harus kami lakukan ?’’ .
Setelah lulus dari salah satu sekolah menengah pertama kami pun melanjutkan ke jenjang sekolah menenggah ahir . Sekolah kami menjadi salah satu sekolah terbaik di seoul korea selatan , nama sekolah kami adalah Internasional Sains School . Aku dan sahabat ku mulai memiliki kesibukan tersendiri di sekolah . Aku menjadi anggota di club sains di sekolah sedangkan sahabat ku menjadi anggota cheers di sekolah , tapi kesibukan itu sama sekali tidak menggangu persahabatan kami.
Hingga pada suatu ketika aku mulai menemukan cinta pertama ku, Pria itu adalah kapten basket di sekolah ku . Pada saat jam pelajaran kosong , aku selalu menyempatkan diri untuk bersantai sejenak di perpustakaan sambil membaca buku-buku ilmu pengetahuan di ruang surga ilmu tersebut . Ku sentuh setiap buku-buku di rak tersebut, menyentuhnya saja seperti memiliki aura tersendiri bagiku .
Banyak teman-temanku mengatakan bahwa aku seorang ‘’kutu buku’’ karena aku sangat suka sekali berlama-lama di perpustakaan hanya untuk menghabiskan satu buku dalam seharian di perpustakaan , teteapi menurutku ‘’kutu buku’’ bukanlah kata yang tepat mengambarkan diriku , aku lebih suka kalau temanku memanggilku ku ‘’sahabat buku’’ karena menurutku sahabat yang dapat diartikan teman yang ada dalam setiap suka dan duka , saling menjaga dan memberikan kita banyak pelajaran jika di tambahkan kata buku di belakangnya membuat arti buku yang ada di dalam suka dan duka yamg akan selalu kujaga karena ia merupakan sumber pengetahuan untuk ku , sedangkan kutu yang dalam KBBI adalah sebuah binatang hama yang harus di basmi karena merusak dan menjadi binatang parasit yang sangat menggangu , . maka itulah aku tak suka kalau aku di pannggil ‘’kutu buku’’.
Saat aku menuju ke rak tempat di taruhnya buku novel sebagai buku bacaan ku kali ini , tiba-tiba seorang pria memegang buku yang sama dengan yang aku pegang tangan kami pun saling berpeganggan tanggan saat itu .
“ Kau mau buku ini ? , ambillah aku bisa cari yang lain “ ucap pria itu lembut kepada ku
“ Oh , tidak , aku sudah membacanya kemarin tapi Cuma sebagiannya saja , kalau begitu kau saja yang ambil “ balas ku kepadanya
“ Sudah lah , kau saja yang ambil “ balasnya kepadaku
“ Tak usah , kau saja yang ambil “ ucap ku kepadanya
Entah kenapa , jantung ku tiba tiba berdegup kencang seakan seperti kuda di dalam pacuannya, aku salah tinggah dan momen canggung pun terjadi. Aku pun pindah ke rak buku lain untuk mencari buku yang lain , setah kira-kira 30 menit berlalu , kuputuskan untuk bergegas kembali ke kelas.
“ Teeeeeet , teeeeet, teeeeeeeet “ bel pulang sekolah berbunyi dengan keras , semua murid berhamburan keluar kelas untuk cepat-cepat bergegas pulang , aku dan sahabatku pun mempercepat langkah kami untuk cepat segara pulang kerumah .
Saat aku berjalan menuju gerbang sekolah , seorang pria yang berada di sebuah mobil merci sport mengklanson kami , kami pun terkejut mencari sumber suara tersebut ternyata orang yang ada di dalam mobil itu adalah pria yang tadi ku temui di perpustakaan.
“ Kalian mau pulang ? , mau aku antarin gak ? “ tanyanya kepada aku dan Hyerin
“ Seokjin , kau mau mengantar kami pulang ? “ tanyanya kepada Seokjin
“ Ta...a....k usah “ ucap ku gugup seraya tersenyum kepadanya
“ Kami akan pulang duluan , terimakasih tapi kami lebih suka berjalan kaki “ lanjutku seraya menarik tanggan Hyerin untuk menjauh
“ Aerin , kau kenapa ? , kenapa kau menarik tanggan ku ?” ucapnya kesal kepadaku
“ Tak apa aku hanya tak mau kalau kita dianterin pulang ama dia ? “ balasku
“ Kenapa rin ? , bukankah akan jadi berita heboh, kalau kita bisa pulang sama seorang pria yang paling populer di sekolah kita “ ucapnya dengan nada heran kepada ku
“ Aaaahhhh , pokoknya aku gak mau deh “ balasku dengan nada kesal kepadanya
Keesokan harinya .....
Hari ini merupakan awal bulan, yang berarti jam kosong membludak di sekolah kami di kerenakan pada saat awal bulan sekolah kami menggadakan rapat bulanan bersama seluruh guru di sekolah ku , kami pun di arahkan unutuk mengerjakan tugas latihan di buku untuk mengisi jam kosong tersebut . Aku pun mengambil siasat untuk mengerjakan tugas di perpustakaan saja, sambil membaca buku yang kemarin belum ku selesaikan .
Ku ambil buku tugas ku dan kotak pensil tempat dimana aku menyimpan alat menulisku , tak lupa ku ajak hyeri agar kami bisa mengerjakan bersama ,
“ Hyerin , ke perpustakaan yok , ngerjain tugasnya , bosan nih di kelas , malas juga denger mereka ribut “ ucap ku pada Hyerin
“ Aerin , kayaknya aku gak bisa deh soalnya , aku ada latihan cheers mendadak , tak apa ya rin “ balasnya pada ku
“ Ya sudah deh , selamat latihan ya , aku pergi ke perpus dulu “ balas ku
Aku pun segera bergegas ke perpustakaan , ku ambil tempat duduk yang mengarah ke taman tempat dimana Hyerin biasanya latihan cheers . Aku memulai berkutat dengan tugas-tugas yang di berikan oleh guru , buku buku pun berserakan di meja ku , dengan konsentrasi penuh aku pun selesai mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru tadi .
Ternyata dari tadi Seokjin memperhatikan ku yang sedang sibuk dengan tugas tugas , lama sekali . setelah ia melihat aku membereskan mejaku lah ia datang duduk di salah satu kursi yang ada di meja ku .
“ Kau terlihat sibuk sekali sepertinya ? “ ucapnya pada ku
“Aaahhh, kau membuat ku terkejut !! “ balas ku kepadanya
“ Iya , aku memang sangat sibuk karena , tugas tugas yang di berikan oleh guru , kau sendiri apa yang kau lakukan di sini ? “ tanyaku
kepadanya
“ Aku , aku ingin mencari buku disini “ jawabnya sambil terlihat gugup
“ Ya sudah lah , aku sudah selesai mengerjakan tugasku , aku mau ke kelas dulu “ ucap ku sambil membawa buku yang tadi ku bawa
“ Tunggu , tunggu , siapa namamu ? , nama ku Kim Seokjin kelas sains 2 “ ucapnya pada ku
“ Aku Aerin , Lee aerin, kelas sains 1 “ ucap ku smabil tersenyum kepadanya
“ Ya sudah , aku ke kelas dulu ya “ lanjut ku kepadanya
Aku pergi tanpa mendenggar balasan darinya
Keesokan harinya pun sama , aku bertemunya lagi di perpustakaan , tapi kali ini dia meminta nomor HP ku , katanya sih agar bisa menjadi teman dekat .
Tanpa di sadari Secara tidak langsung Seokjin pun dekat dengan ku . Aku sering datang ke tempatnya latihan basket dan belajar bersama dengannya , meskipun tanpa di ketehui oleh Shin Hyerin.
Tak berapa lama Kim seokjin menyatakan perasaannya kepadaku tepat di tenggah lapangan saat aku sedang bersama Hyerin , ku lihat wajah Hyerin seakan marah tapi tak mampu berbuat apapun . Hyerin menyatakan ketidak setujuan padaku . Hyerin bahkan tak mau berbicara dengan ku meski apa tak tahu kenapa Hyerin tidak ingin berbicara denganku . Setelah beberapa hari ia mendiamkan diri ahirnya pun ia menyatakan alasan mengapa ia tidak setuju dengan hubungan kami.
“ Aku takut kau lebih mementingkannya ketimbang aku , lebih baik kau tolak saja dia , dia bukan tipe pria yang baik untuk mu lebih baik kita fokus saja pada pelajaran dan cita –cita yang ingin kita raih “ ucapnya tegas setenggah memohon kepadaku .
Aku benar – benar dilema dengan perasaan ku , aku tak mungkin mengecewakan sahabatku , tapi bisa di katakan aku bohong jika aku tak punya perasaan padanya Aku berusaha memujuk sahabatku , dengan keberatan yang ia tampakkan ahirnya dia mau mendukung hubungganku dengan seokjin.Aku menjalani hubunggan ku dengan bahagia bersama Seokjin begitu juga dengan hyerin , semua berjalan sesuai dengan apa yang aku ingin kan . Seokjin sangat menyanyangiku dan mencintaiku , perhatiannya terhadap ku pun benar benar membuat ku merasa sangat bahagia . Hubunggan ku dengan Hyerin pun tidak terganggu sama sekali .
Untuk merayakan hari pendidikan nasional di Korea Selatan , sekolah yang ada di Seoul pun mengadakan turnamen Basket dan pertandingan Sains antar sekolah . Aku terpilih menjadi salah satu perwakilan di turnamen sain antar sekolah tersebut beserta beberapa orang siswa lainya . Kesibukan – kesibukan membanjiri jadwal ku di sekolah dan juga di rumah . Begitu juga dengan Seokjin dan timnya sibuk latihan untuk persiapan turnamen basket tersebut begitu juga Hyerin dan anggota tim cheers lainya . Waktu untuk bersama Seokjin dan Hyerin menjadi sangat sulit . Agar aku lebih konsentrasi dalam persiapan lomba , kuputuskan menyingkirkan HandPhone ku . Hal itu membuat aku sangat sulit di hubunggi , meski saat di sekolah aku harus belajar materi lebih untuk persiapan lomba .
Sering aku mengabaikan Seokjin meski itu Seokjin tak pernah marah kepadaku , ia memaklumi bahwa aku sedang sibuk saat ini . setelah 3 bulan berjalan , Seokjin merasa bosan karena sudah terlalu lama aku menganggapnya tidak ada. Seokjin selalu berharap aku datang saat ia turnamennya dan mendukungnya . Tapi aku tek pernah datang walaupun sekali . Aku pun tahu kalau aku seperti menggangap Hyerin tak pernah ada . Saat ia datang kerumah ku , aku mengatakan kepadanya bahwa aku sedang sibuk dan belum bisa di ganggu .
Hari ini tepat hari ulang tahun jadian kami yang ke 3 bulan , Seokjin menyuruhku datang ke hari perayaan kami .Ia mengundang teman temannya dan juga sahabat ku Hyerin , tetapi tiba tiba aku mendapat pesan bahwa perlombaanya akan di adakan lebih cepat sedangkan masih banyak materi materi yang belum ku pelajari , aku pun menelpon Seokjin mengatakan bahwa aku tak dapat pergi ke pesta perayaan kami , dia pun marah dengan hal itu . Ia mematikan telfonya sebelum aku selesai bicara . Aku sadar pasti ia merasa sangat kecewa padaku , tapi apa boleh buat seandainya perlombaan itu tidak di percepat mungkin aku bisa datang .
Ku telfon Hyerin dan ku bicarakan semuanya kepadanya ia mengatakan bahwa aku harus bersabar dengan hal itu . Pagi harinya kuputuskan untuk menjelaskan semuanya kepada Seokjin tapi apa boleh buat , ia tak memperdulikan ku sedikit pun . Pada saat aku berbicara di depannya ia menggapku tak ada bahkan ia mengatakan sesuatu yang paling menyakitkan yang aku tak ingin pernah dengar darinya.
“ Aerin , bagaimana rasanya di anggap tidak ada , kau pacar ku tapi tak pernah sedikit pun kau datang saat aku sedang turnamen ? . Padahal apa kurangnya aku , aku selalu meberikan mu perhatian lebih , tapi apa yang kau lakukan kepada ku , tangisan mu benar benar palsu , lebih baik kau pergi dan melanjutkan kesibukkan mu “ ucapnya ketus kepadaku
Sejujurnya sakit sekali , ini baru pertama kali ia marah kepadaku , aku benar benar kecewa kutinggalkan ia sambil mengusap airmata yang tak mampu ku tahan lagi.
Aku benar benar tak tau apa yang harus kulakukan , aku tak ingin memendamnya dalam hati sendiri , Aku mencari cari Hyerin agar ia bisa menyampaikan saran dan pendapatan apa yang harus aku lakukan . Hyerin merupakan orang yang selalu kumintai saran dan pendapat tentang ku , tapi dari tadi aku tak melihat dia sama sekali , aku kecewa padanya. Kemana ia pada saat sahabatnya mendapat masalah , apakah itu yang namanya sahabat ? , meski aku tahu ahir ahir ini aku tak punya banyak waktu bersamanya , tapi tak bisakah ia mentolerir hal itu .
Aku memutuskan untuk ke perpustakan menenangkan diri , merenung , mengintrospeksi diri dan berfikir apa yang harus aku lakukan , ku lipat tanggan ku kemeja dan kutaruh kepalaku di atasnya dan kututupi wajahku buku sains yang sedang ku pelajari agar mereka tak tahu , bahwa aku sedang menangis . Samar-samar aku mendenggar percakapan dua orang gadis mengenai kedekatan seokjin dengan seorang anggota cheers aku pun merasa tertarik mendengarkannya , meskipun aku tetap menutupi wajahku dengan buku , dan aku hanya terdiam mendengar siapa gadis itu .
Aku tahu tak mungkin gadis itu yang melakukan , apa arti semua ini kalau ia mengatakan itu kepadaku , aku benar benar tak bisa berfikir apa pun lagi . Kuputuskan untuk menemui Hyerin dan apa yang kulihat mereka seperti tak terkejut sama sekali dengan kedatangganku. Aku marah besar denganya kulayangkan tamparan ku ke pipinya tetapi Seokjin menahan tangganku , bahkan ia menncampakkanya tanpa rasa bersalah.
Aku benar benar gila , tak tau apa lagi yang harus aku lakukan , aku bahkan tak pernah menyangka, hal itu bisa terjadi , sakit memang sakit . Fakta bahwa sahabat yang ku kenal selama lebih dari sepuluh tahun menghianatiku bahkan pria yang aku cintai menghancurkan segala-galanya dalam hidupku perit rasanya, bahkan hal itu membuatku jatuh sakit dan hampir gagal datang di perlombaan sains itu . Wajah ku yang pucat dan suhu tubuh ku yang panas tetap ku tahan meskipun wali kelas ku menyuruhku untuk tidak ikut , tetapi aku tetap berkeras hati ingin ikut , aku sudah mengorbankan semuanya untuk perlombaan ini , jadi aku tak mau apapun menjadi penghalang .
Selama satu setenggah jam berlansung tak di sangka kami berhasil menjadi juara satu meskipun saat penerimaan piala , tubuh ku seakan melayang dan “ BRUKKKKKK “ aku tak sadar kan diri
Saat aku sadar , kulihat eoma dan aboji ku berada di sebelah tempat tidur ku.
Waktu terus berjalan. Hari, minggu, bulan, telah berlalu, tapi aku masih belum bisa melupakan Seokjin .
Rasanya tidak mungkin mengobati luka yang ditorehkannya, tapi aku tetap harus melanjutkan hidupku seperti semula. Rasanya menyakitkan, kesendirian, kekosongan, dan penderitaan yang ku rasakan karena Seokjin dan sahabat yang paling ku percayai itu. Aku mungkin terlihat konyol di mata orang-orang karena menangisi hubungan yang hanya berjalan selama 3 bulan, tapi aku tak peduli. Seokjinadalah cinta pertamaku. Cinta pertama yang tak akan pernah bisa terlupakan.
Hyerin pun merekomendasikan dirinya agar di pindahkan ke kelas sains 2 dengan alasan organisasi cheersnya , meskipun sebenarnya ia hanya ingin menghindar dari ku . sekarang apa yang bisa aku lakukan . Aku memutuskan melupakanya dalam diam danPada akhirnya aku belajar bahwa dalam kehidupan, kau hanya harus melupakan dan melepaskan.
Kau tidak bisa terus menerus menggenggam sesuatu selamanya. Sama seperti cinta pertama.
Pengalaman cinta pertama memang tak terlupakan, tapi kau harus melepaskannya. Kau tidak bisa mengulang waktu sekalinya telah usai. Itulah pesona utamanya. Dan takdir memiliki jalannya sendiri. Jika seseorang adalah jodohmu, kau akan bertemu dengannya apapun yang terjadi dan juga sahabat yang kau punya mungkin Tuhan ingin kau tahu bahwa ia tak pernah sebaik apa yang kau fikirkan dan ia telah menunjukkan semuanya ,
Keputusan ku untuk pindah sekolah pun tercapai , hal ini bukan hanya di karenakan sahabat ku yang paling aku percaya telah menghianatiku tetapi karena saat itu eoma dan abojiku pindah dinas ke tokyo , jepang sehingga aku pun memutuskan untuk ikut bersama mereka
.Kutulis sebuah surat untuk Shin Hyerin , seorang gadis yang pernah aku kenal sebelumnya.
Dear Shin Hyerin
Kuharap kau baik baik saja di sana . aku berharap kau masih mau mengingat saat di mana dua gadis kecil telah merancang apa yang mereka cita citakan sejak dulu berharap apa yang mereka impikan bisa terwujud , kini wujud kan lah mimpi itu hyerin aku selalu mendukung mu dan selalu menyangimu , jaga dirimu dan orang yang kau sayangi , agar kau tak berahir seperti ku , mungkin Tuhan merancang hal yang lebih indah yang tak kita pernah fiirkan sebelumnya
Salam manis
Lee Aerin
7 tahun kemudian......
Aku meninggalkan semua kisah masa SMA yang penuh dengan hal konyol ketika aku kembali bernostal gia mengenang betapa bodohnya diri dahulu betapa lucunya tingakah ku . Itulah kisah masa remaja ku . Kini aku telah menggantikan aboji menjadi salah satu direktur muda di perusahaannya . Dan sebentar lagi aku juga akan bertunaggan dengan seorang pria yang telah menjadi pacar ku selama satu tahun itu .
Aku mendenggar bahwa Shin Hyerin telah putus dari Kim Seokjin sebulan setelah aku pindah ke Jepang karena alasan Hyerin tak seperti gadis yang di harapkan nya .Ketika akum kembali ke Seoul , aku bertemu dengannya beberapa hari sebelum hari pertunangganku , ia terlihat dewasa sekarang tetapi senyumnya tak pernah berubah sedikitpun. Dan ia meminta maaf dengan ku atas kejadian yang lalu , meski sejujurnya aku telah memaafkannya jauh sebelum ia meminta maaf kepadaku . Pada saat hari pertunanggan ku , Ia datang atas undanggan tunanggan ku
By : Raysya Tanaka