Alhamdulillah,tiba juga di jakarta,Kota besar yang ingin aku taklukkan,Kota yang menjadi impian banyak orang.begitu keluar dari stasiun taxi yang di pesan anak calon boss saya melewati gedung gedung besar,tak lelah aku melihat deretan gedung gedung,lewat juga gedung RCTI ,ha..ha... yang Kala itu suatu kebanggaan batu lewat aja.
Sampai di tempat tujuan tepatnya di rumah majikan saya,maklum saya ke Jakarta lulusan SMK memulai karir pertama menjadi pembantu.he..he... gimana Jakarta bisa takluk dengan saya yang cuma "Pembokat"
semua pembantu yang lain memperknalkan diri,tak lupa juga semua majikan dan anak majikan.
Maya Adira itu namaku,gadis kecil yang polos,usiaku baru 17 tahun Kala itu,lulusan SMK,dengan gaya tomboy yang harus di permack menjadi gadis berkerudung ha...ha... untuk nutupi sifat tomboyku yang terpaksa menjadi perempuan feminim untuk taklukkan Jakarta,lagi lagi taklukkan Jakarta,hadeeeeh di ketawain katak
ini udah kesekian kali jadi pelayan di depot boss saya,yang punya pangkalan 5 km dari rumah beliau.setiap ke pangkalan selalu jalan kali,wajahku yang ayu dan polos selalu terpancar di wajahku.meskipun aku sudah dalan titik jenuh dan ingin balik kampung.karena aku merasa ga enak.masak seorang Maya Adira,anak bontot dari keluarga miskin harus menjadi pembantu,apa memang orang miskin pantas di sandang selamanya....
"permisi mbak"
"Siapa"tanyaku
"Dia anak kedua boss kita ,namanya Dimas, masih kuliah,jarang ada di rumah karena kuliah,dia anak paling cakep,paling lembut,dan paling baik may"
kata temen kerjaku
"ganteng dari mana" gumamku dalan jati,orang jerawaten,pendek,okelah kulitnya putih kayak orang chines tapi ahh jauuuuh dari kata ganteng.mungkin orang ini ga pernah liat orang ganteng kalie ya...ha...ha.... ejekkku dalam hati.
Hari hariku di sini mulai berangsur betah,karena aku bisa deket dengan semuanya,setidaknya saya bisa bertahan sampai lebaran dan pulang kampung.tanpa saya sadari kepolosanku pada paman itu,iya saudara dari boss saya,aku menganggapnya cuma paman senior,setidaknya deket dengannya banyak yang aku pahami tentang pekerjaanku,dan aku merasa sangat diperhatikan.usianya 40 tahunan,perjaka tua bisa di bilang begitu.tapi apalah arti semua itu, saya tetep gadis lugu nan polos.
Perhatian paman itu terus di tunjukan,akupun menyambutnya dengan kebahagian,siapa yang ga suka di perhatikan,, wanita gitu lho
suatu hari keluarga besar akan ke kotaku,melakukan lamaran untuk anak pertamanya,semua ikut,kecuali anak kedua yang kebetulan cuti kuliah dan semua pembantu tetep bekerja,karena depot yang hendel anak kedua boss saya dan paman itu sebagai orang kepercayaan keluarga boss saya.
seperti biasa pekerjaan selesai jam 9 malam,aku bersih bersih hendak tidur.paman itu memanggilku ke depan kamarnya,mungkin diam diam dia merhatiiin aku yang sedang jemur baju malam itu.
"ada apa paman" tanyaku
"sini may" paman itu menarik
tanganku,ajakan untuk masuk ke kamarnya
"apa" pekikkku lirih
"ga usah paman,saya di luar saja"
"hayolah sini,paman itu menarik tanganku dengan paksa.
"Maaf paman,kalo tidak ada pekerjaan saya permisi".
saya menarik tanganku yang di pegang paman itu dengan keras,dan berlari ke kamarku.aku mengunci pintu rapat rapat.sejurus kemudian aku ingin kabur,,iya kabur jalan satu satunya,aku berusaha mencari kawan untuk membantu saya,ku cari pembantu laki laki yang sekota denganku.
"Bir,sobir!!!!!!!panggilku,dengan genangan air mata
"ada apa yu" sobir memanggilku dengan panggilan yu Maya atau mbak Maya
"Bir,, paman sudah gila,dia menarikkku ke kamarnya,ayo bir,anterin aku pulang, keluhkku sambil menangis huuuuu huuuu
"tapi yu,,aku ga bisa,biar tak awasi yu,besok yu Maya suruh nganterin mas Dimas aja.
"Nanti kalo paman memperkosaku gimana,,? huuu huuuu
"Tenang yu,aku ga tidur malam ini,aku jagain kamu yu"
aku semalam menangis,sampek marlaku bengkak,pagi hari nya aku kerja kan tugaskku,setiap kali aku menghindari kontak mata langsung dari paman itu.selesai bikin risoles aku berhambur ke hadapan mas Dimas,seluruh air mataku tumpah,
"mas, anterin Maya pulang mas,aku mau pulang,aku ga mau di sini mas,hayo mas,sekarang! rengekku sambil sesenggukkan.
" Maya,Maya,mas Dimas berusaha menenangkanku dengan tawanya yang tenang,kamu kenapa may...????
"huuu huuuu,aku mau pulang mas,titik
"kenapa,tanyanya lembut,cerita sekarang!
"Pa.. pa ... paman itu menggodaku mas,dia memaksaku masuk ke kamarnya semalam,aku ga mau maaasss,huu huuuu tangiku semakin terisak
"mas Dimas diam sejenak,kemudian menghentikan pekerjaannya,dia berkata tegas tapi tetep lembut,mulai malam ini kamu tidur di rumah besar,jangan di sini.
"Tapi mas,,, aku mau pulang
"may,mama dan papa belum pulang,aku ga bisa ngambil keputusan,akupun ga liat langsung semalam.
"Mas Dimas ga percaya sama Maya?
" Maya ga bohong mas,Maya takut,huuuu huuu tangisku semakin menjadi jadi,karena sikap mas Dimas yang ga percaya padaku.
"Bukan githu may,pokoknya kamu tidur di rumah besar,aku akan menjagamu selama kamu di Jakarta,aku akan Antar jemput kamu di pangkalan.selesai kerja,langsung balik ke rumah besar,jangan disini,perintahnya
"he'em" aku pergi meninggalkan mas Dimas,sambil menahan dongkol
Aku tetep gadis lugu nan polos,kejadian itu mbuatku takut,seharian sobir perhatikan aku dan paman itu,aku terus menghindari paman itu,jujur aku takut,walaoupun mas Dimas selalu di sampingku,bahkan sholatpun mengajakku,karena dia tau aku sedang ketakutan.
Benar saja,malam ini mas Dimas sudah menungguku,mengajakku pulang ke rumah besar,bayangkan sekian pembantu,yang di suruh pulang dan tidur di rumah besar cuma aku.mas dimas menyuruhku tidur di kamar adek perempuannya.
"Kamu tidur di kamar ini,sampai mama,papa kembali may" perintah mas Dimas
"iya mas,tapi jangan tinggalkan aku mas,aku takut,rengekku polos"
"ga akan may" senyumnya meyakinkanku
Hingga beberapa hari sampai boss besar pulang,mas Dimas selalu di sampingku,kemanapun selalu membawaku.jum'at hari libur kami,kebetulan mas Dimas akan ada tamu, kawannya mau mampir,setidaknya harus menjamu kawan kawannya.
"may,panggil mas Dimas"
" Apa mas,jawabku manis
iya karena setiap hari selalu dengan mas Dimas,aku lupa pernah ngatain dia jelek dan bla bla waktu ketemu pertama dulu,sikapkku berubah manis,bahkan pandanganku pada mas Dimas yang jelek jadi berubah 100%,ha..ha.. mas Dimas adalah orang yang paling cakep sedunia.wkwkwk
aku suka bermanja manja ini dan itu,mungkin nglunjak dikit kalie,tapi mas Dimas bukanne risih malah sepertinya selalu manjain aku,selalu berusaha buat aku tertawa.
Seperti hari ini dia mengajakku ke pasar,karena menyuruhku masak,padahal aku sudah berdebat dengannya,kalo aku ga bisa masak,dia maksa terus pokoknya apa aja yang kamu bisa,katanya
Semua pedagang kenal dengan mas Dimas, mereka menyapa mas Dimas,dan menanyakan siapa saya yang berjalan di sampingnnya,bener saja aku bukan pembantu yang buntutin majikannya belanja,aku selalu di sampingnnya,kadang diamenyuruhku di depannya,menyuruhku memilih bahan yang bisa ku masak.tapi tetep aja aku ga tau bahan bahan di pasar.aku ga bisa masak, pertama karena di kampung tugasku bukan masak,tapi nyapu rumah.mas Dimas membeli ayam,sambil jalan dia menjelaskan cara memasak ayam,sejurus kemudian dia ke tempat sayur sayuran membeli bayam, dia mengatakan cara memasaknya,aku bosan dia ngomong terus, sambil moncongin bibir,aku berjalan terus tanpa pedulikan mas Dimas.
"mayyyy,, terisak mas Dimas menghentikan langkahku,kamu mau kemana?
" mas setauku bayam itu campurannya gambas mas,aku lagi nyari gambas tau"
"Gambas,apa itu Maya?
aku bejalanterus muterin pedagang sayur,netrakku melihat tumbukan bahan yang ku cari keliling keliling,"itu mas, dengan semringah aku mengambil gambas"
"mayaaaaaaaa,,itu oyong namanya bukan gambas, mas Dimas ketawa gemas melihatku
"di kampung namanya gambas mas, masih aja aku ngeyel"
hari ini aku masak pertama kali,mas Dimas terus tungguin aku masak,sambil ningon tivi,sesekali melihatku,sambil tersenyum,aku tak peduli paman itu melihat kami cemburu,karena semenjak kejadian itu,aku ga bicara kecuali penting bangets.mas dimas selalu ada di Antara kami,jadi paman ga ada kesempatan untuk bicara dengankku.
Mama dan Papa mas Dimas pulang,beliau cerita panjang lebar tentang Kota ku,beliau antusias mau dapet mantu,aku menunggu waktu yang repat untuk cerita pada bossku tentang malam itu.Mas Dimas memeberi tahu orang tuanya bahwa Maya tidur di rumah besar,karena kalo dia tunggal ga ada yang nungguin.padahal tak pernah pun aku di tinggal sendirian.
"ma,biar Maya tidur terus di rumah nemenin layla tidur ya? pinta mas Dimas ke namanya
"benar saja,kalo mas Dimas yang minta mamanya ga pernah nolak,apalagi cuma hal sepele,maklum mas Dimas anak paling baik,dan di sayang
sore itu,majikan perempuan saya menyuruh beli kelapa parut di pasar,yang bener aja,aku mana bmtau jalan ke pasar pesing,waloupun bisa naik motor,tapi aku ga hapal jalannan di Jakarta.
"May,kamu sama paman ke pasar gi, perintah majikanku
"haah,tapi buk, belum selesai bicara paman datang
"hayo may,paman siap dengan motornya
di jalannan aku cuma dian,dudukku pun sengaja ke belakang ga mau sampek menyentuh baju paman itu, walaoupun paman suka ngerem mendadak,aku pegangan jok motor dengan kenceng,jangan huarap kamu dapat kesempatan ya,dalam hati,dasar perjaka tua,hatiku terus mengumpat.
sesampai di rumah,paman agak kecewa,aku langsung berhambur meninggalkan nya,tanpa ku sadari ada mata yang melihat kami,iya itu mas Dimas.
Mas Dimas tersenyum,entah apa yang dia pikirkan,aku marah melihatnya,aku mlengos waktu saling berpapasan,begitu juga paman yang kecewa dengan sikapkku yang jutek.aku menyerahkan parutan kelapa pada majikanku,sejurus kemudian mas Dimas di belakang ku.sepertinya dia tau apa yang ku pikirkan,dia duduk di hadapan mamanya,kemudian dia menatapkku,
"ma, Maya mau bicara
" lho kok aku mas,tanyaku heran
"Maya,ceritakan semua sama mama,pintanya lembut
Akupun mencurigakan semuanya sambil sesenggukkan,tapi aku yakin boss saya akan Percaya,mas Dimas selalu di sampingku menatapkku dengan sayang yang sulit ku artikan,tapi aku menyukai itu,aku suka mas Dimas yang perhatian ke aku dari pada paman itu.benar saja,boss saya langsung Percaya.
selang berapa hari boss saya menyuruh paman,yang masih saudaranya itu pulang kampung dan ga usah balik ke Jakarta lagi.semua pegawai yang suka cari muka selama di tinggal di pecat semua.tinggal kami bertiga.
Pekerjaanku mulai bertambah banyak,aku selalu capek dan capek,tapi lelah itu hilang,karena mas Dimas selalu ada di sampingku, dia selalu menghiburku kalo mooodku buruk.dimana ada mas Dimas selalu ada aku.pelanggan kami hafal,setiap pelanggan tanya siapa saya,mas Dimas menjawab,dia teman saya.aku begitu bahagia.lebaran tiba pun aku pulang kampung,dan kembali lagi ke Jakarta,biar bisa selalu dengan mas Dimas,ha..ha....
Bagaikan dunia Molok berdua,kita selalu dan selalu bersama karena mas Dimas mengambil cuti kuliah yang panjang,ketika dia sudah habis cuti dia masuk kuliah beberapa hari,aku kesepian sudah tiga jari ga di Antar jemput olehnya,mas Dimas aku kangen,bissiku dalam hati
ketika aku beres beres pangkalan,ku lohat ada motor terparkir,aku melihat orang melepas helmnya,aku sontak kaget,aku tertawa semringah,kayak anak kecil yang di kasih coklat,mas Dimas menjemputku.
"Maya, kamu kangen sama aku,tanyanya sambil ketawa,hayo cantik aku mau makan dulu.
dia membuat makanannya sendiri,sejurus aku yang mengekor di belakangnya,semua pegawai akan meninggalkan kami,kalo kami sudah berdua.tak satupun yang berani mengganggu.aku menemaninya makan walaoupun cuma nemenin ngobrol.kami cerita ngalor ngidul.dan berlanjut pulang kerumah bareng.
Entah kenapa setelah itu kembali mas Dimas ngambil cuti panjang,dan mungkin ga kuliah lagi.tentu saja aku bahagia bangets,bulan tidak mungkin aku akan selalu di temani.
Jum'at kali ini aku di ajak jalan ke maol sama adil bontot mas Dimas,layla dia membawaku dan pembantu satunya,kami menghabiskn waktu junggal sore tiba.semua orang sudah kwatir karena sampai sore kita ga pulang.mas Dimas,merasa bersalah karena ga nemenin aku,dia kesana kemari dengan motornya mencariku dan adiknya.menjelang magrib kami datang,jujur kami memang tersesat.mama mas Dimas sudah mengomel,
"liat kau Maya,habis kau nanti sama mas Dimas,kata majikanku,
"kau tau siapa yang paling bingung hari ini?
"aku menggeleng,menahan hati yang ga menentu,
"Dimas!!!!!
lagi lagi aku merasa bersalah,karena hari ini aku jalan ga bilang dulu sama dia,pasti aku nanti akan di marahi.aaaah
Bersambung,☺️☺️