Ujian, Malam, & Sihir.
🪄🪄🪄🪄🪄🪄🪄🪄🪄🪄🪄
"Luxios¹" sebuah cahaya muncul dari ujung tongkat, setelah dirinya membaca sebuah mantra, helaan nafas terdengar begitu jelas oleh gadis yang berada beberapa langkah dibelakang pria didepannya.
Sepertinya sipria tengah memikirkan sesuatu, "Ada apa Leg?" Tanya si gadis yang dijawab si pria dengan gelengan.
"Kau masih memikirkan tentang ujian terakhir nanti malam?" Tanya Shana, yang diangguki oleh Legian.
"Tenanglah Leg, aku rasa kita akan melewatinya dengan baik" ucap Shana berusaha menenangkan lelaki didepannya itu, yang masih saja kepikiran dengan ujian yang akan diadakan nanti malam.
"Tapi kalau gagal bagaimana? Aku tak mungkin bisa mengulang lagi, kau tahu aku disini hanya anak beasiswa" keluh Legian.
Ada perjanjian yang sudah menjadi aturan yang harus diikuti oleh anak beasiswa, jika gagal dalam ujian akhir sihir tidak lulus maka anak beasiswa akan mengulang dengan membayar biaya sama seperti anak murid diakademi sihir lainnya, itu artinya dicabutlah beasiswa sianak karena sudah gagal dalam ujian akhir.
"Tenanglah Legi, lima tahun bukanlah waktu yang singkat, kita sudah diajarkan semuanya oleh master diakademi" ucap Shana kembali, gadis itu memang Legian agar pria itu lebih rileks lagi menghadapi ujian mereka nanti malam.
Shana yang bersifat tenang, bahkan amat sangat tenang, dalam keadaan apapun Shana akan selalu tenang karena dirinya memiliki mana pengendalian diri, maka dari itu Shana bisa menguasai dirinya sendiri agar tidak terbawa suasana.
Mana yang cukup kuat untuk seorang gadis, karena mana yang ada dalam dirinya bukan hanya bisa dipakai untuk dirinya sendiri mana yang dipunyainya pun bisa digunakan untuk orang lain.
"Bagai mana kalau aku gagal?" Tanya Legian, sepertinya kecemasan anak itu terlalu berlebih menurut Shana.
"Percaya dengan kemampuanmu sendiri Leg, ayolah Leg aku saja yang orang lain percaya, mengapa kau yang malah tidak percaya jika kau akan lulus ujian" ungkap Shana.
"Kau benar Shan, daripada memikirkan itu lebih baik memikirkan bsgai mana caranya bisa luluskan" ucap Legi, yang diangguki Shana.
🪄🪄🪄
Malampun datang, para peserta ujian sudah berkumpul diaula karena sebentar lagi akan dimulai ujian akhir yang akan mereka laksanakan, dari lima puluh murid yang lolos dalam ujian awal hanya ada sepuluh orang, ujian untuk menjadi seorang penyihir memang tidaklah mudah.
Mereka harus belajar selama lima tahun diakademi sihir, setelahnya baru mereka bisa mengikuti unian tahap pertama, setelah lulus tahap pertama baru mereka melanjutkan ujian ketahap ahkir.
Ujian tahap akhir inilah yang akan menentukan mereka menjadi seorang penyihir, jika ujian tahap pertama sudah umum dan banyak yang mengetahuinya, berbeda dengan ujian tahap akhir, tak ada satupun yang mengetahui ujian itu bagai mana.
Tak pernah ada bocoran dari para senior yang sudah lulus dari akademi sihir itu, sepertinya memori tentang ujian akhir itu sengaja dipotong agar tak ada yang membocorkan ujian tahap akhir itu kepada calon penyihir selanjutnya.
Maka tak heran jika mereka merasa dek - dekan belum lagi jika mereka gagal mereka harus mengulang pelajaran yang membuat mereka pusing itu, selama kurun waktu tiga tahun, bukan saja pelajarannya yang sangat amat membuat otak berasap tapi pembiayaannya juga yang tidaklah murah.
Selain itu tiga tahun adalah kebijakan waktu yang ditetapkan oleh akademi sihir untuk memberikan kesempatan kedua bagi para calon penyihir agar bisa kembali mengikuti ujian, jika mereka gagal kembali maka mereka dinyatakan tidak bisa menjadi penyihir.
Sedangkan ditempat ini sangat amat jarang orang biasa tanpa status penyihir, bahkan orang -, orang biasa saja yang tidak tertarik untuk memperdalam sihir mereka, tapi mereka bisa menggunakan mantara shir yang kekuatan megisnya kecil, hanya untuk membantu hidup keseharian mereka.
Maka dari itu orang tua mereka menempatkan mereka diakademi sihir, agar mereka menjadi seorang penyihir.
Seseorang berjubah hitam masuk kedalam aula, aula yang tampak ramai tadi mendadak hening seketika karena kedatangan sang master.
"Bagaimana apa kalian sudah siap menghadapi ujian terakhir malam ini?" Tanya master Debior
"Siap master" semua peserta serempak mengucapkan kata itu, walau masih banyak keraguan disana sini, tapi mereka tetap bersemangat untuk menjawab.
"Ok sebelum kalian melaksanakan ujian kalian, Narina akan mengatakan semua yang bersangkutan ujian kali ini" ucap Debior, setelah memanggil asistenya itu, tidak lama seorang gadis berjalan kearahnya.
"Hai semua, perkenalkan nama ku Narina, terserah kalian mau panggil saya seperti apa, terserah saja" ucap asisten master Debior.
"Baiklah saya akan bacakan perarturan ujian akhir ini, kali ini berbeda dengan ujian pertama kalian yang memiliki banyak aturan. Ujian kali ini hanya memiliki satu aturan, bertahan sampai akhir" ucap Narina memulai penjelasannya
"Ujian kali ini akan dimulai malam ini dan berakhir saat mata hari terbit, jadi selama itu kalian harus bertahan dimendan ujian nanti, itu peraturannya dan tantangannya adalah mengalahkan lawan yang menjadi penghalang untuk kalian" Narina menarik napas sebentar, ternyata penjelasannya cukup panjang.
"Siapa lawan yang akan kalian kalahkan ya itu, para peserta lainnya"
Deg.
Perkataan Narina membuat semua peserta merasa bergetar itu artinya mereka akan melawan teman mereka sendiri jika seperti ini, seketika aula riuh oleh bisik - bisik para peserta.
"Ok, dengarkan baik - baik ini yang terakhir yang akan ku kasih kepada kalian, akademi hanya bisa meluluskan 3 orang saja dari 10 orang" ucapan terkahir narina membuat semua peserta memelototkan matanya itu artinya, kesempatan mereka sungguh kecil.
"Saya akan bagi kalian dalam 5 kelompok" lanjut Narina.
"vær tilstede¹" setelah Narina mengucapkan matra, semua peserta mendapatkan sebuah gulungan kertas kecil digenggaman tanganya
"Carilah nomor yang sama yang tertera dikertas kalian, itu yang akan menjadi kelompok untuk kalian, dan selamat menjalani ujian semoga berhasil" tutup Narina.
"Sudah mendapatkan kelompoknya?" Tanya master Debior
"Sudah" jawab para peserta itu yang sudah berbari sesuai dengan kelompok masing - masing yang beranggotakan dua orang itu.
"Jika sudah siap, saya hanya memberi satu saran pertahankan apa yang kalian punya" ucap master Debior, seandainya mereka yang peka dan mengerti apa maksud tersembunyi dari perkataan master Debior akan faham dengan situasinya.
"Baiklah jika begitu selamat ujian dan semoga berhasil" tutup master Debior, setelah semua peserta menunduk hormat, master Debior kembali ketempat duduknya untuk melihat bagaimana anak didiknya menjalani ujinanya yang sebentar lagi akan berlangsung.
🪄🪄🪄
Ketika pluit dibunyikan oleh sir Gerion itu pertanda jika ujiannya sudah dimulai, sesaat setelah sir Gerion memindahkan mereka dengan sihir teleportasinya kemedan ujian.
"Percuma memiliki kelompok jika yang akan lulus hanya tiga orang saja, kau hanya akan menjadi penghalang untuk ku" ungkap salah seorang peserta.
"Kau benar, jadi sekarang waktunya untuk kita bertarung" jawab yang satunya.
"Stupefy¹" ucap salah satu dari kedua orang yang berhadapan sambil menggerakkan tongkatnya kepada orang dihadapannya, seketika orang itu terjerambah tak sadarkan diri, mantra membuat orang pingsan cukup ampuh untuk melumpuhkan lawannya.
Tapi itu saja tidak bisa membuatnya menang dan membuat lawannya kalah, bukan hanya kekuatan mantra itu ada batasnya saja, melainkan peserta jika ingin menang harus melucuti senjata peserta lainnya baru dinyatakan menang dari pertarungan.
Dan senjata yang digunakan mereka hanya tongkat sihir mereka yang mereka pakai untuk membantu meloloskan mantra mereka.
Salah satu yang masih sadar mulai mengambil tongkat sihirnya dan membuatnya menghilang mengembalikannya ketempat yang aman.
"Waddiwasi¹" husss seperti ditiup tongkat peserta yang tak sadarkan diri itu menghilang begitu saja.
"Setelah ini kemana lagi?" Ucapnya sambil berjalan.
🪄🪄🪄
Dan begitu seterusnya hingga tersisa beberapa orang, hampir semua peserta menghianati kelompoknya karena mengingat yang akan diloloskan hanyalah tiga orang saja.
Hanya ada beberapa kelompok yang masih mempertahankan kelompoknya walau harus melawan sesama teman mereka.
Hal yang samapula yang terjadi dengan Legian dan Elka yang memutuskan untuk bersatu sebagai kelompok dan mempertahankan diri mereka agar mereka bisa lulus, Elka yakin dibalik ucapan Debior ada maksud tersembunyi.
Namun Legian mengacu kepada sifat pertemanan, satu kelompok tidaklah dibenarkan untuk menyerang sesama kelompok itu.
"Duro¹" ucap Elka saat menemukan seorang lawan, mungkin peserta itu telah mengeksekusi teman satu kelompoknya itu agar memudahkan jalannya untuk lulus ujian.
Peserta itu tiba - tiba saja membeku seperti batu setelah Elka mengucapkan mantra tersebut.
"Finite Incantem¹" dengan susah payah peserta itu menggerakkan tangannya yang kaku untuk menggerakkan tongkat sihirnya kearah badannya, dan membuat badannya kembali normal.
Percikan - percikan cahaya yang terlontar dari tongkat mereka menandakan mereka sedang mengadu kekuatan sihir mereka, siapa yang paling unggul disini.
Sampai pada akhirnya "Expelliarmus" ucap Legian setelah Legian berhasil membekukan lawannya, dengan sekali ucap saja tongkat sihir itu berpindah posisi berada ditangan Legian.
"Waddiwasi¹" lanjut Legian, dan lagi - lagi tongkat itu menghilang, satu lagi yang kalah dalam pertempuran ujian ini, dengan sebdirinya peserta itu berteleportasi, berpindah dimensi.
Debior tetap mengawasi ujian malam itu dia ingin tahu siapa yang bisa mengartikan ucapan terakhirnya karena semua yang dikatakan oleh Narina hanya sebagian yang benar, bertahan sampai akhir itu memang benar, tapi yang akan lolos hanya tiga orang itu salah, Karena bisa saja semua lolos begitu saja jika mereka memperhatikan ucapan terkahir sang master.
Debior hanya ingin melihat seberapa peka anak muridnya dengan perkataan sang master, dan juga melihat bagaimana hasil dari didikan para guru diakademi sihirnya.
🪄🪄🪄
Legian dan Elka berusaha sebaik mungkin untuk bertahan sampai akhir, lulus atau tidaknya mereka membelakangkan permasalahan itu, yang jelas mereka disini harus bisa bertahan sampai fajar menyingsing, itu saja.
Dan pada akhirnya hanya ada tiga kelompok yang berhasil bertahan itupun satu kelompok hanya tersisa satu orang.
"Selamat untuk kalian yang berhasil bertahan sampai sejauh ini" ucap Debior
"Seperti yang saya katakan sebelum memulai ujian, pertahankan apa yang kalian miliki, jadi untuk peserta nomor 7 maaf kamu tidak lulus" ucap Debior
"Tapi mengapa bukankah saya sudah bertahan sampai akhir mengapa saya tidak diluluskan master? Apa karena yang akan diluluskan hanya ada 3 orang, lantas bagaimana dengan keempat orang disana?" Tanya si nomor 7 itu protes sambil menunjuk kearah Shana dan teman satu kelompoknya dan juga Legian dan Elka.
"Jika saja kau cermat dengan perkataan terakhir saya, ujian yang sebenarnya adalah dari ucapan terkahir saya bukan dari ucapan Narina" ucap master Debior
"Apa, jadi apa yang dikatakan madam Narina salah, kenapa master melakukan itu?" Tanya si nomor 7 itu, tidak terima karena merasa dibodohi.
"Tentu saja perkataan Narina tidak sepenuhnya berbohong, kami hanya menyelipkan sebuah teka - teki disini,agar kalian lebih jeli lagi dalam menganalisis keadaan, ingat anak muda, menjadi seorang penyihir itu tidak gampang" ucap master Debior
🪄🪄🪄🪄
Dan pada akhirnya yang lulus ujian kali itu hanya ada empat orang yang berhasil mengartikan pesan terkahir dari master yang ternyata itu adalah ujian yang sebenarnya malam ini.
"Selamat atas kelulusan kalian,, dan yang tidak lulus jangan berkecil hati karena kalian masih diberi kesempatan untuk mengulang selama tiga tahun kedepan, saya harap kalain yang belum lulus bisa memanfaatkan kesempatan yang kami kasih untuk kalian" ucap master Debior
"Sekali lagi selamat atas keberhasilan kalian yang lulus dan akan segera menjadi penyihir, terimakasih karena sudah mengikuti aturan dengan baik kalau begitu saya permisi terimakasih" setelahnya master Debior pergi dari aula itu, seluruh peserta dan juga para guru yang mendampingi ujian akhir membungkukkan tubuhnya tanda menghormati sang master.
"Kalian boleh beristirahat sekarang, dua hari mendatang adalah pelantikan kalian menjadi seorang penyihir, dan selamat untuk peserta yang lulus dan untuk para peserta yang belum lulus jangan bersedih kita masih bisa belajar bersama - sama kembali" ucap sir Gerion memberi semangat.
🪄🪄🪄
"Selamat Leg, akhirnya kita menjadi seorang penyihir" ucap Shana pada Legian dan menjabat tangan Legi dan juga Elka "selamat ya El" lanjut Shana
"Terimakasih kamu juga selamat ya" jawab Elka.
"Selamat Shan" ucap Legi menjabat tangan sang sahabat, Legi merasa lega karena dia dan Shana lulus dalam ujian akhir ini, walau mereka berdua sempat berhadapan dimedan dimensi tadi sebagai lawan.
Tapi akhirnya Legi bisa bernafas lega karena mereka diselamatkan oleh sang fajar yang sudah menyingsing yang artinya waktu ujian selesai, membuat Shana tak jadi mengeluarkan mantra sihir andalannya, sebuah pengendalian diri atau lebih sering merebut pikiran orang lain dan menguasai dimesi pikiran orang tersebut.
"Apa ku bilang, jika kau percaya dengan kemampuan mu kau akan lulus" ucap Shana sambil merangkul Legian.
"Ya tetap saja yang lainnya gagal, dan kita hampir saja bertarung" ungkap Legian sedikit sebal dengan ujian yang menurutnya tak masuk diakal itu.
"Yang terpenting kan kita lulus Leg" ungkap Shana yang hanya mendapat anggukan pasrah Legian membuat senyum terbit dibibir Shana.
"Akhirnya selesai juga" gumam Legian.
"Aku capek jalan Leg" keluh Shana
"Kau mau teleportasi atau terbang?" Tanya Legian, Shana memang tidak menguasai dua mantra sihir itu, karena itu jika dia menginginkan salah satunya dia selalu meminta bantuan Legian yang sudah mahir dengan dua mantra itu, mantra yang cukup rumit, walau sudah bisa menghafal mantranya tapi belum tentu mantra itu bereaksi karena mantra terbang adalah mantra kelas D san teleportasi adalah sihir kelas A.
"Terbang" jawab Shana
"Baiklah, wingardium leviosa¹" setelah membacakan mantra kedua anak remaja itu mulai terapung diudra, lantas perlahan tapi pasti mereka pergi kembali keakademi.
Semalam adalah malam yang melelahkan untuk mereka, jadi akan lebih baik jika hari ini mereka istirahat dengan tenang.
🪄🪄🪄🪄
¹ sebagian besar kata mantra aku ambil dari film Hery Potter, klau kalian penasaran kalian bisa melihatnya sendiri, tinggal katakan ok google. 😅