#Safir, Pertengkaran, Gunung salju
Di sebuah tempat yang ditutupi salju yang lebat, di atas gunung terdapat dua istana megah yang berdiri berdampingan dengan pemimpin yang berbeda.
Meski begitu, kedua pemimpin tersebut tidak pernah memiliki hubungan yang akur, mereka kerap kali bertengkar hebat hanya karena masalah kecil.
Suatu hari, ada sebuah rumor dari masyarakat yang tinggal di gunung salju bahwa ada sebuah batu safir yang kekuatannya melebihi seribu darah penyihir hitam.
Penyihir hitam adalah pemimpin dari suatu kelompok yang dinamakan "sekte hitam". Penyihir hitam memiliki kemampuan yang melebihi kedua pemimpin gunung salju. Penyihir itu pun juga pernah menjajah kedua istana kerajaan salju berkali-kali, sehingga terjadilah pertengkaran.
Rumor dari kalangan masyarakat membuat kedua pemimpin gunung salju bertekad untuk mengambil batu sihir itu dan menyelamatkan istananya yang sudah diambang kehancuran akibat penyihir hitam.
Lei dan Zayn, itulah nama kedua pemilik istana kerajaan es. Awalnya mereka adalah saudara yang akur, namun semenjak kematian keluarganya, membuat luka mendalam di hati mereka, mereka saling menyalahkan dan akhirnya terjadilah perebutan kekuasaan.
Lei dan Zayn yang merasa diri mereka saling tersaingi membuat sebuah istana megah khusus untuknya dan orang bawahannya.
"Kita harus cepat menemukan batu safir itu!"
Kedua saudara itu sangat terobsesi pada kemenangan, mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan batu safir tersebut, "Siapa cepat ia dapat!" itulah pemikiran mereka.
Kereta kuda dengan hiasan emas yang tertampang jelas itu sama-sama keluar dari kedua istana es. Di dalamnya terdapat Lei dan Zayn, kedua saudara yang tengah memperebutkan batu safir akan pergi ke tempat itu mulai dari sekarang.
"Apa semua sudah di persiapkan?" tanya Zayn pada pengawalnya.
"Sudah, tuan.." jawab pengawalnya.
Disisi lain, Lei juga sudah bersiap-siap dengan para bawahannya. "Kita berangkat sekarang!" titahnya.
Tak...tuk...tak... Kuda berjalan ke arah tempat yang dituju dengan pak kusir yang mengendarai di depan.
"Haha, perlombaan kali ini, aku pasti menang!" ucap mereka berdua antusias.
Beberapa hari telah berlalu, Zayn dan Lei memilih arah jalan yang berbeda namun tetap sampai, mereka sangat tidak ingin bertemu walau hanya sebatas "dalam kereta kuda".
"Kita sudah sampai, tuan..!" ucap bawahan Lei.
Lei tertawa puas, seolah kemenangan sudah berada di depan matanya.
"Akhirnya.. akhirnya aku akan menang dari anak itu, haha!" tawa Lei puas.
"Kau pikir bisa menang semudah itu? Heh, lewati dulu aku!" ucap Zayn menyeringai.
Degg!
Lei terdiam, ia tidak menyangka bahwa adiknya bisa datang secepat itu.
"Kau sangat keras kepala!" ucap Lei ketus.
"Aku tidak keras kepala, tapi anda saja yang tidak mau mengalah!" sahut Zayn yang tak kalah ketus dari Lei.
Sementara, di belakang mereka ada beberapa pengawal yang sudah setia menunggu majikannya, mereka berkeringat dingin menatap kedua tuan itu.
Walau sudah terbiasa, tapi tetap saja.. pertarungan antara saudara ini tidak pernah main-main, mereka akan bertaruh dengan kekuatannya, tidak peduli ada yang terluka ataupun tidak.
Kedua mata Lei dan Zayn saling bertemu, mereka menatap sinis lawan bicaranya.
"Bagaimana kalau kita pemanasan ( bertarung ) sebentar? Pemenangnya akan mendapatkan batu safir itu!" tanya Lei sambil melihat sebuah lorong tua.
"Boleh" jawab Zayn.
Mereka mengadu kekuatan spiritual dan bela diri mereka, keduanya sama-sama tidak mau mengalah.
"Hah, beberapa tahun tidak bertemu, kau bertambah hebat!" ucap Lei yang sudah mulai kehilangan energi nya.
"Kau juga!" sahut Zayn.
Tiba-tiba, sebuah asap hitam mengepul terlihat di kedua mata Lei dan Zayn, hampir saja asap itu mengenai bola mata mereka, namun mereka segera menutup mata mereka dengan kedua tangannya.
"Asap apa ini?" tanya Zayn heran.
"Penyihir hitam, apa dia sudah datang?" batin Lei bertanya.
Asap itu memasuki lorong, asap yang hanya dimiliki oleh 'penyihir hitam'.
Dengan terkejut, Lei dan Zayn segera berlari dengan kekuatannya, mereka bergegas pergi merebut batu safir itu sebelum akhirnya jatuh di tangan penyihir hitam.
"Gawat, tidak bisa dibiarkan!" ucap Zayn dan Lei dalam hatinya dan perasaan yang tidak tenang.
"Ha.... Ha..."
Ketiga pemimpin berkumpul tepat di bagian paling ujung lorong itu yang terdiri dari Penyihir hitam, Lei, dan Zayn.
Kedua mata Lei dan Zayn tertuju pada batu safir yang sudah berada di tangan penyihir hitam dengan mudahnya, mereka terkejut bukan kepalang.
"Ini adalah hari yang sial.." batin Zayn.
"Serahkan batu safir itu!" tegas Zayn dengan tatapan membunuh.
"Serahkan batu itu, atau kau akan menyesal nantinya!" sambar Lei.
Smrikkk... Penyihir hitam itu hanya tersenyum sinis, ia lalu menyodorkan batu safir yang telah ia genggam itu.
"Ambillah jika kalian mau!" ucapnya santai.
Lei dan Zayn menatap geram penyihir hitam, mereka terbang ke arah penyihir hitam dan hendak merebutnya bersama.
Namun..
Brukk... Lei dan Zayn terjatuh akibat tidak hati-hati dan terkena serangan mendadak, mereka terikat oleh rantai besi yang terbuat dari sihir hitam.
"Haha, kalian sama-sama bodoh! Terima kasih sudah membantuku!" tawa penyihir hitam.
"Tidak.. be-berikan batu itu pada ku!" ucap Lei yang masih teguh atas pendiriannya, tak jauh berbeda dengan Zayn.
"Kalian sungguh saudara yang kompak, sayangnya kekompakkan itu adalah pertengkaran yang membuat kehancuran..haha lucu sekali! Jika aku menjadi salah satu dari kalian, aku pasti akan menyayangi saudaraku, bahkan safir ini sama sekali tidak berharga dibanding persaudaraan!" ucap penyihir hitam itu tertawa.
"Sekarang... kedua istana kerajaan es adalah milikku, haha!" tawanya yang lalu berlalu begitu saja.
"SIALAN!" teriak Lei kesal.
Sementara Zayn, ia malah bergeming meresapi perkataan penyihir hitam tersebut. Sebenarnya, ia sangat menyayangi kakaknya, namun hal itu musnah karena pertengkaran yang berlangsung lama.
Beberapa pengawal memasuki lorong itu, mereka meminta maaf pada Lei dan Zayn karena tidak bisa datang tepat waktu akibat mengurusi para bawahan penyihir hitam. Para pengawal segera melepaskan rantai yang mengikat Lei dan Zayn, setelah itu kedua saudara tersebut bergegas kembali ke istana kerajaan takut terjadi apa-apa.
~Istana kerajaan salju.
"Penyihir hitam, keluar kau!" teriak Lei dengan amarah yang menggebu-gebu.
Tak lama kemudian, penyihir hitam tadi datang, ia tersenyum menyeringai dengan kedua wanita cantik yang terkurung di sarang besar yang ia bawa.
"Istriku!" teriak Lei dan Zayn bersamaan.
Ya, wanita-wanita cantik itu adalah kedua istri Lei dan Zayn yang sengaja di kurung untuk dijadikan sandera dan umpan untuk Lei dan Zayn, karena sejatinya.. seseorang akan lemah di hadapan orang yang mereka cintai.
"Istriku.." Lirih Lei dan Zayn.
Penyihir hitam itu berdecak, "Jangan coba-coba kemari, atau istri kalian akan dalam bahaya!" ucap penyihir hitam sambil menodongkan pisau pada kedua ratu yang tengah pingsan itu.
"Tidak!" ucap Lei dan Zayn serempak dengan perasaan emosi dan sedih yang bercampur aduk.
"Bagus" ucap penyihir hitam.
Penyihir hitam mengeluarkan batu safir yang sedari tadi ia simpan di tempat penyimpanan sihirnya, ia lalu menatap nalar batu safir itu.
"Akhirnya dunia akan menjadi milikku!" ucapnya percaya diri.
Lei dan Zayn tidak bisa berkata, mereka hanya melamun melihat tingkah penyihir hitam.
Tiba-tiba, entah kenapa pikiran Zayn tertuju pada masa lalu, masa dimana ia bermain dan bercanda ria dengan Lei, kakaknya.
Zayn menatap sendu Lei yang telah putus asa, ia lalu menghampiri Lei dan langsung memeluknya.
"Kakak!" panggilnya lirih.
Seketika, Lei langsung menoleh ke arah Zayn dengan tatapan bingung. "Apa lagi maumu?" tanyanya.
"Kakak, aku..aku minta maaf atas kesalahan ku, aku ingin kita damai kak! Aku menyayangi kakak!" lirih Zayn menangis.
"Aku janji kak, aku janji tidak akan keras kepala lagi, aku akan mengalah untuk kakak!" Tambahnya sambil memeluk kakaknya.
Lei ikut meneteskan air mata, sejujurnya ia juga masih sangat menyayangi sang adik.
"Baiklah, kita hadapi bersama, ok?" jawabnya tersenyum.
Lei dan Zayn berpegangan tangan, di hadapan mereka sudah ada penyihir hitam yang hendak berevolusi menjadi lebih kuat akibat memasukkan sihir dalam kandungan batu safir tersebut.
Lei dan Zayn bertatapan, mereka mengangguk dan pergi menemui penyihir hitam.
Sringg... Sebuah pedang sama-sama di todongkan oleh Lei dan Zayn pada lawannya.
"Kau sudah kalah!" ucap mereka.
Penyihir hitam tidak menjawab, ia berusaha berevolusi secepatnya karena kalau ia terganggu atau berhenti sedetik pun, kekuatannya akan lumpuh selamanya dan tidak bisa disembuhkan. Memang perbuatan yang cukup ekstrim, namun itu demi bisa menguasai dunia juga.
Zayn dan Lei menatap tajam penyihir hitam.
"Aku akan menghancurkan mu!" ucap mereka bersamaan.
Sebuah kekuatan besar menyerang penyihir hitam, kekuatan gabungan antar dua saudara itu membuat evolusi dibatalkan.
"Akhh..!" pekik penyihir hitam dengan darah yang keluar dari mulutnya.
"M-mana mungkin.." Penyihir hitam tertunduk lemas, ia tidak menyangka kekuatan nya bisa lumpuh seketika.
"Dasar.. dasar kalian!" ujar penyihir hitam.
Penyihir hitam mencoba untuk mengeluarkan sihirnya, namun tetap saja itu tidak berguna!
Penyihir hitam mati di tempat karena keegoisan nya. Kedua wanita cantik itupun terbangun dan sama-sama memeluk suaminya masing-masing.
Lei dan Zayn juga berpelukan, mereka menangis haru.
******Happy ending********