Cerita ini mengisahkan tentang seekor putri duyung yang bertemu dengan seorang anak manusia yang terdampar didasar lautan .
🐥 Lalu apakah yang terjadi diantara mereka berdua ?
Penasaran ? Ayo baca 😉 .
Tanggal pembuatan : 16 - 02 - 2017
Ketika masih di bangku SMP 😊
Dahulu kala di kedalaman laut, hiduplah seekor putri duyung cantik. Dia tak lain adalah seorang putri dari kerajaan Kordanta.
Kerajaan itu sangat indah dan megah. Disekitar kerajaan itu terdapat rumput laut, karang laut, dan beberapa jenis ikan yang warnanya dapat menarik hati siapa saja yang melihatnya.
Mergadia nama putri duyung tersebut. Ia mempunyai seorang ibu yang cantik dan bijaksana. Ia juga mempunyai seorang ayah yang tampan dan gagah. Mereka tak lain adalah raja dan ratu dari lautan itu, sedangkan Mergadia merupakan anak satu - satunya mereka yang paling disayang dan dimanja.
Suatu hari Mergadia sedang berenang sambil bermain dengan ikan - ikan disekitar kerajaan.
Tiba - tiba ia melihat sesuatu yang mengapung diatas air, seperti perahu kecil. Ia penasaran, karna ingin tau apa yang ada dibalik perahu itu. Akibatnya ia melanggar larangan ayahanda dan ibundanya agar tidak pernah naik kepermukaan air.
Setibanya dipermukaan air, ia pun langsung mendekati perahu tersebut. Ternyata didalamnya terdapat seorang gadis kecil yang cantik dengan muka pucat pasi .
Karna merasa kasian, ia memasukkan sebuah pil kedalam mulut gadis tersebut. Pil itu bukan sembarangan pil, pil itu dapat membuat sigadis bisa bernafas didalam air.
Lalu Margadia mulai menggendong gadis tersebut untuk dibawa kedalam Kerajaannya. Sesampainya disana, ia langsung memasukkannya kedalam kamarnya. Beruntung sekali karna orang tua Mergadia sedang sibuk dan pulang tiga hari lagi.
Tiba - tiba Mergadia mendengar suara batuk gadis tersebut dan buru - buru mendekatinya
"Dimana aku ini?" ucap gadis itu dengan lemah.
Ia sangat terkejut saat melihat sosok Margadia yang tak berkaki melainkan berekor.
"Jangan takut gadis manis, perkenalkan aku Mergadia dan aku seorang putri duyung. Itu sebabnya aku tidak mempunyai kaki melainkan ekor," jawabnya sambil tersenyum.
Setelah mendengar kata - kata Mergadia, akhirnya sedikit demi sedikit ketakutan gadis kecil itu menghilang.
"Jadi kau yang telah menyelamatkan ku dan membawaku kesini?" tanyanya.
Mergadia hanya mengangguk takut gadis kecil itu marah.
"Makasih ya," ucap gadis itu sambil berusaha untuk bangkit berdiri dan memeluk Mergadia. Seketika tangisnya pecah.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau menangis?" tanya Mergadia bingung.
"Aku sekarang sendiri. Aku tidak punya keluarga lagi. Keluargaku telah dibunuh oleh perampok yang datang untuk mencuri barang dirumahku," ucap gadis itu pada Mergadia. Tangisnya semakin deras didada Mergadia.
"Jangan sedih ya, sekarangkan udah ada aku yang akan selalu ada untukmu," hibur Mergadia sambil memperlihatkan deretan gigi rapinya yang putih.
"Makasih ya, dan perkenalkan namaku Mergida," ucap gadis itu dengan senyuman yang menghipnotis siapa saja yang melihatnya.
"Lalu kenapa kau bisa ada didasar laut?" tanya Mergadia penasaran.
"Itu karna aku berhasil melarikan diri kelaut dengan menggunakan perahu kecil dipinggir pantai," jawabnya sambil menunduk.
"Setelah itu aku hanyut dibawa arus laut dan pingsan," sambungnya dengan air mata yang pecah kembali.
Tiba - tiba terdengar suara perut yang tak lain adalah suara perut Mergida.
"Sepertinya kau lapar," tebak Mergadia dengan senyuman yang tak henti - hentinya keluar dari bibirnya.
"Ayo!" ajak Mergadia untuk mengikutinya kekebun buah - buahan yang terletak dibelakang Kerajaan.
Sesampainya disana, Mergida sangat terkejut dan langsung memetik buah apel yang tumbuh disitu.
"Aku! masak didasar laut yang sangat dalam terdapat buah - buahan seperti diatas air?" tanya Mergida bingung.
"Ini namanya tumbuhan buah air atau biasa kami sebut tubir," jelas Mergadia.
Akhirnya selama tiga hari mereka bermain sambil bercanda tawa. Walau fisik mereka berbeda, tapi tak ada yang dapat memisahkan mereka. Mereka sudah seperti kakak dan adik yang tidak dapat dipisahkan lagi.
Tiba - tiba ayah dan ibu Mergadia pulang dan mereka terkejut ketika melihat kedatangan Mergida disini. Mergadia pun juga terkejut saat melihat kedua orang tuanya pulang pada waktu yang berbeda.
"Mergadia! Kenapa kamu membawa gadis manusia itu kesini? pasti kamu telah memberikannya pil yang dapat bernafas didalam air," selidik ayah Mergadia.
Ibu Mergadia juga terkejut saat melihat kejadian tersebut lalu berkata " seharusnya kamu tau kalau dia itu berbeda dari kita! apakah kamu sadar Mergadia?" tanya ibunya.
"Tapi bu! yah, aku sangat menyayanginya karna aku yang menyelamatkannya. Apakah ada jalan lain untuk membuatnya dapat tinggal disini bersamaku?" rengek Mergadia dengan tangis pecah.
"Ada," jawab ayahnya Mergadia dengan raut wajah tersenyum dan tak menunjukkan wajah marahnya lagi.
"Tapi, apakah dia mau menelan pil yang ini? dan dia akan menjadi putri duyung yang sebenarnya untuk selamanya," sambung ayahnya sambil memperlihatkan sebuah pil yang ada ditangannya.
"Saya ingin," ucap Mergida mantap.
"Demi saya bisa selalu bersama Mergadia," sambungnya tanpa ada rasa khawatir sedikit pun dari wajah cantiknya.
Setelah itu ia mulai mengambil pil yang ada ditangan ayahnya Mergadia dan langsung menelannya. Lalu ia langsung berubah menjadi seekor putri duyung sebenarnya yang sangat cantik, orang tua Mergadia jadi ikut tersenyum senang.
"Sekarang aku akan terus ada disampingmu untuk selamanya Mergadia, dan kau telah ku anggap seperti Kaka kandungku sendiri," ucap Mergida dengan senyuman hangatnya.
Mereka pun berpelukan dan hidup bahagia dalam Kerajaan yang megah dan indah.
😊 THE END 😊
oh iya jika kalian ada waktu jangan lupa mampir kenovelku juga ya 😉 siapa tau kalian juga tertarik. 😊
🌹 Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia. ( Tamat ) 🤗
🌹 Kebun Terong Sigadis Narsis. ( bersambung ) 🤗