Di dalam mimpi.
"IRFANNNNNN !!! "
Raziq terbangun dari mimpi nya dengan ngos ngosan, sekujur badan nya berkeringat walaupun di dalam mimpi terasa seolah nyata, ia pun bangun dan terduduk di tempat tidur nya sembari mengusap rambut nya yang basah oleh keringat nya.
"busyetttt padahal udah 3 tahun lepas, kenapa gue masih aja mimpiin Irfan. " ujar nya, sambil menatap bingkai foto di meja nya, sosok dirinya dan juga Irfan.
#flashback#
ingatan Raziq semasa memegang tangan Irfan yang ingin jatuh ke jurang.
"lepasin gue Raz, mereka akan tau kita di sini, loe lari aja biarin gue. " ucap Irfan.
"enggak Fan, gue gak akan lepasin loe... " ngekeh Raziq.
"jangan di paksain Raz, gue gak mungkin bisa selamat lepasin aja tangan loe. " Irfan melonggar kan gengaman tangan nya, meleset sedikit.
"Fan, jangan bego loe !!! gue masih bisa tahan ahhhhh... " masih menahan dan menggenggam tangan nya, namun Raziq kesakitan karena tangan nya habis tertembak.
"please Raz, lepasin gue,dan gue mohon sama loe tolong cariin adik gue nama nya Laura. " pinta nya, dengan mata yang berkaca kaca menahan tangis.
Lalu seseorang menembaki mereka, karena tembakan tersebut Raziq tidak dapat menahan gengaman nya, dan tangan Irfan pun terlepas lalu ia terjatuh ke jurang, ketika itu Raziq pun berlari dengan tangisan sejadi jadi nya, karena tidak bisa menolong Irfan.
Masih di kasur dengan perasaan yang kecewa.
"gue gak bisa nyelamatin dia. " mengusap wajah nya.
"tapi Laura adik nya, di mana?." katanya, ia mengambil ponsel yang baru saja berdering di atas meja berdekatan dengan kasur nya.
"hello.... " jawabnya.
"Tuan, kami sudah menemui Laura." kata bawahan nya.
"di mana dia. " ucap Raziq.
"dia berkerja di toko bunga brossy." jelas bawahan nya.
"baik lah, kirim kan saja alamat nya. " ucap nya dan mengakhiri panggilan nya.
Selama 3 tahun pencarian Laura akhirnya ketemu juga, Raziq pun bergegas mandi dan bersiap siap untuk menuju ke tempat Laura, karena sebelum Irfan meninggal, ia meminta agar Raziq menjaga adik nya, maka Raziq pun harus menepati janji nya.
Beberapa minit kemudian, Raziq selesai mandi, di kenakan nya baju t-shirt, ia menuju ke mobil nya berjenama GTR, enjin mobil nya di nyala kan dan menuju ke toko bunga di mana Laura berada. Selama di perjalanan Raziq kepikiran Irfan, seandainya ia masih hidup kemungkinan ia sangat senang melihat adiknya yang selama ini ia cari.
Beberapa minit kemudian sampainya di toko bunga brossy.
"selamat datang ke toko bunga brossy, anda ingin mencari bunga apa? " Raziq di sapa ramah, oleh salah satu karyawan yang berkerja di sana.
"loe Laura? " Raziq meneka.
"maaf tuan, saya bukan Laura." ucap nya.
"Laura nya di mana. " tanya nya.
"bentar lagi juga Laura akan datang, kalau boleh tau tuan siapa?" tanya karyawan tersebut.
"gue temen abang nya." jelas Raziq.
"oh, kalau gitu tuan tunggu dulu, bentar lagi Laura akan datang." ucap karyawan tersebut.
"kalau gitu gue tunggu di mobil aja. " ucap Raziq, meninggalkan toko bunga menuju ke mobil nya.
Beberapa saat kemudian Laura pun datang.
"Mikaaaaa pagi.... " Laura tersenyum melambai kan tangan nya, menyapa teman nya dari kejauhan.
"Raaaa... sini buruan. " Mika memanggil.
"kenapa kenapa... " berlari kecil kebinggungan.
"tadi ada cowok keren nyariin kamu, dia di mobil itu. " menunjuk ke arah mobil GTR milik Raziq.
"siapa dia? " tanya Laura.
"kata nya temen abang kamu. " jelas Mika.
"teman abang ku.. " heran, sambil melihat ke mobil milik Raziq.
Raziq pun keluar mobil menuju ke arah Laura yang berdiri bersebelahan dengan teman nya Mika.
"loe Laura. " kata Raziq dengan wajah datar.
"i... iya... " jawab Laura terbata bata.
"siapa dia, aku gak kenal. " bisik Laura dalam hati, menatap wajah Raziq yang tampan namun sangar.
"gua Raziq temen abang loe Irfan. " jelasnya
"Irfan.... ahhh... abang Irfan, di mana dia. " sedikit tersenyum bahagia karena akan ketemu abang nya, namun Raziq tidak menjawab dan meminta Laura untuk mengikuti nya.
Laura mengikuti Raziq ke dalam mobil nya, sebelum ia mengikuti Raziq ia meminta izin kepada Mika teman nya untuk izin libur 1 hari, lalu kedua nya meninggalkan toko bunga brossy, di dalam mobil Raziq hanya terdiam begitu juga dengan Laura yang tidak terbiasa berbicara dengan pria.
Namun Laura memberanikan diri untuk berbicara.
"ermmm, abang Raziq kita mau kemana. " tanya Laura bernada lembut.
"nanti juga loe tau." singkat nya, dengan serius menyetir mobil.
"Mik, ini orang nyebelin banget, padahal tinggal ngomong doang di mana abang ku, jawaban nya juga sinis banget kayak orang dingin gak suka ngobrol gitu, kok abang Irfan punya temen kayak gini sih hufttt." Laura mengetik ponsel nya dan mengirim chat kepada teman nya merasa tidak puas hati.
Beberapa minit kemudian mereka pun sampai di tempat tujuan, Laura melihat sekeliling nya adalah tempat pemakaman, serentak ia kaget dengan apa yang ia lihat, ia hanya terdiam dan tidak mengikuti langkah Raziq.
"ngapain loe diam di sana. " Raziq menoleh ke belakang dan menegur nya.
"ahhh... e.. emang nya kita mau ke mana, abang Irfan di mana. " raut wajah Laura kini bertukar menjadi tidak senang, dan takut.
"huh, maka nya gue nyuruh loe ikut. " Raziq menghela nafas berjalan menuju Laura dan mengapai tangan nya.
Laura nurut ketika Raziq menuntun nya menuju ke kuburan abang nya, beberapa saat mereka sampai di pemakaman abang nya, di tunjuk kan nya batu nisan bertuliskan nama Irfan.
"a... apa maksud semua ini. " Laura tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.
"abang loe udah meninggal." Raziq lemas dan tidak berdaya untuk mengatakan nya.
"gak mungkin, kamu tipu." Laura tidak percaya, namun mata nya sudah berkaca kaca.
"abang Irfan gak mungkin ninggalin aku. " Laura berjongkok tidak percaya, dan melihat batu nisan tersebut bertulis kan nama abang nya.
Laura menangis sejadi jadi nya, Raziq mencuba untuk tetap tenang, walaupun dirinya saat ini juga bersedih karena telah kehilangan sahabat terbaiknya, karena Laura menangis berlebihan Raziq memeluk nya.
"Ra, ini takdir abang loe. " jelas nya sedih.
"abang loe minta sama gue agar gue bisa jagain loe. " sambung nya, sambil mengelus elus rambut nya.
Laura hanya terdiam mendengar kan apa yang Raziq kata kan, mereka pun meninggalkan pemakaman abang nya, di dalam mobil tiada senyuman di wajahnya karena abang yang ia tunggu selama ini sudah meninggal kan nya terlebih dahulu.
"Ra... mulai hari ini detik ini loe tinggal sama gue. " jelas Raziq.
"ah... gak aku.. aku ada rumah sewa kok. " tolaknya lembut.
"gak bisa ini permintaan abang mu, gue gak bisa ingkar. " ujar nya tegas.
KRUUUKKKKKK perut Laura berbunyi karena tadi pagi ia belum sarapan.
"loe lapar. " tanya nya.
"em... " singkat Laura malu.
"iya sudah, sabar dikit lagi mau nyampe rumah, kita makan di rumah. " jelas nya.
Karena Laura gadis penurut, maka ia hanya diam dan ikut apa yang di ucap kan Raziq. Raziq langsung membawa Laura ke rumah nya, sesampai nya di rumah Laura dengan kaget melihat sekeliling rumah Raziq yang gede dan mewah, Laura tidak menyangka akan tinggal di rumah gede mewah itu.
"sebenarnya dia siapa? " bisik Laura sedikit tidak percaya.
"em..oh iya abang, aku punya baju kan di rumah sewa. " ucap Laura lembut, dan malu malu.
"gak usah, entar beli yang baru aja." ucap nya dengan nada dingin.
Raziq membawa Laura menuju ke kamar nya.
"ini kamar siapa?" tanya Laura, ragu ragu masuk.
"kamar gue, kan kamar loe belum ada jadi loe tidur di kamar gue. " ucapnya dingin.
"terus abang Raziq tidur di mana. "
"di sofa juga bisa." singkatnya, meninggalkan Laura.
"ini orang, emang gak bisa senyum yah, dari tadi nada nya dingin. " gerutu Laura, selepas Raziq meninggalkan nya.
Laura melihat seluruh kamar nya, sangat luas ruangan nya dan bersih wangi pula, Laura merebah kan badan nya ke kasur milik Raziq, baru saja di rebah kan badan nya Raziq tiba tiba datang, Laura langsung duduk tidak jadi rebahan.
"kalau mau rebahan, rebahan aja dulu. " ucap nya, menuju ke lemari milik nya.
"tap... tapi.... aku lapar... " polos Laura.
"iya, bentar lagi di masakin. " katanya.
Makanan pun siap di sajikan, makanan nya semua di hantar ke dalam kamar, serasa seperti di dalam hotel, Laura dengan lahap memaakan nya, sementara lagi makan Laura tidak melihat raziq, karena lapar semua makanan habis di makan olehnya, Laura merasa ngantuk dan tidur.
Raziq berada di ruangan rahasia, dan menyandra seorang pengkhianat yang dahulu pernah mengkhianati nya, tertangkap oleh bawahan nya, di soal siasat pengkhianat tersebut atas kematian Irfan.
Di tengah malam, tanpa sedar Laura terbangun dari tidur nya, ia tidak menyangka bahwa ia benar benar terlelap siang tadi, karena kebelet mau kencing, ia menuju ke toilet milik Raziq, selesai dari toilet ia melihat di sofa, katanya Raziq akan tidur di sofa, tetapi Raziq tiada, lalu Laura mendengar suara jeritan orang.
"ah... suara siapa itu." Laura membuka pintu kamar, mencari sumber suara tersebut, suara nya seperti di dalam rumah, Laura perlahan lahan mencari sumber suara tersebut, di lewati nya tangan menuju ke bawah, lalu di sebuah ruangan dengan pintu sedikit terbuka, karena bawahan nya tidak menutup rapat pintu tersebut Laura pun meluru masuk ke dalam ruangan tersebut dan melihat, alangkah kaget nya Laura melihat seorang lelaki berlumuran darah seperti habis di pukul.
Dan tanpa sengaja Laura melihat Raziq memukul orang tersebut dengan sadis sehingga Laura mengeluarkan suara nya.
"AAAHHHH... "
Raziq dan yang lain mendengar.
"siapa itu. " lantang Raziq, ia melihat bahwa Laura melihat nya, Laura kaget ketika mata nya bertentangan dengan mata nya, dan Laura buru buru meninggal kan ruangan tersebut, namun Raziq bergegas mengajar nya, karena Laura tidak tau di mana jalan menuju ke luar rumah dengan senang ia tertangkap oleh Raziq.
"AAAHHHH... LEPAS KAN AKU.. " Laura ketakutan.
"diam loe, ngapain loe ke bawah. " tanya nya, mengangkat wajah Laura dengan kasar.
"a... aku... gak ngapa..ngapain hiks. " tangis Laura ketakutan.
"dari tadi apa yang loe lihat. " ucap nya penasaran.
"gak tau.... " jawab nya takut.
"loe tau, orang tadi yang khianatin abang loe, dan abang loe mati gara gara orang itu. " jelas Raziq memastikan.
Raziq pun membagitau Laura bahwa dirinya adalah bos mafia, dan abang nya adalah bawahan sekaligus sahabat nya, akhirnya Laura pun mengetahui semua nya.
maaf kalau kepanjangan, jangan lupa support saya...
terima kasih semua nya.