Saskia memastikan suhu di teko telah mencapai 80°c, suhu yang disukai Nino suaminya. Belum terlalu panas pas buat bubuk kopi yang tercampur gula sedikit. Nino tidak suka kopi terlalu manis, Saskia mengingatnya dari hari pertama menjadi istri Nino. Saskia sendiri terbiasa meminum kopi dingin setelah mengerjakan sebagian pekerjaan rumah tangga.
Sejak memiliki Denta dua tahun lalu. Saskia dan Nino sepakat untuk pengasuhan Denta langsung oleh Saskia. Mereka kesulitan mencari babysitter yang pas untuk Denta akhirnya saat usia Denta setahun Saskia berhenti kerja memulai hari sebagai ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga.
Pukul 05:00 Saskia telah bangun tidur menyiapkan sarapan, pakaian kerja Nino,memasak air hangat untuk Nino dan Denta, memasak serta menghidangkan sarapan, mendampingi Nino sarapan dan menyuap Denta makan. Saskia masih mengajarkan cara makan sendiri pada Denta tapi terkadang Denta lebih senang bermain dengan makanannya jika pengen cepat biasanya Saskia akan menyuap langsung Denta agar tidak perlu beberes makanan yang berceceran dilantai.
Pukul 07.00 Nino berangkat kerja bukan bearti pekerjaan Saskia sudah selesai. Dia harus memandikan Denta, menyapu dan mengepel seluruh rumah, merapikan rumah, mencuci serta menjemur baju, menyiram tanaman sekalian membersihkan halaman dilanjutkan masak untuk makan siang dan malam. Sepanjang pula mencuci piring serta perkakas seakan tak pernah berhenti.
Ketika hari menjelang siang artinya Denta sudah harus makan siang dilanjutkan tidur siang. Nina biasanya membacakan buku cerita bersenandung sampai bocah kecilnya tertidur lelap. Disaat Denta tidur biasanya Nina akan bergegas makan siang dan minum kopi dingin pagi hari.
Menjelang sore Denta akan bangun tidur sebelumnya Saskia akan menyiapkan keperluan Denta untuk mandi lalu menyiapkan kudapan sore hari untuk Denta dan Nino. Dia juga kembali memasak air 80°c untuk kopi kesukaan Nino sepulang dari kantor.
Denta baru selesai mandi, aroma khas minyak telon menguar harum memenuhi kamar. Saskia mengarahkan Denta untuk bermain dipojok ruangan yang sudah dimodifikasi Saskia menjadi 'playground' mini. Denta sedang senang bermain susun balok. Sembari Denta asyik bermain, Saskia merapikan kembali kamar Denta yang berantakan setelah digunakan tidur siang lalu secepatnya Saskia mandi.
Saskia telah selesai mandi sore. Dia sudah rapi, American risoles baru kelar digoreng dilengkapi dua cangkir kopi hangat yang tersaji di meja makan. Suara kendaraan Nino terdengar memasuki halaman. Denta berlari riang menuju pintu teras menyambut Papanya. Saskia pun tak kalah riang setelah seharian dirumah berdua dengan Denta, Dia membutuhkan teman dewasa berbagi cerita.
"Papa.. ". Denta berteriak senang, Nino memeluk dan mengendong putra gempal nya dengan sayang. Kening Nino berkerut ketika melihat pojok ruangan.
"Kok berantakan, Ma? Anak baru satu saja sudah berantakan gini. Gimana mau nambah anak lagi". Saskia berdiri dengan hati masygul. Hanya pojok ruangan yang berantakan sedangkan keseluruhan ruangan tersusun rapi beserta sajian di meja makan.
Nino menurunkan Denta dan menuju ruang makan. Sambil makan risoles dan minum kopi, tangannya kirinya asyik memainkan game di gawai. Berapa kali cerita Saskia tidak direspon Nino, Denta pun merengek meminta perhatian Saskia kembali karena Nino sibuk dengan gawainya.
"Aku mandi dulu ya". Nino beranjak meninggalkan Saskia dan Denta. Saskia merapikan kembali sisa piring dan cangkir kopi yang selesai digunakan sambil merayu Denta agak berhenti menangis. Sepertinya bocah itu bosan bermain sendiri.
"Iya nanti kita ke toko ya?.
" Asciikkk". Denta kegirangan.
Hari mulai beranjak malam. Saskia mulai menyiapkan makan malam kembali menyuap Denta lalu mereka duduk bersama dalam satu meja. Kali ini Nino bisa bercengkrama karena tidak sibuk dengan gawainya.
Saskia merapikan kembali peralatan makan, menyapu dan mengepel sisa makan malam, mencuci piring bergegas menidurkan Denta yang sudah merengek karena ngantuk.
Hari sudah menunjukkan pukul 20.00 ketika Denta tertidur. Saskia menghampiri Nino yang sedang asyik menonton televisi. Merebahkan diri disamping Nino.
"Nonton apa Pa? ".
"Biasa berita". Tidak lama Nino berangkat mengambil gawainya dan beringsut dari sisi Saskia kembali asyik dengan game di gawai. Perlahan Saskia memasuki kamar Denta dan memilih tidur disamping putranya.
----------------------------------------------------------------------
Sebelum berhenti kerja Saskia merupakan akunting di sebuah perusahaan telekomunikasi. Keputusan berhenti kerja karena mereka tidak menemukan babysitter yang cocok untuk Denta. Selalu saja ada masalah yang ditimbulkan dan terakhir Denta dinyatakan dokter kekurangan gizi di usia delapan bulan jika tidak ditangani secara cepat besar kemungkinan anak menuju stunting.
Setelah Saskia menyelidiki babysitter Denta ternyata pengasuhnya tidak telaten menyuap makan dan memberi susu perah untuk Denta. Dengan tekat untuk memberikan terbaik bagi Denta, Saskia memutuskan berhenti kerja. Uang bisa dicari tapi kesalahan mengasuh anak tidak bisa diperbaiki dengan mudah. Mereka tidak menggunakan asisten karena single income tidak memungkinkan untuk membayarnya. Nino berjanji tahun kedua usia Denta mereka akan mencarikan Art.
Lamunan Saskia buyar ketika melihat kedipan di gawainya ada pesan masuk dari Nino.
"Ma.. maaf Papa pulang malam ya sebelum jam sembilan. Gak usah tunggu Papa makan ya, ini dari kantor ntar mau ketemuan ma teman di kafe".
Saskia mengetik 'Iya Pa, Hati-hati' tidak lupa menyisipkan emoji kiss yang berbanding terbalik dengan suasana hatinya.
Dia tidak pernah leluasa berkumpul bersama teman-temannya. Denta tidak mau ditinggal bersama Papa atau kerabat Saskia. Saskia tidak pernah keberatan mengajak Denta tapi berapa hari terakhir dia mulai merindukan kebersamaan dengan teman-temannya.
Hoeeekkk.. Saskia bergegas ke kamar mandi. Perutnya terasa mual, apakah dia hamil. Tangan Saskia meraih gawai dan mengetik pesan.
Hari sudah menunjukkan pukul 20.10 Denta telah terlelap bentar lagi Nino akan pulang. Benar saja suara kendaraan Nino memasuki halaman.
"Ada enggak mas? ". Saskia tersenyum sumringah.
"Ini, besok bisa dites langsung ya". Nino menyerahkan alat test kehamilan. Saskia mengulum senyum.
"Moga cewek ya, Mas". Nino tersenyum dan mengecup lembut ubun-ubun Saskia.
----------------------------------------------------------------------
Dua garis merah dan untuk memastikan Saskia dan Nino ke dokter SPOG ternyata benar mereka akan dianugerahi anak kembali. Denta kegirangan karena akan mendapatkan adik.
"Mas, nanti kalo Aku kecapean gak usah masak ya. GO food saja ya". Mas Nino tersenyum mengiyakan.
Kehamilan kali ini berbeda dengan Kehamilan Denta. Saskia kalah total, seharian ini dia hanya makan dan muntah. Sebisa mungkin Saskia tetap. memperhatikan Denta.
Ketika Nino pulang kerja dan melihat rumah masih berantakan. Kening suaminya berkerut menampakkan wajah tidak suka.
"Kamu seharian ngapain sih, Ma? nonton drakor ya? ".
"Aku kalah, Pa".
" Ya harus menang, Ma. Dilawan, Noh mbak sayur bisa sambil jualan banyak pula sayuran dagangannya padahal berat gitu sambil hamil pula masa Kamu cuma di rumah saja gak bisa beberes rumah". Saskia menelan ludah menahan lisannya. Noh, Si tetangga sebelah bisa gajiin art buat bininya padahal istrinya dirumah saja gak hamil dan anak juga baru satu.
"Kamu tahu gak , Ma kalo aturan di keluarga Ku. Rumah berantakan sesuai lho istri di omelin dan pantas suami nikah lagi". Saskia kembali diam enggan menyambung omelan Nino. kepalanya pusing ditambah Denta yang merengek meminta diambilkan cemilan dengan langkah gontai Saskia mendampingi Denta.
-----------------------------------------------------------------------
Saskia mengalami pendarahan pagi tadi di kehamilan tujuh minggu. Dokter menyatakan dia keguguran. Lemas sudah langkah Saskia meninggalkan klinik dokter SPOG.
"Bukan rejeki, Ma. Sabar saja si Ana bisa kerja di kantor sambil hamil gak kenapa-kenapa. Padahal Mama di rumah saja yang kuat dong Ma. Suami berhak nikah lagi kalau istrinya sakit lho Ma kata keluarga Ku, Kasihan suaminya". Saskia menoleh memandang Nino, bibir Saskia menyungging senyuman teringat pesan dari Tania sahabatnya.
Sepulang dari dokter SPOG Nino kembali pergi ke kafe nongkrong bersama teman-temannya. Saskia menghela napas mencoba memulihkan semua energi enerjik seorang Saskia.
-----------------------------------------------------------------------
Pagi pukul 06.30 Nino terbangun terburu-buru, Saskia tidak membangunkannya. Pakaian pun belum disiapkan, Nino bergegas ke meja makan dan belum ada secangkir kopi 80°c di meja makan apalagi sarapan. Kemana Saskia?. Bukanlah sudah hampir dua minggu setelah keguguran harusnya dia sudah fit kembali.
"Ma... Mamaaaaaaa.. Kopi mana? kenapa juga gak bangunin Aku jadi telat nih". Nino tidak memperhatikan kedatangan Saskia karena sedang mengirim pesan ke atasan perihal ijin terlambat untuk masuk kerja. Dasar Saskia kebangetan bukannya bangunin malah dibiarin mana belum ada kopi dan sarapan tidak ada.
"Sudah Mas kirim pesannya? ". Nino mengalihkan pandangan dari gawai kearah Saskia. Dia terkesiap melihat penampilan Saskia dengan makeup yang cantik dalam pantolan pakaian kerja dan high heel. Penampilan Saskia mengingatkan Nino pada awal berkenalan.
" Tania menawarkan kerjaan di perusahaan properti miliknya. Sayang kalau Aku gak ambil dari kemaren mau diskusi ke Mas tapi Mas lebih sering kumpul bersama teman dan pulang malam lalu asyik bermain game terus ketiduran. Aku membutuhkan asisten rumah tangga selama ini tapi Finansial kita tidak kuat karena cuma single income jadi sepertinya Aku harus kerja kembali".
"Tapi bagaimana dengan Denta".
"Aku sudah carikan Daycare terbaik buat Denta dan biaya daycare bulan ini sudah Aku bayar lunas, nomor Mas pun sudah Ku daftarkan jadi bisa tersambung dengan CCTv dari tempat daycare".
Nino masih tergagap mencerna pagi ini.
"Oh ya untuk biaya asisten itu tanggungan Mas ya yang beresin rumah,menyapu mengepel, masak karena asisten yang merangkap keseluruhan pekerjaan domestik rumah sampai halaman rumah plus mencuci serta menyetrika baju dengan jadwal kerja pulang hari atau menginap alias sehari semalam harganya beda, Mas. Bisa lebih mahal kalo full seperti yang Aku kerjakan. Mas bisa cari sendiri dari yayasan atau non yayasan yang pasti nambah asisten berarti uang makan nambah satu orang lagi".
Saskia baru berjalan berapa langkah sebelum dia melupakan sesuatu.
"Mas maaf terlalu semangat jadi lupa salam. Aku pergi dulu ya".
" Tapi Ma, bagaimana dengan kopi Ku".
"Carikan asisten dulu, Mas. Sudah ya Aku pergi dulu. Ini mobil Aku pake ya kalau Mas naik motor saja. Mobil ini kan hasil tabungan selama Aku kerja dulu".
Saskia menapak kaki dengan langkah penuh percaya diri menuju ke mobil siap memulai hari baru dengan menggandeng Denta. Denta sudah pernah diajak ke daycare kepunyaan teman Mamanya dan dia begitu antusias bertemu banyak teman untuk bermain, berbeda dengan di rumah Dengan biasa bermain sendirian.
Kalau bukan perkataan mu selama ini apalagi puncak dari pernyataan kamu kalau berhak menikah kembali, andaikata Aku sakit parah tentu Aku tetap ikhlas memilih menjadi Ibu rumah tangga tapi saat ini lebih baik Aku menyiapkan kemungkinan dari ketidakmampuan kamu menghargai tugas dan kerja seorang istri.
Saskia tersenyum sebelum memulai babak baru kehidupan pernikahannya.
-End-