Apakah kalian pernah merasakan déjà vu? Yah itulah yang aku rasakan sejauh ini. “David Ardana Abiputra” itulah nama sosok laki laki itu. Saat pertama kali aku bertemu dengannya di koridor sekolah. Entah kenapa sosoknya itu membuat ku merasakan sebuah perasaan yaitu sebuah perasaan merasa tidak asing terhadap sesuatu tetapi juga merasa tidak pernah melihatnya. Ya itulah yang dinamakan déjà vu.
“Fuah pagi yang cerah untuk ke sekolah” ujar seorang gadis remaja yang bernama “Ellie Cordelia” ‘Hm… la la la’ Bruk!!! “Aduh!! Aww sakit… maaf anda tidak apa2?” Tanya Lia. Deg!!! ‘Sorot mata itu… kenapa aku merasa pernah melihatnya? Tapi dimana ya?’ Batin Lia ‘Ughhh apa yang terjadi?!! Kenapa seperti ada yang memasuki kepalaku dengan begitu cepat?!! Sakit!!!’. “Saya tidak apa2, tolong lebih berhati2 lagi saat berjalan” Ujar seorang pria dengan nada tenang dan datar. Deg!! “Ahh sekali lagi maafkan saya” “Hmm…” Jawabnya. ‘Duh… dingin amet’ batinnya. Kring!!! Bel masuk berbunyi “Ahh sudah bel, saya permisi dan maafkan kecerobohan saya tadi!!” Seru Lia dari kejauhan. ‘Hmm gadis itu kelihatan familiar, apakah itu adalah Dia?’ batin seseorang.
“Selamat pagi anak2” sapa guru yang mengajar. “Pagi bu” jawab semua murid serempak. “Hari ini kelas kita kedatangan murid baru, masuklah” Perintah sang guru. Tap Tap Tap ‘Kya!!! Ya Tuhan tampannya!!!!’ Batin semua gadis di kelas itu. “Baiklah perkenalkan diri kalian” suruh sang guru. “Nama saya David Ardana Abiputra” ujar seorang anak laki2. ‘Ehh dia kan? Yang aku tabrak tadi pagi’ Batin Lia. “Haloo namaku Arvin Axelle salam kenal!!!” Sapa anak laki2 lainnya. ‘Kya!!!! Ya Tuhan hamba akan meleleh sekarang juga!!’ Batin semua gadis di sana. ”Baiklah pelajaran akan kita mulai, silahkan kalian duduk di sebelah sana” Perintah sang guru. “Baik bu”. Kring!!! Jam istirahat
‘Hmm ke kantin ah lapar..’ “Vika ke kantin yuk lapar….” Ajak Lia kepada teman satunya itu. “Ohh ok” jawab Vika. “Woahh enyak!!! Memang desert coklat itu yang paling enak!!” Seru Lia. “Huftt kamu itu ya Lia benar2 penggila coklat” Dengus Vika. “Ehee.. habisnya rasanya uenak!!!!”.
“Kya!!!! Itu murid baru yang tadi pagi, tampannya!!!!!!!” Teriak semua gadis di kantin. “Hah? Astaga berisiknya!! Huhhh!!” Dengus Lia sebel. “Ehhh kamu kenapa begitu Lie? Kan emang mereka keren kan?” Tanya Via. “Iya keren bikin berisik. Huhhh!!!!” Kesal Lia. “Ahaha kamu itu ya”. “Hey girls!!!” sapa seseorang. “Ehh kamu kan Arvin anak baru itu?” Tanya Vika. “Yuppp, oh iya boleh numpang gak? Soalnya dah penuh tuh kantin.” Tanya Ar. “Ohh boleh” “Thanks".
“Oh iya ngomong2 kita belum tau nama kalian nih!!” Seru Ar. “Ohh iya juga ya, namaku Devika Eleanor, panggil aja Vika. Ini temanku Ellie Cordelia. Biasa di panggil Ellie atau Lia” Jawab Vika. “Ohh gitu salam kenal Vika dan Lia”. “Salam kenal juga Arvin” sapa Lia. “Oh iya Dav beri salam” ujar Ar. “Hmm namaku David” sapa David dengan datar. “Ahaha dia memang begitu”. Dan jam istirahat pun berakhir.
“Dah sampai jumpa guys!!!!” “Bye!!!!!!”. ‘Sekarang udah jam pulang deh’ Batin seorang gadis. “Lia aku pulang dulu ya byee!!!!” “Ohhh iya byee Vika!!!”. ‘Hmm kalo dipikir2 kenapa ya tadi pagi pas nabrak tuh orang kok kek ada memori muncul sih? Emang aku pernah ngalamin ya?. Apa ini déjà vu? Masa sih? Ughhh bikin heran aja!!!’ Batin Lia berpikir keras. “Huftt sebaiknya aku cepat pulang” Gumamnya. Bruk!! ‘Aduh sial banget sih hari ini? Huhhhhh!!!’ Batinnya kesal. “Maaf saya tidak sengaja” Tep ‘Hah? Apa mau orang ini sih?’ Deg!!! “Kamu kan David? Mau apa kamu halangin jalan orang aja, permisi”. Set! ‘Eh? Ishhh mau orang ini apaan sih bikin kesal aja!!’ “Huhh mau mu apa hah? Ngeselin banget!!!!” Teriak Lia. “Kau… ada yang ingin ku tanyakan.” Jawab David dengan tenang. “Apa?!!” Ketus Lia. “Apakah kau pernah terjatuh dari pohon saat bermain sewaktu kecil?” Tanyanya. “Ihh apaan sih nanya gak jelas, gak pernah tuh!!” Balas Lia.
“Oh..” “Udah kan? Sekarang minggir aku mau pulang!!!!” Dorong Lia. Set!! “Apaan lagi sih maumu?!!!!!” Teriak Lia. Tep Set!! “Ihh lepaskan!!!!” Ronta Lia. Tak!! “Kamu mau pulang? Biar kuantar” Ujar Dav tetap tenang. “Ihhh no thanks, aku bisa pulang sendiri. Sekarang lepaskan aku atau ku hantam kau ke tembok!!!” Geram Lia. Tak!! ‘Huhh akhirnya’ Set Tap Tap Tap ‘Aku harus lepas dari pria itu’.
‘Hmm menarik aku menantikan kejutan dari mu Ellieku’ Ckit!! Tap Tap Tap “Ibu aku pulang!!” Sapa Lia ketika memasuki rumah. “Oh sayang sudah pulang, mandi dan makan siang gih” Jawab sang ibu yang baru keluar dari dapur. “Baik bu”. Set!! Bruk!! ‘Hah… hari yang melelahkan…’ “Sebaiknya aku segera mandi lalu turun untuk makan siang” Gumamnya. “Nah makanan datang!! Silahkan dinikmati”. “Makasih ma”. Nyam Nyam Nyam “Aku sudah kenyang”.
‘Hah… sebaiknya aku belajar’ Ting!! ‘Eh notif? Dari siapa ya?’ Set! “Hai masih ingat aku? David Ardana Abiputra. Kamu ada waktu siang ini?” DEG!! ‘Kok orang ini tau no hp ku? Apa jangan2 dia mencuri nomor ku?’ “Darimana kamu tau no hp ku? Apa kamu mencurinya? Jawab aku!!!” Ting!! “Tidak tuh, aku mendapatkannya dari temanmu Devika Eleanor” ‘Apa? Dia? Geezz… benar2 awas kau David Ardana Abiputra kuhabisi kau besok!!!!’ “Oh begitu, apa tujuanmu mengirimi ku pesan?” Ting!! “Tentu untuk mengajakmu” “Mengajakku kemana?” Ting!! “Ke warkop atau restoran maybe” “Huhh no thanks dah makan. Dan aku gak akan pernah pergi denganmu TITIK GAK PAKE KOMA OKAY? ARE YOU UNDERSTAND?!!!!” Ting!! “Sure, I’m understand. But I want to go there with you” “NO AND NEVER!!! OKAY BYE AND NO CHAT ME AGAIN” Block! ‘Hah benar2 melelahkan, dan buat apa sih dia ngajak aku segala? Huhh’. ‘Heh? Di block? Pftt…. Kau benar2 gadis yang unik ya Ellieku’
Kesokkan harinya, ‘Selamat pagi dunia dan sekolah’ Tap Tap Tap “Halo Pagi Ellie” Deg!!! ‘Suara ini kan?’ “Ughh pagi David, ada apa pagi2 begini?” “Ohh tidak aku hanya ingin menyapa mu karena aku sedang mencari seseorang yang memblock nomorku kemarin dan kebetulan bertemu dengan mu (Karena kamu pelakunya)”. ‘Dia sengaja ya?’ “Ohh gitu ok deh aku permisi” Set! “Apa mau mu?” Kau tidak membalas wa ku dan hanya memblock ku dan juga kau tidak menerima ajakanku” Jawab David. “Apa ada alasan bagiku untuk menerima ajakanmu?” Balas Lia. “Tidak ada sih” Jawab Dav dengan tenang. “Yasudah kalo gitu aku permisi”. ‘Kita lihat saja Ellie kecil’
Beberapa hari pun berlalu dan selama itu juga Dav berusaha mengajak Lia untuk jalan2 tetapi selalu ditolak, hingga…….
Ting Tong!! “Iya sebentar” Ceklek!! “Ehh? Anda siapa ya? saya tidak pernah melihat anda”. “Selamat siang Bi, saya David teman sekelas Ellie. Saya mau tanya Bi apakah Ellie ada di rumah? Kami ada janji jalan2 tapi sepertinya dia lupa.” Jawab seseorang yaitu David. “Ohh jadi kamu teman sekelas Ellie ya, mari2 silahkan masuk dulu dan duduk. Bibi akan menuangkan teh sambil kamu menunggu ya” Jawab Ibu Ellie. “Baik bi, terima kasih atas perhatiannya Bi” Ujar David. “Ohoho tidak usah sungkan begitu” tawa Ibu Lia. ‘Astaga anak ini tampan sekali dan sopan. Tapi kenapa ya rasanya familiar dengannya?’ Batin Ibu Ellie. “Nah ini tehnya, silahkan diminum sambil menunggu Lia turun ya” “Baik Bi, terima kasih untuk tehnya” Jawab David. “Iya sama2 nak”.
‘Hoamm…. Hari ini ngantuk banget’ Batin Lia yang sedang tidur. “Ellie Cordelia BANGUN SEKARANG JUGA!!!” ‘Hah?’ Brak! Prang! Gubrak! ‘Aduh……… sakit…. Ibu kenapa sih tiba2 manggil kek gitu sambil teriak kek nenek lam- Upsss…’ “Ellie bangun sekarang nak, itu temanmu David nungguin” “Ihh ibu kenapa sih? Lagian Lia kan gak ada janji dengan Vi- tunggu tadi ibu bilang siapa yang nungguin?” Tanya Lia berusaha memastikan. “Itu temanmu David udah nungguin dari tadi, katanya ada janji” ‘Hah? Jadi dia sampai datang ke sini? Benar2 sepertinya aku harus memberinya hadiah nanti’
“Cepat siap2 kenapa masih melamun?” “Ohh baik bu, Lia bakal siap2” Jawab Lia. “Cepat kasihan temanmu nungguin” Seru sang ibu. “Iya ma” balas Lia. Tok Tak Tok Tak “Nah itu anaknya udah siap” Deg!! ‘So prett- lupakan itu’ Batin seseorang. “Baiklah David ayo kita pergi” Ajak Lia. “Oh ok kami pamit dulu ya Bi” Pamit David. “Iya hati2 di jalan2” ‘Hah… akhirnya anak itu sudah dewasa’ *Smile.
Hari itu dia mengajakku jalan2, awalnya aku tidak tahu tapi itu adalah awal dari segalanya. Awal dari kebahagiaan ku, kenangan yang terlupakan, dan bahkan hal yang tidak aku duga sama sekali terjadi.
“Kenapa kamu ke rumah ku? Dan sejak kapan kita ada janji jalan2? Huhh” Kesal Lia. “Kau tidak suka?” “Tentu saja tidak, padahal rencanaku mau rebahan santai tapi kamu mengacaukannya huhhh” Sebel Lia. Set!! “Bagaimana jika seandainya hari ini tidak menjadi hari yang kacau?” Ujar Dav dengan tenang dan *smirk. ‘Hah? Apanya dan kenapa dia tersenyum begitu?’ Batin Lia.
Set!! “Ehh? Hei kau mau menarikku kemana?” Tanya Lia kaget. “Tentu saja jalan2”. Tap! “Nah sudah sampai” Ujar Dav. “Woahh bagaimana bisa ada tempat seindah ini? Aku bahkan tidak tau.” Ujar Lia dengan penuh rasa kagum. Tempat yang mereka kunjungi adalah pantai dengan keindahan yang menyejukkan mata.
Pasirnya yang putih dan ombak air laut yang bertiup serta air laut yang biru dan jernih menambah keindahan tempat itu. Byur!!! ‘Eh?’ “Hahaha lihat wajah mu itu” Tawa Dav pecah melihat Lia yang basah kuyup akibat kejahilannya. “Hah? Kamu menyiramku? Awas kau David Ardana Abiputra!!!!” “Bwahahahaha!!!!!!!” Dan terjadilah aksi kejar kejaran antara mereka. “Hah…… sudah cukup aku menyerah Lia” Lelah Dav. “Aku juga…. Hah…. Tapi asyik juga udah lama aku gak ketawa dan bermain sepuas itu” Ujar Lia. “Makasih ya Dav” Senyum Lia dengan lebar. Blush!!! “I.. iya”.
Slrupp!!! “Fuah segarnya…..” “Oh iya Dav setelah ini kita kemana lagi?” Tanya Lia. “Kau mau kemana?” Tanya Dav balik. “Hmm gak tau juga” Jawab Lia. “Hmm bagaimana kalo kita ke…”
“Taman bunga matahari?” “Yah indah bukan?” Tanya Dav. “Yup indah sekali!!! Makasih sekali lagi Dav”. “Iya sama2” Jawabnya. Dan setelah itu mereka pun berkunjung ke tempat2 yang indah dan akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing2.
“Fuhh…. Segarnya….” ‘Setelah seharian bermain dan bertualang akhirnya bisa rehat juga’ Ting! ‘Hm?’ ‘Oh pesan dari Dav’. “Hello gimana jalan2 nya hari ini? Menyenangkan?” “Yup senang banget!! Makasih” Ting! “Iya” “Ohh iya gimana kalo kapan2 lagi kita jalan2 bareng?” “Tentu” Ting! “Okay dah malam tidur sana” “Sip Pak!!” Ting!! “Kau….” “Ahaha kabur pak Dav marah!!!” Ting! “Kamu benar2 ya” “Ahaha maaf banget deh”. Dan begitulah hari itu berakhir. ‘Ternyata kau tidak berubah ya, masih sama seperti dulu’
Selama belakangan ini mereka berdua menjadi semakin dekat dan pada suatu hari……
“Eh Lia kamu kelihatannya dekat banget sama Dav deh belakangan ini” Ujar Vika memulai pembicaraaan. “Kalian pacaran ya?” Goda Vika. “Hah? Mana ada? Kita cuma teman Vika.” Jawab Lia. “Masa sih?” Godanya lagi. “Ish udahlah sana sama sih Arvin gih” Usir Lia. “Ihh kok gitu kita kan sahabatan” Rengek Vika. “Aku bilang sana!! Dia udah nungguin kamu tuh” Tunjuk Lia kepada Ar yang ada di depan pintu kelas mereka. “Ehh? Ar? Kamu kok ada disana?” Tanya Vika terkejut. “Itu.. aku udah nungguin kamu dari tadi” Ujar Ar. “Ehh? Ohh gitu” Balas Vika. “Ekhem!!” Dehem Lia. “Jika anda sekalian ingin pacaran tolong jangan menebarkan kemesraan disini ya, banyak yang jomblo ntar iri”. Ujar Lia. “Ma.. mana ada sih?!!!” Ujar mereka berdua kompak. Set!! Blush!!! “Ah aku ke toilet dulu” “Ahh aku juga” ‘Duh malunya!!!!’ “Hah…. Dasar mereka itu” “Ahaha tapi lucu juga sih” Tawa Lia.
“Oii!!” Panggil seseorang. “Eh Dav? Kenapa kamu disini?” Tanya Lia. “Ohh itu aku ingin mengajakmu ke suatu tempat” Ujar Dav. “Eh kemana?” Tanya Lia penasaran. “Itu rahasia, aku akan menjemputmu nanti” Ucap Dav lalu langsung pergi. “Ehh Dav tunggu!!!, yah udah pergi….” ‘Kira2 ada apa ya? kenapa dia mengajakku jalan2 tanpa bilang mau kemana?’ ‘Kenapa perasaanku tidak enak begini ya? antara menantikan sesuatu tetapi juga takut akan hal yang terjadi nantinya’ Batin Lia.
Jalan – jalan yang dinantikan
Ting! Tong! “Iya sebentar” Ceklek!! “Eh nak David? Kamu mau jemput Lia ya?” Tanya Ibu Lia ketika membuka pintu. “Iya Bi saya datang untuk menjemput Lia” Jawab Dav. “Mari masuk dulu” Ajak Ibu Lia. “Baik Bi” Balas David. “Tunggu disini ya” “Lia kamu udah siap nak? Udah ditungguin sama nak David”. Seru Ibu Lia. “Iya ma Lia udah siap” Balas Lia. “Baik Bi kami pamit dulu” Pamit Dav. “Kami pergi dulu ma” Pamit Lia. “Iya hati2 di jalan” Seru Ibu Lia.
Ckitt!!! “Ok dah sampai” ujar Dav. “Woah tempat ini indah sekali!!!” Kagum Lia dengan mata berbinar binar. Tempat itu dipenuhi dengan berbagai macam bunga yang mekar, dan banyak kupu2 yang berterbangan. Set!! ‘Eh?’ “A..pa ini Dav?” Tanya Lia terbata bata. Saat ini Dav sedang menyodorkan sebuah bunga mawar merah yang bersinar indah.
“Ellie Cordelia sebuah nama yang memiliki arti putri yang bercahaya dan bersinar. Sama seperti arti nama itu kau sangatlah bersinar dimataku Ellie. Maka dari itu mau kah kamu menjadi pacarku?” Ujar Dav dengan nada yang sangat lembut dan hangat serta tatapan mata penuh kasih sayang.
“Ahh…..hhh ka..mu ing…in ak…u ja..di paca..r..mu? a..pak..ah i..ni mi..mpi? Ucap Lia dengan terbata bata. “Tidak ini bukan mimpi Ellie aku benar benar berharap kamu mau menjadi pacarku, maukah kamu menerima pernyataan ku ini?” Jawab Dav dengan suara tegas namun tetap hangat. “Y..A AKU MENERIMA PERNYATAAN MU DAVID ARDANA ABIPUTRA” Jawab Lia dengan tegas.
“Terima kasih Lia sudah menerimaku” Ujar David dengan tersenyum. Deg!! ‘S..enyum nya itu? Aku pernah melihatnya tapi aku merasa tidak pernah melihatnya disaat yang sama’ Batin Lia. Dan saat itu juga Lia merasa ada yang aneh dan firasatnya menjadi buruk. “Sama2 Dav” Senyum Lia.
Huyung!! “Akh…” “Lia kamu gapapa?” Tanya Dav dengan khawatir. “Tidak aku baik2 saja kok” Jawab Lia. “Istirahat aja dulu di kursi sebelah sana, aku akan segera kembali setelah membeli obat” Ujar Dav. “Ughh oke tapi cepat kembali ya..” Ujar Lia. “Iya”. Setengah jam kemudian.
‘Duh kenapa Dav belum kembali? Dan kenapa perasaanku tidak enak begini?’ Batin Lia khawatir. ‘Sebaiknya aku mencarinya’. Tap Tap Tap “Ah Dav!!!” Tap Tap DEG!! ‘Mo…mobil ada mobil, mobil itu
Saat itu aku tersadar bahwa apa yang selama ini aku takutkan dan cemaskan ternyata terjadi di depan mataku tanpa bisa ku cegah.
“DAVID AWAS!!!!!” CKITT!!! BRAK!!!! “ASTAGA!!! CEPAT PANGGIL AMBULANS!!!! ADA YANG TERLUKA!!!!”
Dan dari situlah semua kenangan yang terlupakan pun akhirnya terkenang kembali….
Dua bulan pun berlalu
“Ughh….” Patz!!! “Di….ma..na ak..u? Gumamnya. “Lia? Lia!! Kamu sudah sadar nak?” Tanya seorang Wanita. “Ma..ma?” “Iya nak, oh iya ini minum air dulu” Glek!! Glup!! “Ma” Panggil Lia. “Iya sayang?” Jawab ibunya. “Ini dimana?” “Ini di rumah sakit nak” Jawab ibunya. Ceklek!!
‘Hm?’ Deg!! “Li..a kamu sudah sadar?” Tanya seorang laki laki dengan pakaian khas pasien dengan nada terkejut. ‘Siapa?’ “Anu…. Anda siapa ya?” DEG!! “Lia… kamu tidak mengingat ku?” Tanya orang itu lagi. “Umm ti..dak? tapi penampilan anda seperti teman masa kecil saya, yaitu David Ardana Abiputra” Jawab Lia. “Tapi tidak mungkin David setinggi itu kan?” Ujar Lia. ‘Dia sudah mengingat kembali masa lalunya?, tapi kenangan masa kini dia tidak mengingatnya?’ Batin David. “Lia… apa kamu mengingat hal yang terjadi sebelum kamu koma?” Tanya Dav lagi. “Emm…. Saya hanya mengingat bahwa terakhir kali saya tertabrak mobil kemudian pingsan itu saja” Jawab Lia. “Ka….mu tidak mengingat kenangan yang lain?” “Tidak sama sekali” Jawab Lia dengan pasti.
Bruk!!! ‘Ke..napa? setelah bisa mengingat kenangan masa lalu, sekarang dia malah melupakan kenangan masa kini?’ “Emm…. Kalian berbicara dulu saja ya, ibu akan keluar dan mengurus prosedur yang diperlukan” Ujar Ibu Lia. Ckit!! Ceklek!! “Em.. Halo? Kenapa anda berekspresi seperti itu?” Tanya Lia canggung. “Ah tidak, kamu benar2 tidak mengingat satu pun kenangan di masa kini?” Tanya David memastikan. “Iya” Jawabnya. “Baiklah”. ‘Tenang Dav meskipun dia melupakan ingatan masa kini, ingatan itu pasti akan kembali apapun yang terjadi’ Batin Dav.
“Oke karena mungkin saja kamu melupakan aku, aku akan memperkenalkan diriku lagi” Ujar Dav. “Namaku David Ardana Abiputra, panggil saja Dav” Ucap Dav lagi. “Ka..mu Dav? Tidak mungkin” Ujar Lia. “Itu mungkin Lia, dan itu sudah jelas karena aku berada di depanmu” Ujar Dav tegas. ‘I..ni benar2 Dav? Sikapnya juga sama’ Batin Lia. “Ohh begitu baiklah” Jawab Lia. “Karena kamu sedang amnesia jadi mungkin kamu kesulitan jadi aku akan membantumu” Ujar Dav. “Baik, makasih Dav” Ujar Lia. “Sama2”.
Satu bulan pun berlalu
“Lia tungguin!!” Seru Dav dari kejauhan. “Ayo Dav cepat!!! Sebentar lagi acaranya akan dimulai!!!” Teriak Lia kegirangan. “Iya2” Jawab Dav. “Woahh!!!! Indahnya!!!!! Kembang apinya indah bukan?” Ujar Lia sambil tersenyum lebar. Saat ini mereka sedang melihat acara kembang api. “Ya… sangat indah sampai2 kenangan itu akan selalu ku simpan didalam hatiku” Ujar Dav dengan tatapan hangat.
Satu bulan telah berlalu tetapi ingatan Lia akan masa kini belum kembali sama sekali atau bahkan tidak akan pernah teringat kembali.
‘Yah meskipun ingatannya belum kembali, tapi setidaknya selama bisa melihat senyumannya itu sudah cukup bagiku’ Batin seseorang. “Dav lihat ini cantik bukan?” Tanya Lia. “Yah sangat indah sekali seperti kembang api itu” Ujar Dav. “Ehh seperti? Memangnya apa yang indah seperti kembang api itu?” Tanya Lia. “Yah pokoknya ada” Ujar Dav. “Ihh main rahasia rahasian mulu. Huhhh!!!” Kesal Lia sambil menggembungkan pipinya. “Ahaha” Tawa Dav.
"Meskipun sebuah kenangan terlupakan sekalipun, tetapi perasaan tidak akan pernah berubah bahkan jika jiwaku hancur sekalipun. Perasaan ini akan selalu ada dan tetap utuh” ~ Seseorang