Namaku Sabrina Cecilia,19 tahun, mahasiswa tahun 1 jurusan hukum yang saat ini kuliah di universitas ternama kedua di negara ku.
Kalau kalian berpikir bahwa aku kaya sehingga bisa kuliah di sana,kalian salah.
Keluarga ku bukan keluarga kaya,melainkan hanya keluarga yang mengandalkan hasil penjualan alkohol sebagai biaya hidup sehari hari, walau ku tahu itu salah dan ilegal,tapi itulah hidupku.
"kak,kakak..."Suara papa tiba-tiba memanggil ku dari luar kamar.
"eh iya pah sebentar"Aku yang sedang belajar dengan cepat menutup buku dan pergi keluar.Setelah pergi ke papa"iya pah,ada apa?"
"kakak,papa akan pergi keluar sebentar,kamu bisa tidak menjaga jualan kita?"
"oh papa mau keluar,yah udah pah nanti kakak jaga🙂"
"makasih yah kak"
"iya pah,eh tapi pah,papa mau kemana malam ini lagi,kok papa hampir tiap malam belakangan ini selalu keluar?"
"ah i..itu,papa beberapa hari lalu bertemu teman lama papa,dan dia mengajak papa untuk membuka bisnis kecil-kecilan bersama😅makanya papa tiap malam harus keluar untuk membicarakannya 😅"
"oh gitu pah,yah udah pah, papa cepat pulang yah"
"iya kak,tapi kakak ingat kan?nanti kalau ada apa-apa,kakak langsung aja telpon papa,atau minta bantuan tetangga sebelah yah"
"iya pah siap"Aku mencium tangan papaku
"ok papa jalan dulu"
"bye papa"
Papa kemudian berjalan keluar menjauh dan semakin jauh hingga tak terlihat lagi oleh mataku
Aku lalu masuk kembali kedalam,dan segera mengunci pintu depan dengan sebaik-baiknya, karena pesan papa yang selalu diucapkan ketika akan meninggalkan ku sendirian
"Papa kok seperti aneh belakangan ini,papa selalu pergi dengan membawa tas yang lumayan besar, aku agak curiga dengan papa 🤔 tapi aku tidak boleh begitu,papa begitu juga kan karena sayang aku"Perasaan aneh pada papa selalu menghantuiku setiap malam belakangan ini,tapi ku selalu berusaha positive thinking.
Aku yang masih berpikir tentang papa tiba-tiba terlintas pada pikiran ku tentang..."ah tugas...😣aku lupa kerja padahal deadline nya besok pagi 😩"Aku segera masuk kembali dalam kamar dan mulai mengerjakan nya kembali.
1 jam berlalu...
2 jam berlalu...
papa belum juga ada tanda-tanda pulang,aku yang semakin mengantuk akhirnya memutuskan tidur duluan,karna ku ingat papa membawa kunci cadangan rumah,jadi bisa masuk kapanpun.
Setelah tidur hampir 15 menit berlalu,aku tiba-tiba dikagetkan oleh suara pintu depan yang seperti dibuka,karna ku yakin itu pasti papa, akhirnya ku keluar.
"pah,papa sudah pulang"dengan mata berat aku berjalan menuju pintu depan, namun tanpa ku sangka,aku melihat 3 orang lelaki asing memakai topeng yang sudah berada dihadapan ku
"halo gadis cantik,kamu pasti putrinya Martin bukan?"kata salah seorang dari mereka
"i..iya,k..kalian siapa?"aku menjadi takut seketika
"jadi benar kamu adalah putri si Martin"mereka bertiga lalu tertawa mengerikan yang membuat ku merinding
"Jangan takut gadis muda,kami tidak akan menyakitimu,kami hanya ingin membawamu menemui ayahmu"Mereka bertiga berjalan semakin dekat dengan ku
"p...papa?a...apa yang kalian lakukan pada papa?dimana papa?"
"papa kamu sekarang berada ditangan kami,kamu harus mengikuti kami,atau kamu akan tahu akibatnya"
"p..papa😣b..baiklah aku akan pergi bersama kalian,tapi tolong jangan apa apakan papa😣"
"kami janji tidak akan menyakiti papamu sekarang, tapi jika kamu berani tidak mau ikut dengan kami atau mencoba kabur,jangan salahkan kami mengirim papamu ke dunia lain"
"b..baik aku janji tidak akan melakukan hal itu"
Mereka bertiga lalu membawaku keluar dan menaiki sebuah mobil yang sudah terparkir tepat didepan rumahku
"NAIK!!"
kata salah seorang dari mereka.
"b...baik😖"
Aku pergi bersama mereka kurang lebih sejam hingga sampailah kami ke sebuah tempat terpencil yang sebelumnya tak ku ketahui tempat itu ada
"TURUN!!"
"i...iya"
Aku lalu turun dari dalam mobil,kemudian mereka membawaku masuk kedalam sebuah bangunan tua didekat situ.
Betapa kagetnya aku ketika melihat papa yang sudah duduk pingsan dengan berdarah darah di kursi dengan lampu yang menyorot kearahnya"P...PAPA😩"
Aku ingin berlari kearah papa,tapi ketiga orang itu sudah lebih dulu mengikatku"t...tolong biarkan aku menemui papa 😖 kenapa kalian melakukan ini padanya,bukannya tadi kalian sudah berjanji"
"Hahaha gadis kecil,kamu kenapa mempercayai perkataan kami😏,lagian papamu sudah kami pukul sebelum kami pergi mengambil mu,jadi kami tidak bersalah😂"
"KALIAN!!BISA BISANYA KALIAN MELAKUKAN INI PADA PAPA 😠"
HIAKKKK
aku tiba-tiba menendang salah satu lutut dari mereka yang membuatnya langsung jatuh
"BERANINYA KAMU GADIS KECIL!!😠"
2 orang lainnya dengan cepat langsung memegang tangan ku dan memb*nt*ng tubuhku dengan keras ketanah,sehingga darah banyak keluar dari mulutku.
"gadis kecil,kamu masih muda,jangan berpikir karna kamu perempuan kita tidak bisa melakukan itu padamu😏kamu sungguh naif😏"
"KALIAN!! apa yang papa lakukan pada kalian sehingga kalian membuatnya jadi seperti itu"
"DIA?!!"kata salah seorang dari mereka sambil menunjuk kearah papa
"apa dia tidak memberitahukan mu?"
"a..apa maksudmu?"
"papamu adakah seorang pemimpin dunia bawah yang merupakan lawan dari pemimpin kami,dan dia sudah menghilang atau lebih tepatnya melarikan diri dari 'dunia bawah' sehari tepat sesudah kematian istrinya yang kami tembak"
"istri?m...maksud kalian ibuku bukan mati karna melahirkan ku,tapi karena kalian tembak?"Aku terkejut mendengar hal itu, karena papa tidak memberitahu yang sebenarnya padaku
"tentu saja"
"kenapa kalian menembak ibuku?"
"karna ibumu adalah anak pemimpin kami,dan karena pemimpin kami tidak menyetujui hubungan orang tua mu, maka dengan terpaksa kami tembak"
aku seketika tak bisa berbicara apa-apa lagi setelah mendengar hal itu dari mereka
"k..kakak"aku kaget mendengar suara papa,aku lalu menoleh ke arah nya "PAPA!!"
Nampak wajah papa yang sudah berdarah,ditambah tubuh papa yang semakin lemas "p... papa 😭"
"ka...kak ja..ngan me..na..ngis pa..pa bai..baik saja☺️"Aku terenyuh melihat papa yang masih memaksa tersenyum manis agar menenangkan ku
"Papa maafkan kakak😭kakak tidak menjaga papa dengan baik😭"
"kak,jangan bilang seperti itu,papa bahkan bersyukur bisa mempunyai kakak"
"papa😭"
Air mataku turun tak henti
"akhirnya kamu muncul juga Martin"kata seorang dengan wajah yang cukup tua, yang ku yakin bahwa dia adalah pemimpin mereka.
"tuan"Seketika ketiga orang tadi menundukkan badan mereka
Laki-laki itu berjalan mendekat melewati ku dan menuju papa "Martin oh Martin,setelah sekian lama kamu melarikan diri, akhirnya kamu tertangkap juga"Orang itu lalu memegang wajah papa dengan kuat
"k...kamu?"kata papa kepada orang itu
"kamu masih mengingatku?oh tentu saja kau ingat,bagaimana bisa lupa,kamu sudah mengambil putriku dari dari ku😡"
"k.. kamu salah,bukan aku yang mengambil Nisa, tapi dialah yang sudah tidak kuat menghadapi sikapmu"
"apa maksudmu dengan sikapku😡aku memberikan segala yang dia perlukan"
"ta...pi kau mengambil kebebasan dalam apa yang harus dia pilih,Nisa sendiri bilang bahwa kau selalu mengatur segala nya sehingga dia tak bisa mengambil sebuah keputusan pun atas hidupnya"
"aku tidak begitu padanya,dasar kamu berbohong 😠"Orang itu tiba-tiba memukul perut papaku
"papa 😭"
"papa?"orang itu lantas berbalik dan melihat ke arah ku
"siapa dia?'kata orang itu pada salah satu orang yang membawaku
"lapor tuan,dia adalah putrinya Martin"
"putri yah?"orang itu kemudian mendekat kearah ku
"j..jangan mendekat"aku ketakutan melihatnya
Namun orang itu mendekat kearah ku dan mengangkat wajahku"kamu kenapa begitu persis dengan putri ku?kamu putrinya Nisa?"
Aku tidak menjawab Karna aku pun tidak tahu apapun mengenai ibuku
"tolong jangan apa apakan dia,dia adalah putriku dengan Nisa yang juga cucumu,tolong jaga lakukan apapun padanya"kata Papa tiba tiba dengan suara yang sudah semakin lemas
"putri anakku? kenapa kamu sama sekali tidak memberitahukan hal ini Martin!!"
"itu semua kemauan Nisa,dia sendiri yang mengatakan itu padaku,karna dia tak ingin anaknya juga akan dikekang hidupnya sama sepertinya"
"j...jadi kamu adalah cucuku?"kata orang itu padaku
Aku masih tak bisa menjawab
orang itu tiba-tiba memelukku "cucuku sayang",tanpa ku sangka orang itu menangis saat memelukku
"aku sangat merindukan putriku,jadi sekarang kau yang akan menggantikan nya"
"apa?"
"tinggalkan ayahmu dan hiduplah bersama kakek"
aku tidak menyangka orang ini mempunyai keinginan begitu
"tidak, kau tidak bisa membawanya,dia adalah putriku,kau tidak bisa membawanya"
"kamu tidak bisa melawan ku dasar b*go,kamu tidak akan bisa"
"sayang,ikutlah dengan kakek yah,kakek akan memberikan segalanya padamu"
"tidak!!aku tidak akan pernah ikut denganmu"
"kamu!!ternyata kamu mewariskan sifat tidak berguna ayahmu itu😏"
"kalian,bawa dia kedalam mobil"
"baik tuan"
para bawahan orang itu ingin membawaku,tapi dengan cepat papa bilang"kau jangan coba coba membawanya!! kau sama sekali tidak ada hak atasnya, kau saja bisa membunuh anakmu sendiri tepat dua hari setelah dia melahirkan anaknya,nanti kau juga pasti akan membunuhnya"
"tunggu!apa maksudmu?anakku saat itu mati setelah baru melahirkan?"
"yah!dan kau dengan tega membunuhnya,kau sama sekali tidak punya hati"
"j.. jadi anakku saat itu mati setelah...."orang itu tidak melanjutkan ucapannya,dia langsung pingsan
Para bawahannya yang lain lalu membawanya pergi dengan mengikatku bersama papa ditempat itu dengan dijaga 5 orang dari mereka
Setelah 3 hari berlalu terkurung didalam sana,tiba tiba mobil yang sebelumnya kembali lagi
Dan tampak lah orang itu bersama para bawahannya,tanpa berbicara apapun,dia langsung mengisyaratkan para bawahannya melepas tali dari ku dan papa kemudian membawa kami kehadapan nya
"ma..maafkan saya Martin, saya tidak sadar sebelumnya bahwa saya sudah sangat menyiksa putriku,saya selalu ingin memberinya yang terbaik,namun tanpa sadar saya malah mengekang nya,kamu bisa pergi kemanapun dengan putrimu,aku tidak akan menggangu kalian lagi selamanya 🙂dan untukmu cucuku,maafkan kakek,ini adalah pertama dan terakhir kita bertemu,sampai jumpa🙂"Orang itu lalu menyuruh seorang bawahannya memberikan tas yang berisi uang lalu membalikkan badan hendak pergi
"t... tunggu Kakek"
"kakek?apa jamu baru saja memanggilku?"orang itu berbalik kembali dengan ada senyum tipis di mukanya
"iya kakek"aku beranikan diri maju ke depan"aku bisa paham kenapa kakek melakukan itu pada mama, jadi aku tidak membenci kakek dan pastinya mama juga begitu🙂,aku yakin mama pasti merasa bersalah setelah pergi dari kakek saat itu,jadi kakek jangan sedih"
"aku dan papa sudah memaafkan kakek,jadi bisakah kakek tidak pergi dari kami"
"ka...kalian masih bisa memaafkan kakek setelah semua yang yang terjadi😦"
""tentu saja kakek🙂"aku lalu beranikan diri memeluk orang itu yang sudah ku panggil kakek
"t.. terima kasih sayang,kakek sangat menyayangi mu"
"aku juga sayang kakek"
Kami berpelukan selama 5 menit
"Martin,saya minta maaf akan segalanya,kamu bisa menghukum saya kalau kamu masih membenci saya"kata kakek sambil berlutut dihadapan papa
"ayah,kamu jangan begitu,aku sudah memaafkan mu dan aku yakin Nisa juga pasti sudah memaafkan mu"
"kamu..."
Kakek lalu memeluk papa erat
Setelah beberapa lama di sana,kakek lalu membawa aku dan papa ke rumah sakit untuk luka luka yang kami derita
Setelah hari itu,kami lalu tinggal bersama kakek di rumah mewahnya,dan papa kembali bekerja sebagai pemimpin dunia bawah,namun bukan sebagai lawan kakek melainkan bersatu dengan kakek mengurus dunia bawah
Namun bagaimana dengan ku?yups seperti yang bisa kalian tahu, karena aku adalah cucu dan anak satu satunya,mereka sangat protektif terhadap ku,namun masih memberiku waktu waktu sendiri ,dan jika tanya pendidikan ku?yah karna aku disekap kakekku sendiri sehingga tidak menyelesaikan tugas,aku dimarahi dosen saat masuk😑dan begitulah ceritaku
Jangan lupa like dan komen yah💞