Hai hai hai!!! Jumpa lagi dengan saya, BlueMoon🔵. Mari kita basa-basi sebentar. Setelah lama saya tidak membuat cerpen, kini saya hadir kembali untuk membuat cerpen dengan tantangan 3 kata yang menjadi kunci pembuatan cerpen.
Suka cerpen saya = like! Coment!
Yang tidak melakukan keduanya padahal suka, semoga kalian selalu dalam lindungan pembuat skenario terbaik.
Selamat membaca!!❣️
3 kata yang dipakai = kemeja putih, ketos, pertengkaran.
Noda di Kemeja Putih.
Apa kesan pertama kalian saat masuk ke sma? Senang? Sedih? Malas? Biasa saja? Atau... Menyebalkan campur mendebarkan, seperti kesan pertama Rania saat hari pertama di sma-nya.
Di pagi hari yang sedang murung, Rania--gadis dengan tinggi 159 cm dan berkacamata, memulai kegiatannya, mandi, memakai seragam putih abunya, sarapan, lalu berangkat sekolah.
"Oh, ini hari pertamaku di sma, semoga sesuai harapanku" gumam Nia seraya menatap pagar besar yang diatasnya terdapat tulisan "SMA BAKTI INDAH". Ia pun perlahan memasuki halaman, ia berdiri menatap riuhnya para murid baru.
"Hai.. Kamu murid baru juga, ya?" seorang perempuan yang lebih tinggi dari Nia menyapanya. Nia menatap perempuan tersebut lalu mengangguk.
"Aku juga, kenalkan, namaku Salsa Prita Cahaya Weldra Maharani Siska Putri" Nia melongo mendengar nama siswi tersebut, name tag-nya hanya bertuliskan Salsa Prita.
"Na-nama kamu panjang juga, ya, sampai tujuh kata. Namaku Rania Elsa, salam kenal" Salsa tersenyum dan mengangguk, ia ikut berdiri di sisi Nia.
"Apa yang kamu tatap, Nia?" tanya Salsa seraya menatap wajah Nia yang tampak imut, ia pun tanpa sadar menarik-narik kedua pipi Nia dengan gemas.
"Sal, sakit...".
"Eh" Salsa pun menarik tangannya dan meminta maaf.
"Iya aku maafin".
"Abisnya tuh pipi kamu kaya bakpao isi daging yang pernah aku makan, jadi keinget..." Salsa tersenyum membayangkan nikmatnya bakpao isi daging yang pernah ia makan, seketika rasa bakpao tersebut seperti kembali ke otaknya dan hinggap di lidahnya.
"Awas kalau kamu mikir mau makan pipiku karena mirip bakpao isi dagingmu itu!" Salsa melongo mendengar penuturan Nia.
"Imut-imut galak juga, ya" pikir Salsa.
***
Siang harinya, setelah semua kegiatan melelahkan. Nia dan Salsa duduk di bawah rimbunnya pohon di taman, mereka menikmati bekal yang Salsa bawa dan minuman yang Nia beli.
"Berbagi itu indah, ya, Sal".
"Iya, dong, Mut (imut)".
"Minumanku abis, Sal, aku ke kantin dulu, ya, mau beli minuman lagi" Salsa mengangguk seraya berucap "Jangan kebanyakan minum, Mut, nanti beser lohh".
"Tenang aja, Sal, toilet sekolah belum mampet kok".
Sesampainya di kantin, Nia segera memesan sebuah minuman, setelah ia menerima dan membayarnya, ia berjalan hendak menuju taman, namun seorang siswi menghalangkan kakinya di depan kaki Nia hingga ia terjatuh dan menabrak seorang siswa yang menyelampirkan jas OSIS-nya di pundak.
"Sial!" batin Nia, ia pun berdiri dengan baik dan menatap bagian depan 𝗸𝗲𝗺𝗲𝗷𝗮 𝗽𝘂𝘁𝗶𝗵 siswa tersebut yang basah karena minumannya, ia lalu menatap wajahnya yang datar tar-tar-tar.
"A-a-a-aku... Mi-minta ma-maaf, ka-kakiku ke-kesan-kesandung" ujar Nia terbata-bata.
"Imuuuuuut... Lo tahu nggak? Minuman lo, sulit buat dibersihin kalau udah kena baju" sahut siswa tersebut seraya menatap dengan dekat wajah Nia yang menunduk.
"Tapi, berhubung gue jatuh cinta sama lo, gue akan maafin lo, dan buat Sislen" siswa tersebut menatap tajam siswi yang mengerjai Nia dan menghampirinya.
"Lo tahu, kan, Len, gue paling nggak suka orang yang gue cinta disakiti. Sekecil apapun itu menyakitinya, gue... Bakal buat lo menyesal karena perbuatan lo" siswa osis tersebut menarik sudut bibirnya dan pergi dengan Nia untuk memesan lagi minuman lalu ke taman.
"Ka-Kak Tira?"Salsa menatap tak percaya 𝗞𝗲𝘁𝗼𝘀 incaran para siswi ada dihadapannya, dan... Menggandeng tangan Nia.
"Halo Salsa Prita Cahaya Weldra Maharani Siska Putri" Tira, siswa ketua osis tersebut tersenyum tipis pada Salsa yang langsung membuatnya jatuh terduduk di dekat bangku taman.
"Jangan pegang tangan orang sembarangan! Gue paling nggak suka dipegang-pegang tanpa seizin gue sendiri! Gue minta maaf karena numpahin minuman di baju lo, gue bakal ganti baju itu, besok gue bawa bajunya" Nia menghempaskan tangannya yang digenggam Tira dan pergi menjauh, Tira yang mendengar itu langsung melongo tak percaya, sekian detik ia melongo, setelah sadar ia langsung mengejar Nia.
"Imut! Lo kenapa?" tanya Tira.
"Gue-gue nggak suka ada yang pegang tubuh gue sembarangan".
"Tapi, gue, kan, cowok lo".
"Cowok gue bukan berarti lo bisa sentuh gue seenaknya! Kita belum nikah".
Tira tersenyum.
"Ya udah, abis lulus SMA kita nikah, yuk, nikah muda".
1 detik.
3 detik.
5 detik.
"Eh?" Nia sadar, ia menatap Tira dengan kesal.
"Apasih maksud lo, ngaku-ngaku seenaknya lo cowok gue, mana ngajak nikah muda lagi".
"Semoga kita jodoh, ya imut".
"Apa sih lo nyebut gue imut?!".
"Lo, kan imutnya gue" Tira tersenyum dan memeluk Nia.
"Heh! Lo kok ganjen banget si sama tunangan orang!" Sislen datang bersama kedua temannya dan langsung menarik Nia dari pelukan Tira.
"Sayang... Kamu kok mau si dipeluk sama kumbang nyasar ini".
"Masih mending imutnya gue kumbang nyasar, lah lo kumbang gila" sahut Tira.
"Pertama, kita nggak ada hubungan spesial apa-apa, apalagi tunangan, Sislin. Kedua, imut ini pacar gue, insyallah kita akan nikah selulusnya SMA. Ketiga, gue bukan orang yang akan tinggal diam, jika orang yang gue cinta di hina. Keempat, pergi lo" Tira menarik Nia ke sisinya.
Dan akhirnya terjadilah 𝗽𝗲𝗿𝘁𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 kecil di antara Tira dan Sislin, Nia memutuskan untuk pergi. Satu jam setelah urusan Tira dan Sislin selesai, Tira menghampiri Nia dan mengajaknya pulang, ia langsung bertemu dengan kedua orang tua Nia dan mengatakan niatnya untuk menikahi Nia selulusnya SMA.
Tamat.
Suka = like! Coment!
Sampai jumpa lagi di cerpen berikutnya.
Salam dari Nia/imut, Tira, Salsa, dan Sislin😊😊💞🌹.