Seorang anak kecil laki-laki yang berumur sekitar 5 tahun terdiam di suatu ruangan sempit, bukan hanya sempit namun juga sangat kotor dan bau. Bagi anak kecil lainnya yang hidup di lingkungan normal, pasti mereka akan ketakutan atau menangis.
Tapi, sungguh berbeda dengan anak kecil yang saat ini berada di ruangan sempit tersebut. Dia hanya duduk diam tanpa merengek sedikitpun, bahkan dari sorot matanya tidak terlihat sedikitpun ketakutan.
CKLEK
Seseorang membuka pintu yang membatasi ruangan tersebut, terlihat ada seorang wanita yang sudah cukup tua masuk ke dalam ruangan itu sambil mengendap-endap. Anak kecil tersebut, yang awal mulanya sedang termenung pun berdiri dan terlihat cukup senang.
"Tuan muda, Carmon" Panggil sang wanita tua itu secara berbisik, saat melihat anak kecil tersebut menghampirinya.
"Bibi Annie!" Dengan cepat, Carmon memeluk bibi pengasuhnya dari bayi tersebut.
"Sttt, jangan kencang-kencang memanggilnya tuan muda"
"Memangnya, kenapa bi? Bukannya, bibi kesini untuk menjemputku?" Tanyanya, dengan wajah polos.
Walaupun, Carmon terlihat cukup dewasa untuk anak seusianya. Tapi tetap saja, tidak bisa di pungkiri fakta bahwa dia sebenarnya hanyalah anak berumur 5 tahun. Pasti, dia tetap memiliki hal-hal yang tidak di ketahui dan di harapkan olehnya.
"Maaf tuan muda, saya tidak memiliki kekuasaan untuk membebaskan tuan muda" Sang bibi terlihat sangat menyesal, raut wajah sedih jelas terlihat oleh Carmon.
"Tidak apa-apa, bibi. Carmon tidak akan marah, apalagi pada bibi" Carmon memeluk bibi Annie dan menepuk pelan punggung sang bibi.
"Nah, bibi kesini untuk membawakan ini" Dari dalam kantongnya, sang bibi mengeluarkan sebuah cupcake rasa vanila.
"Wah, cupcake vanila! Kesukaan Carmon" Dengan semangat, Carmon melihat kue cupcake tersebut.
"Tunggu sebentar ya, tuan muda. Bibi pasangkan lilin dulu dan menyalakan apinya"
"Memasang lilin? Untuk apa bibi?"
Jangan tanyakan, bagaimana perasaan bibi Annie yang selama ini menjaga Carmon dari bayi. Tentu saja, dia sangat terluka melihat tatapan polos Carmon. Yang bahkan, tidak mengingat hari ulang tahunnya sendiri.
'Seharusnya, anak-anak pada umumnya akan selalu senang dan mengingat hari ulang tahun mereka' batin bibi Annie.
"Bibi akan kasih satu rahasia untuk tuan muda, apa tuan muda mau dengar?"
"Tentu saja, bibi. Cepat katakan, apa rahasianya?"
"Ini rahasia yang harus selalu tuan muda Carmon ingat, janji?" Sang bibi mengulurkan jari kelingkingnya, mencoba mengajari Carmon sebuah perjanjian biasa.
"Janji bibi, Carmon kan tidak pernah berbohong pada bibi" Carmon yang pada dasarnya pintar, langsung menautkan jari kelingking bibi Annie.
"Baiklah, rahasianya adalah hari ini merupakan ulang tahun tuan muda Carmon"
"Apa yang istimewa dari ulang tahun, bibi?"
"Tentu saja istimewa, tuan muda. Hari ulang tahun itu, sangat menyenangkan dan tanda bersyukur atas hidup kita"
"Tapi bibi, ayah bilang hari ulang tahun itu tidak penting dan memuakkan"
Dengan tatapan sayu, anak kecil yang memiliki rambut hitam pekat dengan mata abu-abu itu memandang ke arah sang bibi. Katakan, bagaimana bisa seorang anak yang baru berumur lima tahun bisa mengerti kata-kata kejam seperti itu?
"Tidak, tuan muda. Itu semua tidak benar, makanya tuan muda harus selalu mengingat hari ini"
"Baiklah, bibi. Hari ini tanggal dan hari apa, bi?"
"Hari ini, tanggal 25 Juni adalah ulang tahun tuan muda Carmon"
"Wah, tanggal yang sangat bagus. Pasti, aku akan mengingatnya bibi" Carmon mengangguk perlahan dengan senyuman lucunya.
Setelah itu, bibi Annie langsung menyalakan lilin yang sudah di tancapnya di atas permukaan cupcake vanila tersebut. Dengan wajah yang sangat antusias, Carmon melihat lilin yang menyala tersebut. Karena, ini memanglah pertama kali dirinya merayakan ulang tahun.
"Nah, sekarang bibi nyanyikan lagu ulang tahun dulu ya. Sebelum, tuan muda meniup lilin ini"
"Bahkan, ada lagu juga bibi?? Ulang tahun benar-benar menyenangkan!"
"Selamat~ ulang tahun~ selamat~ ulang tahun~ tuan muda Carmon~ selamat ulang tahun~" Selesai menyanyikan lagu ulang tahun, sang bibi mendekatkan cupcake tersebut agar Carmon mudah meniup lilinnya.
"Fiuh, yeayyyy" Carmon menepuk tangannya dengan riang.
"Selamat ulang tahun, tuan muda Carmon"
"Terima kasih banyak, bibi. Carmon sayang bibi Annie!" Lagi-lagi, Carmon memeluk erat bibi Annie.
"Bibi Annie juga, sayang sama tuan mida Carmon" Bibi Annie pun juga, membalas pelukan dari Carmon.
"Ini, silahkan dimakan cupcakenya tuan muda" Sang bibi memberikan cupcake vanila tersebut kepada Carmon.
Baru saja, Carmon ingin mengambil cupcake vanila kesukaannya tersebut. Tapi, tiba-tiba saja ada seseorang dengan langkah berat mendekati ruangan tempatnya berada saat ini. Dari auranya saja Carmon sudah tahu, bahwa yang menuju kesini adalah ayahnya.
BRAKKK
Sebuah pintu tersebut di tendang dengan kasar, sampai-sampai pintu tersebut rusak tidak berbentuk. Dengan tatapan mata yang sangat tajam, sang ayah diikuti kedua orang kepercayaannya mendekati Carmon yang sedang memeluk erat dan berlindung di belakang bibi Annie.
"Aku tidak menyangka, ada seorang tikus yang seenaknya melanggar peraturan di mansionku" Sungguh, Carmon sangat ketakutan setiap melihat ayahnya.
"Carmon, anakku.. Kemarilah, nak" Panggil sang ayah, dengan nada tegasnya tanpa terdengar ada rasa sayang disana.
Sebenarnya, Carmon berniat menuruti panggilan ayahnya seperti biasa. Namun, tiba-tiba sang bibi menahan tangan Carmon dan dengan mengumpulkan keberaniannya ia menatap mata ayah Carmon. Yang bisa dibilang adalah atasan teratasnya.
PROK PROK
"Aku tersanjung dengan keberanianmu, Annie. Sejauh ini, belum ada yang berani menatap mataku sepertimu" Ayah Carmon tertawa pelan, sambil terus menepukkan kedua tangannya.
"Ma.. Maafkan saya, Godfather" Melihat tatapan sang atasan, entah kenapa Annie bisa merasakan hawa yang sangat kejam.
"Kenapa ciut, Annie? Dan, kenapa baru memberiku salam sekarang?"
"Mohon maaf atas ketidaksopanan saya, Godfather. Tapi, tuan muda tidak bersalah disini"
"Tidak, ayah! Bibi Annie tidak salah apapun, aku yang salah!" Carmon tahu, sang ayah tidak mungkin berbaik hati untuk melepaskan bibinya begitu saja.
"Begitukah? Tapi Carmon, apa ayah pernah mengajarkanmu untuk berteriak padaku? Hm?"
"T.. Tidak.. M.. Maaf, ayah" Dengan badan bergetar, Carmon menundukkan kepalanya.
"Bawa Carmon, pindahkan dia ke ruang bawah tanah yang paling bawah" Sang ayah memberikan perintah, pada salah satu orang kepercayaannya.
"Baik, Godfather"
"Tidak! Jangan bawa, tuan muda!" Bibi Annie berlari dan melindungi Carmon.
"Cerita kasih sayang yang sangat mengharukan, Annie. Tapi sayangnya, penerusku tidak memerlukan kasih sayang" Tersenyum meremehkan, ayah Carmon tetap menyuruh orang kepercayaannya membawa Carmon.
"Jangan, kalian semua kejam! Selama ini, kalian selalu mengurungnya hanya karena kesalahan kecil! Bahkan, kalian sering lupa memberikannya makan! Orang tua macam apa kau!" Tidak bisa di bendung lagi, Annie mengeluarkan semua hal yang tertahan di hatinya sambil menangis.
"Bibi Annie.. Hiks.. Hiks.." Carmon mulai menangis, ia paling tidak bisa kalau melihat orang yang disayanginya menangis.
"Aku orang tua macam apa? Aku mau penerusku sempurna, kejam, tanpa mengandalkan kasih sayang yang bisa menjadikannya lemah kapan saja" Dengan entengnya, ayah Carmon membalas ucapan Annie.
Annie sangat terkejut, ia pikir paling tidak bisa menyadarkan sang godfather di saat-saat terakhirnya. Namun sepertinya, usahanya memang akan sia-sia. Annie hanya bisa berharap, semoga sehabis ini Carmon bisa tumbuh menjadi anak yang lebih kuat dan mandiri.
"Bawa dia, kurung dia di samping ruangan Carmon dan jangan beri dia makan ataupun minum sedikitpun" Ucap final sang godfather, mau tidak mau kedua orang kepercayaannya harus menuruti keputusan atasan mereka.
"TIDAK AYAH, JANGAN KURUNG BIBI!!!" Percuma, ayahnya bahkan tidak melirik ke arah Carmon sedikitpun.
Padahal, Carmon terus menerus menangis sesegukan semenjak bibinya di kurung di samping ruangannya. Hari demi hari bisa Carmon dengar, bahwa suara bibinya mulai melemah. Walaupun mencoba mencari cara, tidak ada yang bisa dilakukan anak sekecil dirinya.
"Bibi, maafkan Carmon. Karena ulang tahun Carmon, bibi jadi begini" Carmon bersender, pada dinding yang membatasinya dengan ruangan sang bibi.
"Tuan muda, ulang tahun tidak boleh dianggap hari yang buruk. Dan juga, bibi baik-baik saja disini" Nyatanya, sang bibi bahkan kesulitan berbicara seperti saat ini.
"Bibi berbohong, bibi tahu kalau Carmon tidak bisa di bohongi"
"Benar juga, tuan muda adalah anak yang sangat pintar. Jadi, bibi berharap tuan muda Carmon bisa lebih mandiri sekarang" Mendengar jawaban Carmon tadi, sang bibi tertawa kecil.
"Jangan bibi, jangan sampai bibi tertidur"
"Maaf tuan muda, tapi sepertinya bibi harus istirahat dulu. Bibi Annie sayang dengan tuan muda Carmon, jangan lupakan itu ya tuan muda" Akhirnya, Annie menyerah dan menutup matanya yang terasa sangat berat.
"Hiks.. Carmon juga.. Hiks.. Sayang bibi Annie.." Carmon memeluk lututnya, sambil menangis.
Malam itu, seorang anak kecil berumur 5 tahun mempelajari sesuatu. Bahwa, keegoisannya bisa membuat dia kehilangan seseorang yang di sayanginya. Di umur semuda itu juga, Carmon sudah mengerti apa itu kematian.
Beberapa tahun berlalu, saat ini Carmon sudah menginjak umur yang cukup dewasa. Lebih tepatnya, dia berumur 19 tahun. Saat di umur 10 tahun, ia di perbolehkan keluar dari ruangan terbawah di bawah tanah. Karena, semenjak hari itu ia harus belajar untuk menjadi penerus pekerjaan sang ayah yaitu ketua mafia.
"Selamat pagi, tuan muda Carmon" Salah seorang tangan kanan ayahnya, memberi salam kepada Carmon.
"Pagi, Arlos" Carmon berjalan memasuki ruang kerjanya yang sangat tertutup.
"Bagaimana dengan rencana untuk tanggal 25 Juni, tuan muda Carmon?" Tanya Arlos, dengan hati-hati.
Siapa yang berani mengganggu Carmon?
Semenjak kehilangan sang bibi, Carmon sangat merubah sikapnya. Tidak terlihat lagi, mata bersinarnya selayaknya anak kecil. Hanya ada, tatapan mata penuh dendam dan kekosongan. Bahkan sekarang, Carmon bisa menyusun rencana yang luar biasa. Yaitu, penurunan posisi ayahnya.
"Rencananya? Jalankan seperti biasa, tanpa ada kesalahan sedikitpun"
"Baik, saya mengerti tuan muda Carmon"
"Sekali lagi, sebelum hari penurunan posisi ayahku besok. Aku ingin meminta maaf padamu, Arlos"
"Tidak apa-apa, tuan muda Carmon. Asal rencana ini berhasil, saya bisa dengan tenang merelakan kakak saya disana"
Benar, sejauh ini tidak ada yang pernah menyangka dan tahu bahwa Annie adalah kakak dari Arlos. Karena, mereka memanglah saudara yang berbeda ibu. Walaupun begitu, Arlos sangat menyayangi Annie.
Sampai-sampai, Arlos rela mempertaruhkan nyawanya untuk mengkhianati sang godfather saat ini. Dan, berbalik arah untuk mengikuti Carmon dengan setia. Karena, mereka sama-sama merasakan efek yang luar biasa akibat ditinggalkan oleh orang kesayangan mereka.
"Akan ku pastikan, rencana ini berhasil dengan sempurna. Dan aku, akan menggantikan posisi godfather" Inilah yang membuat Arlos takut dengan Carmon, tatapan tajam dari matanya.
"Semua akan saya atur tanpa kesalahan, tuan muda Carmon" Arlos menundukkan kepalanya, tanda bahwa ia menghormati atasan barunya saat ini.
Keesokan harinya, mansion benar-benar penuh kerusuhan. Karena, serangan mendadak yang tidak pernah terpikirkan oleh ayah Carmon. Ia tidak pernah berpikir, bahwa Carmon bisa saja mengkhianatinya. Karena selama ini, Carmon terlalu menurut selayaknya sebuah tikus kecil.
"Kau.. Anak tidak tahu di untung.." Sang ayah terlihat tidak lagi dalam kondisi yang baik.
"Ayah yang bilang, kalau aku harus menjadi lebih dari ayah bukan?" Tanpa ada rasa iba, Carmon mendekati sang ayah.
"Menjauh dariku.. Uhuk.. Kau.. Awas sa.."
Ayah Carmon menutup matanya sebelum selesai mengucapkan segala sumpah serapah pada anaknya, karena merasa telah terkhianati. Carmon yakin, bahwa saat ini ayahnya sudah pergi ke jurang neraka yang selalu di galinya itu.
"Akan ku anggap itu pujian, ayah"
Carmon berjalan dengan penuh aura dominan, membuat semua yang memutuskan berada di pihaknya terkagum-kagum. Arlos berdiri di samping Carmon yang saat ini, sedang berada di lantai tiga dan bisa dilihat semua pengikutnya dari lantai bawah.
"Mulai hari ini, saya Carmon Ferlovry Quinton. Akan menjadi godfather kalian semua, yang tidak setuju silahkan siapkan serangan kalian dan lawan saya kapanpun. Mengerti?"
"Mengerti, godfather Carmon" Dengan serentak, seluruh anggota langsung menundukkan kepalanya sebagai tanda penghormatan bagi Carmon.
Hari ini, tanggal 25 Juni. Hari dimana, seharusnya Carmon merayakan ulang tahunnya dengan bahagia. Namun, yang bisa ia lakukan hanyalah menjadi pemimpin yang lebih baik dari pada ayahnya dulu. Karena, sekarang Carmon adalah..
Sang godfather.
🔥 END 🔥
HALO, MOHON DUKUNGANNYA. TERIMA KASIH 🙌♥️