Di SMP Cakrawala, terlihat beberapa siswa dan siswi berbaris rapih di tengah lapangan dengan keringat yang tidak ada hentinya menetes karena mereka sedang latihan baris berbaris untuk lomba yang di selenggarakan setiap tahunnya.
"Dua langkah ke depan jalan". Ucap pembimbing baris berbaris atau biasa dipanggil Kak Restu dengan lantang dan tegas. Anandela Restu Pralingga, seorang mahasiswa semester 2 yang sedang menjadi pembina baris berbaris di SMP Cakrawala. Ibunya adalah seorang guru olahraga di sekolah ini, tetapi beliau tidak hadir dikarenakan ada urusan di Kecamatan untuk beberapa hari. Mengingat ia mengambil jurusan untuk menjadi guru olahraga, jadi Restu lah yang harus menggantikan ibunya. Itu pun karena paksaan sang ibu tercintanya.
"Eh eh itu siswi berkacamata, kenapa keblabasan ke pinggir?". Ujar Kak Restu cukup keras. Seolah namanya dipanggil siswi berkacamata itu berhenti melangkah dan menoleh kebelakang.
"He he saya capek Kak mau ngadem dulu di pinggir". Ucap siswi tersebut dengan cengiran khas diwajahnya. "Habisnya Kakak latihannya di lapangan kan panas, seharusnya latihan di aula aja adem ada AC-nya".
"Astagfirullah Anneta, kalo saya latih kalian di aula bukannya kalian latihan malah duduk-duduk sambil makan kuaci". Kesal Kak Restu sambil mengelus-elus dadanya. Anneta Willi Margaret, gadis yang sudah dua hari ini menguji kesabarannya karena tingkahnya yang nyeleneh."Ya sudah latihannya dilanjutkan nanti siang sekarang kalian kembali ke Kelas". Lanjut Kak Restu sambil melenggang pergi menuju kantor sang ibu.
"Baik Kak". Balas mereka serempak dan mulai membubarkan diri untuk menuju kelas masing-masing.
"Anneta". Panggil gadis dengan rambut sepunggung yang sedang berlari kearahnya. Namanya Sindu Putri Cempaka. Atau biasa dipanggil Sindu oleh teman-temannya. Dia adalah sahabat dekat Anneta atau bisa dibilang bestfriend.
"Ada apa? Ngga usah basa-basi langsung too the poin". Jawab Anneta cepat sambil terus berjalan.
"Kita ke perpus yuk, ngadem disana mumpung bentar lagi jam istirahat". Ujar Sindu semangat sambil tersenyum lebar.
"Yuk lah gas". Mendengar ajakan Sindu, Anneta langsung semangat 45. Karena pasti para bad boy sekolah sedang ngumpul di sana, bukan untuk membaca tetapi mereka tidur disana mengingat perpustakaan selalu tenang dan tidak berisik. Oh ayolah siapa yang tidak tergiur dengan para bad boy di sekolah mereka? Percayalah pasti matanya harus segera di cek.
-***-
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, disini lah Anneta dan Sindu berada. Ya perpustakaan tempat segala informasi berada.
"Net duduk disana aja yuk, dekat jendela". Tanpa menjawab ucapan Sindu, Anneta berjalan terlebih dahulu menuju tempat duduk paling pojok dengan jendela di samping kirinya.
"Du"panggil Anneta kepada Sindu yang telah mendudukkan bokongnya di bangku.
"Apa?"
"Kak Killua mana ya? Biasanya jam segini pasti udah bertengger di perpustakaan".
"Kan belum jam istirahat"
"Oh..masa sih?". Bertepatan dengan ucapan Anneta lonceng berbunyi menandakan istirahat pertama. Banyak anak-anak mulai masuk ke perpustakaan. Dan mata Anneta tertuju pada seorang cowok berbadan tinggi dengan headbad yang selalu terpasang di kepalanya.
"Aaaaa Kak Killua ganteng banget"
"Killua ayo pulang anak kita nyariin"
"Aaakh rahim gue anget kalo liat Kak Killua"
"Yah pop ice nya habis"
"DIAM KALIAN SEMUA INI PERPUSTAKAAN BUKAN LAPANGAN BOLA". Teriak salah satu pengawas perpustakaan
Yap yang kalian pikirkan benar. Itu adalah suara dari fans fans Killua atau bisa kita sebut SCTV. Bukan tanpa alasan nama tersebut diberikan kepada mereka, alasannya karena mereka mempunyai prinsip "Satu Untuk Semua" seperti yang selalu diucapkan saluran televisi SCTV.
"Net..Net itu ada Kak Killua". Ujar Sindu sambil menepuk-nepuk pundak Anneta cukup keras.
"Mana? Anjir cakep banget kak Killua, jadi pengin nikahin"
"Ngimpi Lo monyet".
"Tunggu apa lagi Net? Ayo ajak jadian"
"Tapi-". Tidak sempat Anneta mengakhiri ucapannya, Sindu sudah mendorong punggung Anneta menuju meja Killua dan teman-temannya.
"Ngga usah tapi tapian, ayo tembak pacaran trus nikah"
"Gampang banget Lo ngomong". Saat ini mereka sudah sampai di meja Killua dan teman-temannya.
"Eh ada eneng Net bulutangkis". Ujar salah satu teman Killua yang bernama Airlangga Pradipto atau kerap disapa Angga. Cowok playboy cap semut yang kerap bergonta-ganti pasangan setiap minggunya.
"Ada apa neng? Tumben datang kemari?"
"Ini kak, Anneta mau ngomong sesuatu sama Kak Killua"
"Heh kok gue". Kesal Anneta
"Mau ngomong apa?". Tanya Killua dengan nada jutek.
Glek
"Anu kak..anu itu..aku mau...duh mau itu..kak...aku"
"Ngomong apa sih Lo? Ngga jelas mending ngga usah ngomong selamanya aja". Ucap seseorang dengan nada datar.
Jleb
"Sama perempuan ngga boleh kaya gitu ngit". Tegur Angga kepada Langit. Langit Putra Perdana, cowok dingin dengan sejuta rahasia dan tidak banyak omong. Tapi jangan salah, sekali Langit berucap, ucapannya langsung bikin nge-jleb kejantung. Pedes banget braay
"Ngomong yang bener". Bukan Langit yang ngomong tapi Killua.
"Aku suka kak Killua sejak kelas 11, saat liat Kak Killua jantung aku langsung berdetak ngga karuan, itu karena aku mulai cinta sama Kak Killua dan saat Kak Killua nolongin aku waktu jatuh dari tangga karena didorong Bunga saat itulah aku sepenuhnya cinta sama Kak Killua jadi-" Potong Anneta untuk mengambil nafas panjang.
"Kak Killua mau ngga jadi pacar akau" Lanjut Anneta dengan suara cukup keras menjadikan dirinya pusat perhatian.
Mendengar ucapan Anneta, Killua menunduk sambil tertawa pelan. Tawa yang seolah mengejek Anneta.
"Lo mau gue jadi pacar Lo?" Ucap Killua dengan masih menunduk. Anneta mengangguk.
"Tapi gue ngga suka sama Lo."
"T..tapi kenapa Kak Killua belaiin aku pas jatuh karena didorong Bunga?"
"ITU KARENA LO GADIS BURUK RUPA DAN MISKIN YANG PATUT DIKASIHANI JADI JANGAN GE-ER"
******
Seperti judul di atas, saya pusing mikirin PAS jadi ceritanya nggak nyambung mohon dimaklumi.
SAYA PUSING PAS