🔪
.
.
.
.
Mark lelaki tampan yang dilahirkan di desa pedalaman Aceh. Semenjak kecil ia sudah bergelut dalam dunia hitam penuh sandiwara mematikan, brutal dan memilukan. Sorot matanya yang tajam bagai mata elang sedang menukik menangkap ular, menerbangkan ke udara lalu membawa dalam semak belukar. Begitulah cara ia melewati segala pergulatan hidup. Tanpa ada yang tahu, Mark mampu mengungkap semua tabir kehidupan. Sosoknya sangat misterius. Di saat negerinya dilanda perang ia mampu hidup tanpa beban. Kecerdasan dan kepicikannya ia gunakan bagi kehidupan sosial. Terutama untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Ibunya hanya seorang buruh tani lepas, yang hidup serba kekurangan. Kepercayaan diri Mark membuatnya harus melewati semua rintangan itu. Mampukah ia melakukan semua itu?
🍂
"Ibu, aku butuh uang untuk sekolah." Ujar Mark sambil menjulurkan tangannya. Dengan lembah lembutnya ibunya menolak keinginan Mark. Mark merasa kesal pada ibunya, setiap ia meminta uang pasti jawabannya tidak ada, Mark sebal dan dia beranjak pergi dan memutuskan untuk mencari uang, Anak masih berusia belasan tahun sudah menanggung beban seperti ini. Ia ingin sekali menjadi anak sukses. Menjadi anak berguna bagi bangsa dan agama. Slogan itu menjadi semangat bagi hidupnya setelah mendengar dari Sang Guru. Mark punya cita-cita yang tinggi, setinggi langit yang akan ia gapai, setinggi apapun itu akan ku lalui. Namun uang menjadi salah satu pembatas.
Mark memutuskan untuk menjadi seorang pencuri. Mark ingin menjadi pencuri ulung. Di sana tak ada pekerjaan yang dapat membantu ekonomi masyarakat. Tak ada lapangan pekerjaan, kecuali beberapa petak tanah milik orang kaya. Orang-orang kaya di kampungnya menjadikan mereka budak-budak. Menjadi buruh yang menerima upah.
3 hari sudah Mark tidak pulang rumah, ia sudah berniat untuk mencari uang sendiri dan mandiri, Mark menahan rasa laparnya, sampai perutnya tidak berbentuk cantik. Mark melihat di sebrang jalan ada warung, dengan segera Mark nyebrang dan segera melirik roti yang membuat dia tidak bisa menahannya. Saat ibu warung itu melengah sibuk mengobrol dengan pembeli, menit itu adalah menit paling berharga bagai Mark, karena Mark merasa punya kesempatan untuk mencuri. saat tangannya sudah meraba roti irisan segera mengambil 3 roti dan berpura-pura tidak mengambilnya dan pergi dari tempat itu.
Namun salah satu pembeli menggagalkan rencananya, ia melihat tangan Mark mengambil roti, lalu memberitahu pada ibu warung dan mereka segera mengejar Mark. saat mata Mark berbalik memandang mereka yang mengejarnya, lalu entah siapa orang itu, dia membantu Mark melawan ibu dan warga lainnya, mereka ketakutan entah kenapa!! Mark pun merasa bingung kenapa mereka setakut itu.Lalu mereka pergi berlarian, Mark merasa sangat takjub melihat keberanian mereka, hanya menantang mereka saja, orang-orang semua pada berlarian.
"Heyy anak kecil kenapa kau menatap ku seperti itu??" Tanya ketua geng itu, lalu Mark langsung mengedip-kedip matanya tersadar dan segera menjawabnya.
"Kalian semua hebat, aku takjub hanya dengan menantang mereka saja, mereka sudah ketakutan, andai mereka bisa seperti itu padaku" Gumam Mark menunduk berharap dirinya menjadi seseorang yang bisa di takutkan oleh orang lain dan menjadi seorang raja yang mampu membunuh mereka yang menghujatnya.
"Ha!! kau boleh gabung dengan kami"
"Hah!! benarkah? aku bisa menjadi seorang manusia yang di takutkan orang!!"
"Hemm"
Mark terkejut ia tidak percaya, Mark senang sekali bisa bergabung dengan pemberontak. Ia tak peduli, apa yang harus ia lakukan dan bisa pula ia bergabung dengan aparat keamanan. Mark akan memantau setiap pergerakan anggota GAM, dan menjadi mata-mata bagi keberlangsungan aparat TNI melakukan operasi. Bisa dikatakan Mark adalah mata-matanya orang GAM sekaligus pencuri.
Suatu hari Mark membutuhkan sekali uang untuk sekolahnya. Mark tak peduli akan mencuri milik siapa saja. Pulang sekolah ia akan mencari dimana keberadaan para pemberontak untuk bergabung. Ia suka mendengar pergerakan pentolan GAM tersebut. Bersama orang GAM ia akan mengerti seluk beluk pergolakan yang terjadi dalam negara. Kelaparan, kemiskinan, pembunuhan ketidakadilan. Dan para bandit-bandit negara yang melakukan ekploitasi besar-besaran demi mempertahankan bangsanya. Mark sangat paham itu, sehingga ia begitu sulit untuk berpisah dengan mereka.
(Suatu hari di rumah)
Mark menjelaskan pada ibunya tentang kehidupannya, ia akan pergi untuk bertugas dan tanpa merasa takut ia menjelaskan itu pada ibunya meski ibunya sudah menolak nya untuk tidak bergabung, tapi, Mark keras kepala ingin tetap bergabung dan lebih memilih tinggal bersama mereka di banding keluarga nya.
Ibunya pasrah.ia hanya bisa menangis dan melihat anaknya pergi meninggalkan demi mereka, namun bagaimana lagi, dia pasrah saja. Selagi ia tidak meninggalkan sekolah baginya itu suatu jalan untuk melengkapi hidup dalam kemiskinan. Tak ada seorang pun yang menolong dirinya(Ibunya). Hanya orang-orang tertentu yang setara hidup dengannya yang bisa memahami keadaan saat itu. Mark yang sudah hidup liar tanpa pulang lagi ke rumah menjadi bualan hari-harinya di sudut ranjang.
"Tidak habis kupikir sama anak ku." Rintihan ibunya menunduk memikirkan keadaan anaknya yang sudah lama tidak berjumpa. "Bandel sekali dia." Sambung Ibunya mengganti ekspresi nya kesal.
...
Seperti biasa siang hari di sebuah tempat Mark sering mencuri. lagi-lagi Mark ketahuan saat melakukan aksinya, Seorang perempuan melihat jelas aksinya. Namun si pemilik tempat itu membiarkan Mark mencuri. Pemilik tempat itu tahu bahwa Mark akan mengembalikannya suatu ketika. Dan akhirnya Mark pun sadar bahwa mencuri itu perbuatan tidak baik.
"MMM. kenapa perempuan itu tidak mengejar ku!! apakah dia tidak menyadarinya!! tapi jelas-jelas tadi dia sangat melihatnya!!" Terheran sambil berdiri menatap bengong perempuan yang menjadi korban pencuriannya. Perempuan itu malah tersenyum menatap Mark yang terbengong itu.
Seketika pikiran nya berubah, Mark mengubah pekerjaan menjadi seorang pedagang ganja. Ia mulai mengincar mangsa-mangsa lain untuk mendapat uang demi biaya hidup. Hingga tanpa sadar Mark sudah menjadi kurir narkoba puluhan Tahun. Singkat cerita Mark telah bisa menamatkan sekolah.
Hingga tibalah waktunya untuk pulang ke rumah, tapi ia enggan kembali lagi. Dia mulai malu melihat orang tuanya. Sebah dimana pada saat itu Mark dalam perjalanan hidup yang panjang berliku bertemu seseorang. Mark telah menjadi mafia besar. Menjadi bandit kelas kakap. Dia bertemu dengan orang-orang besar yang melakukan hal sama dengannya. Dibalik cerita Mark yang menjadi pencuri, akhirnya ia juga bisa membawa berkah bagi warga kampung. Ia menjadi seorang tukang hipnotis yang dapat menghibur orang-orang.
Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi saat Mark berangkat ke Inggris. Ia hanya menamatkan sekolah sampai SMP. Di Inggris Mark bekerja di sebuah restoran. Sambil menjalankan bisnisnya sebagai kurir narkoba, Mark juga senang bekerja dengan aktivis-aktivis pembebasan. Di negerinya kedua kubu peperangan sudah berdamai. Mark masih saja melanjutkan misi orang GAM, entah kenapa ia tak tahu. Sepanjang pengetahuannya bahwa kemiskinan adalah perkara yang sangat rumit dalam kehidupan orang-orang, ia berpendapat bahwa nasib semua juga sama belum mendapat keadilan. Maka dari itu ia menganggap benar bahwa menjadi pemberontak atau mafia adalah solusi terbaik bagi kehidupan dunia.
Tak lepas dari ikatan nurani, Mark di negeri seberang mampu mengorganisir semua teman-teman serantau. Mark berjalan dari satu sudut lokasi ke lokasi yang lain sampai semenanjung Melaka. Ia membangun kembali jaringan pemberontakan yang sudah berdamai tanpa penghujung. Dengan tujuan bahwa perjuangan belumlah merdeka, sebagaimana yang ia terima dalam aspek kehidupan bersama kelompok GAM saat ia masih sekolah dulu. Mark berpikir bahwa ia tak akan menyerah sebelum negerinya merdeka.
Ibunya tertegun melihat perubahan pada Mark saat ia pulang ke kampung. Saat itu usianya sudah dewasa. Sekitar 23 tahunan. Desas-desus yang berkembang tentang Mark sebagai penjual narkoba mereka semua ketahui. Tapi Ibunya sudah pasrah. Ia sudah tidak sanggup melarang. Mark sudah kehilangan jati dirinya sebagai manusia baik. Ia sudah berubah bagai Singa pemangsa. Di situlah akhirnya Mark menghidupkan pikiran-pikiran orang-orang miskin. Sebab dunia sudah lagi tak berdaya. Hutang negara mulai menumpuk, orang-orang diwajibkan pajak.
.
.
.
Masih sakitkah sampai sekarang!??